[Hyungwon’s Birthday] Late & Creepy Story

image
Cr: Hello my dear

 

KaaiRaas with Chae Hyungwon a.k.a Hyungwon and Support by Choi Seungcheol a.k.a S.Coups Seventeen || Friendship, AU!, Angst ||Ficlet

Birthday fic(?)

Habede mas wowon💜💜

Hyungwon tak akan mau ‘kedua’ hal ini, terulang lagi

 

Hyungwon yang notaben nya tak pernah sekalipun datang terlambat, mau tak mau menelan pil pahit atas apa yang ia alami detik ini. Salahkan Rim yang tak pernah memberikan pengertian pada pacarnya agar tak datang, bermaksud meminta tumpangan berkelanjutan disetiap harinya. Hyungwon mana tahu kalau-kalau ia akan telat kesekolah di hari yang akan datang? Tapi hanya ada satu kendaraan dirumahnya dan Chae Rim membawanya terus, satu bulan belakangan. Pada awalnya, Hyungwon masih bisa mentoleransi akan hal itu. Tapi, justru ia sendiri yang terpaksa merelakan dua puluh lima point keberhasilannya untuk tidak melanggar peraturan sekolah- akhirnya lolos begitu saja ketika kenyataannya Hyungwon terpaksa telat. “Tumben kau telat.” Seungcheol menyikutknya pelan ketika hukuman yang paling di hindari oleh Hyungwon, terpaksa ia telan hidup-hidup. Untuk Choi Seungcheol memang sebuah makanan sehari hari. Tapi untuknya, itu bukan- dan tak akan, jadi makanannya. “Hanya kebetulan. Omong-omong, berapa sisa pointmu?” Seungcheol yang masih setia mengangkat tangannya, diselingi dengan ringisan-ringisan kecil akibat rasa pegal yang mengganggu, lantas menjawab Hyungwon dengan penuh ketegaran.

“Hah… Sudah tinggal dua. Kau tau Won, ibuku baru saja berkunjung kesini, kemarin.” Dari seratus jumlah point yang setiap murid miliki, berarti Hyungwon telah menyisakan nyawanya sebesar tujuh puluh lima lagi. Untung, masih lebih banyak dibanding Seungcheol. “Lantas, kau sudah punya ancang-ancang untuk ditempatkan dimana dirimu, setelah dua yang tersisa itu?” Hyungwon cukup penasaran mengulik seorang narasumber dengan point-point terakhir yang tersisa ketika ia, ternyata bukan yang terburuk. Seungcheol masih hebat bisa berdiri di jejeran siswa terlambat, yang mana, mungkin itu tak akan berlangsung lama- yang Hyungwon tahu. “Entahlah. Mungkin, catatan sipil keluarga.” Hyungwon tak lantas mengerti. Jiwa murid olimpiadenya menguar ketika Seungcheol berkata, seakan akan itu dapat di mengerti siapapun. Bahkan, Chae Hyungwon tak tau jawabannya

“Maksudmu?”

“Catatan sipil anggota keluarga akan bertambah satu dan aku akan menjadi kepala keluarga. Jika pertanyaanmu benar benar terjawab. Singkatnya, aku akan menikah muda dan mengurus satu toko ayahku.” Apa? Menikah muda? Se-mengerikan itukah akhir hidup Choi Seungcheol? Hyungwon tak mungkin lantas ketakutan layaknya anak kecil yang mendengar cerita seram. Tapi pada faktanya, yang dikatakan Seungcheol sedikit membuat nyalinya bertanya tanya. Apakah ibu akan melimpahkan hukuman yang sama, kepadanya? “Jangan sepertiku, Won. Masa depanmu akan hancur kalau sampai dikeluarkan dari sekolah. Reputasi orang tua, dirimu dan, yah… beberapa orang terdekat lain, akan jatuh. Malu saja tak pernah bisa menghilangkan rasa menyesal itu dikemudian hari. Aku menyesal telah mengabaikan hal-hal penting disekolah.” Seungcheol tak pernah terlihat sesedih ini ketika Hyungwon melihatnya, entah di koridor, kelas atau kantin. Tapi pembicaraan intens mereka, sepertinya telah menggugah guru piket yang sedari tadi duduk di ujung tangga menuju hall room sekolah, didepan mereka.

 “Hei! Konsentrasi pada hukumanmu!” Hyungwon hanya bisa diam, kembali menegakkan kedua tangannya yang mungkin saja segera melayang dari tempatnya “Kau baru telat sekali, kan?” Hyungwon mengangguk “Manfaatkanlah sisa pointmu, Won. Jangan melanggar peraturan lain.  Atau bahkan tambah pointmu, lewat hal hal yang dapat membanggakan sekolah.”

“Kau bicara seolah akan pergi jauh saja.” Seungcheol tak pelak menimbulakan rasa iba. “Sekiranya, sebelum aku ternyata tak kuat lagi menanggung ini.” Seungcheol tertawa renyah. Hyungwon menarik sekilas ujung bibirnya.

“Sepuluh menit berlalu. Kalian boleh masuk” Suara Guru Jung menguar, menginstrupsi semua siswa yang menerima hukuman. Akhirnya… Hyungwon akan mengutuk siapapun yang berani membuatnya telat lagi, mulai sekarang. Sepuluh menit rasanya seperti sepuluh tahun. Melelahkan-oh sangat.

Hyungwon merapihkan kembali seragamnyanyang sempat lolos dari dalam celana panjangnya. Mengecek apakah mungkin ada jejak debu disekitaran celananya ketika  hukumannya harus diawali dengan push up. Tepat ketika Guru Jung mengatakan hukuman mereka berakhir, Seungcheol pamit kepadanya lebih dulu. Kini hanya tersisa, ia dan beberapa murid kelas lain.

 “Shin Dambi tersisa dua puluh lima point, Kang Heebom tersisa sepuluh point, Nam Dorri tersisa tiga puluh point dan kau Chae Hyungwon, tersisa tujuh puluh lima point,”

“Tunggu pak, anda belum menyebut Choi Seungcheol. Pointnya hanya tersisa dua,”

“Choi Seungcheol?” Guru Jung menaikan sebelah alisnya, meminta jawaban Hyungwon tentang Choi Seungcheol yang terlewat dari absen “ Iya pak. Choi Seungcheol. Kelas dua belas tiga,”

“Ya, Chae Hyungwon, kau sakit hmm? Apa kau tak baca surat kabar terbaru, kemarin pagi? Choi Seungcheol sudah tenang, asal kau tahu.”

Tenang?

“Tenang? Maksud anda?” Shin Dambi menyikut Hyungwon dari samping.

“Seungcheol sudah pergi. Ia…ia…bunuh diri kemarin. Karna stress dengan hukuman orang tuanya dan ancaman tentang dikeluarkan dari sekolah karna terlalu sering melanggar peraturan.”

Apa?

Hyungwon tak salah dengar kan? Seungcheol baru saja membahas hal itu barusan, dan mereka berdiri berdampingan tadi. Lalu Seungcheol pamit, bermaksud mendahului Hyungwon untuk ke toilet, dan perkataan Dambi menguak rahasia ter-besar yang Hyungwon bahkan baru tahu.

“Seung-Seungcheol meninggal?”

“Iya. Dan kau tahu, ada yang bertemu dengannya sesaat sebelum masuk gerbang tadi. Katanya ia tak menapak.  Aku juga merinding. Eh? Tapi kenapa kau tiba tiba bertanya? Apa jangan-jangan…?”

“I-iya, Seungcheol ada disampingku tadi dan.. ia izin ke toilet dan berkata kepadaku-“

-kau yang kedua Chae Hyungwon

Hyungwon bahkan tak sadar, kalau kaki Seungcheol tak menapak sejak mereka berbincang tadi.

Fin.

Maafkan rass yang membuat fanfic abal-abal ini, pakek, sok horor lagi. untuk ulang tahun mas Hyungwon, Rass minta maaf tidak bisa menberikan yang lebih baik. Semoga ini setidaknya bisa membuat kalian senang di hari ulang tahun mas kita ini. Hahhhaha… maafkeun.  Sekali lagi HABEDE BUAT MAS WOWON YANG KHAMI CHINTAIIII!!! I LOP YU PUL LAH POKOKNYAAA💜💜💜💜

Maaf baru bisa post sekarang. Mtk memang selalu memabukkan(?) kek mas wowon(?)

Mind to review?

Much love,

KaaiRaas

Advertisements

Author: KaaiRaas

just a freaky gurl who love writing and singing. Jadilah dirimu, tanpa campur tangan orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s