[MONSTAX FF FREELANCE] – Love Emotion (Chapter 1)

photostudio_1452308365154.jpg

[MONSTA X FF] LOVE EMOTION CHAPTER 1

 

Summary:

 

Niat baik Yoonhee menolong Kihyun malah membuatnya marah. Bagaimana tidak, laki-laki yang baru ditemuinya itu langsung menciumnya pada pertemuan pertama mereka. Yoonhee tidak ingin bertemu lagi dengannya. Namun, takdir mempertemukan mereka. Yoonhee tidak menyangka bahwa ia harus mengajar di kelas Kihyun. Perasaan cinta Kihyun pada Yoonhee ternyata membuat perempuan yang ia sayangi itu terlibat skandal dengannya. Yoonhee juga dibingungkan dengan perasaannya pada Minseok setelah Kihyun hadir di hidupnya.

Tittle: Love Emotion

Author: Reixmember

Main cast:

  • Yoo Kihyun (Monsta X)
  • Shin Yoonhee (OC)
  • Kim Minseok/Xiumin (EXO)

 

Support cast:

  • Lee Minhyuk (Monsta X)
  • Kim Jiho (OMG)
  • Kim Jiyeon/Kei (Lovelyz)

 

Genre: School Life, Romance, Hurt and Comfort

Rating: PG 17

Lenght: Chaptered

 

Cerita murni dari imajinasi pengarang sendiri.

 

=====

Di sebuah minimarket, Yoonhee sibuk dengan ponsel dan barang yang ia cari. Jiho menitip pada Yoonhee yang mampir ke minimarket setelah dari pekerjaannya.

 

“Beli juga cemilan dan cola… oh eonni, beli juga multivitamin. Punyaku sudah habis.”

“Ya.. ya.., ada lagi?” tanya Yoonhee memastikan.

“kurasa sudah cukup, eonni… tapi apa kau memakai jaket? Di luar sangat dingin.”

“tidak, aku lupa memakainya. Sudah dulu Jiho. Aku mau ke kasir sekarang.” Yoonhee pun menutup teleponnya.

====

 

Udara malam yang dingin membuat Yoonhee mengeratkan kedua lengannya. Ia lupa membawa jaket. Yoonhee berjalan sendirian. Jalanan memang lumayan sepi. Kini Yoonhee menelusuri jalanan pertokoan yang sudah tutup. Ia bergegas menuju halte bis sebelum larut malam. Yoonhee tidak ingin ketinggalan bis terakhir karena ini . Belum sampai ke halte, Yoonhee mendengar suara orang dipukuli di seberang jalan.

 

Brukkk…

 

Punggung laki-laki itu membentur tembok pertokoan. Tanpa perlawanan, laki-laki itu dipukuli oleh dua orang sekaligus. Sebenarnya laki-laki itu bisa saja melawan mereka, namun ia tidak ingin membalas pukulan mereka.

 

BUGH!

 

Pukulan terakhir tepat di wajahnya membuat laki-laki itu tersungkur. Wajah laki-laki itu tampak memar, sudut bibirnya juga berdarah. Lalu kedua orang itu pergi meninggalkannya. Laki-laki itu menyandarkan punggungnya di tembok pertokoan. Ia memegang perutnya dan memejamkan matanya, menahan sakit.

 

Yoonhee melihat kejadian itu dan bergegas menghampiri laki-laki itu setelah dua orang yang memukulnya pergi. Yoonhee memandangi wajah laki-laki yang ada di depannya. Wajahnya memperlihatkan bahwa ia sedang menahan sakit.

 

Yoonhee lalu duduk di depan laki-laki itu dan bertanya “Apa kau baik-baik saja?”

 

Laki-laki itu membuka matanya lalu menatap Yoonhee. Ya, laki-laki itu hanya menatap Yoonhee dan tidak bersuara.

 

Melihat orang yang ditanyanya hanya diam saja, Yoonhee pun bertanya lagi “Apa ada yang sakit?Apa kau bisa berjalan?” Yoonhee sekarang terlihat benar-benar khawatir sekaligus bingung karena laki-laki yang ada di hadapannya hanya menatapnya saja tanpa berkata apa pun.

 

Yoonhee hendak berdiri, namun tiba-tiba laki-laki itu menarik tangannya, hingga tubuhnya hampir terjatuh pada tubuh laki-laki itu. Yoonhee kaget dan yang membuatnya lebih kaget lagi adalah ketika Yoonhee menyadari jarak antara wajahnya dengan wajah laki-laki itu sangat dekat, hanya tiga sentimeter saja. Tanpa mengatakan apapun, laki-laki itu langsung menempelkan bibirnya pada bibir Yoonhee. Merasakan bibir lembut Yoonhee. Seketika mata Yoonhee membulat. Ia terlalu kaget dengan apa yang terjadi dan membiarkan hal itu terjadi beberapa detik. Yoonhee pun sadar dan mendorong tubuh laki-laki itu. Tanpa rasa bersalah atas apa yang baru dilakukannya, laki-laki itu kembali menatap wajah Yoonhee dengan wajah datar.

 

Yoonhee berdiri, “Apa yang kau lakukan?” ucap Yoonhee marah. Kemudian Yoonhee pun pergi meninggalkan laki-laki itu. Ia sangat terkejut dengan apa yang terjadi sampai ia lupa bahwa ia meninggalkan belanjaannya di dekat laki-laki itu. Niat baik pada laki-laki itu ternyata malah membuat Yoonhee marah.

 

Laki-laki itu adalah Yoo Kihyun. Siswa kelas 3 di Victory High School.

=====

 

(Kihyun pov)

 

Aku berjalan malas melewati toko-toko yang sudah tutup. Tidak ada hal yang berubah dalam hidupku. Aku memang terlahir di keluarga kaya sehingga apapun yang aku inginkan. Pasti orang tuaku berikan. Kehidupan yang benar-benar membosankan. Tentang perempuan, tidak ada yang menarik perhatianku, baik yang kutemui di sekolah maupun di luar. Semuanya sama.

 

ketika aku tenggelam dengan pikiranku, aku tidak sadar pundakku menyenggol bahu seseorang yang berlawanan arah denganku. Laki-laki itu marah dan orang yang ada di sampingnya pun terlihat kesal padaku. Aku hanya memandang datar kedua orang yang kini sudah ada di depanku. Orang yang tidak sengaja aku senggol itu langsung mendorong kasar bahuku sampai aku hampir membentur dinding pertokoan. Dilihat dari penampilannya, sepertinya mereka preman. Tapi aku tidak takut.

 

BUGH!

 

Salah satu dari mereka memukul wajahku dan perutku. Beberapa kali mereka melakukan itu sampai aku terlihat tidak berdaya. Sebenarnya aku bisa saja melawan mereka, tetapi aku sedang tidak ingin berkelahi. Jadi, aku membiarkan mereka memukulku. Aku menyentuh sudut bibirku dengan ibu jari kiriku, aku bisa lihat darah segar menempel di ujung jariku. Setelah mereka puas memukulku, mereka pun pergi.

 

Aku terduduk bersandar pada tembok pertokoan ini. Lalu memegang perutku. Akibat pukulan tadi, badanku sakit dan pasti wajahku memar. Aku memejamkan mataku, menahan sakit.

 

Tiba-tiba aku mendengar seseorang bertanya “Apa kau baik-baik saja?”

 

Aku membuka mataku dan mendapati seorang perempuan tepat berada di depanku. Ia sedikit berduduk jongkok untukn menyamakan posisinya denganku. Aku terdiam menatap wajahnya. Wajahnya sangat yang indah dan menenangkan. Aku tidak pernah bertemu dengannya. Tapi kenapa hanya dengan menatapnya saja, rasanya jantungku berdetak lebih cepat dan ada desiran aneh di dalam tubuhku.

 

“Apa ada yang sakit? Apa kau bisa berjalan?” Dia bertanya lagi. wajahnya terlihat sangat khawatir seklaigus bingung mungkin karena aku hanya menatapnya saja. Aku hanya menatapnya tanpa menjawab apapun. Dia terlihat bingung harus berbuat apa.

 

Dia seperti akan berdiri dan pergi. Refleks, tanganku mencegahnya. Namun yang terjadi, tubuhnya tertarik dan hampir menimpaku. Dia kaget dan menatapku. Jarak wajah kami kini sangat dekat, hanya sekitar tiga sentimeter saja. Aku bisa merasakan aromanya menyergap penciumanku. Di luar kendaliku, aku mendekatkan wajahku padanya dan langsung menempelkan bibirku pada bibirnya. Bibirnya sangat lembut dan manis. Aku memejamkan mataku, menikmati setiap detakan yang semakin lama semakin cepat. Tapi itu tidak berlangsung lama karena dia mendorongku. Melepaskan bibirnya dariku.

 

Dia terlihat kaget dan marah. Ya, siapa yang tidak marah jika seseorang yang baru kau temui langsung menciummu. Tapi aku tidak peduli.

 

“Apa yang kau lakukan?” ucapnya dengan nada kesal. Kemudian masih dengan wajah kaget dan marah, dia pun pergi.

 

Aku melihatnya pergi berjalan menuju halte. Setelah melihatnya masuk bis. Aku berdiri, bersiap untuk pergi. Namun, aku melihat sebuah kantong belanjaan di sisiku. Aku mengambil kantong belanjaan itu dan melihat isinya, beberapa snack dan minuman soda, juga multivitamin.

 

“Dia lupa membawanya” Aku pun pergi sambil membawa belanjaannya.

=====

 

Di apartemen…

 

Yoonhee masuk tergesa-gesa. Wajahnya menyiratkan bahwa ia kesal. Jiho yang baru keluar dari kamar mandi, melihat heran ke arah Yoonhee. Lalu bertanya “Kau kenapa, eonni? Dan mana belanjaannya? Kenapa kau tidak membawa apapun?”

 

Mendengar pertanyaan dari Jiho, Yoonhee baru ingat bahwa belanjaannya tertinggal di dekat laki-laki tadi.

 

“Kau berbohong ya.. eonni tidak pergi ke minimarket kan” celetuk Jiho asal.

 

“Bukan begitu, aku pergi ke minimarket dan membeli semua titipanmu” sahut Yoonhee lemas.

 

Jiho meghampiri Yoonhee yang masih berada di dekat pintu dan menatapnya, “Apa ada, eonni?” tanya Jiho serius.

 

Yoonhee melirik pada Jiho kemudian melangkah menuju sofa dan menjatuhkan dirinya pada sofat itu. Ia menyandarkan kepalanya. Jiho yang melhat Yoonhee duduk di sofa, dia pun ikut duduk di sofa itu. Yoohee mengangkat kepalanya dan menatap Jiho. Kemudian Yoonhee pun menceritakan apa yang tadi dialaminya.

 

“Jadi, dia pertama kali bertemu denganmu dan langsung menciummu” ucap Jiho tak percaya. Yoohee mengangguk. “eonni, aku pikir dia langsung jatuh hati padamu kalau tidak mana mungkin dia langsung menciummu.”

 

“Aku tidak berpikir begitu…”

 

“Tapi mungkin benar begitu. Hmm… bagaimana wajahnya? apa dia tampan?”

 

“Wajahnya penuh memar. Jadi aku tidak bisa bilang kalau dia tampan. Tapi dia terlihat masih muda, aku rasa dia anak sekolah.”

 

“Kau juga masih seperti anak sekolah, eonni. Hanya dengan melihat wajahmu saja orang-orang akan berpikir kalau kau masih anak sekolah. tidak ada yang menyangka kalau kau sudah berusia 24 tahun, eonni” ucap Jiho serius.

 

Yoonhee tidak menanggapi ucapan Jiho soal usianya. Ia menghembuskan nafas berat, “Semoga aku tidak bertemu lagi dengannya…”

=====

 

Di sekolah…

 

Kihyun berjalan malas menuju kelasnya. Tiba-tiba, Minhyuk berlari merangkul pundak Kihyun. “Hey….” seru Minhyuk senang, tapi ekspresi Minhyuk berubah kaget melihat wajah Kihyun.

 

“Kihyun, kenapa dengan wajahmu? Siapa yang melakukannya? Pasti dia orang yang lebih kuat darimu. Tidak biasanya kau kalah berkelahi..” tanya Minhyuk beruntun.

 

“Mereka tidak lebih kuat dariku. Aku hanya membiarkan mereka memukulku.” jawab Kihyun.

 

Mihyuk tak percaya, “Mereka? jadi kau dikeroyok?”

 

Kihyun menjawab santai. “Dua orang, aku tidak sengaja menyenggol mereka saat berpapasan di jalan. Lalu mereka kesal dan memukulku.”

 

 

“Ya.. siapa mereka itu? kenapa kau tidak melawan?” tanya Minhyuk semakin penasaran.

 

Kihyun mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu, aku hanya malas membalas mereka.”

Minhyuk tampak berpikir dan menatap Kihyun.

 

“Tapi, karena aku dipukuli. Aku bisa bertemu dengannya.” ucap Kihyun kemudian.

 

“Bertemu dengan siapa maksudmu?” tanya Minhyuk. Ia semakin penasaran pada apa yang terjadi pada temannya ini.

 

“Seseorang yang telah membuat aku jatuh hati” ucap Kihyun yakin.

 

“MWO? Apa aku tidak salah dengar… seorang Yoo Kihyun jatuh cinta.. Hebat!” Minhyuk masih tak percaya dengan apa yang diucapkan Kihyun. Minhyuk masih terheran-heran sementara tanpa dia sadari, Kihyun sudah berjalan meninggalkannya.

 

“Ya! Kihyun! tunggu aku….”

====

 

Yoon Kihyun adalah siswa di Victory High School. Ayahnya merupakan pemilik berbagai perusahaan besar sekaligus orang yang juga berpengaruh di sekolah itu. Kihyun adalah siswa populer sehingga banyak perempuan yang menyukainya. Namun, ia tidak peduli dengan semua itu, belum pernah satu pun perempuan yang bisa membuatnya jatuh hati. Sekalipun perempuan itu adalah siswi paling cantik dan populer di Victory High School.

====

 

Kihyun sampai di kelasnya, diikuti oleh Minhyuk. Kihyun langsung duduk di bangkunya. Meja Kihyun dan Minhyuk bersebelahan. Minhyuk adalah sahabat Kihyun. Tidak jauh berbeda dengan Kihyun, Minhyuk juga populer di sekolahnya. Wajahnya yang imut dan tampan membuat siapa pun terpesona olehnya, terlebih senyumnya yang begitu manis.

 

Kim Ji Yeon, siswi paling cantik dan populer di Victory High School, menghampiri meja Kihyun. Ia penasaran dengan apa yang terjadi pada wajah Kihyun. Terlebih karena ini adalah kesempatan untuk bisa mendekati Kihyun.

 

“Kihyun-ah, kenapa denganmu wajahmu?” tanya Yewon dengan nada khawatir.

 

“Tidak apa-apa, hanya sedikit memar,” jawab Kihyun malas.

 

“Benarkah? Apa mau aku obati?” tawar Jiyeon.

 

“Tidak usah” jawab Kihyun singkat dan dingin.

 

“Baiklah kalau begitu…” ucap Jiyeon kecewa. Ia pun kembali ke bangkunya. Dalam pikirannya, bagaimana bisa dia diacuhkan seperti itu oleh seorang laki-laki. Padahal dia adalah siswi paling cantik dan populer di sekolahnya. Banyak siswa laki-laki yang menyukainya. Namun, Kihyun tidak masuk dalam daftar laki-laki itu. Kihyun selalu bersikap tidak peduli dan dingin pada Jiyeon, termasuk juga semua siswa perempuan lainnya.

 

Minhyuk bertanya pelan pada Kihyun, “Ya.. kenapa kau tidak mau diobati oleh Jiyeon? Padahal dia baik sekali dan tentunya dia sangat cantik.”

 

“Kalau kau mau diobati olehnya, sana katakan padanya” ucap Kihyun kesal.

====

 

Di apartemen…

 

Yoonhee mendapat telepon dari sekolah. Setelah ia mengirim lamaran kerja ke beberapa sekolah. Akhirnya ia mendapat panggilan dari sekolah.

 

“Mulai besok kau bisa langsung mengajar.”

 

“Ya, baik.. terima kasih.. sekali lagi terima kasih banyak”

 

Yoonhee tersenyum.

 

“Telepon dari sekolah?” tanya Jiho.

 

Yoonhee mengangguk.. “Mereka bilang ada kekosongan guru sastra kelas 3 karena guru yang sebelumnya dipindahkan ke sekolah lain. Mulai besok aku bisa langsung mengajar”

 

“Wah eonni selamat. Kau pasti sangat senang. Setelah mengajar di berbagai tempat les, akhirnya kau bisa mengajar di sekolah” Jiho memeluk Yoonhee.

 

“Tentu saja, itu artinya tidak sia-sia aku kuliah di jurusan pendidikan. Kau tahu kan, untuk mendapatkan beasiswa itu, aku harus bersusah payah. Dengan begini, semoga aku bisa membantu ibu dan adikku di Busan.”

 

Yoonhee memang tinggal jauh dari ibu dan adiknya. Di Seoul, ia tinggal bersama Jiho di sebuah apartemen sederhana. Mereka berdua patungan untuk membayar sewa. Jiho berumur 20 tahun dan ia masih kuliah. Jiho juga berkerja paruh waktu di sebuah rental komik. Sedangkan Yoonhee setelah lulus kuliah ia bekerja di beberapa tempat les. Sejak masih sekolah menengah Yoonhee sudah harus membantu ibunya mencari uang. Ayahnya entah ke mana. Ia sudah ditinggal ayahnya sejak kecil. Yoonhee belajar keras untuk mendapatkan beasiswa kuliah. Yoonhee juga harus membantu ibunya menghidupi keluarganya.

 

====

 

Di rumah Minhyuk..

 

Minhyuk dan Kihyun bermain game bersama, setelahnya mereka makan cemilan sambil mengobrol santai.

 

“Kihyun, apa kau tidak tahu? Jiyeon menyukaimu. Dia selalu berusaha mendekatimu, tapi kau selalu tidak peduli padanya. Seharusnya kau memberinya kepastian, katakan kalau kau menerima atau menolaknya.”

 

“Kenapa aku harus melakukan itu. Dia bahkan tidak pernah menanyakan hal itu padaku.”

 

“Hey, kau ini tidak peka sekali jadi laki-laki. Berkali-kali dia mendekatimu dan mencari perhatianmu. Dia memang tidak menanyakannya padamu, tapi sikapnya selama ini menandakan bahwa dia menyukaimu. Kau tahukan Jiyeon sangat cantik dan populer di sekolah. Bahkan banyak laki-laki yang menyukainya. Benar kau tidak tertarik padanya?”

 

“Kalau kau tertarik padanya. Kenapa tidak kau saja yang pacaran dengannya.” jawab Kihyun kesal.

 

Sementara itu, Minhyuk tidak bertanya lagi soal Yewon karena Kihyun yang terlihat kesal. Namun, ia ingat sesuatu. “Kihyun, aku jadi ingat. Siapa perempuan yang bisa membuatmu jatuh cinta itu?” tanya Minhyuk.

 

Kihyun tampak berpikir, “Aku tidak tahu, aku bahkan tidak tahu namanya.”

 

“Benarkah? Kau seharusnya bertanya siapa namanya dan minta nomor ponselnya.” saran Minhyuk.

 

“Sebelum aku bertanya itu, dia sudah pergi.”

 

“Kenapa bisa begitu?”

 

“Dia marah karena aku menciumnya lalu dia pergi meninggalkanku”

 

“MWO? kau menciumnya? Di saat pertama kali kau bertemu dengannya?”

 

Kihyun mengangguk.

 

“Ya! apa kau gila? Pantas saja dia kabur.”

 

“Itu di luar dari kendaliku” jawab Kihyun santai. “Aku harap, aku bisa bertemu lagi dengannya.”

 

“Kalau dia bertemu lagi denganmu, dia pasti langsung kabur darimu” ucap Minhyuk sambil tertawa kecil.

=====

 

 

Yoonhee berhenti di sebuah gerbang sekolah. Sekolah itu merupakan salah satu sekolah ternama di Seoul. Hanya ada dua pilihan untuk bisa sekolah di sana, kaya atau pintar. Yoonhee memandangi gerbang sekolah itu. Di gerbang sekolah itu bertuliskan “VICTORY HIGH SCHOOL”

 

Shin Yoonhee kau harus melakukan yang terbaik”. Yoonhee menyemangati dirinya sendiri.

 

Yoonhee pun memasuki sekolah itu. Banyak siswa berjalan menuju kelasnya masing-masing. Yoonhee datang di saat jam masuk sekolah. Sebenarnya jadwal mengajarnya siang. Namun, sejak pagi-pagi ia sudah ada di sekolah.

====

 

Sementara itu, di rumah Kihyun…

 

“Kapan aku bisa bertemu denganmu lagi”

 

Kihyun melihat kantong belanjaan yang terletak di sebuah meja di kamarnya. Ya, kantong belanjaan itu adalah milik Yoonhee. Kihyun menyimpan dan berniat mengembalikannya pada Yoonhee jika ia bertemu dengannya lagi. Namun, setelah beberapa hari ia tidak bertemu dengannya lagi, meskipun Kihyun sudah datang ke tempat pertama kali ia bertemu dengan Yoonhee.

 

Tok.. tok.. tok..

 

“Tuan Muda, sebaiknya Tuan Muda berangkat sekarang. Sudah hampir pukul 8. Tuan Muda nanti terlambat.” ucap salah satu pelayan di rumah Kihyun.

 

“Ya, sebentar lagi,” jawab Kihyun malas.

 

Kalau bukan karena ayahnya, Kihyun sudah pasti dihukum karena sering terlambat. Hanya sesekali Kihyun datang tepat waktu. Kihyun malas pergi ke sekolah. Ia juga sering tidur di kelas. Namun karena ia sangat pintar, nilai-nilainya tetap bagus.

====

 

Jam istirahat di atap sekolah…

 

“Kihyun, kau tahu… akan ada guru baru di kelas kita. Aku dengar gurunya masih muda” ucap Minhyuk bersemangat.

 

“Aku tidak tertarik dengan hal itu.” sahut Kihyun, dia sedang fokus bermain game di ponselnya.

 

Suara bel

 

“Ayo kita pergi.. sudah bel” ajak Minhyuk.

 

“Kau pergi saja duluan” jawab Kihyun yang tetap fokus memainkan ponselnya.

 

“Tapi kau jangan terlalu lama, nanti kau terlambat masuk kelas.”

 

“Aku sudah biasa datang terlambat ke kelas. Lagi pula sekarang pelajaran sastra, aku tidak suka pelajaran itu.”

 

“Terserah kau kalau begitu…” Minhyuk pun pergi meninggalkan Kihyun.

====

 

Di kelas 3-3

 

“Semuanya, kalian punya guru baru di sini, Guru Shin Yoonhee. Beliau akan menjadi guru sastra kalian. Meskipun Beliau masih muda, tapi kalian tidak boleh menganggapnya sebagai kakak atau teman kalian. Beliau adalah guru kalian jadi kalian harus mendengarkan dan menurutinya. Kalian mengerti?” ucap Guru Oh, wali kelas 3-3.

 

“Ne…” jawab semua murid.

 

Sementara itu, murid laki-laki di kelas itu memandang takjub pada Yoonhee, termasuk Minhyuk. “Wah dia sangat cantik dan juga masih muda”, ucap Minhyuk pelan.

 

“Silakan perkenalkan diri” ucap Guru Oh pada Yoonhee. Yoonhee mengangguk.

 

“Senang bertemu dengan kalian, seperti yang dikatakan Guru Oh, saya akan menjadi guru kalian di sini, semoga kalian bisa nyaman belajar bersama”

 

Setelah selesai Yoonhee berbicara. Tiba-tiba Kihyun membuka pintu belakang kelas dan masuk begitu saja. Tanpa mengucapkan maaf karena datang terlambat. Kihyun berjalan lurus ke bangkunya, tanpa memperdulikan siapa yang ada di depan. Sementara Yoonhee terkejut melihat Kihyun yang memasuki kelasnya. “Bukankah dia laki-laki yang dipukuli itu?” ucapnya dalam hati.

 

“Yoo Kihyun! Ini peringatan. Jangan terlambat lagi!” ujar Guru Oh. Meskipun berkali-kali Kihyun datang terlambat ke kelas, Guru Oh hanya bisa memperingatkan Kihyun. Tidak ada guru yang berani memberi hukuman pada Kihyun, mengingat ayahnya adalah orang yang penting bagi sekolah ini.

 

“Ne..” jawab Kihyun malas, ia bahkan tidak menoleh ke depan dan duduk di bangkunya. Kihyun langsung menaruh kepalanya di meja. Kedua lengannya dijadikan bantal untuk tidur. Ia tidak suka pelajaran sastra, yang menurutnya tidak menarik.

 

“Guru Shin, silakan mulai pelajaran. Aku tinggalkan dulu” kata Guru Oh.

“Ne, terima kasih Guru Oh” Yoonhee sedikit membungkuk. Guru Oh pun pergi keluar dari kelas.

 

Yoonhee melirik sekilas pada Kihyun yang dalam posisi tidur di bangkunya. Sebenarnya Kihyun tidak tidur. Ia hanya malas dengan pelajaran sastra. Sedangkan Yoonhee sebenarnya terkejut karena ia bertemu lagi dengan laki-laki yang tidak ingin dia temui lagi, tapi ia mencoba bersikap biasa dan memulai pelajaran. Bagaimana pun ia harus profesional.

 

“Baiklah, semua… kita mulai pelajaran, hari ini kita akan mempelajari perbedaan puisi modern dan puisi lama. Mari kita mulai dengan mengamati dua buah puisi di halaman 52 dan 53 …….”

 

Semua siswa membuka buku paketnya, kecuali Kihyun. Matanya seketika terbuka. Ia tidak percaya suara yang sedang didengarnya, suara yang sangat ia ingin dengar.

Kihyun mengangkat kepalanya dan ia kaget melihat guru yang ada di depannya. Ia pun langsung terlonjak.

 

“KAU..” ucap Kihyun setengah berteriak.

 

Yoonhee terdiam meihat Kihyun, sementara semua siswa di kelasnya juga menatap heran ke arah Kihyun. Minhyuk yang ada di sebelahnya punmenoleh heran padanya.

 

Kihyun menyunggingkan senyumnya. “Akhirnya kita bertemu lagi

 

Bersambung ke chapter 2

 

 

Advertisements

Author: MonstaX-FanfictionIndo

HEY READERS MANIA!!! Kami menyuguhkan Fanfiction dengan main cast 'All Member of MONSTA X' So Let's join with us!!

1 thought on “[MONSTAX FF FREELANCE] – Love Emotion (Chapter 1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s