[Oneshot] Fall

Fall

A fiction by bebhmuach (@bebh_muach)

 

Starring [MONSTA X] Chae Hyungwon & [chodella’s OC] Cheryl Hwang

Support cast [MONSTA X] Yoo Kihyun

Oneshot || Friendship, little bit Romance, Fluff (maybe)  || PG

 

Happy birthday untuk chodella (maaf telat sehari hadiahnya, hehe). Wish you all the best kembarankuuu^^

Maaf untuk typo yang bertebaran, HAPPY READING^^

 

Apa pun jenisnya, yang namanya jatuh itu sudah pasti sakit. Begitu pun dengan jatuh cinta.

©2016 bebhmuach

 

Lebih baik kisah ini dimulai sewaktu Hwang Cheryl sudah sampai di bar langganannya. Jika ingin tahu, Cheryl hari ini sudah berias diri semenarik mungkin demi bertemu dengan Yoo Kihyun. Pemuda tampan dan bermata sipit nan menggemaskan dari divisi pemasaran yang sudah dua bulan belakangan bertitel kekasihnya.

Pertemuan mereka kali ini didasari permintaan Kihyun yang menelpon bahwasanya ada yang perlu mereka bicarakan empat mata dan tidak bisa ditunda. Cheryl paling benci jika ada yang memintanya untuk mengakhiri hubungan tanpa ada alasan yang jelas.

 

“Sepertinya, hubungan kita tidak akan berhasil. Lebih baik kita akhiri sampai di sini.”

 

Suara Kihyun masih terus terngiang di kepalanya. Usai mengumpat karena kakinya terasa pegal lantaran menggunakan sepatu hak tinggi, ia meneguk wiski membiarkan pahitnya mendominasi lidahnya. Berharap cairan itu melayangkan pikirannya ke hal-hal yang sedikit menyenangkan.

 

“Kihyun memutuskan hubungan.”

 

Pernyataan itu singkat, namun cukup memaksa alis Hyungwon berjungkit naik selagi dirinya meletakkan gelas wiskinya di atas meja. Sedikit bingung, pemuda itu langsung menoleh ke arah Cheryl yang berada di sampingnya.

 

“Maksudmu? Kalian putus? Kihyun membuangmu?”

 

Sebenarnya Cheryl enggan merespon ucapan sengau satu karibnya itu—terutama kalimat tanya terakhir yang terkesan berlebihan. Belum ada jawaban. Cheryl masih setia mengarahkan irisnya ke arah luar jendela, mengamati pergerakan rintik hujan. Detik berikutnya gadis itu mengangguk kecil sebagai jawaban.

 

“Pantas saja, hari ini X-One lampunya redup,” celetukkan tidak pas dari Hyungwon tak semerta membuat Cheryl ingin tertawa.

 

Melihat ekspresi datar yang terpampang sukses membuat pemuda itu bertanya-tanya. Cheryl bahkan sudah kembali memandang hujan yang turun di luar sana.

 

“Apa alasannya?”

 

Yang ditanya hanya mengedikkan bahu, lantas menoleh sekilas untuk menatap Hyungwon. “Entahlah.”

 

“Lelaki bodoh mana yang memutuskan hubungan tanpa ada alasan yang jelas?”

 

“Buktinya ada,” sahut Cheryl seraya tersenyum remeh. “Kihyun itu termasuk pria bod—”

 

Ucapan Cheryl terpotong kala Hyungwon tahu-tahu menyampirkan lengan di atas pundaknya, menarik tubuhnya mendekat.

 

“Kau tenang saja. Masih banyak pria tampan di luar sana yang akan mencintaimu dengan tulus.”

 

Gadis itu mengulum senyum. Pandangan mereka bertemu beberapa jenak, tangan Hyungwon tanpa sadar bergerak maju menyingkirkan anak-anak rambut yang menghalangi pandangan Cheryl.

 

“Jadilah kekasihku.”

 

Cheryl sadar betul jika telinganya tak berkhianat, lagi pula saat ini ia tidak dalam kondisi mabuk berat. Dalam keadaan biasa, ia tahu bahwa ucapan itu dilontarkan sebagai candaan. Dua tahun mengenal Chae Hyungwon, ia tahu jika pemuda itu memang senang membuat guyonan. Akan tetapi hari ini berbeda, tak terselip nada jenaka di perkataannya. Ia mengatakannya dengan lugas.

 

“A—aku—”

 

Suara terbata-bata Cheryl mengakibatkan adanya kekeh sarkastis sebagai tanggapan, sementara gadis itu tak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan kening.

 

“Kenapa gugup? Kau pikir ucapanku sungguhan?” Tawanya menggelegar.

 

Cheryl buru-buru menggeleng, tetapi lekas menghentikan gerak kepalanya lagi ketika ia sendiri merasa kebingungan. Raut wajahnya berubah kecewa, melihat Cheryl mengacuhkannya dan malah meneguk kembali wiski dengan khidmat.

 

Keduanya terdiam selama beberapa saat. Cheryl bingung. Namun ia tidak bisa membiarkan keheningan itu berlalu lama. Terlihat ragu sejenak, tetapi akhirnya ia bergumam, “bukankah seharusnya kau menghibur sahabatmu yang sedang sedih?” Cheryl mencoba menggoda Hyungwon yang mendadak diam, memaksanya untuk mengulas sedikit senyum.

 

“Kau tenang saja.” Gadis itu tak menolak ketika Hyungwon menepuk-nepuk punggungnya perlahan. “Akan ada pria yang tulus mencintaimu. Maka itu, kau harus membuka matamu lebar-lebar.”

 

Cheryl tertawa serenyah kepingan kukis. Ia tampak sadar betul jika dirinya menarik saat tertawa seperti itu—dan Hyungwon menyukainya.

 

“Apa pun jenisnya, yang namanya jatuh itu sudah pasti sakit. Begitu pun dengan jatuh cinta. Jadi, kau harus sudah siap.”

 

Belum sempat Cheryl memikirkan maksud di balik kalimat tersebut, Hyungwon sudah bangkit berdiri. Ia bergumam jika kepalanya sudah pusing dan ingin segera pulang. Tanpa ingin bertanya lebih lanjut, Cheryl setuju untuk mengakhiri acaranya malam ini.

 

-o0o-

 

Cheryl terjaga semalaman. Entah mengapa ia tidak bisa melenyapkan ucapan Hyungwon dari benaknya.

 

“Jadilah kekasihku.”

 

Rasa-rasanya ada orang yang melumuri kalimat itu dengan lem lantas ditempelkannya tepat di dalam kepalanya. Susah sekali hilang, menyebalkan. Suara ‘bruk’ itu sukses menyela pemikiran Cheryl yang sudah meracau kemana-mana.

 

“Lama-lama aku bisa gila kalau begini,” gumam Cheryl sembari memungut bukunya yang tak sengaja terjatuh saat ia melamun.

 

Kursi kerjanya yang ia duduki telah ditinggalkan, pun dengan dirinya yang berjalan menuju vending machine. Cheryl menahan langkah di ujung koridor, rasa-rasanya sepatu yang ia kenakan menempel permanen di lantai keramik yang tengah dipijaknya. gadis itu tak mau beranjak kalau Kihyun masih ada di sana.

Hari ini dia memakai kemeja putih dibalut jas biru tua yang senada dengan celana bahannya. Ia hanya tidak menyangka jika tuhan akan mempertemukan dirinya dengan Kihyun di sini. Sebenarnya sih, Cheryl tak perlu memiliki pemikiran seperti itu karena bagaimana pun juga mereka berdua masih bekerja dalam satu perusahaan yang sangat memungkinkan mereka bisa bertemu di mana saja.

 

“Hai, Cheryl.”

 

Si empunya nama hanya bisa tersenyum canggung, dan lantas kedua kakinya secara otomatis mendekat ke arah vending machineyah, yang jaraknya hanya beberapa senti dari posisi Kihyun berdiri sekarang.

Keterkejutan Cheryl semakin menjadi kala melihat pemuda itu dalam jarak sedekat ini. Menatapnya dalam-dalam hingga larut pada luka di rautnya.

 

“Wa—wajahmu—”

 

“Hanya perkelahian kecil.” Kihyun buru-buru menyela.

 

Berkelahi katanya? Cheryl membatin selagi pandangannya terpatri pada Kihyun. Ia mengenal Kihyun sebagai pemuda yang memiliki sifat bukan layaknya berandalan. Jangankan memukul orang, bahkan membentak saja tidak pernah ia lakukan.

 

“Maaf. Seharusnya aku mengatakannya saat itu.” Cheryl terdiam, tidak tersenyum atau menanggapi ucapannya. Kihyun semakin merasa bodoh. “Maafkan aku yang sudah memutuskan hubungan kita tanpa ada alasan yang jelas. Sebenarnya aku memiliki hubungan lain dibelakangmu. Ini terdengar konyol, memang. Tapi kurasa, aku harus meminta maaf untuk itu.”

 

Kernyitan pada dahi Cheryl makin tercetak jelas. Untung saja, semalam wiski agak membantu meredakan amarahnya yang sempat meluap-luap. Kini yang tersisa hanya hampa—tambahkan sedikit kekecewaan.

 

“Kau tak perlu menjawab permintaan maafku sekarang.” Satu senyum kecil Kihyun merekah di belahan bibirnya.

 

Cheryl bisa mengingat rasanya. Dia hanya seorang gadis yang jatuh cinta. Faktanya, Cheryl mencintai Kihyun. Kihyun mencintai gadis lain. Ia sangat marah tentu saja, tapi apa gunanya sekarang? Toh, hubungan di antara mereka sudah berakhir.

 

Kihyun membawa langkahnya melewati Cheryl, namun mendadak ia menghentikan langkahnya.

 

“Hyungwon mencintaimu.” Cheryl menoleh, memandangnya dengan tatapan yang sukar terbaca. Sementara Kihyun hanya menyunggingkan seulas senyum timpang dan lantas beranjak pergi.

 

-o0o-

 

“Awas pintu!”

 

Satu kerjapan, dan Cheryl bisa merasakan rasa malu merambatinya saat ia menghentikan langkah tepat beberapa inci dari pintu kaca kafetaria. Fokusnya yang sempat melayang seketika kembali.

 

“Jangan melamun jika sedang jalan.” Cheryl bisa menangkap kekeh tawa Hyungwon yang berada di sampingnya.

 

Mendadak beribu-ribu rintik air tercurah dari langit. Membuat keduanya tak punya pilihan untuk berlari menuju halte bus terdekat. Kemeja putih Cheryl basah kuyup tak jauh berbeda dengan celana jeans-nya yang bernasib sama. Sadar beberapa orang di sana menatapnya, Cheryl berusaha menutupi tubuhnya yang basah—salahnya memakai kemeja putih.

Tahu-tahu saja Hyungwon melepas jaketnya dan bergerak untuk menyampirkan benda itu ke atas pundak Cheryl dari samping. Sang gadis bergeming, lantas Hyungwon merangkul pundaknya, menjauhkannya dari beberapa orang-orang yang juga berteduh di sana.

 

“Hujan seperti ini akan lama, sebaiknya kau mampir dulu ke apartemenku. Biar nanti kupinjam mobil Wonho untuk mengantarmu pulang.”

 

Cheryl menolak dengan gelengan tak setuju. “Aku bisa menunggu sampai busnya datang. Kalau ada sesuatu yang perlu kaukerjakan, kau bisa dulu—”

 

“Biasanya kalau hujan seperti ini, kau memilih menghangatkan diri di apartemenku,” potong Hyungwon.

 

Ucapan itu benar, dan Cheryl tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memberikan cengiran kecil. Lelaki itu benar-benar memahaminya. Terlebih karena fakta jarak tempuh rumah Cheryl yang lumayan jauh, membuat gadis itu selalu menjadikan apartemen Hyungwon sebagai tempat persinggahan. Cheryl menatap Hyungwon sebelum pemuda jangkung itu menambahkan, “jangan lama-lama berpikirnya, kau bisa sakit.”

 

Anggukkan tanda setuju seketika memberi helaan napas lega dari Hyungwon. Tanpa berusaha sabar dan tanpa payung, keduanya berlari menerjang hujan deras.

 

-o0o-

 

“Pakai dulu baju ini, sementara bajumu dikeringkan. Aku mau membuat ramyun.” Acakan lembut pada rambut Cheryl membuat rona merah muda muncul di kedua pipinya. Gadis itu mengangguk, lalu bergegas menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.

 

Tak lama, Hyungwon menoleh tepat kala pintu kamar mandi terbuka. Sosok Cheryl dengan kaus merah miliknya berdiri di sana, rambutnya yang basah sudah terbalut handuk.

 

“Cepat kemari. Kau harus menghangatkan badan.” Terselip nada khawatir pada suara sang lelaki. Tambahkan fakta bahwa Cheryl tengah bersin di sana, cukup membuat Hyungwon cemas.

 

“Tenang saja.” Jeda sejenak seakan bisa membaca isi pikiran Hyungwon, Cheryl mengimbuhkan selagi menghenyakkan diri di bangku. “Ini hanya karena udara dingin. Aku bersin kalau kedinginan.” Dengan segera menyantap ramyun yang sudah terhidang di atas meja.

 

“Ususmu panjang juga, atau jangan-jangan lambungmu ada empat seperti sapi,” komentar si gadis lantaran memandangi Hyungwon yang lahap menyantap ramyun, kimchi, dan kimbap segitiga tanpa jeda.

 

Yang diajak bicara lantas mengibaskan tangan asal-asalan dan bicara di sela-sela kunyahan. “Aku makan banyak kalau kedinginan.” Hyungwon berdecap-decap hingga mulutnya berlepotan minyak, membuat Cheryl menyunggingkan senyuman.

 

Hening menyambut. Selama beberapa jenak keduanya menikmati makanan dalam diam. Hingga akhirnya Hyungwon buka suara membelah keheningan.

 

Hm—” Ia berkemam, meletakkan sumpitnya di atas bibir mangkuk sebelum bibirnya kembali bergumam. “Kau terlihat aneh? Apa masih memikirkan Kihyun?” Pertanyaan itu meluncur dan sukses memaksa Cheryl mendongak dan mengerutkan kening.

 

Cheryl mendengus. “Untuk apa aku masih memikirkan pria yang tukang selingkuh seperti dia? Ada-ada saja kau ini.”

 

“Jadi kau sudah tahu?”

 

“Kemarin tidak sengaja kami bertemu di kantor, dan Kihyun tiba-tiba menceritakan semua—” Cheryl mendadak menghentikan ucapannya dan menatap satu kawannya itu lamat-lamat. “Kau juga tahu?”

 

Hyungwon bungkam.

 

Cheryl menudingnya dengan sumpit. “Kenapa kau tidak memberitahuku? Sahabat macam apa kau ini?” sungutnya.

 

Hyungwon menyentil dahi Cheryl, dan membuat gadis itu mengerang sakit.

 

“Aku sudah membuatnya mengaku sendiri padamu. Bukankah itu lebih baik?”

 

Eh? Apa maksudnya?

 

Agaknya Hyungwon tidak ingin menjelaskan lebih, ia segera bangkit dan merapikan mangkuk-mangkuk untuk dicuci. Melihat Cheryl yang masih duduk termangu, pemuda itu segera mengimbuhkan, “sepertinya bajumu sudah kering, kau bisa langsung ganti. Aku akan ke sebelah untuk meminjam mobil setelah mencuci mangkuk.”

 

Tanpa berkata, Cheryl hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Pikirannya sibuk mengolah kalimat yang sempat ia sadur dari perkataan Hyungwon tadi.

 

-o0o-

 

Hyungwon mengantarkan Cheryl pulang dengan selamat. Mobil yang dikendarainya masih berhenti di depan pagar rumah sang gadis. Keduanya masih di dalam mobil, tak ada yang mengubah posisi mereka. Beberapa kali Cheryl menarik napas canggung sebelum akhirnya mulai berbicara dengan nada pelan.

 

“Terima kasih.”

 

Ah, betapa senangnya Cheryl lantaran dapat mengatakan itu. Hyungwon tersenyum kecil. Tak ada kata yang terucap untuk beberapa saat kemudian. Biasanya, pemuda itu akan mengelus puncak kepalanya atau mencubit pipinya dan berjalan pulang ke apartemen. Namun hari ini tampaknya lelaki itu tak punya keinginan untuk cepat pulang padahal cuaca malam ini cukup dingin.

 

Cheryl menghela napas. Separuh karena kedinginan, dan sebagian lagi karena dirinya merasa canggung.

 

“Cheryl.” Hyungwon menyebutkan nama itu lamat-lamat sebelum melanjutkan. “Sebenarnya kemarin lusa sepulang dari bar itu, aku menemui Kihyun.”

 

Kalimat itu menjadi alunan musik yang membawanya masuk pada memori dua hari lalu.

 

Yoo Kihyun yang dikenal sebagai tipikal pemuda idaman gadis, ternyata berselingkuh—tak sengaja dipergoki langsung olehnya. Sontak saja, Hyungwon langsung menghajarnya tanpa ampun. Kihyun membalas satu pukulan dan langsung dibalas dengan tinju bertubi-tubi. Tentu saja Kihyun kalah telak, tubuhnya langsung tersungkur di atas lantai kedai kopi.

Kihyun pantas dilabeli kata berengsek. Bukan hanya kedapatan berselingkuh, tetapi ia melakukan hubungan kotornya di tempat langganannya berkencan dengan Cheryl. Pemuda berambut karamel itu menyelamatkan dirinya dengan kalimat ampuh.

 

“Apa kau mencintai Hwang Cheryl?”

 

Kembali satu pukulan menghujani wajah Kihyun. Hyungwon tetap bungkam. Kihyun tersenyum miring, entah mencemooh tinju Hyungwon yang sudah tidak bertenaga lantaran kelelahan atau mungkin ia sudah tahu isi kepala Hyungwon yang sesungguhnya.

 

“Kenapa kau tidak jujur saja? Apa sulitnya jujur dengan perasaanmu sendiri? Malah bersembunyi di balik kata sahabat.” Jeda sejenak, Kihyun mencoba bangkit sebelum melanjutkan. “Kau membohongi dirimu sendiri, Hyungwon.”

 

Hyungwon menarik napas dalam, hendak muembantah namun ia menyadari hal itu tidak tepat untuk dilakukan. Karena Hyungwon memang mencintai Cheryl.

 

Putaran film lama itu tergulung selesai, ketika suara Cheryl tertangkap rungunya. “Terima kasih.”

 

Hyungwon menoleh ke arah Cheryl, selagi gadis itu memajang senyum manisnya.

 

“Berkat kau, pria bodoh itu mengakui kesalahannya.” Hyungwon tak menghindar ketika Cheryl mulai menepuk-nepuk pundaknya. “Kau sahabatku yang terbaik.”

 

Hening sejenak. Cheryl tidak berkomentar, tapi juga ia tidak menolak ketika tangan Hyungwon menggenggam tangannya.

 

I do care of you.

 

“Aku juga,” timpal Cheryl canggung yang diikuti sudut-sudut bibirnya yang menjungkit. Entah mengapa, ketika ia menangkap sorot mata Hyungwon jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat.

 

“Masuklah.” Hyungwon kembali buka suara seraya melepaskan genggamannya. Cheryl kemudian mencoba membuka sabuk pengaman, namun gagal.

 

“Kelihatannya macet.” Kedua tangannya masih sibuk menekan tombol push yang tidak berfungsi selayaknya.

 

“Sini kubantu.”

 

Hyungwon mengubah posisi duduknya guna membantu Cheryl. Kini wajah mereka tak sengaja berdekatan; dua pasang mata saling beradu. Tak ada yang mengubah posisi mereka, namun yang terjadi beberapa detik selanjutnya membuat Cheryl menahan napasnya sejenak.

Satu senyuman dari Hyungwon dan kemudian ia bergerak maju memangkas jarak. Tidak memerhatikan ekspresi terkejut Cheryl yang muncul sesudahnya.

 

Bahkan tak menolak ketika Hyungwon menempatkan bibirnya di atas miliknya. Ia memejamkan mata, tangannya balas menggenggam tangan Hyungwon erat. Membiarkan pemuda itu menyelesaian apa yang telah ia mulai.

 

Udara dingin menerpa ketika jarak kembali tercipta. Hyungwon masih betah memandangi si gadis. Tetapi kejutan belum berakhir sampai di situ.

 

Selang beberapa detik Hyungwon berujar, “aku mencintaimu, Hwang Cheryl.”

 

Sang gadis tak langsung merespon, membiarkan sorot mata bertemu selama beberapa saat.

 

It’s really ridiculous, isn’t it?”

 

Sang gadis tak berpikiran sama.

 

“Terima kasih sudah jujur.”

 

“Itu artinya ‘iya’?” Kedua pupil Hyungwon melebar.

 

Memutuskan untuk berhenti berbasa-basi, Cheryl lantas membawa Hyungwon ke dalam pelukannya.

 

“Seharusnya aku pun bisa jujur sepertimu.” Cheryl menggigit bibir bawahnya sejenak, melempar keraguan. “Terima kasih kau selalu ada di sampingku, Won. Mungkin kita bisa memulainya pelan-pelan.” Suara Cheryl mengecil.

 

“Aku tahu. Akan terasa aneh jika sahabat berganti peran menjadi pacar. Aku bisa bersabar.”

 

“Terima kasih.”

 

Kelanjutan kegiatan mereka itu harus terhenti oleh suara ketukan yang berasal dari jendela mobil. Di luar sana, Hwang Clara—kakak Clara—sudah mengetuk-ngetukkan jarinya tak sabar. Membuat keduanya buru-buru melepaskan pelukan. Cheryl pun lekas keluar dari mobil dan masuk ke rumah bersama Clara.

 

-o0o-

Cheryl langsung menghamburkan diri di atas kasur setelah menutup pintu kamarnya. Beruntung sang kakak tidak memberikannya pertanyaan-pertanyaan aneh yang sulit dijawab.

Beberapa saat kemudian ponselnya berdering, satu notifikasi pesan masuk.

 

Cheryl sedikit terhenyak melihat nama pengirim yang terpampang di layar ponselnya. Namun detik berikutnya satu senyuman merekah.

 

From: Hyungwonnie~

Terima kasih untuk hari ini. Jadi, sekarang aku boleh memanggil Sayang?

 

To: Hyungwonnie~

Terima kasih kembali, Sayang~

 

 

End.

 

 

Hepi besdey sekali lagi untukmu chodella. Selamat tambah tua hihiiii… Maaf ya jika kadonya tak sesuai harapan.

Advertisements

Author: 델라

Let's make our imajination!^^

9 thoughts on “[Oneshot] Fall”

  1. ouhhhhhh,, bisa2 aku selingkuh dr changkyun trus balikan sma hyungwon nih setelah baca ini wkwk asli, mature+cheesy bgt disini ainggggg aku senyum2 ndiri masaa ㅋㅋ baca adegan pas dimobil sampe njengkang wkwk amponnnn won~ aku terjatuh padamu heheuttt

    Liked by 1 person

  2. salaaaaah satu author favorite akuh niih bahhaha ketemu diamana mana,, bahhahah
    lain kali boleh req sikesayangan aku yang keren itu rd:kihyun jadi orang yang nyesel ninggalin perempuan yang sayang banget sm dia gak bhahhaa bikin dia menderita gitu bnahahahah (astagaaaaa)

    Like

  3. AKU JALAN JALAN DAN LANGSUNG TERJINGKAT PAS BACA AUTHORNYA. BRB BACAA…..

    iiihhh sumpah ini ngefeel banget. percaya gak aku baca ini nghabsin waktu bermenit-menit. MASALAHNYA SEMUA KEBAYANG JELAS. kecenya kihyun mgesmirk2 gajelas, gantengnya hyungwon SEMUA NYA JELAS. (dan aku jg membayangkan cheryl ini kecil seperti tinkerbell unyu sekali :3)

    dan pas momen2 akhir yang kehujanan itu… sambil membaca banyak kejadian di kamarku,
    pertama, pas baca bagian “Kau sahabatku yang terbaik.” —JLEB
    kedua, pas baca bagian “I do care of you.” —– SPIDOL BUKU TERLEMPAR
    ketiga, pas baca bagian “aku mencintaimu, Hwang Cheryl.”—– SAYA TERSUNGKUR

    tapi maaf… untuk bagian
    “Terima kasih untuk hari ini. Jadi, sekarang aku boleh memanggil Sayang?”
    ku terbayang wajah meme hyungwon jadi saya ngakaaaakk XD

    tapi ini cutie sweetie bangeett duh syuka ❤

    HBD SEKALI LAGI UNTUK KAKCHODELLA :*

    (ps : ini kok komenku rusuh bnget, maafkan)

    SEMANGAT NULIS TERUS KAKCUNTIK ❤ Semoga lain waktu bisa buatkan untukku /sesat KWKWKWKW ❤

    Liked by 1 person

    1. Alhamdulillah.. Aku bikin ini di masa transisi webe ku yg nyaris akut dek 😂😂😂 Aku sedang berusaha lari dari si webe. Bahaya klo klamaan webe nya 😂

      Like

  4. Ya allah kakk😭 ngfeel asli kakk. Aku duggeun duggeun ya allah :”) berasa kebawa beneran wakakak apa daya oppa fana :’) hm wkwkwk
    Makasih banyakkk kak dell😘 makasihh nyempetin nulis disaat wb gitu kkk ff nya sukses buat aku ga kontrol jantung😂 bisa bgt dah kakdel bikin anak orang deg”an wkwk

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s