[Ficlet] Niemals

niemals

Ohpears’s || Lee Minhyuk || Slice of life, slight!comedy || Ficlet || General || Pict cr to stereoscopic

Based of;

“Hanya kamu yang tak pernah terbaca.”

—Kak Annisa

Setiap orang pasti punya kejenuhan untuk membaca, bukan? Berbeda denganku, justru aku gemar menelisik untaian kata-kata menggemaskan dalam buku setebal bantal tidurku. Buku itu seperti sahabat terbaikku, toh tidak seperti mereka-mereka yang akhirnya memilih menusukku dari belakang. Persetan dengan status anti-socialku, terpenting aku masih dapat bergulat dengan lembaran-lembaran kertas yang terpoles cetakan tinta hitam.

“Lee Minhyuk, ini kunjunganmu yang ke seratus nak. Tidak ingin mencari teman baru?” Lekuk senyum terpapar di wajah keriput penjaga perpustakaan, tak sehari pun Nenek Mirae lengah untuk menyapaku menjelang senja.

“Aku sudah nyaman bersama buku-buku ini, tidak perlu menambah teman baru Nek.”

“Tunggu, kamu belum membaca novel di pojok sana, kan? Coba kamu baca, Nenek merekomendasikan itu.”

Melenggang pergi, aku melangkahkan tungkaiku ke tempat novel itu berada. Tidak berjarak terlalu jauh dari tempat biasanya aku membaca, yah sekiranya sedikit lebih ke kanan. Spot membaca di sini selalu sepi, tak heran kalau aku betah berlama-lama di perpustakaan. Membaca itu mengasyikkan kok, imajinasi yang tertuang dalam buku dapat kita jeberkan lebih luas dan lebih menyenangkan lagi!

Jari-jemariku menelusuri tiap judul pada barisan buku novel yang ada, hampir seluruhnya sudah pernah kubaca dan tidak terlalu menarik—hanya tipikal percintaan remaja dengan penuh drama menggelitik perut. Manikku berhenti tatkala menangkap sekelebat bayangan yang entah dari mana muncul dalam benakku. Familiar, tapi tidak terlalu jelas, hanya saja sepertinya aku pernah bertemu, tapi entahlah. Mungkin saja, ulangan matematika hari ini membuatku pusing.

Novel rekomendasi dari Nenek penjaga perpustakaan berhasil aku temukan, tidak terlalu lama bila dilihat dari kualitas cover dan kertasnya—mungkin tiga atau empat tahun lalu? Mendudukkan diriku dengan nyaman, aku tiup debu tipis yang menempel di sisi-sisinya. Hiasan luarnya terlihat menarik, belum tentu dalamnya dapat membuatku merasa terhanyut. “The Notebook by Nicholas Sparks?”

Lembar demi lembar aku lahap layaknya orang kelaparan, buku ini narkoba bagiku. Menjerumuskanku ke dalam kisah melankolis seorang pecinta juga sahabat, membuatku terombang ambing dalam perasaan tak karuan. Tidak, aku bukan tipikal orang yang mudah baper cuma, kisah ini mengingatkanku akan orang tuaku. Tak sepenuhnya sama, hanya dalam situasi menyebalkan yang sama.

“She was my dream. She made me who I am, and holding her in my arms was more natural to me than my own heartbeat. I think about her all the time. Even now, when I’m sitting here, I think about her. There could never have been another.”

Spontan, setelah membaca kalimat itu, segera mungkin aku menutup buku ini dengan cepat. Rumornya kalau kamu sudah berada pada halaman ini, cepat-cepatlah tutup novel ini, kalau tidak, kamu akan menjerit histeris. Sebenarnya aku bukan orang yang percaya hal tidak masuk akal seperti itu, tapi… halaman selanjutnya memang mengerikan.

Belum sempat aku menghela napas lega, pundakku tertepuk seseorang. Kutolehkan kepalaku ke sumber dan mendapati gadis berambut ikal tengah menatapku khawatir. “Ada apa ya?”

“Permisi, apa kamu sedang membaca novel itu?”

Gadis ikal itu menatapku makin khawatir. “Iya, memangnya kenapa?”

“Tadi aku lihat ada serangga terbang dari buku itu ke kepalamu dan hei, sekarang masih ada di rambutmu!”

tamat

  • hai jadi ini opening fic buat monstaxffindo YEY CONGRATS !! ❤
  • thanks buat promptnya ka Annisa, dan maap kalo mlenceng jauh dari harapan T^T
  • maaf juga buat readers kalo ficnya ga sesuai sama prompt T^T
  • ada review?
  • beydeweeeyy, niemals itu artinya kalo ga salah “no way” huehue
  • dari sapiya ato pira ato fira garis nol-satu ❤
Advertisements

Author: ohpears

i need to quit my bad habbit. it's you.

8 thoughts on “[Ficlet] Niemals”

    1. gatau aku lagi terobsesi sama kecoa terbang, ih syerem.

      ntar ketauan kita nulis apaan tentang si simbah :”))

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s