[ONESHOT] Kiss Bottle

kiss bottles

“KISS BOTTLE”

Story by Chodella

Romance || School Life

PG-16 || Oneshot

Chae Hyungwon || Minhyuk  || Hwang Cheryl (OC)

Hello^^ Welocome to Monsta X Fanfiction~~

Hope you enjoyed with my fict story~

Happy Reading Monbebe’s, give us feedback^^

“Bukankah minum dalam satu botol atau gelas dengan seseorang merupakan ciuman tidak langsung?”

.

.

.

 

Sepasang mata bulat tengah asyik memperhatikan seseorang. Tak menghiraukan pantulan sinar mentari yang semakin ganas menyengat rambut hitam dan kulit putih susunya. Ia tetap terfokus pada objek yang menarik perhatian dirinya sedari tadi. Sadar akan tujuannya berada di lapangan basket yang luas dan sepi ini, ia berniat ingin memberikan sebuah minuman penyemangat untuk orang yang di sukainya. Tangan dengan jari lentik itu mengusap kecil botol minuman yang telah lama di genggamnya,  suhunya tidak sedingin sebelumnya. Ya, ia sangat gugup saat ini, tanpa ia sadari botol itu telah tergenggam hingga tidak sedingin sebelumnya. Ia mendengus kecil, lalu mengangguk mantap dengan mata yang beralih pada botol lalu pada seorang pria tinggi yang tengah bermain basket seorang diri.

Ini adalah kegiatan rutinnya, berlatih basket setiap pulang sekolah. Tidak salah ia menjadi capten klub basket pun. Mengingat hal tersebut, gadis itu menyunggingkan senyum samarnya. Lalu dirinya lekas melangkah mengendap, mendekat pada kursi yang berjajar di sepanjang tepi lapangan basket. Matanya tetap awas melihat keadaan disekitar, terutama pria itu. Setelah dirasa aman, ia menempatkan botol minuman isotonic disamping tas milik lelaki itu. Lalu ia berbalik dan bersembunyi dibalik pohon rindang, untuk memastikan apakah ia meminumnya, atau tidak. Dan yang paling utama ia menunggu dibalik pohon itu, adalah ingin melihat ekspresi dari wajah tampannya yang menurut gadis itu adalah surga dunia tersendiri, apalagi jika pria itu mengeluarkan senyuman yang amat manis.

 

“Hyungwon sunbae, kenapa kau setampan itu? Bahkan dari jauh pun wajah mu masih terlihat jelas seperti malaikat.” gumamnya seraya meremas sisi rok seragamnya.

 

Jantungnya tiba berdentum cepat, tangannya semakin kuat meremas sisi rok kala ia melihat-Hyungwon sunbae-orang yang ia sukai itu- bergerak menuju kursi yang diatasnya telah tergeletak tas dan minuman isotonik. Gadis bername tag Hwang Cheryl itu terus memperhatikannya, hingga Hyungwon mengamati sekelilingnya. Dan otomatis membuat Cheryl segera berlindung dibalik batang pohon yang besar. Ia tidak mau tertangkap basah, dan ia tentu malu atas perbuatannya sendiri jika dirinya tertangkap oleh Hyungwon sunbae.

Lalu ia kembali menolehkan kepalanya, dan kembali mengamati Hyungwon.

 

“Oh tuhan! Dia meminumnya?” mata bulatnya membesar, tangan mungilnya menutup mulut cherry miliknya. Rasa tidak percaya dan memang kenyataannya benar, Hyungwon meminum cairan isotonic dari gadis tersebut. Tapi—

 

“Eh? Hanya setengah yang diminum?” mata bulat yang semula berbinar itu memudar. Tapi ia masih bisa menerimanya, karena Hyungwon sunbae sama sekali tidak membiarkan botol isotonic itu tergeletak utuh.

 

“Gwenchana, Cheryl. Mungkin sunbae tidak terlalu suka dengan minuman itu.” gumamnya kecil.

 

Hyungwon lekas menyambar tasnya, dan berbalik acuh meninggalkan botol itu diatas kursi panjang dengan mulut botol yang masih terbuka. Ia pun pergi meninggalkan lapangan basket, ya memang sudah tidak ada siapapun disana karena suasananya begitu sepi, dan semakin sepi saat ia berhenti bermain basket.

Cheryl berlari kecil menuju tempat botol pemberiannya yang tergeletak dan terbuka bebas, airnya pun mungkin telah menjadi hangat karena tersinari matahari. Ia mendesah kasar dan menatap botol itu kecewa, lalu matanya kembali berbinar saat ide gila itu mulai muncul di kepalanya.

 

“Bukankah minum dalam satu botol atau gelas dengan seseorang merupakan ciuman tidak langsung? Kyaaaa!! Aku haus! Aku memang haus.”

 

Masa bodoh dengan teriakkannya karena dilapangan ini tidak ada siapapun. Cheryl segera meminum cairan isotonic yang tersisa oleh Hyungwon. Matanya terpejam, kepalanya menengadah melawan sinar matahari yang menyorot dirinya.

 

Glekk—

 

Tidak bisa ia pungkiri bahwa dengan meminum cairan bekas seseorang yang ia sukai bisa membuat dirinya sesegar dan sesenang ini. Ia terus meneguknya tanpa ampun hingga cairan itu habis sampai tetesan akhir.

 

Glek—

 

Glek—

 

“Sebegitu haus nya—Hwang Cheryl?” suara seseorang menghentikan tegukkannya yang hampir selesai. Niatnya ingin menghabisi cairan sisa Hyungwon sunbae itu terhenti. Matanya melebar dan masih dalam posisi kepala menengadah keatas, tangannya dan tangan panjang seseorang yang menggenggam ujung botol tersebut. Apa? Tangan siapa?

 

“Dan sebegitu inginkah kau merasakan ciuman tidak langsung itu? Hwang-Cheryl?” susah payah gadis itu mengembalikan posisinya dan menatap siapa orang dengan berani menggengam botol dan bersentuhan langsung dengan tangannya. Lalu—apa yang ia tanyakan itu? Kini Cheryl meraskan wajahnya semakin panas. Dan ia tahu betul siapa pemilik suara itu.

 

“Su-sunb-bbae?” ucapnya lolos dengan kegugupan yang jelas terdengar, dan mengundang tawa Hyungwon. Ya, pria yang dihadapannya adalah Hyungwon sunbae.

 

“Kenapa kau melakukan itu?”

 

“A-aahh bukan apa-apa sunbae aku hanya—“

 

“Menginginkan ciuman tidak langsung itu?”

 

Cheryl diam terpaku dan memandang wajah tampan Hyungwon yang meskipun tidak terlalu jelas karena terhalang sinar matahari menyorot mata bulatnya, ia masih bisa melihat dengan baik. Dan ekspresi itu—senyuman itu—membuat jantung Cheryl ingin segera keluar dari sarangnya.

 

“Ahhh kau benar menginginkannya.” senyum samar yang ia sunggingkan di sudut bibirnya terkesan—ohh ini gila. Gadis itu akan segera pingsan jika ia tidak segera pergi dan berlari dari hadapan Hyungwon. Dan ia yakin wajahnya semakin memerah seperti saus, ia ingin segera berbalik lalu bergegas lari. Namun saat akan melakukan hal itu, Hyungwon segera menangkap pinggang ramping Cheryl lalu mendekapnya dan mendaratkan ciuman pada bibir Cheryl.

Mata bulatnya semakin melebar, ia mengepalkan tangannya. Mengerjapkan matanya, mencoba tersadar apakah ini mimpi? Namun tidak, saat ciuman yang dirasakannya begitu hangat menjalari tubuh Cheryl, ia ingin memberontak tapi sungguh ia tidak bisa. Kenapa sangat berat untuknya berbalik dan mendorong tubuh Hyungwon? Kepalan tangannya seolah melemah. Ia terbang, ia bisa merasakan itu. Sinar matahari yang menyorotnya seolah tidak menjadi beban lagi. Matanya terpejam dan ia terbuka untuk menerima sentuhan bibir Hyungwon pada bibirnya.

Beberapa detik ia menikmati sentuhan bibir Hyungwon. Cheryl terhentak, dan membuka matanya lebar, mengerjap beberapa kali untuknya agar bisa tersadar dari kegilaan perasaannya ini. Dengan segera tangan mungilnya mendorong kasar tubuh Hyungwon, lalu mendeham kecil dan menghapus jejak bibir Hyungwon yang membekas dibibir dengan punggung tangannya.

 

“Kau perlu belajar lagi untuk mendapatkan ciuman yang sempurna.” Gumam Hyungwon lalu memasukan kedua tangannya dalam saku celana seragam yang masih ia kenakan. Oh ternyata—ia ingin tahu siapa orang yang memberikan minuman itu. Dan sebenarnya ia tidak benar-benar pulang, dan ia pun bersembunyi tepat dibelakang Cheryl. Namun, gadis itu sama sekali tidak menyadarinya.

Cheryl menutup wajah dan berbalik meninggalkan Hyungwon ditepi lapang basket. Ia terus menatap Cheryl hingga punggung mungilnya tidak terlihat lagi dibalik tembok menuju kelasnya.

 

“Tck! Sama sekali tidak berpengalaman.” Ucapnya seraya melangkah mengikuti jejak Cheryl pergi.

 

.

.

.

Gadis itu terus tertunduk dan mengigitkan bibirnya, ia tidak menyangka Hyungwon sunbae akan melakukan hal itu pada dirinya. Tentu saja ia malu, dan kini rasa panas di wajahnya masih bisa ia rasakan. Heol—padahal ia tidak bersama Hyungwon lagi.

 

“Ahh jinjja! Kenapa aku membayangkannya!!”

 

Duk—

 

Tubuhnya terbentur dengan benda empuk yang menghalangi jalannya, Cheryl mengaduh dan—ehh itu bukan benda. Melainkan—

 

“Minhyuk oppa?” Cheryl menengadah menatap seseorang yang ia panggil Minhyuk oppa itu. Yap, dia lebih tinggi dari Cheryl, sama halnya dengan Hyungwon sunbae yang tingginya hampir melebihi Minhyuk oppa.

 

“Membayangkan apa?” tanyanya dan memandang Cheryl dengan kerutan kening samar

 

“A-ani, tadi—“

 

“Cheryl-ya, jalan mu cepat sekali!” Ucap pria itu lagi yang Cheryl kenal suaranya.

 

“S-sunbae?” mereka menoleh pada arah suara itu.

 

Dan memang benar, Hyungwon tepat berada dibelakang Cheryl, masih dengan wajah tanpa ekspresi yang menatap keduanya.

 

“Kenapa sunbae mengikuti ku?” Cheryl berbalik dan memandang Hyungwon heran. Ia sebenarnya terlalu takut untuk berbalik dan menatap Hyungwon, karena jantungnya terus berdentum hebat di dalam sana. Ia terpaksa berbalik dan mencoba melawan detak jantungnya.

 

“Apa yang kau lakukan dengannya?” Hyungwon menarik kasar tangan Cheryl mendekatkan jarak dengannya.

 

“Hyungwon. Kau tidak perlu kasar padanya.” Protes Minhyuk kala melihat ekspresi Cheryl yang terlihat sedikit kesakitan saat lengannya tertarik.

 

“Kau siapanya?”

 

Ya, Hyungwon memang sangat terkenal disekolah. Namun, satu hal yang tidak disukai Cheryl, yaitu sikap playboy dan berandalannya. Namun kenapa seolah sikap buruknya itu menghipnotis dirinya untuk lebih menyukai Hyungwon.

 

“Minhyuk. Captain Taekwondo. Dia yeoja chingu ku!” tegas Minhyuk

 

“Dia sama sekali tidak keberatan jika aku menariknya, lalu?” Jawab Hyungwon lagi dan masih menggenggam erat lengan Cheryl. Gadis itu hanya melempar pandang antara Hyungwon dan Minhyuk, terlebih saat mendengar Minhyuk menyebutnya sebagai yeoja chingu miliknya. Oh—apalagi sekarang?

Ia tidak pernah membayangkan Hyungwon sunbae akan menciumnya, dan sekarang memegang tangannya erat. Lalu, ia tidak begitu memperdulikan Minhyuk, namun disisi lain—

 

“Lihat saja, yeoja tidak suka diperlakukan kasar!” bentak Minhyuk. Mendengar itu Hyungwon menarik Cheryl untuk menatap wajahnya.

 

“Mwo?” tanyanya pada Hyungwon. Dan—heol gadis itu tetap memerah, raut wajahnya tergambar bingung.

Hyungwon mendengus kecil lalu mendorong Cheryl pada Minhyuk, dengan begitu Minhyuk masih bisa menahan tubuhnya agar ia tidak terjatuh.

 

“Ya kau benar, dia tidak menarik lagi. Cheryl-ya, cuci wajah mu dan hilangkan noda memerah pada pipi itu.” Hyungwon segera berbalik tanpa memperdulikan Cheryl yang terpaku saat mendengar bahwa ia tidak tertarik lagi. Jadi—selama ini, sunbae selalu memperhatikan Chery? Dan sekarang, saat ia dengar Minhyuk mengucapkan Cheryl adalah kekasihnya. Hyungwon bilang, ia tidak tertarik lagi padanya?

 

“Pabbo!! Minhyuk oppa pabbooo!!!!” gadis itu berteriak kesal dan memukul-mukul kepala Minhyuk.

 

“Yakk aishh apa yang ku lakukan itu untuk melindungi mu Hwang Cheryl! Geuman-ahhh appo” Minhyuk menahan tangan Cheryl yang semakin brutal memukulnya.

 

“Kau membuatnya salah paham oppa!! Huaaaaa” Cheryl kembali menampakkan tingkah kekanak-kanakkannya, lagi. Ia benci saat hal yang telah lama ia kejar, dan hampir saja ia mendapatkan semua itu. Tiba-tiba saja, orang ini, orang yang dihadapannya-Minhyuk oppa telah menghancurkan semuanya.

 

“Ssstt Cheryl-ya uljimaa-” Minhyuk mencoba membekap mulut Cheryl, namun gadis itu mengigit jemarinya, membuat sang empunya meringis kecil dan dengan kesal menarik paksa tubuh Cheryl.

.

.

.

@Atap sekolah

 

Isak tangis memenuhi ruangan tanpa atap dan terbuka bebas. Membiarkan angin menerpa wajah mereka, membiarkan isak tangis Cheryl memenuhi keheningan disana. Dengan iming-iming Minhyuk akan memberikan apapun asal tangis Cheryl segera mereda. Namun Cheryl tipe orang yang amat rumit jika dibujuk seperti itu.

 

“Aku ingin kau berbicara pada Hyungwon sunbae bahwa aku buka yeoja chingu mu! Dan kau harus meminta maaf padanya karena telah membentaknya tadi” jawab Cheryl dengan menyeka airmata oleh punggung tangannya.

 

“Mwoya? Aku tidak akan melakukan itu!” balas Minhyuk mantap dan menatap kesal pada Cheryl

 

“Yaakkkk!! Lakukan sajaa eoh?!” tangisnya kembali membludak  Cheryl memang terlebih seperti anak kecil, tapi terkadang ia bersikap dewasa pada waktunya. Sikapnya cukup labil.

 

“Okee oke. Tapi dengarkan aku dulu.” Raut wajah Minhyuk terlihat serius, ia menatap tajam Cheryl yang masih menangis.

 

“Cheryl! Kumohon dengarkan aku dulu sebentar.” jelas Minhyuk dan menangkup kedua sisi pipi Cheryl, menatapnya tajam dan mencoba menghentikan tangisannya dengan tatapan tajam Minhyuk yang terlihat geram karena ulah Cheryl.

 

“Mwo?” tangisnya memang benar-benar terhenti. Ia sendiri tidak pernah melihat Minhyuk dengan ekspresi sepeti itu.

 

“Cheryl, apa kau sama sekali tidak tahu maksud ku?” tanyanya masih dengan menatap gadis itu

 

“Molla.” acuh tak acuh, gadis itu masih menahan tangisnya yang ingin segera membludak kembali, namun Minhyuk semakin erat menangkup kedua pipinya dan semakin mendekatkan wajahnya, membuat gadis itu diam. Bergerak sedikit bibir mereka akan saling bertemu.

 

“Kau tidak tahu bagaimana perasaan ku?” tanya Minhyuk sekali lagi membuat gadis itu terpaku, dan mengerutkan alisnya jelas

 

“Ya jelas kau tidak tahu, karena kau terus memperhatikan Hyungwon mu. Cheryl-ya, tolonglah perhatikan aku sedikit meskipun kau sangat menyukai Hyungwon. Tapi apa kau tidak tahu bagaimana perasaan orang yang ada didekat mu? Jika iya, kau memang keterlaluan.”

 

“Oppa-apa maksud mu?” ia susah payah mencerna kalimat Minhyuk dengan otak jernihnya. Ya, karena ia masih membayangkan Hyungwon menciumnya, dan bahkan bibirnya masih bisa ia rasakan.

 

“Aku menyukai mu. Melihat mu terus mengejar Hyungwon membuat ku sakit, Cheryl-aku bisa membuat mu suka pada ku. Ya aku tahu kau tidak suka padaku dan menganggap ku hanya seorang Oppa mu. Kau memang tidak menyukai ku, tapi aku akan berusaha untuk membuat mu menyukai ku. Cheryl-ya kumohon beri aku kesempatan.”

 

Mendengar Minhyuk, Cheryl merasa hatinya tertusuk pisau semu. Ia bisa membayangkan masa lalunya yang membuat dirinya teringat kembali pada saat ia sama seperti Minhyuk, dan kenapa ini seolah berbalik menimpanya.

 

“Oppa… apa kau tidak ingat? Kapan aku mengenal mu? Kau tidak ingat?” gadis itu masih menatap Minhyuk dan mata besarnya berkaca-kaca, siap menitikan kembali ribuan tetes air matanya

 

“Cheryl…”

 

“Dengar. Aku seperti ini kau tentu tidak tahu, dan kau mencoba untuk aku memperhatikan mu, sedangkan kau dulu tidak pernah memperhatikanku! Kau pun sama gilanya dengan ku, kau jatuh cinta pada Yena. Dan sekarang aku jatuh cinta pada Hyungwon… ani—aku tidak jatuh cinta pada sunbae, tapi aku sangat menyukainya.”

 

“Cheryl? Apa maksud mu, kau dulu menyukai ku?” Minhyuk tertegun, ia menurunkan genggaman tangannya pada pipi Cheryl.

 

“Ya. Dan aku melihat kau memeluknya. Lalu kau berusaha mendapatkannya. Setelah kau melakukan semua hal yang kau inginkan, tanpa memperdulikan ku yang selalu di dekat mu. Mendengar mu bercerita banyak tentang Yena, membuat ku sakit juga Oppa. Lalu setelah semua hal yang kau lakukan sia-sia, dan sekarang aku mencoba menjaga jarak dan bersikap biasa pada mu. Kau mengejarku? Semuanya terlambat. Dan apa kau tidak tahu betapa tersiksanya aku berada didekat mu? Aku menahan semua itu dan mencoba seolah tidak terjadi apa-apa. Dan inilah—aku bisa,” Gaeni menangis tersedu-sedu. Ia rasa beban yang selama ini tidak pernah ia keluarkan, kini semua  lolos terucapkan.

 

“Mianhae.” satu kata lolos yang tidak akan merubah jalan pikiran Cheryl, Minhyuk memeluk erat tubuhnya yang bergemetar.

 

Hembusan angin dan terik matahari yang semakin ganas menerpa mereka, menerbangkan helaian rambutnya dan menyorot tubuh mereka. Cheryl tidak peduli semua itu, ia terus menangis dalam pelukan Minhyuk.

 

“Mian… jeongmal mianhae Cheryl-ya. Aku ingin memperbaiki semuanya.” Ungkap Minhyuk seraya mengusap lembut helaian demi helaian rambut hitamnya,

 

“Terlambat. Aku tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi.” Cheryl mendorong kecil tubuh Minhyuk, ia menyeka air matanya dan hendak berdiri. Namun Minhyuk menahan tangannya.

 

“Jebal—aku tidak akan melakukan hal apapun yang membuat mu kecewa padaku. Aku ingin mengulang dan memperbaiki semuanya. Aku ingin kau menganggapku sebagai kekasihmu. Dan aku berjanji akan membuat mu menyukai ku kembali.”

 

“Apa aku bisa mempercayai mu?” Cheryl mencoba mencari celah kebohongan pada manik mata Minhyuk, namun sama sekali ia tidak menemukannya.

 

“Ya. Kau mau bukan jika kita memulainya?” Minhyuk kembali mengusap rambut Cheryl dari pucuk hingga ujung rambut panjangnya.

 

“Kau berjanji.”

 

“Tentu saja.” Minhyuk memeluk tubuh Cheryl dengan hangat, ia sebodoh itu tidak memperdulikan Cheryl saat dulu. Dan tentu ia tidak ingin kehilangan kesempatan emas ini. Ia ingin membuktikannya pada gadis itu.

 

Minhyuk menatap dalam manic mata besar Cheryl, perlahan ia memiringkan wajah dan mendekat pada Cheryl. Namun—

 

“Oppa chankaman.” Gadis itu menahan wajah Minhyuk dengan kedua tangannya.

 

“Waeyo?”

 

“Hyungwon sunbae menciumku dilapangan tadi.” Ungkap Cheryl dan menunduk malu mengigit bibirnya sendiri.

 

“Ohhh shittt!” Minhyuk berbalik dan mengacak rambutnya kesal. Dalam hatinya ia terus mengumpat dan berjanji akan menghapus jejak bibir Hyungwon pada bibir Cheryl.

 

Cheryl terhentak ketika tangannya ditarik kasar dan dibekapnya mulut itu dengan bibir Minhyuk. Ia memberontak dan menatap kesal Minhyuk.

 

“Oppa wanita tidak suka diperlakukan kasar!” ucap Cheryl seolah mengingatkan kata-kata Minhyuk pada Hyungwon.

 

“Persetan dengan perkataan tadi. Aku ingin menghapus jejaknya dari bibir mu Cheryl-ya” balas Minhyuk dan segera menangkup kedua pipi Cheryl. Lalu kembali menciuminya.

 

 

FIN–

 

 

Advertisements

1 thought on “[ONESHOT] Kiss Bottle”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s