[One Year With…] 3 Boyfriend? Why Not

6. Eskupse - 3 Boyfriend, Why Not

Title       : 3 Boyfriend? Why Not

Cast       : Shownu, Hyungwoon, Kihyun (Monsta X) & Hwang Minji (OC)

Genre   : Romance

Rate       : PG-17

Length  : one shoot

Story by eskupse

.

.

14 Mei 2015

Gadis mungil berparas cantik dan manis itu masih setia duduk di atas sebuah sofa hitam yang ada di sudut ruangan sebuah café bergaya vintage. Sesekali dia menyedot sebuah gelas bening panjang yang berisi milkshake strawberry sambil terus melirik arloji merah jambu yang melingkar di tangan rampingnya. 20 menit telah berlalu, namun sosok yang di tunggunya belum juga datang.

“Minji-ah!” panggil seorang pria dari balik pintu masuk café.

Gadis mungil bernama Minji itu langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara.

“Shownu oppa” ucapnya lalu tersenyum manis.

Pria bernama Shownu itu setengah berlari menghamipiri Minji. Nafasnya terengah-engah. Dahi, kening bahkan bajunya terlihat basah oleh keringat.

“Maaf karena membuatmu menunggu lama. Jalanan sangat ramai hari ini hingga mobilku tidak bisa bergerak. Aku terpaksa meninggalkanya di pinggir jalan” ucap Shownu sembari duduk di depan Minji masih dengan nafas yang terengah-engah.

“Tidak apa-apa oppa. Aku hanya menunggu beberapa menit dan itu tidak lama” ucap Minji lalu tersenyum tipis “Apakah kau berlari ke sini?” tanyanya.

Shownu menganggukan kepalanya.

Minji tersentak lalu menggelengkan kepalanya berkali-kali. Minji merogoh tas tanganya dan mengambil sebuah sapu tangan berwarna jingga lalu menyodorkanya pada Shownu.

Shownu tersenyum “Terimakasih” ucapnya lalu mengambil sapu tangan itu.

Minji hanya mengangguk pelan sembari tersenyum tipis. Dia memperhatikan seorang mahasiswa jurusan arsitek itu yang kini tengah menyeka keringat dari wajah tampanya. Sejak awal bertemu, Minji begitu kagum dengan wajah tampan yang di miliki Shownu.

“Mengapa meminta bertemu di sini oppa? Kita bisa bertemu di kampus dan kau tak perlu jauh-jauh datang kemari” ucap Minji kemudian.

Shownu berdehem sebentar lalu melihat arloji silver yang melingkar di tangan kananya “Ini benar-benar menyita waktu” gumam Shownu.

Shownu kembali berdehem “Baiklah aku akan langsung pada intinya. Dengarkan aku baik-baik” ucap Shownu.

Nada bicara Shownu yang tiba-tiba berubah serius, sukses membuat Minji bergidik dan mengerutkan dahinya bingung. Minji menggerakkan tubuhnya, mencoba kembali mencari posisi duduk yang benar-benar nyaman. Lalu dia mengangguk pelan sambil terus memperhatikan pria yang 5 tahun lebih tua darinya itu.

Shownu kembali berdehem “Aku menyukaimu Hwang Minji. Selama ini aku nyaman denganmu. Sejak pertemuan kita yang pertama dan pertemuan lain yang terus berlanjut”

Shownu meraih kedua tangan Minji lalu mengenggamnya “Maukah kau menjadi kekasihku? Hwang Minji-ssi?” ucapnya lagi lalu tersenyum tipis.

Minji membeku. Dia sadar bahwa Shownu baru saja menyatakan cinta pada dirinya. Otaknya terus berputar mencoba mencerna kembali ucapan Shownu barusan.

“Emm, bisakah kau mem….”

“Tidak! Kau harus menjawabnya sekarang!”

Shownu memotong ucapan Minji dengan nada tegas namun lembut. Minji bingung. Dia mengigit bibir bawahnya sambil terus berfikir.

Shownu adalah pria yang baik. Pribadinya sangat hangat dan juga dewasa. Shownu adalah seorang mahasiswa populer. Selain tampan dia dan juga pintar. Minji pun juga tak memungkiri bahwa dia juga sangat nyaman berada di dekat pria bertubuh atletis itu sejak pertemuan mereka beberapa bulan yang lalu karena sebuah buku di perpustakaan.

Lama diam dan berfikir, akhirnya Minji menganggukan kepalanya. Kedua sudut bibir Shownu pun langsung terangkat melihat hal itu.

“Terimakasih, my pretty girl” ucap Shownu lalu mengecup singkat punggung tangan Minji.

Minji mengangguk pelan dengan senyum malu-malu yang mengembang di wajahnya. Dia yakin bahwa kini pipinya sudah memerah.

Mereka kembali menikmati menit-menit yang berlalu dengan cepat, namun dengan rasa yang berbeda karena mereka telah resmi menjadi sepasang kekasih. Pertemuan mereka pun mau tak mau harus diakhiri karena Shownu harus hadir dalam sebuah seminar penting. Terlebih mobilnya yang terpakir lumayan jauh, membuat pertemuan mereka menjadi semakin singkat.

Minji sangat malas untuk kembali ke rumahnya yang membosankan. Dia masih duduk di atas sofa hitam itu setelah Shownu pergi sembari memikirkan hal apa yang akan dilakukanya setelah ini. Lalu tiba-tiba ponselnya berbunyi, sebuah panggilan masuk.

“Ne, Hyungwoon-ah?”

“….”

“Ne? Baiklah, aku akan ke sana sekarang”

Segera setelah menutup panggilan telfon itu, Minji segera keluar café dan menaiki sebuah taxi. 10 menit kemudian dia sampai di sebuah gedung pencakar langit yang megah. Gedung yang merupakan milik sebuah agensi artis kenamaan. Minji segera masuk kedalam gedung berlantai 15 itu. Setelah menaiki lift, Minji membuka sebuah pintu yang menghubungkan ruangan dalam gedung dan rooftop. Di sana Hyungwoon, teman satu sekolahnya dulu berdiri membelakangi pintu.

Minji menghampiri pria bertinggi 180 sentimeter itu. Angin yang datang menerpa, menerbangkan beberapa helai rambutnya yang kini telah berubah menjadi pirang. Tangan kananya terlihat memegang sebuah ikatan balon warna-warni dan satu tangan lainya ada di dalam saku celana jins hitam yang dia padukan dengan jaket kulit berwarna senada.

“Ada apa seorang calon Idol Korea memintaku datang ke sini?” ucap Minji dengan nada mengejek.

Hyungwoon membalikkan tubuhnya dan langsung tersenyum ketika melihat Minji. Dia masih sangat tampan dan sepertinya semakin tampan. Minji pun harus kembali menerima kenyataan bahwa Hyungwoon selalu mampu membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi. Perasaan yang sama yang masih dia punya untuk pria manis itu.

Minji tersenyum “Sedang apa di sini? Dan mengapa membawa banyak balon? Harusnya kau latihan untuk mempersiapkan debutmu” ucapnya.

Hyungwoon tertawa kecil. Tawa yang sekali lagi mampu membuat Minji kembali jatuh cinta.

“Ada yang ingin aku katakan padamu” ucap Hyungwoon.

Pria manis itu menghela nafas panjangnya.

“Maaf karena baru bisa mengungkapkanya sekarang. Dulu aku masih belum mempunyai kepercayaan diri yang tinggi untuk mengatakan ini, dan saat ini kurasa kepercayaan diriku benar-benar tinggi”

Hyungwoon tersenyum tipis “Aku menyukaimu Hwang Minji. Sejak dulu ketika kita ada di bangku sekolah” tambahnya.

Minji terkejut. Hyunwoon baru saja menyatakan cinta padanya. Sebuah pernyataan yang sudah dia tunggu sejak beberapa tahun yang lalu, akhirnya kini dia mendengarnya.

“Maukah kau menjadi kekasihku?”

Dan satu lagi ucapan yang benar-benar di tunggu Minji beberapa tahun yang lalu.

Minji hanya menggantungkan mulutnya yang terbuka tanpa bisa mengucapkan kata apa pun. Dia ingin sekali menerima cinta Hyungwoon karena memang selama ini, inilah yang dia inginkan. Tapi bukankah dia sudah mempunyai Shownu? Bahkan mereka baru menjadi sepasang kekasih beberapa jam yang lalu.

“Aku ingin mendengar jawabanya sekarang juga” ucap Hyungwoon kembali.

Minji mengigit bibir bawahnya gusar. Dia ingin sekali menerima Hyungwoon tapi dia juga seharusnya menolak.

“Ambil balon-balon ini dan terbangkan ke atas lalu peluk aku jika kau menerimaku” ucapnya lagi sembari menyerahkan balon warna-warni itu kepada Minji.

“Kau tidak bisa menolakku karena aku tak memberikan pilihan jika kau menolakku” tambahnya.

Minji menerima balon-balon itu dengan ragu. Beberapa detik dia hanya mengigit bibir bawah dan mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali. Dia tak ingin mengecewakan pria manis yang ada di depanya ini dan memang dia sangat ingin menjawab “ya”.

Minji memandang Hyungwoon. Pria jangkung itu benar-benar tampan dan sangat manis. Bibir tebal, hidung mancung dan mata indah itu benar-benar menghipnotis Minji. Perawakan yang tak pernah berubah dan kini membuat jantung Minji kembali berdebar.

Lalu entah sadar atau tidak Minji melepaskan genggaman tanganya pada balon-balon itu hingga balon-balon itu akhirnya terbang bebas ke udara. Hyungwoon tersenyum lebar sedangkan Minji membeku. Seakan tak sadar dengan apa yang dia lakukan barusan, dia hanya bisa diam membeku.

“Terimakasih Hwang Minji. Kau adalah kado debutku yang terindah” ucap Hyungwoon lalu memeluk tubuh mungil Minji.

Minji diam. Lidahnya masih terasa kelu dan bahkan kini tenggorokanya seperti tersumpal dengan sesuatu yang besar. Meskipun begitu, Minji sadar bahwa dia sangat senang. Akhirnya cinta pertamanya menjadi miliknya. Tapi bagaimana dengan Shownu? Apakah kini dia telah mengkhianati cinta pria baik itu?

.

.

Minji menerawang langit-langit kamarnya sembari mengingat kembali apa yang telah dia lakukan hari ini.

“Kau gila Minji-ah. Kau benar-benar gila!” runtuk Minji.

Menerima cinta 2 pria sekaligus dalam sehari, apalah namanya jika bukan gila? Minji mengacak rambut merahnya frustasi. Dia benar-benar tak percaya dengan apa yang dilakukanya hari ini.

Drrttt ~

Ponsel Minji bergetar. 3 pesan singkat yang masuk hampir bersamaan. Minji pun meraih ponselnya dan mulai membaca satu persatu pesan singkat tersebut.

* Shownu Oppa
Good Night my pretty girl, don’t skip your dinner. I love u :*

Minji menarik kedua sudut bibirnya ketika membaca pesan singkat yang sangat manis itu dari Shownu. Dengan cekatan dia pun membalas pesan singkat Shownu dan setelahnya kembali membaca pesan singkat lainya.

* Hyungwoon
Kau harus datang ke debut stage ku besok. Jangan lupa makan malam dan tidur yang nyenyak. Aku mencintaimu

Minji kembali tersenyum tipis. Pesan singkat lain yang juga begitu manis. Minji kembali menggerakan jarinya, membalas pesan singkat itu.

Dia mulai berfikir, sepertinya mempunyai 2 pacar bukanlah hal yang buruk.

* Yoo Kihyun
Nunna, aku ada di depan rumahmu. Cepat bukakan pintunya!

Pesan terakhir yang ia terima membuatnya terkejut. Minji pun segera keluar dari kamarnya dan membuka pintu rumahnya. Yoo Kihyun, si pria yang sama mungilnya denganya tengah berdiri di balik pintu. Kacamata bulat itu pun masih setia bertengger di tulang hidung pria yang 1 tahun lebih muda darinya.

“Aku membawakan ayam goreng, jadi bolehkah aku masuk?” ucap Kihyun kemudian.

Minji pun mengangguk dan mempersilahkan Kihyun masuk ke dalam rumahnya. Kihyun adalah anak pemilik sebuah resto ayam goreng. Sejak awal melihat Minji, pria berambut coklat tua itu sudah menyimpan rasa suka pada Minji. Kihyun sering sekali membawakan ayam goreng ke rumah Minji. Jadi bukanlah hal baru atau aneh jika Kihyun tiba-tiba datang ke rumah Minji.

Namun Minji sama sekali tak menyadari bahwa yang dilakukan Kihyun selama ini adalah karena pria mungil itu menyukainya.

“Terimakasih” ucap Minji sembari melahap sepotong paha ayam goreng.

Kihyun mengangguk pelan sembari tersenyum tipis.

Minji terus melahap ayam goreng itu, tanpa memperdulikan Kihyun yang kini tengan memandangnya heran. Sungguh, Minji tidak akan bisa menolak jika itu adalah tentang ayam goreng. Sekenyang dan sepenuh apa pun perutnya, dia tidak akan bisa menolak makanan yang menurutnya terlezat di dunia itu.

“Sungguh benar-benar seorang chicken maniac” ucap Kihyun lalu terkekeh pelan.

Minji tak memperdulikan ucapan Kihyun yang lebih terdengar sebagai ejekan di telinganya. Dia terus melahap dan melahap ayam-ayam itu tanpa henti.

“Nunna, jika aku memintamu menjadi pacarku apakah kau mau menerimanya?”

Pertanyaan Kihyun barusan langsung membuat Minji terbatuk-batuk. Kihyun yang melihat hal itu pun langsung memberikan segelas air mineral kepada Minji dan langsung meneguknya hingga habis. Minji tau bahwa Kihyun adalah orang yang sangat spontan dalam bertindak dan berucap. Jika tidak bagaimana bisa mereka menjadi sedekat ini.

“Apa yang kau katakan? Mengapa kau memintaku untuk menjadi pacarmu?” tanya Minji kemudian.

Kihyun tersenyum tipis dan memajukan sedikit tubuhnya mendekat ke arah Minji.

“Karena aku mencintaimu” jawabnya.

Minji kembali terbatuk-tabuk. Apa-apaan ini? Apakah sekarang Kihyun juga sedang menyatakan perasaanya pada Minji? Sebenarnya ini hari apa? Mengapa Minji harus mendengar pernyataan cinta dari 3 pria sekaligus dalam sehari?

“Jadi apa jawabanya?” tanya Kihyun.

Minji diam. Kali ini dia tak tau harus menjawab apa. Menerima Kihyun? Itu tidak mungkin. Dia bahkan sudah menerima cinta 2 pria hari ini. Tapi jika harus menolaknya, bagaimana dia mengatakanya?

“Kau diam dan telah menghabiskan ayam gorengku, jadi kuanggap kau menerimanya” ucap Kihyun sembari berdiri dari tempatnya.

“YAK! Yoo Kihyun!”

“Selamat malam nunna, tidur yang nyenyak yaa”

Kihyun menyempatkan diri menyeka sudut bibir Minji dari sisa remahan tepung ayam goreng kemudian berlalu pergi sembari tersenyum lebar, tanpa memperdulikan Minji yang tengah memanggil-manggilnya.

.

.

14 Mei 2016

“Maaf, aku terlambat lagi. Ini semua karena dosen pembimbingku” ucap seorang pria berkemeja putih tulang kepada seorang gadis berambut merah di hadapanya.

“Tidak apa-apa oppa. Aku tau kau sedang sibuk dengan skripsimu” jawab gadis itu.

Pria bertubuh atletis itu mengembangkan senyum lebarnya. Shownu dan Minji kini tengah menikmati acara makan siang sederhana di café favorit mereka. Café dimana Shownu menyatakan cintanya pada Minji dan kini café itu menjadi café favorit mereka.

Shownu meletakkan sebuah kue tart berwarna coklat tua yang berukuran kecil dan berbentuk bulat di atas meja. Dia juga menancapkan sebuah lilin putih di atas kue tart itu. Setelah menyalakan api pada lilin tersebut, Shownu meraih tangan Minji dan menggengamnya.

“Happy 1’st anniversary my pretty girl. I love you”

Ya, sebuah perayaan 1’st anniversary yang sangat sederhana di tengah-tengah kesibukkan keduanya. Shownu semakin sibuk dengan tugas kuliah dan skripsinya. Tak heran setiap mereka akan bertemu Shownu selalu datang terlambat atau bahkan membatalkan janji mereka. Minji memaklumi kesibukkan kekasih itu. Lagipula mereka masih bisa bertemu di kampus setiap harinya.

Hari ini adalah hari yang spesial untuk keduanya. Meskipun terhitung sangat sederhana, namun keduanya terlihat sangat bahagia. Senyuman lebar dan tawa ringan tak henti-hentinya mengembang di wajah keduanya, bahkan di saat mereka menyantap hidangan lezat dan juga kue tart coklat yang sangat manis itu.

“Selamat untuk Monsta-X!”

Suara seorang wanita yang keluar dari speaker sebuah TV Flat yang menggantung di bawah langit-langit café, menyita perhatian Minji. Mungkin bukan suara wanita itu, melainkan nama sebuah boy group yang disebutkan oleh wanita itu tadi.

Satu persatu member boy group tersebut memberikan sambutan atas kemenangan mereka.

“Hyungwoon-ssi, ucapkan sesuatu” ucap wanita itu sembari memberikan sebuah microfone kepada seorang pria tinggi bertubuh kurus dengan rambut berwarna hitam pekat.

Hyungwoon mengambil microfone itu “Kemenangan ini adalah hadiah untuk 1’st anniversary kita. Terimakasih untuk satu tahun ini. Maaf aku tidak bisa ada di sana bersamamu, tapi aku berjanji aku akan menemui segera. Aku harap kau melihat dan mendengar ini” ucapnya.

Tanpa sadar Minji mengembangkan senyum tipis di bibirnya. Untung saja Shownu yang ada di hadapanya, tak menyadari senyuman Minji tersebut dan terlihat masih asik menyantap makananya. Minji sadar bahwa ucapan Hyungwoon barusan adalah untuk dirinya.

Meskipun mereka jarang sekali bertemu, namun ucapan Hyungwoon selalu mampu membuat Minji luluh. Pria manis itu selalu mampu membuat Minji senang meskipun hanya sebuah ungkapan semata. Mungkin terdengar naif, tapi memang itulah yang Minji rasakan.

Dddrrttt~

Minji meraih ponselnya yang bergetar. Sebuah pesan masuk. Helaan nafas panjang pun keluar dari mulut Minji ketika membaca isi pesan dan juga pengirim pesan tersebut. Dengan malas Minji mulai menggerakan ibu jarinya pada layar ponsel dan mengetikkan beberapa kata untuk membalas pesan tersebut.

.

.

Shownu mengantar Minji ke sebuah resto ayam goreng sebelum dia kembali ke kampus. Minji memang ingin membeli sebungkus ayam goreng, namun tujuan utamanya adalah bertemu dengan pemilik resto tersebut.

“Eoh, kau sudah datang nunna?” tanya Kihyun setelah melihat Minji yang berjalan mendekatinya.

Minji melongo. Pasalnya kini dia melihat sebuah menara ayam goreng yang tinggi di hadapanya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Minji kemudian.

Kihyun tersenyum “Hanya membuat kado untuk perayaan satu tahun kita” ucapnya lalu mengecup singkat pipi kanan Minji.

Lagi-lagi 3 buah pernyataan yang sama dalam sehari. Seperti 1 tahun yang lalu ketika dia mendengar 3 pernyataan cinta dari 3 pria yang berbeda.

Minji memang tak pernah menerima pernyataan cinta Kihyun. Tapi lelaki mungil itu selalu memperlakukan Minji dengan sangat manis dan menganggap Minji kekasihnya. Waktu yang sering mereka habiskan berdua pun terlihat seperti sepasang kekasih yang saling mencintai. Jika Shownu sibuk dengan kuliahnya dan Hyungwoon sibuk dengan karir artisnya, Kihyun hanya sibuk dengan resto dan Minji.

Meskipun begitu, Minji tidak berniat untuk memutuskan hubunganya dengan Shownu atau pun Hyungwoon. Dia sangat nyaman dan tak ingin berpisah atau lebih tepatnya tidak bisa berpisah dengan ketiga pria yang berarti untuk dirinya.

Selama 1 tahun ini, ketiga pria itu tidak tau tentang kenyataan bahwa mereka bukanlah satu-satunya tambatan hati seorang Hwang Minji. Memang adalah kesalahan dan kebohongan besar yang dilakukan Minji. Tapi jika cinta sudah bicara, apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Seperti membagi cinta sama rata dengan ke-3 pria yang berbeda, mengapa tidak?

END

Advertisements

Author: MonstaX-FanfictionIndo

HEY READERS MANIA!!! Kami menyuguhkan Fanfiction dengan main cast 'All Member of MONSTA X' So Let's join with us!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s