[Hyungwon’s Birthday] Happy Ending

1450826895352

[Special For Hyungwon’s Birthday]

“Happy Ending”

Story of Chodella

Romance || Angst || School Life

Chae Hyungwon || Hwang Cheryl (Oc’s)

.

.

.

 

Wanita yang paling tidak beruntung didunia ini adalah aku, seorang Hwang Cheryl. Aku tidak seberuntung kakakku-Clara. Dua kata mustahil dalam hidupku-yang memang awalnya sangat kuinginkan, yaitu ‘Happy Ending’. Karena sepenuhnya kusadar, kisah hidupku bukanlah skenario drama televisi yang akan membuat penonton menitikan air mata bahagia, mungkinkah hidupku sebaliknya?

 

Kisah hidupku ditulis Tuhan mutlak pada garis takdir.

 

Kisahku dimulai saat ibuku bercerai dengan ayah, yang menjadikanku membenci semua lelaki.

Wanita selalu dipandang rendah, seakan dapat sesuka hati di singgahi saat para lelaki merasa lelah dan bosan.

 

Namun, semua bayangan kelam yang menyelimutiku perlahan mengikis, saat lengan hangat itu merengkuhku dalam dekapnya.

Mengenalkanku pada ‘Happy Ending’ dengan caranya.

 

 

*Happy Ending*

 

 

Aku menjalani hariku seperti biasa, jika diibaratkan dengan makanan yang terasa hambar. Pagi hari, aku berangkat ke sekolah. Menyeret tungkaiku menuju kelas, kemudian mendaratkan bokongku di atas bangku. Selesai.

Aku termasuk orang yang tak banyak bicara, sungguh tak menginginkan seorangpun yang berani masuk ke dalam hidupku.

Tapi kali ini berbeda ketika siswa baru itu datang dengan wajah malaikatnya.

Pemuda tinggi bersurai hitam-yang senang memasang lengkungan kurva indah, bibirnya tebal dengan mata besar yang indah, aku rasa pernah melihatnya—tapi tidak mungkin, jika saja aku pernah melihatnya mungkinah dalam serial anime, dia seperti karakter manga.

Lancangnya, dia mulai menekanku—mencoba menerobos masuk ke dalam kehidupanku.

 

“Cheryl-a Temani aku ke kantin. Dikelas ini hanya kau yang bisa ku andalkan. Kajja!” Gumamnya.

Sialnya, dia menarik lenganku tanpa izin. Aku tidak suka!

 

“Cih, kau tahu namaku-apa kau penguntit?”

 

“Mwoae? Penguntit, ahh jinjja. Apa tampang seperti ku seorang penguntit? Heol—“ ia berkacak pinggang dihadapanku,

 

“Name tagmu. Hwang Cheryl.” Lanjutnya kembali. Aku memicingkan sebelah mata, mengerjap beberapa detik untuk mencerna kembali perkataannya. Ahh jinjja lelaki ini, membuatku ingin segera membungkusi kepalaku dengan sesuatu!

 

“Cepat temani aku ke kantin, huh?” ajaknya lagi seraya menarik kecil seragamku.

 

“Shireo!” ucapku lantang, aku menolaknya-tentu saja aku akan menjadi pusat perhatian selama bersama siswa baru itu.

 

“Oh ayolahhh-aku murid baru yang duduk bersamamu. Kau harus menjadi orang yang bertanggung jawab pada teman sebangku mu, murid baru sepertiku tidak aman jika pergi sendiri!”

 

Aku bergeming, mataku memicing lagi ke arahnya. Apa dia tidak lihat bahwa aku tidak menyukainya sejak ia duduk bersamaku. Kenapa harus aku? Bukankah dia yang memilih bangku itu? Kenapa aku yang harus bertanggung jawab?

 

“Ah aku mempunyai cara agar kau tidak bosan bersamaku. Aku akan berkenalan denganmu selama perjalanan ke kantin.” Jelasnya lalu menarik lenganku paksa.

Aku memberontak, tapi tetap saja lengannya cukup kuat mencengkram pergelangan tanganku.

 

“Namaku Chae Hyungwon.” Serunya. Aku terdiam, menatap genggaman tangannya yang terasa menyebalkan. Beraninya dia menyentuhku!

 

“Hei ayo sebutkan nama mu!”

 

Ia tiba terhenti tepat dihadapanku, lalu memutar tubuhnya berhadapan. Pandanganku yang terpaku pada genggamannya, dapat kurasakan genggamannya kini melemah, retinaku teralihkan menatap raut sempurnanya. Iris kami saling bertemu. Sejenak terdiam kami beradu pandang, seakan wajah sempurna itu telah menghapus ingatanku, menenggelamkanku dalam iris gelapnya yang begitu menghangatkan.

 

“Haruskah?” Tanya ku ketus dengan mengalihkan tatapanku pada tangan Hyungwon yang kembali mengenggam erat sebelah lenganku -seolah takut jika aku akan pergi meninggalkannya.

 

“Ani, aku sudah tahu nama mu.” Ia kembali menarikku, aku tidak bisa melepas genggamannya. Entah mengapa, tubuhku seolah melakukan itu semua. Mengikutinya dan membiarkan lengannya terus menggenggam tanganku.

 

“Arah kantin disebelah sana.” aku menjentikan telunjuk pada sudut kanan yang berbelok.

 

“Aku tidak ingin pergi ke kantin.”

 

“Mwo?! Yak! Berhenti, murid baru!”

 

“Bagaimana dengan kedua orang tua mu Cheryl?”

Apa yang ia tanyakan? Apa baru saja ia menanyakan kedua orang tuaku?

 

“Apa pentingnya untuk murid baru seperti mu? Lepas!” Aku menghempaskan tanganku saat ku tahu ia membawa ku menuju sebuah gudang. Apa yang diinginkannya?

 

 

Brak—

 

 

Berani nya dia mendorongku masuk kedalam gudang, dan- dia menutup nya?!!!

 

“Chankaman!! Buka saja pintunya! Apa yang akan kau lakukan eoh?!”

 

“Apa kau masih ingat dengan rangkaian cerita yang telah kita buat dulu?” Tanyanya seraya memangkas jarak diantara kami, aku melangkah mundur hingga tubuhku beradu pada tembok dingin nan kotor itu. Sial!

 

“Apa maksud mu dulu?”

 

“Kau yang membuatnya menjadi Happy Ending. Hwang Cheryl, kejadian buruk yang menimpa kedua orang tua mu tidak untuk melupakanku!! Kau keterlaluan!”

 

“Apa yang kau bicarakan?! Enyahlah!” Aku muak dengan wajah tegasnya yang mencoba menelisik masa laluku. Aku ingin segera keluar, namun Hyungwon kembali menghempaskanku.

 

 

Flashback<<

“Hyungwon-a! aku tidak ingin kau bercerita hal yang menyedihkan. Bagaimana jika kita buat cerita itu berbeda? Kedua pasangan itu bertemu lalu menikah? Happy ending lebih mengesankan daripada ceritamu”

 

“Aniya! Lebih baik salah satu pasangan itu meninggalkannya. Itu lebih menyenangkan!”

 

“Menyenangkan kepalamu! Aku tetap akan membuatnya Happy ending.”

 

>>Flashback off

 

“Remember?”

 

“Tidak, kau bukan sahabat kecilku dulu.”

 

“Hwang Cheryl! Aku Chae Hyungwon, sahabat mu. Kenapa kau berbeda dengan Cheryl kecilku?”

 

“Aniya! Kau bukan-aku tidak punya sahabat seperti mu! Sahabat ku Chae Hyungwon, bukan dirimu. Kau berbeda!” Ucapku seraya mencoba pergi menjauhinya.

 

Namun ia segera merangkul dan menangkup kedua pipiku. Menatap kedua manikku dalam. Lagi dan lagi, tatapan itu seolah mengingatkanku pada seseorang. Hingga aku tersadar bahwa sebuah benda empuk mendarat tepat dipermukaan bibirku.

 

Aku-merasa-mengenalnya.

 

“Apa yang kau lakukan?!” lenganku mendorongnya hingga ia menjauh,

 

“Kembalilah menjadi Cheryl kecilku. Aku akan melaksanakan ceritamu. Happy ending.”

 

“Aku tidak mengharapkan itu. Itu mustahil,”

Isakku keluar tanpa sepengizin, membuatku lemah dihadapan lelaki itu. Ani—aku baru saja tersadar dari tatapannya bahwa ia memang-

 

“Chae Hyungwon-“ lirih ku seolah berhambur kedalam pelukannya.

 

“Ya, ini aku.” Ia balas merangkulku dan mengusap lembut rambutku

 

“Mianhae, kejadian yang lalu membuatku melupakan semua hal. Termasuk dirimu.”

 

“Gwenchana, aku tahu dirimu, dan aku tahu-waktu akan akan menemukan kita. Jangan pergi lagi, hiduplah bersamaku. Kau mengharapkan Happy ending bersamaku,’kan? Bahkan sebelum cerita itu selesai, aku akan terus membuatmu bahagia bersamaku. Hwang Cheryl, be my future?”

 

“Ya,” aku mengangguk mantap, tak peduli seberapa likuid bening membanjiri kedua pipiku.

 

Kenangan buruk itu memang telah mengubur nama Chae Hyungwon dalam benak dan hatiku. Tetapi aku bersyukur saat ia masih mengingatku dan mencoba menyadarkan ku dengan Happy ending-nya, begitu tatapan yang selalu ku lihat dulu. Sebelum orangtua ku bercerai, ia selalu bersama ku. Hingga mereka bercerai Hyungwon memang tidak pernah menampakkan dirinya. Kupikir mereka semua memang sengaja meninggalkanku sendiri dan membuatku berlari menjauh dari kehidupan mereka.

Tapi aku salah-

 

“Aku menghilang untuk mencari cara agar kedua orang tua mu kembali. Namun, usaha ku sia-sia karena ku tahu Ayah mu mempunyai seseorang lagi.”

 

Ucapannya membuatku kembali meneteskan likuid hangat.

“Cheryl, lupakan semua hal itu. Aku akan membawamu kembali pada ibumu. Kau mau bukan? Kakakmu baru saja memintaku untuk membawa mu kembali.”

 

Ya, salahku memang setelah kejadian itu aku lebih memilih pergi meninggalkan mereka.

 

“Aku akan melamarmu dihadapan mereka.”

 

“Melamarku? Dihadapan ibu dan Clara eonnie? Secepat ini??” Tanya ku lebih tak percaya.

 

“Ya.”

 

“Tapi kita masih–”

 

Ia tiba saja memagut bibirku, mencoba meyakinkan bahwa ia tidak main-main dengan ucapannya.

 

“Kita masih sekolah.” Lanjut ku saat ia berhenti melakukan beberapa ulasan dibibirku.

 

“Ck! Sikap bodohmu tidak pernah hilang. Aku akan melamarmu, bukan untuk segera menikah. Kita akan tungangan lebih dulu. Pabbo! Aku pun masih memperhatikan masa depan kau begitu pun masa depan ku.”

 

Haish jinjja! Dia lebih menyebalkan.

 

“Arra.”

 

Dirangkulnya kembali tubuhku, menatapku dengan tatapan itu. Aku kenal dia, aku kenal mata tajamnya, aku kenal tatapannya yang selalu membuat ku salah tingkah.

 

‘Happy ending’ terkadang kau tidak yakin apa ia akan datang.

‘Happy ending’ tidak mungkin terjadi begitu saja. Itu memang membutuhkan sebuah proses.

‘Happy ending’ meski kau tidak mengharapkannya, percayalah ia akan segera datang pada mu.

Dan karena ‘Happy ending’ membuat ceritamu lebih bermakna.

 

Terimakasih Chae Hyungwon.

 

Fin.

Advertisements

2 thoughts on “[Hyungwon’s Birthday] Happy Ending”

  1. APA BENDA LEMBUT ITU CHO, BENDA APA YANG MENYENTUH BIBIR CHERYL CHO,

    AAAAAHHH,, KIYOWOOOOOOOOOO…. NJR, HYUNGWON KOK GAK BISA NGEGODA DIRI INI?!

    /edisi kepslok jebol/ XD XD XD XD XD

    bhay, Choooo ❤

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s