THE CLAN – Pt. 1 LOST (A ver)

THE CLAN

Pt. 1 LOST (A ver)

 

A story by mintulli

Jooheon, Shownu, Hyungwon, Wonho, Minhyuk, Changkyun (MONSTA X)

Rhea (OC)

AU, Fantasy, Drama, Slice of life, Mystery ,Friendship

Vignette | General

[another story inspired from All In music video]

Jangan dibaca jika tak ingin ikut

 

 

Percaya atau tidak, hakikatnya kehidupan seseorang bisa berubah dalam sekejap mata. Misteri. Kiranya itu gambaran yang tepat untuk lima detik ke depan di hayat masing-masing insan. Bahkan setiap dari mereka dipaksa untuk menerima. Menghadapi dan menjalani itu tanpa harus membuat persiapan yang matang. Tapi dari situ pula, mereka akan menemukan sesuatu yang menakjubkan. Yang mana tidak semua orang bisa mendapatkan.

 

Bermula dari Rhea. Gadis muda ini hidup sendiri. Bukan sendiri dalam artian sebenarnya. Dia terlalu naif untuk bertegur sapa dengan orang luar. Orang tua membiasakan Rhea kecil untuk hidup sendiri. Ia tak tahu apa itu bersosialisasi, apa itu menolong, apa itu saling menyapa? Rhea tak pernah melakukan itu. Cukuplah dia tahu dari tulisan-tulisan atau beberapa cerita dari buku bacaannya. Selama delapan belas tahun ia hidup, ia hanya mengenal buku, kertas, dan tulisan. Rhea hidup seperti seorang putri yang senang dikurung di kamar bersama ratusan buku bacaannya.

Kamar tidur Rhea bahkan lebih pantas disebut sebagai Perpustakaan Raksasa. Luas kamarnya terlampau cukup untuk lebih dari jutaan buku yang tertata rapi di rak-rak raksasa di setiap sudut ruangan kamar. Tempat tidur dan meja belajar nya justru terlihat seperti pemanis ruangan itu. Jadi bagi Rhea, buku adalah teman hidup terbaik, dan selamanya dia tak akan pernah merasa keberatan.

 

Sampai suatu hari….

dimana Rhea  kembali berkutat dengan buku-buku bacaannya, ada suatu kejadian yang merubah seluruh hidupnya dalam satu detik saja. Kala itu, Rhea sedang asyik memilah milih buku di bilik rak. Sesekali ia menarik satu buku, sesekali di kembalikannya lagi buku itu berjajar dalam rak. Sambil bersenandung kecil, Rhea terus berjalan mencari buku bacaan untuk hari ini. Lalu dari balik rak paling tinggi, ada satu buku yang terjatuh secara tiba-tiba tepat mengenai ubun-ubun Rhea.

Gadis itu meringkih kesakitan seraya mengelus pelan kepalanya yang sedikit berkedut. Atensi nya kini berpindah pada si buku tadi. Dahi Rhea mengernyit. Selama yang ia tahu, diantara sekian banyak buku yang berjajar di rak-rak kamarnya, Rhea tak pernah melihat buku setebal buku diary dengan covernya yang hitam gelap.

Lalu, diraihnya buku itu.

Ketika Rhea melihat isinya secara acak,…

Kosong.

Bersih, tak ada tulisan apapun.

 

Rhea berpikir lagi. Mungkinkah selama ini Rhea tak pernah sadar jika ada buku kosong diantara jutaan koleksi buku di raknya? Lantas di lemparkannya buku itu diatas meja –tempat biasa dia menumpuk buku setelah dibaca. Baru beberapa menit Rhea kembali mencari buku lain, hatinya terasa tak tenang. Seperti ada sesuatu yang meronta –minta untuk dilihat dari buku hitam itu, meski tak terdengar jelas suaranya.

Tak ingin makin penasaran, Rhea akhirnya mendudukkan badannya di kursi kayu menghadap pada meja –seperti akan membaca buku. Diperhatikannya lagi sampul buku itu. Ternyata, ada sesuatu yang tertulis disana.

 

2nd World.

THE CLAN

 

 

Kedua alis Rhea terangkat. Aneh saja rasanya. Buku ini memiliki judul, tapi tak ada isi.

Perlahan, Rhea membuka halaman pertama tepat di balik sampul. Mengejutkan! Ada tulisan lain yang Rhea berani bertaruh, sebelumnya saat membuka tadi dia tak melihat tulisan itu.

 

‘Rahasia. Jiwa. Kasih sayang.’

Itu saja. Lalu ada jarak besar ke bawah. Sampai ada tulisan lain diakhirnya.

 

jangan dibaca jika tak ingin ikut’

 

“Buku apa ini?”

Rhea membuka halaman selanjutnya. Tapi masih sama seperti yang diawal, tak ada apa-apa. Rhea tertawa meremehkan. Mungkin itu buku diary seseorang yang tersangkut di rak-rak miliknya. Rhea lalu bangkit dari duduknya dan….

Ada seberkas cahaya putih yang bersinar seperti dari dalam buku. Cepat-cepat Rhea membukanya.

Cahaya itu hilang.

Digantikan dengan tulisan-tulisan kuno disana. Tentu mata Rhea melebar. Ia yakin betul, tulisan itu tak ada ketika dia membolak-balik halaman diawal. Tapi itu terlihat seperti sudah bertahun-tahun tertera dengan tinta hitam dan pena dari bulu angsa.

Dituliskan disana….

 

3.

                        Mereka bersama melindungi yang lemah.

                        Membebaskan tawanan dari para askar yang benci dengan kedamaian.

 

Tidak semudah itu bagi seorang Rhea untuk membiarkan tulisan itu ‘ada’. Ada sesuatu yang aneh. Ia rasa, itu juga ada relasinya dengan tulisan di buku ini. Tapi tak ada yang bisa dijadikan patokan. Masih terlalu awal untuk tahu dengan pasti apa maksud tulisan itu.

Bagaikan dijawab langsung dari si buku, rungu Rhea lalu menangkap suara riuh dari luar. Fokusnya beralih pada jendela besar di kamarnya. Selama delapan belas tahun dia hidup, ia sekali pun tak pernah menengok keluar dari jendela. Melihat keluar, sama saja Rhea bunuh diri. Itu berarti dia akan melihat dunia luar untuk pertama kalinya sedang batin Rhea belum siap.

Suara-suara ribut itu makin menggema. Makin merasuk pada hati Rhea untuk membuatnya berani mendekat ke jendela. Dengan sedikit rasa takut dan gugup, dibiarkannya tungkai Rhea berjalan mendekat ke jendela besar di kamarnya. Lantas akhirnya dia melihat kehidupan luar. Di netranya, ditampilkan suatu adegan yang menarik.

Ini pertama kalinya Rhea tahu jika ada banyak pria yang sudah berumur berjualan barang di daerah pemukiman. Lalu, banyak orang-orang berpakaian hitam dengan perlengkapan senjata seperti akan perang hendak menyakiti pria-pria tua itu. Sepengetahuan Rhea, bagi mereka yang bersenjata sangat dilarang untuk menodongkan senjata tajam atau semacamnya dihadapkan pada warga sipil. Tapi mereka melanggar itu.

Tak lama, tiga pemuda yang entah datangnya dari mana, berusaha menghalangi orang-orang bersenjata itu. Mengata-ngatai mereka, bahkan menantang mereka. Juga, ada salah satu diantaranya serupa mengejek, dengan memasukkan satu tangkai bunga berwarna biru –yang Rhea tidak yakin pasti bunga apa itu, ke dalam saku seragam dari pasukan itu.

Rhea tersenyum sekilas, lantas teringat sesuatu. Segera ia berlari untuk meraih buku bersampul hitam yang tergeletak di meja tuanya. Dibacanya lagi kata demi kata yang ada disana. Berulang kali sampai otaknya menyerap sesuatu hingga menimbulkan satu pertanyaan aneh.

 

“Bagaimana bisa kejadian itu terjadi sama persis dengan yang ada di buku dalam kurun waktu beberapa detik saja?”

 

Pikiran jernih Rhea lalu menuntun tangannya untuk membuka halaman selanjutnya.

Kosong.

Sampai maniknya menemukan tulisan lain tepat di pojok kanan bawah halaman.

 

 

Shownu, Jooheon, Hyungwon

 

Dari situ, semuanya berubah. Rhea jadi tahu banyak hal. Bisa dikatakan, Rhea secara tidak langsung mengerti permasalahan luar yang dia sendiri terkejut benar dengan adanya itu.

Kejadian lain, kembali tertulis di buku. Dengan sebelumnya ada seberkas cahaya yang sempat keluar dari dalam buku. Lantas Rhea dengan sedikit takut kembali membukanya.

 

2

                        Mereka mengambil sesuatu yang bukan miliknya

                        Tapi demi keluarga, bukankah itu sah saja?

                        Mereka  pikir seperti itu.

 

Rhea membuang napas gusar.

“Mencuri demi kebaikanpun, terhitung bersalah.” gumamnya.

Hanya butuh satu detik sampai Rhea akhirnya tersadar bahwa ada tulisan baru dalam buku. Tepat di halaman setelahnya. Diulangnya kembali tulisan yang terpampang dalam buku. Tiap kata, dipahaminya oleh Rhea. Begitu hati-hati dibacanya. Jika buku ini benar, maka paling tidak dia harus menghafal kata demi kata untuk membuktikannya sebentar lagi.

Tak lama, Rhea mendengar sesuatu. Seperti langkah kaki dua orang yang berlarian mendekat menuju ke rumahnya. Ia kembali mendekat ke jendela besar untuk menengok keluar. Dan benar saja, ia melihat dua orang pemuda berlari sambil bergantian melemparkan tas hitam yang bukan miliknya, serupa seperti pencuri.

Lalu jemari Rhea seperti dituntun untuk membuka halaman selanjutnya, tepat dibalik kertas itu. di pojok kanan bawah kembali tertulis nama

 

 

Shownu, Jooheon.

 

Pagi berikutnya Rhea duduk bersama keluarganya di ruang makan untuk menyantap roti panggang khas buatan ibunya dari Italia. Ayah Rhea lalu membuka obrolan pagi dengan berita mengejutkan. Ayah Rhea bercerita bahwa kemarin sedang ada kasus pencurian uang disalah satu bank.

“Mengkhawatirkan sekali. Daerah ini rupanya sudah tak lagi aman.”

Rhea membeku. Bisa jadi, yang dimaksudkan sang ayah adalah kejadian kemarin yang mana dengan sangat jelas Rhea melihatnya. Dari dua  pelaku yang bernama Shownu dan Jooheon, maupun dari tulisan.

“Memalukan sekali.” Saudara perempuan Rhea berkomentar. Merasa tidak suka dengan anak muda jaman sekarang.

“Harusnya mereka bekerja, bukan melakukan hal seperti itu.” ibunya juga setuju. Lantas Rhea bertolak belakang. Entah bagaimana, tapi ia merasa itu tidak sepenuhnya salah para pelaku.

“Sebaiknya tak berburuk sangka dulu….”

 

Seketika semua menatap Rhea tajam. Biasanya, Rhea sekalipun tak pernah tertarik dengan obrolan pagi apalagi jika menyangkut tindak kriminal.

“…..mungkin saja mereka melakukan itu untuk kebaikan.” Lanjutnya.

Ayah dan Ibu Rhea hampir saja tersedak bersamaan. Keluarga Rhea bisa dikatakan berasal dari kalangan yang berlandaskan hukum. Mengingkari hal-hal yang berbau negatif contoh nyatanya saja mencuri.  Semua yang ada di rumah pun tau bagaimana Ayah dan Ibu Rhea menghormati hukum. Tapi ucapan Rhea tadi justru membuat semuanya tercengang.

 

 

Setelah kejadian makan pagi itu, Rhea dirasa aneh oleh keluarganya. Ibu dan saudara perempuannya sudah dua kali memergoki Rhea menatap tajam buku bersampulkan warna hitam itu tanpa bergeming. Rhea hanya makan sekali sehari, sedangkan hari-hari nya diisi dengan berpikir dan merenung. Tentang apa maksud buku itu.

Dan bagaiman relasi buku dengan kehidupan nyata begitu kuat?

 

Rhea jadi takut sendiri.

Lantas  ditinggalkannya khayalan fana dari buku. Rhea rasa, itu mungkin hanya imajinasi Rhea saja yang sedang berjalan kemana-mana. Pun juga karena beberapa waktu belakang, tak ada kejadian aneh lagi. Ya, mungkin itu hanya delusi Rhea semata.

 

Rhea pikir itu akan terhenti sampai disitu. Sampai suatu malam ada peristiwa lain yang berelasi dengan si buku hitam.

Kala itu, Rhea masih asik dengan beberapa buku ensiklopedinya. Bahkan kali ini dia sengaja memilih tempat duduk yang jauh dari jangkauan si buku hitam –agar tak terusik. Mendadak, Ayah Rhea masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu.

“Tetaplah dirumah dan jangan pergi kemanapun, mengerti?”

 

Rhea mengangguk refleks. Ini seperti tak biasanya. Dilangkahkannya tungkai Rhea mendekat kearah pintu. Ayah dan beberapa orang datang menjemput ayah untuk pergi ke suatu tempat. Sekilas ia mendengar bahwa sedang terjadi kebakaran hebat tepat di belakang rumahnya. Kening Rhea mengerut. Batinnya terus bertanya, apa yang sedang terjadi?

 

Tak ingin mati penasaran, Rhea segera berlari ke loteng di rumah. seumur hidup, ini kali pertamanya Rhea menaiki tangga loteng yang disetiap derap langkah Rhea terdengar suara krek tanda kayu tangga sudah dimakan masa. Meski hatinya merasa takut, tapi rasa ingin tahunya mengalahkan itu. Tak peduli akan bagaimana nanti ia di loteng, yang jelas Rhea ingin melihat kebenarannya.

Dengan suasana gelap dan bau lembab bak ruangan kosong selama bertahun-tahun karena tak dihuni yang khas, Rhea membiarkan kakinya terus melangkah mendekati jendela loteng yang sudah buram. Paling tidak sedikit terlihat jelas bahwa ada cahaya jingga kemerahan diluar sana. Begitu ia sudah dekat, obsidiannya lantas sempurna membulat.

Kebakaran itu benar-benar hebat. Bahkan jika ia tak salah lihat, Rhea bisa melihat orang-orang yang terjebak disana meronta minta tolong sebab tak tahan dengan si jago merah. Rhea tak yakin pasti siapa pemilik rumah itu. tapi dilihat dari gelagat sang Ayah, mungkin dia pemimpin pasukan baju hitam yang baru saja Rhea ketahui akhir-akhir ini.

 

Ada satu ingatan yang membuat gadis bermata coklat gelap itu akhirnya memilih untuk segera turun dari loteng dan berlari ke kamar. mencari satu benda yang kemungkinan besar sudah mengetahui akan kejadian itu.

 

Ya, benar. Si buku hitam itu.

Rhea langsung membuka halaman demi halaman ketika menemukan bukunya. Dan ya, ternyata ada tulisan baru disana.

 

3

Ini seputar keadilan sebelum kehancuran merajai

Sakit dibalas sakit

Bukan balas dendam

 

Minhyuk, Wonho, Changkyun

 

Benar.

Buku ini sudah tahu lebih dahulu.

Untuk beberapa saat Rhea terdiam karena melihat nama baru.

Setelahnya ada perasaan takut yang menjadi dan tak percaya.

 

Apa yang sebenarnya telah terjadi?

Kenapa harus dia yang memegang buku itu?

 

Buku ini. pasti ada yang istimewa dari buku ini. Selama beberapa menit Rhea mencoba memikirkan kemungkinan yang mungkin jika ada buku yang memiliki sifat magis. Lantas dari semua kejadian yang dialami, Rhea yakin, buku ini tidak biasa.

 

Tangan Rhea lalu mulai membalikkan buku sampai ke halaman pertama. Dibacanya tulisan itu dan diresapi hingga maniknya terpejam.

Sedikit tidak percaya diri jika berhasil, tapi Rhea mencoba untuk membuat satu ikatan dengan si buku. Ia ikuti nalurinya berbicara sendiri ketika ia melihat satu kata tertulis ‘rahasia’ diawal.

 

“Demi langit, bulan, bumi dan bintang.

Rahasia akan selamanya menjadi rahasia”

 

Ajaib sekali!

Dari halaman depan buku itu tiba-tiba saja tertulis sebuah tulisan dengan bentuk yang sama persis serupa tulisan sebelumnya. keluar begitu saja dari badan kertas. Rhea takut tentu saja. Pasalnya, memang tak masuk akal. Buku itu kiranya mengizinkan Rhea untuk bertanya sesuatu. Dituliskan di halaman depan itu…

 

‘bertanyalah jika kau ingin’

 

“Apa yang terjadi?”

 

‘kehancuran’

 

Rhea tersentak. Buku ini benar-benar menjawab pertanyaannya.

 

“Bagaimana bisa?”

 

‘karena perusak’

 

“Siapa perusak itu?”

 

‘manusia’

 

Terus terang, Rhea merasa tersindir. Manusia? Itu berarti dirinya kan? Justru dirinya tak tahu menahu bagaimana kerusakan bermula. Lalu tulisan lain muncul. Memberitahu sesuatu pada Rhea.

 

‘semua akan hilang, mati, dan hitam’

 

Badan Rhea bergetar. Tangan dan kakinya pun berkeringat. Jika Rhea tak benar-benar ingin tahu dengan yang terjadi, ia pasti sudah menjerit ketakutan. Buku itu mirip dengan manusia yang sedang berbicara. Atau mungkin ada makhluk tak terlihat yang sedang menulis untuk Rhea?

 

‘tapi akan ada satu cahaya untuk menyelamatkan.’

 

Ada harapan bagi Rhea. Bahkan bagi semua orang yang nantinya terkena imbas kehancuran. Sepersekian detik Rhea merenung, ada sesuatu yang membuatnya yakin jika ia mungkin bisa merubah.

 

“Menyelamatkan? Bisakah aku merubah jalan cerita?”

 

‘tidak’

 

Rhea mendengus sebal bercampur dengan kecewa. Sebelum akhirnya ada tulisan berikutnya yang mengikuti.

 

‘tapi karena kau sudah membaca, kau bisa ikut dalam cerita’

 

“Aku bisa merubahnya?”

 

‘ya.

Tapi tak dari awal,

Hanya bisa ikut’

 

Seberkas senyuman muncul dari kedua sudut bibir kecil Rhea. Mengingat kejadian yang sebelumnya..

Ya. Ia rasa sesuatu yang buruk seperti akan merajalela. Rhea tak ingin kehidupannya yang tentram terusik karena tangan-tangan jahat memulai ambil posisi. Rhea ingin semuanya membaik seperti dulu.

“Bagaimana caranya?”

 

‘jiwamu.’

 

“Jiwaku? Bagaimana?”

 

‘berikan jiwamu.’

 

Selama hampir satu jam Rhea mencoba berpikir keras. Jiwa? Haruskah dia mengorbankan sedikit dari anggota tubuhnya?

Lagi-lagi pikiran aneh mulai mengelilingi benaknya. Sekali lagi, Rhea tak percaya diri jika ini akan berhasil. Tapi ia coba saja.

Dengan sengaja, di gesekannya jemari Rhea pada tepi kertas yang tajam pada buku, hingga satu tetes darah menetes tepat di tengah halaman buku.

Rhea memejamkan mata, dan ia mulai berucap sumpah

 

“Aku ingin melindungi klanku, dari kehancuran.”

 

 

***

 

Rhea terbangun dari mimpi panjangnya. Ditegakkannya badan Rhea yang seperti seorang putri tidur yang terlelap selama bertahun-tahun. Ia sadar bahwa saat itu ia tidur dengan buku hitam itu yang terbuka. Dan ah! Rhea masih ingat apa yang sebenarnya terjadi.

Melihat keadaan, Rhea merasa semuanya berubah.

Dari luar jendela dia melihat langit mulai gelap. Juga salju basah bergantian turun. Samar-samar ia mendengar suara teriakan yang saling bersahutan. Dan derap langkah kaki para pemuda yang berambisi sama dengannya.

 

Mulai detik itu hidup Rhea berubah.

Juga, jalan cerita orang lain yang tak sama…

dari buku hitam itu.

 

 

-tbc-

 

 

 

Note : TATARATATAA!! HALO HAI!! Setelah sekian lama wb, akhirnya saya mendebutkan fic fantasy pertama saya HURAAYY!!!!. Jadi ini inspirasi muncul karena keseringan liat mv all in, dan addict banget sama scene-scene disana huhuhu JJANG PKOKNYA SYUKA! Ini ku buat kek another point of view dari gadis yang ceritanya dia juga penduduk disana dan sama-sama mencoba menyelamatkan CLAN bersama para oppa nantinya. Berhubung THE CLAN mv ALL IN itu masih part 1, jadi lanjutan kisah Rhea ini baru ada lanjutan di mv comeback MONSTA X nanti HAHAHA. Semoga bisa nyambung yaaa :”)

Tapi semua jangan bersedih!!! Ini masih versi A. Akan ada versi-versi lain dari cerita THE CLAN berdasar mv yang otomatis gadisnya pun beda-beda. Sangat memungkinkan untuk cast cewe nya adalah author-author disini… jadi siap-siap saja OC kesayangannya muncul yaa HAHAHAHA AW!!

Mohon saran dan review nya yaaaa 😀

Berhubung dekat-dekat lebaran, sekalian mohon maaf lahir dan batin 😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                       

 

 

 

Advertisements

Author: mintulmint

perempuan, lucu, dan baik :) have a big eyes, big smile, and big laugh! and also full of surprised!

12 thoughts on “THE CLAN – Pt. 1 LOST (A ver)”

  1. Oooh buku ajaib siapakah ituuuu
    Apa itu buku yang buat anak-anak itu jadi pembangkang? Hmmm
    Menarik!
    Setinggnya mungkin harus lebih di perkuat lagi… mungkin dijelasin dulu settingan clannya gimana, sebenernya askar itu apa… dll…
    Anywaaay ini udah kece sih
    Hoho jadi semakin penasaran
    Maklum, MV Monsta X yang satu ini berseries dan bikin penasaran
    Go! Semangat menulis 🙂

    Like

    1. THANKYOU YAAA UDA DIBACA JUGA KEKEKE(yang B belum ya? hehe) iya sayangkuu ini emang sengaja masih pengenalan karakter cewe cewe di mv nyaaa. masih belum masuk part 1, nanti kalo uda part 1 uda mulai kujelasin tuh sebenernya apa yang terjadi gituu eehhee
      ditunggu aja yaaa, makasi semangatnya mwaaahh :* ❤

      Like

    1. uda ada next seris nya kok tapi masih belum masuk part 1 :”) ditunggu yaa karena masih bener2 mau riset dulu. ohhyaaa kalau mau baca story ku yg lain bisa banget di wattpad di nyjasmine yaaaa makasi mwah ❤

      Like

  2. Sik kak, mbaay ndak tau musti ngomen apa ini waks.

    ANJU NAISSSS SEKALEEEE IH GA KEPIKIRAN LOH NULIS FIC KETJEH KAYA GINI HUHU AJARIN DONGSE BIKIN FANTASY BEGINIAN KAAAAAK.

    Ada beberapa paragraf yg kalimatnya boros tapi lupa di mananya bikos idi ceritanya panjang banget waks gapayah deh acara review review an pokoknya wis tak baca dan secepatnya keluarkan versi lain kyaaaa /ditabok/

    KAKPENTUL KUSAYANG KAMUUUU 💜

    Like

    1. HALA HALAA PADAHAL KAKYAY LEBIH MASTER BKIN YANG FANTASY GINI AWWEUK! UDA ADA SERI LAIINNYAA KOK DIBACA YA MWAAH ❤ DITUNGGU AJA PART 1 NYA SOALNYA MASIH RISET AKUNIH APALGI MEREK MAU KAMBEK KAN SIALAN :") SAYANG KAKYAY JUGAA MWAH ❤

      Like

  3. NADSE YOU’RE DA REAL MVP! JJANG AJU NICE!!

    Okay maafkan daku yang baru aja baca karena baru dapet hikmah untuk bangkit dari persembunyian dan beli kuota buat on di laptop, dan langsung aja aku cari ini karena aku penasaran XD OKAY SALAM PEMBUKA CUKUP SEKIAN.

    BUKU HITAM? AWAS RHEA MUNGKIN ITU CATATANNYA TOM MARVOLO RIDDLE YANG MENGGUNAKAN TUBUHMU UNTUK MEMBUKA CHAMBER OF SECRET! (EH) NGGA TAU AJA AKU TIBA2 INGET SAMA HARRY POTTER PAS LIAT BUKU HITAM TANPA TULISAN, DAN WEHWEHWEH AKU BUKAN TIPIKAL ORANG YANG NGERTI KODE2AN TERUTAMA DARI MV KARENA SEJATINYA AKU SELALU BINGUUUUNG SAMA MAKSUD MV MX YANG ALL IN (YANG BTS HYYH AJA MASIH PUSING SAMPE SEKARANG……) TAPI ENTAH KENAPA INI SEJALAN DENGAN MV? KAMU PASTI MENELITIK HINGGA KE TITIK YANG TIDAK TERJANGKAU SUPAYA MENCIPTAKAN TULISAN FANTASI INI! KAMU SUNGGUH WARBYAZAHHHH!

    INI MASIH RHEA POV YA? KU TUNGGU KETIKA ANGGOTA MX LAINNYA MUNCUL DARI PERADABAN(?) AKU BAKALAN STAY TUNE DI SINI KEEP WRITING NADSEEEE! JANGAN PUTUS TENGAH JALAN KARENA BIKIN FIC CHAPTER ITU BANYAK RINTANGAN(?) SEKALI LAGI, AJU NICE!!!!!! XD

    (anjay, aku komentar cam pidato……)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s