[Oneshot] Hello

Hello

A story by mintulli

Lee Jooheon – Jooheon (MONSTA X)

Shin Hoseok  –   Wonho (MONSTA X)

Kihyun, Changkyun, Shownu, Minhyuk, Hyungwon (MONSTA X)

Shin Naline  –  Naline (OC)

Slice appearence Shin Sekyung  – Actress

And others

AU, Slice of life, Family ,Friendship

Oneshot| General

Kau, laki-laki yang suka aegyo itu bukan?

 

 

Dilangkahkan tungkai si gadis menyusuri bandara sembari menyeret koper besar dengan warna yang serasi dengan coat yang dikenakannya. Sepatu vans yang bergesekan dengan lantai pun teredam oleh suara riuh ramai Bandara. Sama dengan yang lain, gadis ini tiba di negeri ginseng dengan hati yang sumringah. Tentu saja harus seperti itu. Pasalnya selama lima belas tahun ia tak menjejakan kaki dan tak pula menghirup udara segar disini.

Hal pertama yang ingin dilakukannya adalah bertemu dengan kakaknya, Wonho. Bukan berarti Naline tak ingin menemui Sekyung –kakak sulungnya. Hanya saja dia lebih merindukan Wonho. Tepat selama itu, Naline tak pernah bertatap muka dengan Wonho. Karena dia di Jerman sedang kakak tampannya ini tinggal di Korea. Pun jika bukan karena Sekyung seorang model yang punya banyak pekerjaan di luar negeri, ia mungkin juga tak melihat adiknya tumbuh menjadi remaja yang jelita.

 

Jika mencoba mendalami bagaimana cerita keluarga Shin yang terpandang ini, maka itu akan sangat panjang. Singkatnya, Naline adalah gadis yang cepat sekali belajar. Semua hal disekitarnya diketahu dengan cepat dan tepat.

Cerdas.

Ya, seperti itulah gambaran Naline. Dalam benak orang tua, ada keinginan untuk mencari sekolah yang sesuai dengan kemampuan sang anak.

Karena Tn. Shin juga secara kebetulan ditempatkan oleh perusahaan bisnisnya di Jerman, dibawalah Naline pergi disana dan tinggal berdua dengan sang ayah. Sesekali nenek dan kakeknya di Jerman mengunjungi untuk mengawasi tumbuh kembang gadis berdarah campuran ini.

Kini, setelah lulus sekola, Naline memutuskan kembali. Dia sudah pulang dan tak sabar untuk menemui kakaknya.

 

Berjam-jam Naline mendudukkan badannya di kursi tunggu Bandara, tapi Sekyung tak jua datang. Ditengoknya ke kanan lalu lawan arahnya, Naline tetap saja tak melihat sosok sang kakak.

Apa mungkin dia sedang sibuk?

 

Gadis ini lalu merogoh tas kecil nya, lantas mulai mencari kontak sang kakak untuk segera dihubungi. Tepat satu menit nada tunggu, sambungan telepon akhirnya terjawab.

“Kau tak lupa menjemputku kan, eonnie?”

 

“Tidak sayang, sama sekali tidak. Maafkan aku. Tapi manager baru saja menghubungi ku untuk segera siaran menggantikan temanku.”

 

Sekyung rupanya tak hanya bekerja sebagai model. Ia juga menjadi announcer di salah satu satelit radio terbaik di Seoul. Tak heran jika ia sedang siaran, maka banyak sekali kaum adam yang menelpon ketika sesi tanya jawab di buka. Jangan ditanya perihal apa yang mereka tanyakan. Kalian pasti sudah tahu pertanyaan apa untuk seorang model cantik yang bertalenta seperti Sekyung.

“Baiklah, lalu aku harus pulang sendiri?”

 

“Ah tidak-tidak! Aku sudah menghubungi Wonho untuk menjemputmu. Mungkin….

 sepuluh menit lagi, kau tunggu saja ya?”

 

Sungguh diluar dugaan, Naline akan bertemu dengan kakak kesayangannya dengan cepat.  Terlihat jelas kurva yang terbentuk di sudut-sudut bibir Naline. Ia terlalu antusias sampai hanya menjawab pesan Sekyung ala kadarnya lantas segera memutuskan sambungan.

Obsidiannya diarahkan ke segala penjuru. Takut-takut kalau mungkin Wonho sudah datang dan menunggu disuatu tempat. Ahh.. ceroboh sekali Naline. Harusnya sebelum menutup telepon tadi, ia tanyakan berapa nomor  kakaknya yang bisa dihubungi sekarang.

Lama sekali menunggu, sampai katup mata Naline hampir menutup dan jam sudah menunjukkan waktu sore, Wonho tak juga datang.

Ada banyak hipotesa yang mungkin dari benak si Naline.

Mungkin Wonho lupa akan wajahnya, mungkin Wonho salah jalur, mungkin Wonho tak mengenalinya. Yaa, sekitar itu. Jadi begitu sabarnya Naline sampai dia kembali menunggu sang kakak tanpa harus menghubungi Sekyung lagi.

 

Dari kejauhan sesosok badan tegap tinggi besar dengan pakaian resmi yang lengkap beserta tuxedo dan pita kupu-kupu berjalan mendekati Naline –jangan lupa juga kacamata hitamnya yang mengkilap. Naline tentu merasa pria itu sedang mencari dirinya. Bukan masalah dia terlalu percaya diri, hanya saja… tak ada orang lain disekitar sana kecuali dia yang sedang duduk.

Naline mencoba menebak-nebak apakah ini Wonho? Bagaimana bisa dia jadi sangat tinggi sekali.

Begitu sudah dekat, Naline menundukkan sedikit badannya untuk melihat dari bawah kacamata –apakah itu kakaknya atau bukan. Melihat dari gelagatnya, sepertinya memang bukan.

 

“Tuan Wonho mengutus saya untuk menjemputmu dan mengantarkanmu ke Mango Six.”

“Ah, jadi kakakku ada disana?”

Pria itu mengannguk. Ia raih koper dan beberapa tas tenteng yang dibawa Naline dari Jerman sebagai buah tangan.

“Mari ikut saya.”

Tak banyak bertanya, Naline membuntuti jalan pria itu. Masuk ke dalam mobil mewah, dan segera melesat pergi menemui sang kakak.

 

Wah, kak Wonho keren sekali.

 

 

  • ••

 

Wonho sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Demi kedatangan adik yang beribu-ribu kata rindu jika diucapkan tak akan sebanding dengan bagaimana perasaan ingin bertemu sang adik, ia memesan tempat khusus di cafe favorit nya dengan Sekyung. Ia dekorasi sedemikian rupa dibantu para karibnya juga si dia nya Wonho yang sengaja diundang. Lalu adik dari teman-temannya pun datang bergantian.

Setelahnya mereka menata beberapa minuman dan makanan –serupa pesta selamat datang. Juga perayaan ulang tahun Naline yang sudah telat hampir satu bulan. Yah, Wonho memang begitu menyayangi keluarganya. Ia ingin membuat sesuatu yang istimewa untuk adiknya meski sudah mengucapkan selamat ulang tahun lewat sosial media.

“Aku hanya penasaran bagaimana adikmu.” Interupsi Minhyuk membuat semua orang tertawa kecil.

“Kalau Sekyung nuna cantik, pasti adikmu lebih dari itu.” Hyungwon berujar.

Semua orang selalu menganggap bahwa teori orang dulu itu benar. Bahwa keturunan paling terakhir adalah yang terbaik. Melihat Sekyung yang memang berparas menawan, lalu Wonho dengan ketampanan yang tak wajar, mereka rasa adik Wonho pasti luar biasa fantastis.

Wonho hanya tersenyum nakal dengan opini teman-temannya. Dia mungkin juga berharap yang sama. Tapi tetap dia tidak tahu. Yang terpenting itu adalah Naline, adiknya yang merantau ke Jerman.

 

“Kita lihat saja. Aku juga sudah lima belas tahun tak bertemu dengannya.”

“Lima belas tahun?” sejemang, Clara –si dia yang diundang Wonho, dengan alasan mengundang ‘tetangga depan rumah’,  lalu mulai tertarik dengan pembicaraan para pria.

Wonho hanya mengangguk, Kim Dayoung – si dia dari Minhyuk yang masih berstatus pendekatan dan datang karena ajakan Clara untuk menemaninya, juga tak kalah terkejut. Selama itu kah mereka tak pernah bertemu?

“Bagaimana bisaa….?”

 

Dari situ Wonho kembali bercerita tentang kisah saudara antara adiknya dengan dirinya yang berjarak waktu dan tempat. Demi keinginan orang tua, ingin anaknya ada yang bertitel lulusan dari Jerman, setidaknya walau bukan sekolah tinggi. Tuntutan hidup, karena dari keluarga terpandang.

 

Lama sekali Wonho bercerita, ponselnya memutus cerita. Bergetar berkali-kali sampai Wonho sedikit gelagapan ketika merogoh sakunya. Begitu melihat nama pada layar ponsel, ada perasaan senang bercampur terkejut yang terpancar jelas pada garis wajah lelaki bermarga Shin itu.

 

“Kak! Kau dimana?”

 

                “Ah! kau jalan saja … eumm! Arah jam dua! Aku disana memakai kemeja hitam.”

 

Naline sedikit memutar tubuhnya setelah sekian lama dia bertahan dari tatapan tajam orang-orang seperti berujar ‘gadis dari mana dia?’

Ia lalu menemukan Wonho yang sedari tadi dirinya tahu bahwa adiknya sedang berdiri disana. Wonho lambaikan tangan kearah sang adik, lantas ia juga melakukan yang sama sambil melangkahkan tungkainya cepat kearah meja yang sudah di pesan Wonho.

Semua sorot manik mengarah pada gadis berwajah campuran Korea-Jerman itu. Tak terkecuali pemuda bernama Jooheon, teman baik Wonho. Jika semua merasa kecewa, sebenarnya iya. Mereka terlalu berekspetasi tinggi tentang bagaimana fisik seorang Naline. Nyatanya itu sama sekali tidak serupa yang ada dalam bayangan. Terutama pada Jooheon yang sempat membuat imajinasi tentang si adik Wonho yang mungkin bak malaikat.

 

Naline tidak tinggi. Badannya cukuplah standart gadis remaja pada umumnya. Ah, anggap saja dia mungil. Sebab mungkin jika disandingkan dengan Wonho, Naline hanya setinggi lehernya atau beberapa inci dibawah itu.

Ia memiliki mata yang berbeda dengan Sekyung ataupun Wonho. Besar, dengan kelopak mata lebar yang sempurna terlihat seperti ia memiliki tiga lipatan mata disana. Irisnya pun berwarna hitam gelap. Hanya garis-garis yang mengitari lensanya berwarna coklat sedikit muda –itupun jika dilihat dari jarak dekat.

Alisnya tebal, bulu matanya pun lentik. Kulit putihnya khas orang Jerman. Berbeda dengan Wonho ataupun kakak sulungnya. Surai gadis itu ikal. Dikuncir kuda dengan ujung-ujungnya yang sedikit keriting. Ketika Naline berlari mendekat, maka surainya terlihat naik-turun –lucu sekali.

Hanya ada satu hal yang sedikit mirip dari Naline dengan Wonho. Cara mereka tersenyum. Sama lebar dan menyenangkannya.

Dan oh! Dari semua tamu yang diundang Wonho, Jooheon lah yang paling terkejut. Alasan pertama, karena ekspetasinya meleset. Alasan kedua, karena justru ini lebih menarik perhatian Jooheon. Memang bukan seperti malaikat, bagaimana jika dia lebih mirip tinkerbell?

 

Tanpa menyadari presensi tamu-tamu kakaknya, Naline segera menyambut pelukan hangat sang kakak. Selama beberapa saat, mereka disuguhkan adegan drama mengharukan. Antara adik dan kakak yang tak berjumpa se-lama itu. Jikalau tidak ada Jooyeon, kembarannya yang sudah lebih dulu mengetahui gelagat sang kembaran, lalu berbisik

‘menangis saja, jangan ditahan.’

mungkin Jooheon sudah sama seperti Minhyuk yang membiarkan sedikit air keluar dari pelupuk matanya.

Ah! Jooheon tidak akan seperti itu. Dia ingin menjaga image nya.

 

“Aku sungguh merindukanmu.” Naline berujar. Garis wajahnya menjadi sendu, menggambarkan jika sungguh dia tak main-main melepas rasa rindu pada sang kakak.

“Senang kau akhirnya pulang.” Dibelainya pelan kepala si adik. Terlihat jelas bagaimana Wonho begitu menyayangi dan memanjakan sang adik yang berjarak lima tahun umurnya. Bagi hati selembut Wonho, tentulah hal itu cukup membuat dirinya terenyuh dengan kepulangan sang adik.

Naline hendak membicarakan yang lain, sampai akhirnya dia terjingkat sedikit sebab sadar jika banyak pasang mata yang mengarah pada mereka.

“Kenapa oppa tak bilang jika banyak orang yang melihat kita?”

 

Sontak gelak tawa menggelegar begitu saja. Bukan salah Naline juga sih, Wonho yang terlalu senang bertemu dengan sang adik sampai lupa tak menyilahkan Naline menyapa tamu-tamunya dulu.

“Mereka semua teman-temanku. Ini …adik ku yang sudah pulang.”

Wonho membuka pandangan agar semuanya bisa menyambut sapaan Naline.

“Hello, aku Naline. Senang bisa bertemu dengan anda semua.”

 

Suara tawa rupanya kembali meramaikan suasana. Bahasa Naline sungguh menggelitik. Sangat formal dan rapi. Bagus memang untuk pemula seperti Naline yang kembali belajar bahasa negaranya. Maklum lah, ia terbiasa dengan bahasa Jerman yang cukup memutar lidah. Sudah fasih, hanya saja masih sangat formal.

“Santai saja, Naline. Tak perlu terlalu formal.” Kata Minhyuk begitu menyadari kedipan mata Wonho yang menusuk akibat Naline yang tak paham bagian mana yang sedang ditertawakan.

“Maafkan saya. Aku baru belajar sedikit-sedikit. Jadi mohon maaf jika terdengar kurang nyaman.”

Wonho akhirnya tak bisa menyembunyikan kepolos-an sang adik. Cukuplah itu menjadi penghibur yang menyenangkan setelah beberapa jam mereka lelah menyiapkan ini-itu. Selama beberapa waktu setelahnya, mereka saling berbincang. Menanyakan Naline bagaimana kehidupan Jerman yang memiliki budaya berbeda dengan Korea tentu saja.

Asyik sekali mereka saling bertukar cerita, Wonho sampai lupa mengenalkan teman-temannya satu persatu pada Naline.

“Ah ah! tidak perlu. Saya sudah tahu mereka semua.”

Naline sungguh mengingat semua teman Wonho dengan baik. Padahal Wonho hanya beberapa kali bercerita tentang teman-temannya lewat telepon. Ia tahu yang mana Kihyun itu. Bahkan setelah saling menyapa, Naline berterimakasih pada Kihyun yang terkadang suka membuat masakan untuk kakaknya.

Ia juga tahu yang mana Hyungwon dan Minhyuk. Sesekali mereka melempar candaan dan itu membuat Naline bisa berbicara sedikit lebih santai dengan yang lain. Naline mudah sekali menempatkan diri. Dia juga tahu yang mana itu Changkyun.

“Aku tahu karena aku rasa dari kalian semua Changkyun oppa lah yang paling tampan.”  Naline mengacungkan jempolnya ketika Changkyun meneriakkan kata ‘setuju’.

“Jadi aku tidak tampan?”

“Kau tampan , kak. Tapi kak Changkyun yang paling tampan.”

Tebak sendiri bagaimana ekspresi yang lain mendengar itu. wonho sangatlah narsis. Jika adiknya yang mengaku seperti itu, apa boleh buat?

Naline juga tahu yang mana itu Shownu. Ia langsung menyerahkan sepotong kue dan mengucapkan selamat ulang tahun, sebab mereka bulan lahir mereka sama.

 

Satu lagi. Naline juga tahu siapa itu Kim Dayoung. Tanpa perlu bertanya, dari gerak-geriknya saja di dekat Minhyuk ia sudah bisa menebak apa hubungan gadis itu dengan teman kakaknya.

“Kalian sungguh terlihat manis saat bersama.” Puji Naline. Tentu Dayoung langsung membulatkan irisnya bersamaan dengan tatapan tajam Minhyuk yang mengarah pada Wonho. Seolah-olah menuduh jika Wonho mungkin bercerita sebelumnya.

“Ini tak ada sangkut pautnya dengan kak Wonho. Aku calon psikolog, jadi aku tentu tahu.”

 

 

Naline juga mengenal Clara yang sempat dikenalkan Wonho sebelum didahului Naline yang kemungkinan 50% akan meng-skak mat kakaknya karena membawa si dia.

“Terimakasih sudah datang kemari. Kakakku tentu sangat senang. Bukan begitu kak?”

Lihat kan? Naline usil sekali.

Sampai obisidian hitamnya lalu mengarah pada Jooyeon yang berdiri di samping Jooheon.

“Ya Tuhan… kalian kembar?”

Jooyeon mengembangkan senyumnya, lantas membungkuk memberi salam selamat datang pada Naline.

“Senang berkenalan denganmu, Naline.”

Bukannya membalas sapaan Jooyeon, Naline justru terkesiap dengan sosok lelaki yang mirip dengan Jooyeon itu. Tatapannya menembus lurus kearah Jooheon. Pelan tapi menusuk sampai membuat bulu kuduk Jooheon berdiri, meski ia paksa kedua sudutnya untuk ditarik membuat satu senyuman ramah.

“Wajahnya sungguh sama seperti yang ada di video! Hebat!”

Jooheon mengerutkan dahinya tak mengerti. “Video? Aku?”

 

Naline mengangguk cepat. Tak salah lagi, memang dia orang yang sering dilihatnya.

“Kau laki-laki yang suka aegyo itu, bukan?”

Jooyeon mendelik seketika. Bersamaan dengan suara tawa tertahan dari Minhyuk, Hyungwon dan Kihyun.

“Bagaimana kau tahu kembaranku bisa aegyo?”

 

Naline sedikit gelagapan menjelaskan. Ia membuat kode dengan memandangi kakaknya. Sebenarnya, tanpa diberi kode pun Wonho memang ingin menjelaskan. Pasalnya mata sipit Jooheon terlihat mengarah padanya dan begitu menyeramkan.

“Kau tahu, ketika Jooheon sedang melakukan aegyo aku selalu merekamnya. Lalu kukirim pada adikku jika dia sedang tak dalam mood baik. Itu justru sangat membantunya.”

Jooheon yang mendengar itu sungguh ingin mengumpati Wonho. Lantas tertahan karena ucapan Naline yang dengan segera menginterupsi.

“Hello Lee Jooheon! Aku sangat senang bisa bertemu denganmu sekarang! Kau tahu, aku sangat suka melihat aegyo mu. Menggemaskan sekali!”

 

Garis wajah Naline dengan segera berubah. Antara ingin berteriak karena gemas dengan Jooheon tapi juga menjaga kondisi karena baru kali ini mereka bertatap muka. Sedang Jooheon hanya hahahihi saja. Terserah mau dibilang bagaimana, toh dia sendiri sedari tadi juga sudah gemas dengan tingkah polos Naline.

“Bisa tidak aku menyentuh itu?”

“Ya?”

“Itu.. lesung pipimu.”

Suasana menegang seketika. Entah polos atau terlalu berani dia meminta seperti itu. tentu saja itu membuat semua orang tercengan dengan tingkahnya.

Jooheon bingung harus bagaimana. Mau menolak, mana mungkin. Jika diterima.. ah yang benar saja? Hari ini dia sudah berdandan keren tapi Naline justru tertarik dengan lesung pipinya saja?.

Sebab Wonho sekarang balas mendelik pada Jooheon, ragu-ragu dia mendekatkan wajahnya pada Naline. Memberi ruang padanya agar si nona Shin itu bisa menyentuh lesung pipinya.

“Tentu boleh.”

Hanya satu detik Naline menyentuh lesung itu, lantas dia ber-wah-ria. Terus terang, Naline justru lebih tertarik dengan itu ketimbang menyantap cheese cake yang sudah dipesan Wonho untuknya.

Sungguh, mungkin Jooheon terlalu membayangkan yang tinggi-tinggi. Ia ber-imaji lagi sebelum Naline datang perihal attitude orang luar. Seratus persen ia yakin, mereka yang baru pulang dari luar negeri  pasti angkuh, tersenyum hanya selebar tiga jari meski dengan gaya yang cantik dan sok mahal.

Tapi Naline kelewat ramah dan menyenangkan. Ekspetasi Jooheon keliru lagi. Ia bahkan merasa ingin meremas Naline saking merasa gemas dan kesal karena tak ada satu pun prakira yang benar akan dirinya.

Anehnya, ia mendadak gugup ketika Naline beranjak pulang karena ingin beristirahat dan sudah dijemput oleh Sekyung , lantas berbalik arah dan bertemu pandang dengan Jooheon lagi hanya untuk mengatakan

“Boleh tidak aku meminta nomor ponselmu? Kalau-kalau aku sedang tidak dalam mood baik, tak apa kan jika aku memintamu melakukan aegyo untukku?

 

 

‘Sial, aku bisa gila karena gadis ini. Mengapa ia begitu lucu?’

 

 

 

-fin-

Nb : HWALOO KU KEMBALI MENULIS SETELAH WB SELAMA BERBULAN BULAN FUFUFUUU

Kali ini ku senang telah mendebutkan Naline yang lucu aned bertemu dengan si mas gembul Jooheon AWWWWW ><

Untuk fic The Clan nya masih dalam progress jadi doakan saja cepat selesai yaaa hehehe 😀

Mari bertemu dengan seris Naline-Jooheon [AAWAWAWWWW] di lain waktu :3

Mind to review?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Author: mintulmint

perempuan, lucu, dan baik :) have a big eyes, big smile, and big laugh! and also full of surprised!

5 thoughts on “[Oneshot] Hello”

  1. Kakpentul…. mbaay bertandang… sori baru sempet kemaren sibuk terus kelupaan dan ah alasan aja elu ay wakaka miyane kapentuuuullll ❤

    Bentar deh, aku kok salpok sama mba sekyung KYAA MANTAN MAS JJONG KYAA APAKAH KALIAN TAK INGIN BERBALIKAN LAGI? /plak
    Terus salpok sama mas juhon dan aegyo-nya. Bodo ah bodo juhon imot iya tau juhon koyowo iya pasti wis lah ini masti naline bakal sama juhon pasti ini wakaka

    Ficnya aju naiss sekaleeeee kak. Ada beberapa typo dan kalimat yang perlu dikoreksi sih tapi aku lupa bagian mananya saking terfokus sama isi cerita kyaa gapapa sih gangilangin kekerenan ceritanya yuhuuuu ❤

    Like

    1. HWALO KAKYAY LONG TIME NO TALK HUUU MISS YUU SOMUCHEH! hawalaa ndak apaaa akhirnya jg sudah dibaca :””)) < kwwkkw /duh nada/ wkwkwk yaa liat aja ya heeemm :"3

      iyaaa tulung maklumi kmaren saking semangatnya langsung post ndak di baca ulang :"") queen of typo mah saya :"")

      LOVE U KAKYAY MAKASI UDAH BERTANDANG KESINI CHUUUU :*

      Liked by 1 person

  2. HAI NADSE AKU DATANG UNTUK MENGACAU LAPAKMU KYAKYAKYAAA XD

    HAHAHAHA KETAWA BENTAR NAPA AKU SELALU MEMBAYANGKAN MAS WONHO ASTAGAAAAA!!!!! Aku bisa bayangin dia ganteng banget yatuhan Wonhoyaaaaa! Dan okay aku setuju banget dengan Naline yang bilang Changkyun ganteng. Naline, bagaimana kalau kita bikin squad saja? Kumpulan-pecinta-changkyun-tampan. KYAKYAKAAA(2)

    DAN APA PULA NALINE PEGANG2 LESUNG PIPI JUHONI MBA TAHAN DIKIT MBA BARU KETEMU JUGA ASTAGA MINTA NOMOR DULUAN MBAAAAA ADUH MBA NALINE……

    OKAY INI CUKUP MENGGELITIK TERUTAMA NALINE DAN WONHO KENAPA AKU SUKA SEKALI DENGAN MEREKA XD AKU AKAN TUNGGU KELANJUTAN NALINE-SENTUH-LESUNG-JUHONI KYAKYAKYAAA(3)

    NEXTTTT LANJOOOTTTTKAAANZZ CHANGKYUN GANTENG KYAKYAKYAAA (4) XD

    Like

    1. JIIII KU ANAKUUU MWAHKUU CHU CHUU DUH SUMPAH MAKE MA DAY BANGET INI KOMENMUUUU (padahal uda baca dari dulu2 masi aja bikin seneng wkwkwk)
      CEIEE SALFOK KE MAS WONHO HEMM GUANTENG LHOOO. pake kemeja item gitu rambut rapi2 gak rapi pirang gitu terus kalo senyum setengah2 nya itu HEEMMM GUANTENG >< BUAT SIMPENAN KALI AJA BISA DIPANGGIL SEWAKTU WAKTU BUAT MAIN BERSAMA KAN KUNYUL :333

      ESUMPAH LHO YA SAMA KU JG GEMES SENDIRI LIAT HBUNGAN DARAH (?) NALINE-WONHO AWWEUK 😀
      KANN.. AKU JADI IKUT CAPSJEB GINI AWKWKWKWK

      CHANGKYUN SLAY US <333

      MAKASI LHO SAY KOMENNYA WARBIASAH :*

      Like

  3. Anyong mintul👋

    Huhu pas ya deskripsi naline kek di chat kemaren lol rambutnya ikal gemesh >< tbh aku blom bisa ngebayangin muka naline loh… jd disini aku pake wjsn chengxiao rambut ikal/? Wkkwkwkw

    PLZ MZ WONHO GANTENGNYA DIKONDISIKAN. OH YA! Juhon buruan gih pdkt ntar cecan nya disambar orang /plak. Masalah penulisan dll japri yha nad! Bc ada beberapa yg gatel bgt pen aku koreksi.

    MANTAP THOR LANJUTKAN💋💋💋

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s