[One Year with…] Precious Person

16. Badzlinadiya - Precious Person

Title                            : [One Year With I.M] Precious Person

Author             : Badzlinadiya

Length                        : Oneshoot

Genre//Rating            : Romance, Life // Teenager

Main Cast                  :

  • Monsta X’s I.M as himself
  • You as Song Jung Hee
  • And Others Cast

Author’s Note            : Harap perhatikan tanggal yang tertera dari setiap bagiannya.

 

 

November 28, 2015

Seorang gadis duduk termenung disebuah kursi restoran dengan wajah yang berkerut. Sesekali ia memandangi pintu masuk, menanti kedatangan seseorang yang membuat janji dengannya. Berkali-kali matanya melirik sebuah jam dinding yang terletak tepat dihadapannya. Detik menjelma menjadi menit hingga tanpa terasa sudah hampir satu jam seseorang yang ia tunggu tak kunjung menampakan wajahnya.

Untuk kesekian kalinya ia menarik napas panjang, sebelum sebuah suara menyapa gendang telinganya dengan suaranya yang khas.

“Jung Hee-ya, tolong bantu eomma sebentar!”

Ne!”

Tanpa terasa matahari sedikit demi sedikit menyembunyikan sinarnya, membiarkan langit gelap menemani orang-orang yang tengah menikmati akhir pekan dengan sinar bulan. Jung Hee memandangi langit malam sambil mendesah pelan, untuk kesekian kalinya ia mencek ponselnya, berharap seseorang yang telah berjanji padanya memberi kabar. Namun tetap saja nihil, tak ada satupun panggilan ataupun pesan yang ia terima.

“Dia itu benar-benar!”

Tak lama setelah ia mengumpat, ponselnya bergetar, menandakan sebuah pesan masuk. Sebuah nama tertera disana.

From: Kkukkungie

Mian, aku harus pergi ke Hong Kong. Ada syuting yang pernah aku ceritakan waktu itu, kau ingat, kan? Aku janji akan membayar kencan kita lain waktu.

Gadis itu mendesah pelan, sudah ia duga pasti akan ada syuting “dadakan” seperti minggu lalu yang mengharuskan lelaki itu pergi ke pantai Walmido. Dan diakhiri dengan lelaki itu yang terserang flu ringan karena harus menceburkan dirinya ke air laut yang dingin.

“Kapan kau bisa libur? Aku harap kau sakit saja kalau begini terus.” Celetuknya asal sembari memandangi layar ponselnya.

To : Kkukkungie

Arraseyo, jaga kesehatanmu. Jangan lupa hubungi aku jika ada waktu luang. Aku masih direstoran membantu eomma, hari ini begitu banyak orang yang datang.

***

December 16, 2015

Langkah kaki Jung Hee membawanya kesebuah tempat dimana pekerjanya selalu memakai jubah putih lengkap dengan stethoscope yang selalu tergantung dileher. Wajahnya menyiratkan kecemasan sejak seseorang menghubunginya satu jam yang lalu. Kembali ia melirik jam yang melingkar ditangan kirinya lalu mengambil langkah besar-besar hingga ia berada dihadapan resepsionis.

“Jung Hee-ya!”

Appa!” gadis itu mengurungkan niatnya untuk bertanya keberadaan seseorang yang dikhawatirkannya, ia lebih memilih berlari kecil mendekati seseorang yang dipanggilnya Appa tadi.

Dan kini disanalah mereka. Bergabung disatu ruangan yang dipenuhi beberapa orang, namun salah satu dari mereka berada diatas tempat tidur. Kakinya terlihat terbalut tanpa ada luka lain dibagian tubuh lainnya. Jung Hee yang melihatnya hanya bisa memijit kepalanya pelan.

Selamat Song Jung Hee, Tuhan telah mengabulkan doamu!

“Ada sedikit kecelakaan saat latihan, hingga kakinya cedera,” lelaki yang bertemu dengan Jung Hee didepan tadi mencoba menjelaskan, ia berharap gadis itu tidak perlu terlalu mencemaskan rekannya.

“Shownu hyung benar, Jung Hee-ya. Jadi dia bisa mendapat libur sampai kondisinya pulih.” Lelaki bermata segaris dengan rambut merahnya menanggapi sambil menyenggol lengan Jung Hee dengan jahil.

Gadis itu hanya tersenyum kecut menanggapi perkataan kedua lelaki itu. Ada sebuah rasa bersalah dalam hatinya karena doanya tempo hari, namun ia tak bisa memungkiri jika sebagian dari hatinya merasa senang karena dengan begini kekasihnya bisa beristirahat dari rutinitasnya, untuk sementara waktu.

***

December 21, 2015

Hari semakin siang, dan aktivitas kota Seoul terlihat semakin sibuk. Terbukti dengan banyaknya kendaraan dan orang-orang yang berlalu-lalang. Namun tak sedikit pula yang lebih memilih berdiam diri didalam rumah, seperti Jung Hee contohnya, gadis itu sedang menyiapkan makanan untuk makan siang.

Sedikit berbeda dengan gadis itu, Chang Kyun lebih memilih duduk di depan komputer, mengutak-atik sebuah lagu. Namun aktivitasnya sedikit terganggu karena seorang gadis yang sejak tadi bergerak kesana-kemari untuk menyiapkan makan siang. Dan sekarang gadis itu berada didepan wastafel, mencuci beberapa bahan makanan.

Tanpa sadar lelaki itu menarik kedua ujung bibirnya, memperlihatkan senyuman manis yang mencetak lesung pipitnya. Ia berjalan kearah dapur, mengambil pisau dan mulai sibuk dengan beberapa bawang yang sudah dicuci.

“Bagaimana cara memotongnya?”

Jung Hee langsung menatap lelaki yang sekarang berada disampingnya. Dia menarik napas kesal, lalu menyuruh lelaki itu kembali ke ruang tengah untuk menunggunya selesai memasak. Gadis itu hanya tak ingin Chang Kyun semakin membuat kakinya sakit karena terlalu banyak beraktivitas.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya Jung Hee membawa sebuah meja kecil, ditatanya makanan yang telah dibuatnya. Beberapa kali ia bolak-balik ruang tengah-dapur untuk mengambil beberapa peralatan makan. Dan akhirnya dia duduk dihadapan Chang Kyun sekarang. Chang Kyun menatap Jung Hee dengan tatapan seperti menunggu sesuatu.

“Kenapa?”

“Sudah selesai semua?” gadis itu mengangguk.

“Kalau begitu biar aku yang pimpin doanya.”

Pria itu mulai menyatukan kedua tangannya. Jung Hee terdiam menatap kekasihnya dengan kagum. Dalam hatinya ia berkata ‘Dia sudah banyak berubah, terima kasih, Tuhan.’ Dan detik berikutnya senyumnya mengembang, lalu ia mengikuti apa yang dilakukan kekasihnya.

***

September 5, 2012

Jung Hee membawa sebuah nampan yang diatasnya berisi pesanan teman-temannya. Sedangkan mereka menunggu disebuah meja disamping jendela. Ia mulai membagikan pesanan teman-temannya satu per satu, setelah dirasanya semuanya telah mendapatkan pesanannya, ia duduk disamping gadis yang memakai seragam sepertinya.

Beberapa dari mereka mulai menyatukan tangannya, menutup mata, dan menundukan kepalanya. Mereka berdoa, berterima kasih pada Tuhan atas apa yang ada dihadapannya saat ini. Setelah beberapa saat, mereka selesai.

Dan pandangan pertama Jung Hee langsung tertuju pada seorang lelaki yang duduk dihadapannya. Gadis itu terkaget karena lelaki yang memakai seragam sepertinya sudah menghabiskan setengah hamburger yang telah dipesannya tadi.

“Jangan makan terburu-buru kau seperti tidak mensyukuri dengan apa yang Tuhan berikan padamu. Diluar sana banyak orang yang tidak seberuntung dirimu.”

Seperti merasa Jung Hee berkata padanya, lelaki itu menatapnya dengan alis terangkat.

“Dia berbicara padamu Chang Kyun-ah.”

***

February 11, 2016

Chang Kyun duduk didepan keyboard. Tangan kirinya memegang sebuah pulpen, lalu ia mulai menulis pada sebuah kertas yang penuh coretan. Jemarinya mulai menekan beberapa turst keyboard diiringi dengan suaranya yang khas. Namun tak lama ia kembali menggelengkan kepala, mencoret tulisan yang baru saja ia tulis, lagi.

“Ini lebih sulit dari yang aku bayangkan!” Chang Kyun sedikit berteriak sambil mengacak rambutnya frustasi.

Seorang lelaki berjalan tertatih mendekatinya. Ia menatap kertas yang dimana banyak coretan disana. Lalu ia menatap lelaki yang berbeda tiga tahun darinya itu dengan serius.

Ya! Kau pasti bisa melakukannya, kau Im Chang Kyun. Kau I.M Monsta X. Kau hanya perlu perlu percaya pada dirimu sendiri! Arra?”

Chang Kyun terdiam mendengar penuturan hyung-nya. Ia menatap lelaki itu dengan rasa campur aduk. Ia pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya, memang tidak sama persis namun itu mengingatkannya pada gadisnya. Ya, Jung Hee pernah berkata seperti itu juga padanya.

“Aku pasti akan berusaha. Gomawo, Minhyuk hyung.”

***

June 30, 2014

Chang Kyun duduk disebuah bangku taman yang terlihat sepi karena hari semakin gelap. Jemarinya  memijit pelan kepalanya. Dan tanpa ia sadari seorang gadis tengah berjalan mendekat padanya. Gadis itu menghentikan langkahnya untuk sesaat, melihat lelaki yang duduk tak jauh darinya dengan seksama. Dia merasa ada yang tidak beres dengan lelaki itu, lalu kakinya mulai melangkah mendekat.

“Kyun-ah,” gadis itu memanggil pelan, namun sang empunya nama hanya menatapnya sebentar lalu ia kembali menundukan kepalanya.

Gadis itu –Jung Hee- memilih untuk duduk disamping Chang Kyun. Ia meraih tangan lelaki itu, lalu mengenggamnya erat. Dengan sayang tangan satunya mengelus punggung tangan lelaki itu.

“Ada apa? Apa sesuatu yang buruk terjadi?”

Hening. Tak ada jawaban yang terdengar dari bibir kekasihnya. Hanya suara helaan napas yang terdengar ditengah udara musim panas.

“Tak apa, kau bisa cerita padaku, aku akan mendengarnya.”

“Kami… tidak akan pernah debut. Kami memutuskan untuk berjalan dijalan masing-masing.”

Jung Hee terdiam mendengar penuturan kekasihnya. Ia langsung mengerti arah pembicaraan ini. Hatinya ikut sedih karena lelaki itu terdengar begitu putus asa. Jung Hee tahu menjadi seorang penyanyi adalah impian Chang Kyun sejak dulu, dan ia bisa merasakan apa yang sedang dirasakan Chang Kyun saat ini.

“Jangan bersedih lagi, Kyun-ah,”

Lelaki itu tidak menggubris perkataan gadisnya, ia hanya tersenyum kecil lalu kembali menundukan kepalanya. Ia ingin menangis namun terlalu sulit untuk dilakukannya, terlebih Jung Hee sekarang ada disampingnya. Apa yang akan gadis itu katakan jika melihatnya menangis?

Jung Hee melepaskan genggamannya, ia beranjak dari duduknya lalu berdiri dihadapan Chang Kyun. Dipeluknya kepala lelaki itu, lalu membenamkannya diperutnya.

“Menangislah, aku tak akan melihat.”

Dalam hitungan detik, Jung Hee dapat merasakan tubuh yang sedang dipeluknya mulai gemetaran, telinganya mulai mendengar suara isakan yang membuat hatinya terasa tercabik. Lama-kelamaan ia mulai merasakan bajunya basah karena air mata lelaki itu. Dan tanpa gadis itu sadari butiran air jatuh dari pelupuk matanya. Tangannya mengelus lembut rambut Chang Kyun dan sesekali menciumnya. Mereka menangis bersama dalam diam.

Setelah lama dalam posisi itu, Jung Hee mulai melepaskan pelukannya. Ia mengelus lembut kedua pipi Chang Kyun, lalu menyuruh lelaki itu untuk menatapnya. Hal pertama yang ia lihat adalah mata merah dan sebab. Ia tersenyum kecil pada kekasihnya, memberi semangat.

Gadis itu mensejajarkan tingginya dengan lelaki itu –karena Chang Kyun masih dalam posisi duduk dikursi taman- hingga kini tingginya sama dengan lelaki itu. Ia menumpu tubuhnya pada kedua lutut, tak peduli jika celana yang dipakainya akan kotor.

Mata bulatnya menatap lelaki itu dengan sayang, kedua tangannya ia letakan dikedua pipi lelakinya. Kedua sudut bibirnya saling tertarik, menampakan senyum simetri yang sangat disukai Chang Kyun.

“Kau hanya perlu menjadi dirimu untuk sekarang dan seterusnya. Buktikan pada dunia bahwa kau bisa…”

Kedua tangan Jung Hee turun mengenggam tangan Chang Kyun yang dirasanya semakin dingin.

“Namamu itu Im Chang Kyun. Im. I.M yang berarti aku. Maka kau harus tunjukan siapa kau sesungguhnya. Tunjukan segala potensi yang kau punya.”

Chang Kyun terdiam untuk beberapa saat. Benar, dia pasti bisa menjadi penyanyi, membuat semua orang tahu siapa dirinya. Dia akan debut dan akan membuat orang-orang disekelilingnya bangga terhadapnya. Membuktikan pada orang-orang yang pernah meragukannya bahwa ia pantas untuk tampil diatas panggung megah.

Detik berikutnya lesung pipit tercetak jelas pada wajah lelaki itu. Ia membalas genggaman tangan Jung Hee dengan hangat.

“Ya, aku Im Chang Kyun. Aku akan membuat semua orang tahu siapa aku. Dan aku akan tampil diatas panggung hingga semua orang yang menontonnya memberikan tepuk tangan meriah.”

***

May 6, 2016

Hari menjelang malam, namun tidak seperti biasanya para anggota Monsta X telah berada di drom mereka. Setelah menyelesaikan latihannya sejak matahari belum benar-benar memancarkan sinarnya, akhirnya mereka dapat kembali merasakan nyamannya kasur yang selalu menjadi tempat favorit mereka, terutama Hyung Won.

Chang Kyun merebahkan tubuhnya diatas lantai. Diraihnya ponsel yang ia simpan disaku jaket setelah dirasakannya bergetar.

From : Nona Song

Aku sudah mendengarkan lagumu, kau sudah bekerja keras, Chang Kyun-ah.

Chang Kyun tersenyum kecil membaca pesan yang dikirimkan oleh Jung Hee. Seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang dari perutnya, rasanya begitu menggelitik. Tanpa ia sadari, lelaki jangkung yang berdiri tak jauh darinya memperhatikannya sejak tadi. Dan ide jahil terlintas dipikirannya.

Dengan sedikit mengendap-endap ia langsung mengambil alih ponsel yang masih digenggam oleh Chang Kyun lalu membacakan pesan itu keras-keras. Alhasil semua orang yang ada diruangan itu langsung menatap Chang Kyun dengan tatapan menggoda.

“Kalian semakin romantis,” celetuk Won Ho.

“Membuatku iri saja.” Tambah Hyung Won, ia langsung mengembalikan ponsel Chang Kyun yang tadi diambilnya.

Pria dengan mata kecilnya tertawa, mendekat pada Chang Kyun lalu merangkul bahunya.

“Kau semakin dewasa, Kyun-ah.” Ucapnya sambil menepuk pelan bahu Chang Kyun yang dibalas dengan ucapan terima kasih.

“Tapi bagaimana kabar Jung Hee disana?”

***

May 14, 2016

Seorang pria berjalan menaiki tangga dengan tangannya yang membawa sekotak dus yang cukup besar. Kaki panjangnya melangkah mendekati practice room dilantai dua. Setelah sampai, matanya langsung tertuju pada tujuh pria yang baru menyelesaikan latihannya.

“Ini hadiah yang dikirim oleh Monbebe,” ucap pria yang baru masuk ke ruangan itu. Ketujuh lelaki itu mendekat, berkumpul dan melihat isi dari kotak besar itu. Ada banyak hadiah dan kartu ucapan disana.

“Dan ini dari Jung Hee-ssi.” Kim Wook –stylist Monsta X- datang sambil membawa paket yang baru saja sampai.

Chang Kyun langsung mengambil paket itu, tak lupa ia mengucapkan terima kasih. Dibukanya paket yang berisi vitamin dan beberapa foto gadisnya, juga jangan lupa sebuah surat yang ia sisipkan didalamnya.

To : Monsta X

Happy Anniversary Oppadeul,

Terima kasih karena sudah bekerja keras selama satu tahun ini, bukankah waktu terasa begitu cepat berlalu? Bagaimana kabar kalian? Kalian makan dengan nyaman, kan? Ku bawakan vitamin agar kalian tetap sehat.

Tak terasa begitu banyak kenangan yang kalian torehkan dalam hidupku. Aku benar-benar berterima kasih. Dan juga, entah kata apa yang tepat, tapi terima kasih karena telah menerima dan menjaga Chang Kyun selama ini. Dia mungkin terlihat begitu dingin dan tidak peduli, tapi dia orang yang baik. Ku harap selama aku tak disamping Chang Kyun, kalian bisa menggantikan aku untuk menjaganya.

Disini sedang musim dingin, salju turun tanpa tahu waktu yang tepat, tapi aku baik-baik saja. Ku kirimkan beberapa gambar diriku, semoga mengobati rasa rindu kalian terhadapku hahaha.

Baiklah, ku tunggu karya kalian berikutnya. Aku pasti menghubungi kalian jika aku punya waktu luang. Jaga kesehatan kalian ya.

Jung Hee Song

***

January 26, 2016

Semua orang sedang berkumpul di drom Monsta X. Mereka sedang merayakan ulang tahun Chang Kyun yang kini genap berumur 21 tahun. Banyak hadiah yang ia terima, dan yang paling spesial hadiah yang diberikan oleh Jung Hee. Sweater rajut yang ia buat sendiri.

Setelah selesai memotong kue dan makan malam bersama, kini mereka saling bersunda gurau. Namun gadis yang duduk disamping Chang Kyun terlihat sedikit gelisah.

“Kau kenapa, Jung Hee-ya?” tanya Kihyun yang duduk dihadapannya

“Aku… ingin bicara berdua dengan Chang Kyun sebentar.”

Dan kini sepasang sejoli itu berada, dikamar Chang Kyun. Mereka duduk dikasur yang biasanya ditempati oleh Minhyuk.

“Ada apa?” tanya lelaki itu dengan lembut

“Aku tak tahu apa ini waktu yang tepat, tapi… aku harus pergi ke Kanada. Ada penawaran bagus dari teman Appa.”

Chang Kyun sejenak terdiam mendengar penuturan gadisnya, namun detik berikutnya ia tersenyum gembira.

“Bagus kalau begitu, berapa lama kau akan pergi? Seminggu? Dua minggu? Atau..”

“Mungkin delapan bulan atau… satu tahun aku disana.”

Kembali Chang Kyun terdiam. Otaknya mencerna perkataan Jung Hee barusan. Delapan bulan? Satu tahun? Itu bukan waktu yang sebentar, kan? Benar, ini bukan waktu yang tepat untuk Jung Hee bicara, pikirnya. Bayangkan saja, ini ulang tahunnya dan secara tiba-tiba gadis itu mengatakan ia akan pergi dalam waktu yang cukup lama.

Chang Kyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia kehabisan kosa kata untuk menanggapi perkataan Jung Hee barusan. Lama mereka dalam keheningan, sebelum akhirnya Chang Kyun mendapatkan kalimat yang dipikirkan cocok.

“Kesempatan tidak akan datang dua kali, kan?”

***

May 19, 2016

Monsta X akan tampil di M Countdown untuk mempromosikan single baru mereka. Ketujuh lelaki itu sudah berada diatas panggung, menunggu musik untuk mengiringi mereka bernyanyi. Mereka terlihat tampan dengan pakaian serba hitam-biru.

Detik selanjutnya, mereka mulai meliak-liukan badan seirama dengan musik. Terdengar suara teriakan dari penonton. Dan Chang Kyun, ia tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat dipertengahan lagu. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan lagunya.

Dan akhirnya mereka telah menyelesaikan comeback stage dengan sukses. Dengan terburu Chang Kyun langsung berlari keruang ganti Monsta X. Saat ia membuka pintu, ia melihat gadis itu. Gadis yang hampir empat bulan lamanya tak bisa ia temui. Dan sekarang gadis itu ada dihadapannya, bagaikan mimpi.

“Are you coming?”

            “Ya. You look  good with black hair.”

Chang Kyun tersipu mendengar perkataan gadis itu. Lalu ia mendekat dan menarik gadisnya dalam pelukannya.

“I miss you so much. Thanks for coming, Jung Hee-ya,”

            “I miss you too, Im Chang Kyun. Because you’re my precious person.”

 

THE END

Advertisements

Author: MonstaX-FanfictionIndo

HEY READERS MANIA!!! Kami menyuguhkan Fanfiction dengan main cast 'All Member of MONSTA X' So Let's join with us!!

1 thought on “[One Year with…] Precious Person”

  1. Sweet >< astaga Changkyun, kamu kok sweet banget sih. Padahal pas ngeliat dia masih berasa dia anak kecil tapi ternyata Changkyun sudah besar , ya ? Bahasa nya bagus banget, simple. Ini pake font apa, ya ? Good job

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s