[Shownu’s Birthday] Tentang Rindu

8TOibqKD2K

TENTANG RINDU

A fiction by PutriPucuk

Starring by [Monsta X’s] Son Hyunwoo & [acu’s OC] Lee Jooyeon

PG-14 || Vignette || Sad, Romance

.

“Aku tahu tentang rindu ketika mengingat dirimu.”

.

.

**

Hari ini satu kisah terpatri, berlatarkan sang jingga di teras langit. Sebab tak bisa dilupakan begitu saja akan kehadiran yang mengundang candu, lalu memudar dari jarak pandang. Haus akan sayang, merindu hingga jatuh ke dasar dengan telak dan jahanam. Dan hari itu datang, mengizinkan rindu yang mengepul akhirnya berlabuh ke rumahnya.

Sudah dua puluh menit kedua insan itu berdiam. Mengundang si hening ikut bertandang dan menjadikan kebisingan pengunjung menjadi latar belakang pengalun merdu mereka. Si pria tenggelam dalam smartphone nya, dan si gadis yang melempar pandang, membelah jalanan ramai di jam pulang saat ini. Membiarkan sang americano mendingin, si cheese cake terasa hambar dan latte yang cemberut karna tak lekas dinikmati.

“Apa kabar?”

Sejemang Hyunwoo mengundang percakapan, berusaha mencairkan suasana tak nyaman yang terjalin. Ia letakkan smartphone nya dan bersitatap dengan lawan bicaranya yang terlihat tidak nyaman. Setidaknya mereka bukanlah dua orang yang tidak saling mengenal kemudian duduk santai di coffee shop ini. Dulunya mereka tidak seperti itu. Yah, itu dulu.

Manik Jooyeon bergerak ke arah lawan bicaranya. Berusaha menjadi lebih santai untuk pertemuan pertama mereka setelah sekian lama. “Aku baik-baik saja. Kau?”

Lelaki itu menyunggingkan sebuah kurva sembari menyesap pelan americano miliknya. “Aku juga baik-baik saja. Semuanya masih sama.”

“Ya, semuanya masih sama. Kau masih tetap menjadi Son Hyunwoo yang dulu.” Jooyeon berucap hingga akhirnya gadis itu tersadar bahwa ia terlalu banyak membuahkan frasa ketika melihat Hyunwoo menangkap basah dirinya. Lalu perlahan mulai mengutuk dirinya, mulai dari mengapa bibirnya selancang itu sampai mengapa menjatuhkan pilihan menghabiskan sabtu sorenya di coffee shop ini dan bertemu si pemuda.

“Jadi menurutmu aku tidak berubah?” Ada nada humor terselip di sana. Terkikik geli karena tingkah lucu si gadis.

“Menurutku begitu,” jawab Jooyeon sekenanya diikuti dengan rona yang muncul diparas.

Jooyeon lebih aktif sekarang. Jemarinya meraih cuping cangkir lattenya, memainkan pinggiran bibirnya. Berusaha untuk tidak bersitatap dengan Hyunwoo yang masih mampu membangkitkan ketukan-ketukan tak berirama itu.

“Tidak ada yang berubah dari dirimu juga. Masih cantik dan manis dari sejak aku meninggalkanmu 3 tahun yang lalu.”

Katakanlah jika Hyunwoo memang sedang mengeluarkan rayuan buaya, tapi bodohnya Jooyeon tetap terbuai. Pemompa darahnya mendadak terasa nyeri, mengalirkan sengatan ke sekujur peredaran darahnya hingga bisa saja membuatnya pingsan di tempat.

“Aku merindukanmu––”

Hyunwoo memiliki bibir yang manis. Baik dari rasa maupun setiap frasa yang menguar.

“––aku merindukanmu yang entah bagaimana kabarnya selama beberapa tahun ini.”

Jooyeon menangkap obsidian Hyunwoo yang tengah lurus ke arahnya. Ingin menangkap sebuah kebohongan namun sulit rasanya karena lelaki itu pun benar-benar merasakan apa yang turut ia rasakan.

Mendung kini telah menggantung di antara mereka.

“Jangan mengingat masa lalu, Hyunwoo. Semua sudah berakhir.”

“Aku tidak bisa. Semua sungguh terasa aneh.” Kali ini Hyunwoo maju, mengikis jarak di antara kedua wajah mereka. Meyakinkan si gadis bahwa itu bukan sekedar puisi semata. Menyematkan jemarinya, saling bertautan tanpa Jooyeon sadari ia tak menolaknya.

“Kau tidak tahu betapa aku merindukanmu. Kau tidak tahu betapa gilanya aku ketika harus mengakhiri hubungan kita waktu itu. Aku sangat merindukanmu.”

Jooyeon mengukir sebuah kurva sabit yang sebenarnya enggan untuk muncul. Inilah balada dari sekat. Satu kata pemberi kepastian, mencekat dan memberi batas. Balada dari batas akan rasa yang dihalangi oleh tembok gengsi dan kecewa. Pada nasib yang sudah berapa kali dituruti, menawarkan janji kebahagiaan namun semua omong kosong.

“Rindu, rindu dan rindu.” Jooyeon meretas oksigen hingga sesak. “Tahu apa kau tentang rindu?”

Jooyeon muak mendengar kata itu. Dengan seuntai senandung rindu diantara rintihan sang kalbu, ia merasa bahwa dirinya terinjak-injak derap langkah sang waktu yang seakan mempermainkannya.

“Aku tahu tentang rindu ketika mengingat dirimu.” Hyunwoo bersenandung pelan. Seolah berbisik pada sang hening yang masih setia di antara mereka.

Jooyeon pun merasakan rasa yang demikian. Gadis itu tidak bisa munafik. Segala pikiran tentang mereka kembali terbongkar. Berputar rapi dalam gulungan film, bernostalgia bersama. Bagaimana mereka bertemu kemudian berpisah karena keterpaksaan menyakitkan.

Jooyeon hanya tidak ingin mengulang cerita menyakitkan yang sama.

“Ada ratusan hal yang hinggap di pikiranku ketika kau lepas dari genggamanku. Dan di antara ratusan hal itu selalu harapan jika aku dapat bertemu denganmu lagi. Seperti hari ini.”

Ego berteriak lantang namun hati menjerit pilu. Manakah?

Hanya pemuda bermarga Son itu saja yang mampu merubah hatinya secepat ini dan menebar rasa bersama dayu seruling gembala.

Jooyeon tahu hari ini akan tiba meski ia tak menyangka bahwa sebagian kehidupan masa lalu itu kembali menjadi cerita di masa depannya. Kepada sosok yang menimpakan berton-ton rindu, yang kini seakan mengemis akan dirinya. Kepada si pelengkap asa, yang bermain di atas hati, Jooyeon mengukir sebuah senyuman manisnya. Paling manis di hari itu juga di antara hari-hari kelamnya yang lalu.

Bercumbu dengan setumpuk rindu sudah mengajarkan keduanya akan sesuatu. Gelisah yang menari-nari, untaian sayang bagai dawai merdu.

Gadis itu balas mengenggam jemari si pemuda dan kembali mencumbu rindu dengan sebuah kecupan yang ia daratkan di kening. “Kalau begitu tetaplah di sini, temani aku di sini agar kau tidak perlu merindukanku lagi demikian juga aku.”

-FIN-

Auk dah receh, gatau ini bikin apaan, pikirin sendiri mengapa mereka berpisah –‘

Anyway, hepi besdei bang shownu muah~

Advertisements

Author: Putri Pucuk

Weird.

6 thoughts on “[Shownu’s Birthday] Tentang Rindu”

  1. HAI HELLO ANNYEONG!!! KU NADA /MINS #98 NIH WKWKWKWKWK

    HOW WONDERFULL THIS FIC!!!! SUMPAAAH GAYA BAHASANYA INI LHOO KAAAKKK!! BURUAN BUAT NOVEL DEH :’))) ASLI SERASA BACA NOVEL SASTRA DIRIKU TAK BERBOHONG!!!!
    DAN APA ITU RECEH? kak, kalo ini receh, trus fic ku apa? :”) TOLONG KAK INI SANGAT MEMBIUS MATA DAN HATIII

    ANYWAY, PAS AKU SELESAI BACA, LAMPU DI KAMARKU LANGSUNG NYALA (critanya listrik tadi mati) HABIS BACA FIC KAKPUT SERASA ADA CAHAYA YANG MENERANGI DUNIA INI FUFUFU. SEMANGAT NULIS TERUS MASTERNIIIIMMMM SENIORNIIIMM /deep bow/ 😍😍😍😍😍😍😍😱

    Like

    1. Mbamint, plislah wkwkwk boro2 mint, bikin ff chapter ae ga pernah selesai gimana mai bikin novel, koit entar gue -_- masih receh, masih hina :”) fic mu masih indehoy asoy wkwkwk
      Lu juga senpai kali ah udah lah wkwkwk makasih kunjungannya mbamint 😘😘😘😘

      Like

    1. Apalah senpai yg bertandang ke gubuk reot hamba heungggggg
      Jan blg gitu kak, masih cacat nih zaman baholak disimpen mulu gak diperbaikin sama sekali -_,-
      Semalem makan indomi pake telur kak 😆😆😆😆😆

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s