[One Year With…] IF

4. Spring girl - IF

Title : If

Author : spring girl

Cast : Shin Ho Seok (Monsta X), Moon Jaein (OC), etc.

Genre : Romance

Length : Oneshot

Rating : General

….

Sosok berbalut gaun pengantin putih itu berjalan dengan anggunnya -yang aku tau baru kali ini gadis itu melakukannya-. Merangkul lengan sang Ayah dengan senyum bak bidadarinya. Ia mengangkat kepalanya dan memilih meletakkan pandangannya ke arahku. Gadis itu -Moon Jaein- melambaikan tangannya dengan riang kepadaku sambil terus berjalan menuju altar. Aku hanya mampu membalas lambaiannya dengan senyum yang kubuat semanis mungkin.

Aku teringat pertemuan pertama kami. Begitu konyol dan polos. Waktu itu aku berumur 13 tahun dan Jaein berumur 10 tahun.

Flashback on

Tok Tok Tok

Aku membuka pintu yang sedari tadi diketuk dengan tidak sabaran.

“Ya ya.. ada.. hey!” Astaga siapa anak perempuan ini ? Mengapa ia langsung masuk ?

Anak itu mengelilingi sekeliling rumahku dengan pandangan takjub.

“Wah.. rumahmu besar sekali ya” mulutnya tak henti-hentinya berdecak kagum. Aku menyipitkan mataku dan sepertinya ia tahu aku mengintimidasinya sejak tadi.

“Aku Moon Jaein. Aku tinggal tepat disamping rumahmu. Ibuku memintaku untuk mengantarkan kue beras ini. Dimana orang tuamu ?” mulutnya memang tak pernah berhenti berbicara.

“Orang tuaku sedang keluar” ucapku dingin

“Ah sayang sekali. Kalau begitu aku titip kue beras ini juga salam untuk paman dan bibi. Aku sangat senang bisa memiliki tetangga baru seperti kalian. Aku akan pergi sekarang. Selamat tinggal” ia memberikan sekotak kue beras itu padaku dan pergi begitu saja. Cih!

Tak lama kemudian, kepalanya muncul kembali dari balik pintu. Aku melebarkan mataku terkejut.

“Ada apa lagi ?” tanyaku.

Ia tersenyum sambil menggaruk-garuk tengkuknya “Siapa namamu ?”

“Namaku Shin Ho Seok”

Jaein mengangguk-anggukan kepalanya. “Baiklah. Sekarang kita berteman. Aku akan menemuimu nanti, Ho Seok” ia terkekeh pelan, mendekatiku dan memelukku. Aku sangat terkejut. Baru kali ini aku dipeluk oleh seorang perempuan kecuali ibuku. Setelah aku sadar, gadis itu tidak memelukku lagi dan sudah berjalan riang ke arah pintu.

“Yak yak ! Siapa yang ingin berteman dengan gadis sepertimu eoh ?” hahh, percuma saja aku berteriak. Gadis tidak tahu malu itu sudah pergi.

Flashback end

Aku masih memerhatikan langkah Jaein yang terasa lamban bagiku. Oh astaga, perlukah ia berjalan selambat itu ? Mataku sudah tidak tahan melihatnya tersiksa mengenakan gaun tebalnya dengan berjalan sok anggun di depan semua orang. Itu bukanlah seorang Moon Jaein. Jaein yang kukenal adalah Jaein yang sangat suka mengenakan jeans panjangnya dan kaus kebesarannya. Ah tidak lupa.. saat ia berbicara ia akan berteriak. Seperti saat kami Senior High School dulu.

Flashback on

“Hentikan Moon Jaein.. hentikan ! Ya tuhan gadis ini” aku terus menarik badan Jaein, mencegah gadis berbadan mungil ini menjambaki rambut teman perempuan sekelasnya.

“Tidak, tidak akan ! Aku tidak akan melepaskan perempuan tidak sopan ini ! Aku akan menarik rambutnya itu hingga botak ! Memangnya dia siapa hah mengataiku gadis bodoh ! Bahkan dia mungkin lebih bodoh dari aku” Jaein benar benar sudah seperti singa mengamuk. Rambut yang acak-acakan, luka kecil di keningnya, dan nafasnya yang terlihat memburu. Dia benar-benar marah.

“Kau memang gadis bodoh ! Aku mengatakannya sesuai dengan kenyataannya !” teman Jaein juga menimpali perkataan Jaein dan itu menyulut emosi Jaein.

“Yak aku akan membunuhmu !”

“Cukup Jaein, cukup ! Jangan diteruskan lagi !”

“Aku akan.. Yak Ho Seok ! Turunkan aku !” ia menjerit saat kuangkat badannya ke bahuku. Dengan terburu-buru aku membawanya keluar kelas dan menuju ruang kesehatan. Kakinya terus menendang-nendang pahaku dan tangannya memukuli punggungku.

Akhirnya penderitaanku berakhir saat berada di ruang kesehatan yang sepi. Sepertinya penjaganya sedang tidak ada. Aku mendudukkan Jaein di atas sebuah tempat tidur. Membalikkan badanku untuk sekedar mengambil kotak obat di atas meja penjaga. Saat aku berhadapan kembali dengan Jaein, gadis itu sudah melayangkan tatapan tajamnya padaku, membuatku bergidik takut.

“Apa yang kau lakukan tadi ? Aku berusaha membela diriku sendiri dan aku hampir berhasil, tapi…”

“Diamlah, aku sedang mengobatimu” tidak ada suara lagi setelah aku menegurnya. Aku fokus mengobati luka di keningnya dan menempelkan plester di lukanya itu. Kemudian aku merapikan sebentar rambutnya yang berantakan.

“Kau itu perempuan. Jangan suka berkelahi. Aku.. mengkhawatirkanmu”

“Wah.. seorang Shin Ho Seok peduli padaku. Aku akan memberitahukannya kesemua orang” ia terlihat sangat bahagia. Senyumnya menular padaku.

Flashback end

Kini Jaein sudah mencapai altarnya. Tangannya yang semula berada pada lengan Ayahnya, kini berpindah ke tangan seorang namja berperawakan tinggi. Namja itu menyambut tangan Jaein dengan bahagia, begitu pula dengan Jaein yang terlihat bahagia.

Seandainya aku yang berada di altar itu bersamanya, akankah ia juga sebahagia itu ?

Flashback on

Aku dan Jaein terduduk di bangku dekat sungai han. Menatap air jernih yang mengalir dengan tenang. Sudah sejak 15 menit yang lalu kami berada disini, setelah upacara kelulusan kuliah kami selesai. Jaein terlihat sangat bahagia. Tapi kurasa bukan karena kelulusan ini ia bahagia. Ia tak kunjung berbicara padaku dan hanya tersenyum sedari tadi.

“Aku akan menikah, Ho Seok”

Aku menoleh padanya. Raut wajahku terlihat biasa, tapi rasanya hatiku sedikit.. hancur.

“Dengan siapa ? Apakah ia pria yang baik ?” aku mengubah arah pandangku kembali ke jalannya arus air.

“Ya. Ia pria pilihan Appa. Aku yakin pilihan Appa adalah yang terbaik” senyumnya tak pernah pudar. Seolah-olah ia ingin dunia tahu bahwa ia sangat bahagia. Dan aku ? Aku hanya bisa diam. Aku akan berbuat apa bila ia sudah bahagia seperti ini ?

“Ucapkan kata-kata terakhirmu sebelum aku menikah, Shin Ho Seok. Aku tidak akan punya waktu sebanyak ini bersamamu saat menikah nanti” ia terkekeh pelan. Aku ikut tertawa. Apakah ia akan pergi sejauh itu ?

‘Aku mencintaimu. Jangan menikah dengannya. Menikahlah denganku’ aku sangat ingin mengatakan itu padanya. Tapi nyatanya…

“Berbahagialah. Jaga dirimu baik-baik” aku tersenyum sembari mengacak-acak rambut hitamnya. Kebiasaanku saat menasihatinya.

Jaein tersenyum lebar dan tak lama kemudian..

Cup~

Tiba-tiba ia mengecup pipiku. “Kau memang sahabatku yang tidak ada duanya haha” ia tertawa senang. Sementara aku hanya tersenyum tipis melihat tawa terakhirnya bersamaku itu.

Flashback end

“Aku bersedia” suara Jaein membuyarkan lamunanku. Kedua mempelai pengantin saling menyematkan kedua cincin di jari mereka. Aku mengalihkan pandanganku dari mereka setelah pendeta mengizinkan sang pengantin pria untuk mencium pengantin wanita.

Setelah tepuk tangan riuh terdengar, aku kembali memandang kedua pengantin itu. Jaein tersenyum senang padaku. Dari sorot matanya ia seperti mengatakan ‘Aku sangat bahagia, Ho Seok’. Seperti biasa, senyumnya selalu menular padaku. Detik itu juga aku ikut tersenyum bahagia walaupun berbanding terbalik dengan hatiku.

Aku tidak tahu, apa setelah ini aku masih sanggup untuk bertemu dengannya atau tidak.

Seandainya sejak dulu aku menyatakan perasaanku padanya, mungkin aku yang akan berdiri disampingnya saat ini. Tapi, seandainya aku menyatakan perasaanku akankah ia merasa bahagia seperti sekarang ? Akankah hubungan kami sebaik dulu ?

Hahh.. percuma memikirkan ini Shin Ho Seok. Gadis yang selalu bersamamu dan selalu kau cintai itu kini telah berbahagia. Apa lagi yang kau butuhkan setelah ia bahagia ?

END

Advertisements

Author: MonstaX-FanfictionIndo

HEY READERS MANIA!!! Kami menyuguhkan Fanfiction dengan main cast 'All Member of MONSTA X' So Let's join with us!!

1 thought on “[One Year With…] IF”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s