[One Year With…] He’s Mine

14. misshin017 - He's Mine

misshin017 present

Lee Minhyuk & Myoui Mina / slight! Lee Taeyong, Chae Hyungwon

Romance, sad / PG-17

Thanks for amazing poster Seulchan@StoryPosterZone

Dia juga mengajarkanku cara memasak, menyetrika, mencuci, dan pastinya—cara jatuh cinta.

 

 

  • ••

 

Pernahkah kalian tertarik dengan seseorang?

 

Pernahkah kalian penasaran dengan seseorang?

 

Pernahkah kalian merasa ingin menyapa dan mendekatinya?

 

Atau, pernahkah kalian mencoba untuk mendapatkan perhatiannya? Belajar tersenyum dan belajar mengenalnya?

 

Kalau pernah, maka selamat—

 

kalian sedang jatuh cinta.

 

Loh? Bagaimana bisa? Kenapa seperti itu? Aku tahu dari mana? Itu kan yang ada di kepala kalian?

 

Maka akan dengan senang hati aku memberitahu. Aku—Minhyuk, adalah seorang psikolog, dan aku paham betul apa itu jatuh cinta serta bagaimana ciri-cirinya. Kalian tidak perlu mengelak, toh sudah kebongkar kan?

 

Lagian, aku sama kok.

 

Sama-sama jatuh cinta.

 

Waktu itu aku terkena tifus dan harus dirawat selama satu minggu di rumah sakit. Berhubung aku juga bekerja di sana, yeah, setidaknya kalian bisa membayangkan bagaimana kisah hidup malangku yang harus menginap di ‘kantor’ selama sepekan layaknya bayi raksasa.

 

Karena pada waktu itu sedang ada wabah demam berdarah yang menimpa anak-anak, rumah sakit jadi penuh dan kekurangan kamar. Sebagai seorang dokter yang bertanggung jawab dan well, ‘pria dewasa’, tentu dengan senang hati aku merelakan kamar inapku digabung dengan pasien lain. Tapi kami bayarnya patungan, kalau aku sendirikan rugi.

 

Awalnya kukira yang ada di sebelah ranjangku adalah anak kecil atau gadis remaja berambut pirang yang beberapa hari lalu pernah kulihat saat sedang ke kantin rumah sakit. Tapi ternyata, eum—hanya pemuda biasa yang, lumayan tampan. Maksudku, aku lebih dari ‘lumayan’ miliknya.

 

Aku tidak tahu dia sakit apa atau terserang wabah apa. Entah tifus sepertiku, demam berdarah, cacar air, atau yang lainnya. Aku tidak peduli dan masa bodoh tentangnya, lagian ranjangku dan miliknya dibatasi dengan gorden, jadi aku tidak bisa dengan leluasa mengetahui keadaannya.

 

Dan, seperti di dongeng-dongeng lain, di suatu hari tepatnya. Pokoknya aku sudah merasakan panasnya ranjang rumah sakit selama empat hari dan kemungkinan itu hari Kamis atau Jum’at, aku tidak ingat.

 

Hyungwon dan geng antah-berantahnya datang ke ruang inapku dan membuat kekacauan dengan berbekal motto ‘ingin menjeguk’ ke suster yang menjagaku. Dasar sial, andai kalian tahu kalau dia merokok di sampingku, terlebih Jooheon yang seenak hati menyuapkan pizza yang basi, mungkin, ke mulutku dengan ganasnya.

 

Mereka pulang lima jam kemudian, BAYANGKAN! LIMA JAM BERSAMA ORANG-ORANG SINTING! Oh, oke, aku tahu itu berlebihan. Yang pasti dia pulang saat drama korea yang punya slot tayang malam sudah selesai. Sembari mendoakan aku supaya ‘lambat’ sembuh, mereka juga memberikan ramuan yang aku tidak ketahui di dalam minumanku. Setidaknya aku tidak epilepsi atau sejenisnya setelah meminum itu. Namun, well, toilet pun mendadak menggantikan peran ranjang rumah sakit yang hot itu.

 

Aku tidak tahu lagi itu pukul berapa, omong-omong orang sakit perut tidak pernah memikirkan itu. Aku keluar dari toilet dan melewati si ranjang sebelah, lalu menyadari sesuatu.

 

Pemuda itu, tidak sendiri.

 

Bukan berarti yang sakit ada dua orang, atau ada suster atau hantu. Aku tahu seharusnya anggota keluarga tidak ikut masuk, tapi ‘dia‘ malah duduk dan menatap pemuda yang tidak diketahui sakitnya apa itu sambil menangis dalam diam.

 

Oke, aku mengerti ini terdengar melankolis dan sangat enek. Seperti film-film romansa dimana seorang gadis menanti kekasihnya terbangun dari koma yang panjang. Dan pada malam itu, aku baru percaya kalau film memang bisa diadaptasi ke dunia nyata.

 

Namanya Mina, Myoui Mina.

 

Lalu pemuda itu, Taeyong, Lee Taeyong.

 

Aku menawarkannya tisu karena kemejanya sudah basah dan tak bisa untuk menghapus airmata lagi, kan kasihan. Lalu selepasnya kami berbicara dan mengobrol setelah sesi jabat-tangan saling kenalan.

 

Yang aku tahu dan baru aku tahu tepatnya, Taeyong ternyata koma, sungguh, ini benar-benar seperti di film. Dia kecelakaan tiga tahun lalu dan mengalami koma selama itu. Luar biasa, dia bertahan dengan sangat baik, padahal ranjang rumah sakit benar-benar tidak senyaman kasur di hotel.

 

Semenjak perkenalan itu, aku dan Mina semakin dekat dan dekat. Bahkan saat aku keluar dari rumah sakit, dia datang dan mengucapkan selamat, meski aku cuma terkena tifus biasa. Dia juga mengantarku sampai ke rumah dan memintaku agar lebih banyak beristirahat. Harusnya aku sadar, dia—guru tk. Semanis madu dan selembut susu.

 

Jika tahu akan bertemu dan mengenal Mina, aku rela diberi racun oleh Hyungwon dan gengnya itu, dan bahkan sekalipun aku harus menjadi bayi raksasa. Entahlah, aku, tidak pernah sedekat ini dengan wanita, sebelumnya. Mina itu pengertian dan sabar. Aku suka saat dia datang ke rumah sakit tapi ke ruang kerjaku terlebih dahulu hanya untuk memberikan makanan dan baru pergi ke ruangan Taeyong untuk mengecek keadaannya.

 

Dia juga mengajarkanku cara memasak, menyetrika, mencuci, dan pastinya—cara jatuh cinta.

 

Hingga tanpa terasa kami sudah satu tahun bersama.

 

“Taeyong sudah sadar.”

 

“Serius?”

 

“Serius!”

 

Semuanya masih jelas dalam ingatanku, seolah seperti kepingan memori yang baru dikeluarkan dari oven. Hangat dan begitu—rapuh.

 

Aku tidak bilang aku benci mengetahui ini. Mengetahui Taeyong sudah terbangun dari komanya, sudah dapat membuka mata, sudah dapat berbicara, dan sudah dapat—

 

membawa Mina kembali, dalam hidupnya.

 

Terasa begitu menakutkan. Aku mulai khawatir dan cemas, aku merasa resah dan gusar. Perasaanku selalu tidak tenang, entah karena Mina yang datang ke rumah sakit tapi tidak ke ruanganku, atau karena Taeyong yang sudah bangkit kembali dan sedia setiap saat membawa Mina pergi. Aku sangat kacau tanpa sebab dan alasan yang tidak aku pahami.

 

Hingga di suatu titik aku mengerti.

 

Mungkin, aku jatuh cinta pada Mina.

 

Bersamanya selama satu tahun bukanlah waktu yang singkat. Aku terlalu banyak dan terlalu dalam mengenalnya, hingga perasaan ini tumbuh dan berakar di sana. Rasanya tidak mungkin untuk melepaskan Mina begitu saja.

 

Lalu Hyungwon datang dan memukul wajahnya. Katanya aku tolol, dan bodoh, dan cocok untuk dibunuh.

 

“Kau, tidak akan mendapatkannya.”

 

Aku tahu bercerita dengan Hyungwon bukan solusi yang baik, malah memperkeruh suasana. Namun dia benar dan selalu benar, maka aku selalu datang dan meminta bantuannya. Hyungwon memahami diriku, memahaminya melebihi aku sendiri.

 

“Memangnya kenapa?”

 

Hyungwon tertawa. Dia menarik daguku dan mengarahkannya ke sebuah ruangan di seberang sana. Ruangan yang sedingin hatiku, dan sehancur diriku.

 

Dari balik-balik kaca, ada Taeyong dan Mina, serta—

 

“Karena mereka, sudah menikah.”

 

anak berkepang dua.

 

***

END

Advertisements

Author: MonstaX-FanfictionIndo

HEY READERS MANIA!!! Kami menyuguhkan Fanfiction dengan main cast 'All Member of MONSTA X' So Let's join with us!!

1 thought on “[One Year With…] He’s Mine”

  1. Oh my, Mina udah nikah sama Taeyong? Kasihan banget Minhyuk gak bisa sama Mina seterusnya. Well, menyukai orang yang udah nikah memang lebih sakit dari orang pacaran. Dan ff ini enak banget pas dibaca. Bahasanya friendly and nggak ada bahasa yang susah ditebak. Ini keren pokoknya, kok jadi pengen baca ff Minhyuk-Mina lagi ya?
    Btw, couple langka ini :v
    And salken ya?
    Firda, dari 99L yang sering nyampah gaje dimana-mana.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s