[One Year With…] One Year With You

12. Thereangelinaa - One Year With You

One Year With You

Judul: One Year With You

Pen Name: thereangelinaa

Cast: Minhyuk Monsta X & Kim Hana

ID Line: theresiaangel. (pakai titik)

Genre: Romance, Fluffy, Sad

Length: Oneshoot

Rating: T

a/n: [WARNING] fanfiction ini bukanlah fanfiction yang kalian bayangkan, selamat membaca *evil laughs*

 

 

Happy Birthday, Kim Hana! Saranghae!” ujar Minhyuk saat Hana baru saja kembali ke rumahnya.

 

“Apa?! Kau bicara apa tadi?!” tanya Hana kaget.

 

Saranghae!” ulang Minhyuk.

 

“Ulangi lagi,”

 

SA-RANG-HAE!”

 

“Kau benar-benar sudah gila, Minhyuk-a. Aku akan menyalakan lampunya–”

 

“Aku serius, Hana-ya.”

 

“Serius? Aku rasa kau sudah mabuk,”

 

“Ya, mabuk karena cintaku yang semakin besar,”

 

“Kau benar-benar sudah gila, aku akan menyalakan lampu–” ucapan Hana terpotong saat orang di depannya menarik tangannya dari belakang dan membuat dia membalikkan badan secara otomatis.

 

“Aku mencintaimu, entah rasa ini tumbuh sejak kapan.. Yang penting, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Mau menjadi pacarku?”

 

Hana terkejut. Sangat. Ya, bagaimana tidak? Mereka sudah berteman bertahun-tahun, dan dia mengatakan hal yang..

 

“Aku sudah menunggu ini sedari dulu, mengapa kau baru menyadarinya?” tanya Hana menatap Minhyuk tepat di manik matanya.

 

“A-apa?!”

 

“Ya, aku juga menyukaimu. Sedari dulu. Kenapa kau baru merasakan hal yang sama selama ini?”

 

“Kau juga menyukaiku?!”

 

Hana mengangguk.

 

Mian, aku harus mengumpulkan semua keberanianku untuk mengungkapkan ini..”

 

“Ya, aku mengerti akan hal itu..”

 

“Berarti.. Kita berpacaran sekarang?”

 

Hana mengangguk semangat dengan senyuman lebar di wajahnya. Sangat lebar. Seakan semua kebahagiaan di dunia telah ada di depan matanya. Menatap semua kebahagiaan itu dengan senyuman yang merekah.

 

Sedetik kemudian Minhyuk memeluk Hana dengan perasaan yang sama. Perasaan bahagia yang sama. Semua keberaniannya terbalas dengan semua yang ia harapkan.

 

“Mengapa aku tidak menyatakan ini kepadamu sedari dulu, ya? Harusnya surga dunia sudah di pelukanku seperti ini sedari dulu,” ucap Minhyuk dengan senyuman merekah, dengan Hana yang ada di dalam pelukannya.

 

 

 

 

*

 

 

 

 

“Halo?” ucap Hana.

 

“Oh, halo Hana! Apa kabarmu?” tanya orang di seberang sana dengan senyuman merekah.

 

“Ah, sudah lama kita tidak bertemu, aku hanya ingin mengobrol sebentar,” ucap Hana.

 

Yeobo, ayo makan..” ucap Minhyuk dari kejauhan, meja makan. Tempat yang cukup jauh dari tempat Hana berada.

 

“Oh dengarlah siapa yang memanggilmu dengan cara romantis itu! Ah, aku benar-benar cemburu dengan keromantisan kalian,”

 

“Ahh, aku jadi malu sekarang. Aku harus pergi, akan ku telpon nanti,” ucap Hana sebelum nemutuskan hubungan dan menempatkan gagang telepon kembali ke tempat nya. Melewati televisi dan sampai di tempat tujuannya.

 

“Kau sedang apa tadi?” tanya Minhyuk.

 

“Oh lihatlah siapa yang sedang memasak malam ini,” ledek Hana.

 

“Kau sedang apa tadi?” ulangnya.

 

“Aku hanya mengobrol sebentar dengan Jieun, hanya sebentar. Bahkan kami belum sempat mengobrol dan kau sudah memanggilku,”

 

“Aku sudah bilang padamu,” ucap Minhyuk mengingatkan.

 

“Ya.. Tapi aku hanya ingin mengobrol sebentar dengannya,”

 

Setelah selesai dengan acara makannya, Hana bangkit dari duduknya.

 

“Aku akan mandi, aku ingin memperlihatkanmu sesuatu. Aku ada kejutan, kau ingat hari ini ada sesuatu, bukan?” tanya Hana dengan nada yang semangat dan penasaran.

 

“Ya, aku juga ada kejutan untukmu. Aku akan menunjukkannya di kamar mandi, mandilah,” ucap Minhyuk dengan senyuman jahilnya, berakting se-natural mungkin.

 

“Benarkah?! Baiklah!” ucap Hana dan segera berlari menuju kamar mandi.

 

 

 

 

*

 

 

 

 

Terdiam.

 

Entah apa yang harus ia lakukan sekarang.

 

Haruskah ia tersenyum atau menangis saat mengingat kejadian yang terjadi beberapa tahun yang lalu.

 

Kejadian itu, saat ia mengungkapkan perasaanya kepada wanita yang sedang nenempatkan tubuhnya dengan nyaman di bathtub yang berisi air berwarna merah itu.

 

Darah.

 

Ya, saat mereka sudah menikah, sesuatu telah terjadi. Cintanya kepada wanita itu semakin dalam dan dalam. Seakan ingin memiliki wanita iti sepenuhnya. Bahkan dia tidak ingin wanita itu berbicara kepada siapapun selain dia. Bahkan kepada tukang reparasi AC yang ia panggil karena AC di rumah mereka kurang berfungsi.

 

Dan dengan cinta yang overload ini, dia membunuhnya.

 

“Aku sudah sering mengatakan hal ini kepadamu, jangan berbicara kepada siapapun. Aku cemburu walau hanya dengan hal-hal kecil. Tapi kau tetap melakukannya. Menelepon teman-teman lamamu, bertemu dengan mereka. Ah, aku benar-benar benci akan hal itu.”

 

“Ya, aku tau bahwa semua yang berlebihan itu tidaklah baik,”

 

“Tapi rasa ini tidak bisa di kontrol,”

 

“Berbahagialah disana, tunggulah aku, aku akan menyusulmu sebentar lagi,”

 

“Dan..”

 

Happy anniversary satu tahun pernikahan kita,”

 

 

 

-the end-

Advertisements

Author: MonstaX-FanfictionIndo

HEY READERS MANIA!!! Kami menyuguhkan Fanfiction dengan main cast 'All Member of MONSTA X' So Let's join with us!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s