[MONSTA X FF FREELANCE] Ex-Girl

EX-GIRL

Tittle/judul fanfiction : Ex-Girl

Author : Amanda

Length : 10,664 words

Genre : Romance

Rating : General

Main Cast/Audditional Cast : Chae Hyungwon[ MX’s], Yoo Kihyun[MX’s], Eunso[WJSN], [OC] : Shownu, Wonho, Minhyuk, Jooheon, I.M, Dawon [WJSN]

Disclaimer : www.fanfictioonbyamqzr.co.id

 

 

Prolog

Eonni! Kembalikan itu padaku. Itu milikku.Ya! Hye Ra Eonni.” Ucap perempuan cantik itu.

Ya! Ya! Hye Ri~ah. Nah, ambil lah. Aku juga tidak menginginkannya.” Jawab Hye Ra, sambil melemparkan handphone milik Hye Ri, lalu tertawa kecil.

Hye Ra adalah kakak dari Hye Ri. Mereka kembar identik. Sehingga bagi orang yang baru mengenal mereka, sangat sulit untuk membedakannya. Namun walaupun mereka kembar, sifat mereka tetaplah berbeda.

Shin Hye Ra. Lahir tanggal 15 Mei 1995, Busan. Hye Ra lebih dulu lahir 5 menit sebelum Hye Ri. Sifat kepribadiannya sangat berbeda dari adiknya. Dia lebih memilih untuk diam, dari pada berbicara untuk hal yang tidak penting.

Hye Ra mengakhiri masa remajanya sekitar 3 tahun yang lalu. Saat ini dia sudah menjadi mahasiswi di salah satu kampus yang ada di Busan. Hye Ra tidak terlalu mengarah ke arah pendidikan. Dia tidak terlalu pintar dalam hal ini. Tapi Hye Ra memiliki suara yang sangat bagus. Ia lebih menyukai dunia musik.

Hye Ra termasuk orang yang dingin, dan mudah sekali untuk marah. Tapi apapun itu, dia bukanlah orang yang sulit untuk berteman. Hanya saja jika orang itu benar-benar akan membuatnya tidak nyaman, maka dengan sesegera ia jauhi. Karena khawatir akan sifat yang dimilikinya.

Walaupun Hye Ra terlihat dingin dan tidak bersahabat, banyak Namja yang suka padanya. Karena dia terlihat sangat cantik dengan tubuhnya yang proposional. Apa lagi dengan raut wajahnya yang terlihat berbeda dari Yeoja lainnya. Tapi sampai saat ini, belum ada seorang Namja yang berani untuk menyatakan perasaannya pada Hye Ra.

“I don’t care about that!”

Itulah yaang diucapkannya saat semua orang bertanya tentang kisah cinta yang ia miliki. Bahkan sampai saat ini, ia belum pernah merasakan jatuh cinta. Menurutnya, cinta manusia bisa berubah. Jadi, sangat sulit mencari sebuah cinta yang akan menerima dirinya dengan apa yang ia miliki.

Tapi jika boleh memilih, dia lebih memilih sosok namja yang bisa membuatnya merasa nyaman. Tidak mementingkan setampan apakah namja itu, seburuk apakah namja itu. Yang penting ia bisa merasa bahagia kalau ada di sisinya.

Sebenarnya ia sudah pernah menjalani hubungan dengan seorang namja yang juga sama-sama menyukai musik. Tapi hubungan mereka tidak berlangsung lama. Kekasihnya itu memutuskan untuk meninggalkannya tanpa alasan yang belum diketahuinya, hanya karena untuk familiaritasnya.

Ia mencoba untuk menerima hal itu. Dan sampai sekarang, dia belum bisa menghilangkan sosok namja yang sampai saat ini masih dicintainya. Rasa cinta yang dimilikinya juga belum berubah, dan sama persis seperti awal mereka dekat.

Ia juga tidak mencoba untuk mengalihkan perhatiannya pada namja lain. Mungkin karena faktor yang belum bisa melupakan mantan kekasihnya.

Shin Hye Ri. Lahir 5 menit setelah Hye Ra. Ia adalah perempuan yang lucu, cerewet, dan manja. Tapi Hye Ri hidup dengan mandiri semenjak orang tuanya mengajarkan tentang kemandirian dalam hidup.

Hye Ri adalah siswa yang paling pintar di angkatannya. Tahun ini dia lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Walaupun sudah mengakhiri masa remajanya, dia tetap saja berjalan dengan sebuah buku di tangannya yang selalu dibaca tanpa hentinya.

Menurutnya, menuntut ilmu itu tidak ada hentinya. Walaupun kita sudah mengakhiri masa sekolah, ilmu bisa dicari diluar sekolah. Lagi pula dia sangat ingin masuk ke kampus yang terkenal. Jadi, masa depannya sudah jelas-jelas ada di depan mata.

Hye Ri menyukai seorang namja yang akan membuatnya berhenti berbicara. Ia tidak terlalu ingin di perhatikan dan di manjakan seperti yeoja lainnya. Cukup perhatikan dia dalam diam, dan biarkan dia yang merasakan hangatnya kasih sayang yang membisu. Dalam arti kata lain, Hye Ri menyukai seorang namja yang bersikap dingin padanya.

***

Hyung? Berapa lama lagi kita akan sampai?” tanya salah satu namja yang duduk di kursi belakang.

“Sebentar lagi.” Jawab salah satu namja yang duduk di kursi paling depan, sambil mengetik beberapa huruf yang ada di keyboard wallpaper handphone-nya.

Tidak tahu siapa mereka, dari mana mereka datang, dan apa tujuan mereka. Intinya, mereka akan menjadi tetangga baru yang akan tinggal tepat di samping rumah Hye Ra dan Hye Ri.

Tak lama, mobil yang dikendarai oleh seorang namja yang tampan itupun berhenti. Para namja yang berada di dalam mobil bergegas keluar secara satu persatu. Mereka mengeluarkan semua barang bawaan yang berada di dalam bagasi. Dan membawanya masuk ke dalam rumah yang cukup megah.

“Jooheon~ah, tolong bawakan sekali tas ranselku yang ada di bagasi!” ucap salah satu namja yang berjalan memasuki rumah dengan banyak tas yang di angkutnya.

Geurae”.

Saat tengah berjalan pulang dari memberi beberapa camilan, Hye Ri melihat seorang namja yang sedang berusaha membawa beberapa barang bawaan yang cukup banyak. Tanpa memikirkan apapun, ia berlari kecil ke arah namja itu dan memberikannya pertolongan.

“Permisi, apakah ada yang bisa ku bantu?” tanya Hye Ri.

“Oh? A.. Aniyo. Amugeotdo. Gwenchanayo₁₀.” Jawab seorang namja yang saat ini sedang berdiri tepat di depannya.

Tanpa berfikir panjang, Hye Ri langsung mengambil beberapa tas yang masih tergeletak di tanah. Lalu meminta namja itu menunjukkan jalan masuk ke rumah.

“Ah.. Gwenchanayo. Kajja₁₁, ini akan diletak dimana?” tanya Hye Ri.

Ttarawa₁₂.” Ucap namja itu sambil berjalan memasuki rumah.

Setelah memasuki rumah, Hye Ri langsung meletakkan tas-tas yang dibawanya di atas sofa yang ada di ruang tamu. Dan dengan sesegera berpamitan pulang.

“Emm. Ini kuletakkan di sini ya. Mian₁₃, aku harus pulang.” Ucap Hye Ri.

“Oh oh. Ne₁₄, Gwenchana. Gamsahabnida₁₅.”

“Hm. Mian, apakah kamu baru pindah?” tanya Hye Ri.

“Ne, ne. Tapi aku tidak sendirian. Aku bersama yang lain hanya untuk berlibur saja. Ini juga bukan rumahku. Ini rumah milik keluarga si Hyungwon.”

“Ah… Geurae. Sampai ketemu lagi, Okay?” ucap Hye Ri sambil tersenyum manis lalu berjalan keluar.

“Jooheon~ah? Mana tas milik Wonho hyung yang tadi kau bawakan?” tanya namja tampan yang kini berdiri di samping Jooheon.

“Ah.. yang itu.” Jawab Jooheon sambil menunjuk tas Wonho yang tadi ia bawa.

“Hyung? Kau kenal dengan yeoja cantik yang … sepertinya tinggal di dekat sini?” tanya Jooheon.

“Banyak perempuan cantik. Tapi dia tinggal di mana dulu?” jawabnya ketus.

“Geurae geurae.” Sahut Jooheon yang sudah tahu jelas jawaban apa yang akan keluar dari namja tampan itu.

“Changkyun~ah. Bisakah kau bantu hyung-mu ini? Tega sekali kau padaku.” Ucap Jooheon sambil mengangkat semua barang miliknya.

***

Tak terasa langit kini berubah menjadi gelap. Hye Ri tetap dengan kebiasaanya. Duduk di tepi jendela sambil membaca sebuah buku tebal. Awalnya matanya hanya tertuju fokus pada tulisan yang di bacanya. Tapi, kini dia sedang melihat ke arah rumah yang tepat berada di samping rumahnya. Dia baru sadar kalau mereka kedatangan tetangga baru.

Mencoba untuk bersosialisasi, Hye Ri niatnya ingin memberikan beberapa makanan untuk mereka. Dengan sesegera ia menuju ke dapur dan memasak banyak ramyeon₁₆ serta memesankan beberapa tteokbeokki₁₇ dan juga pizza.

Tapi saat ingin mengantarkan makanan itu, tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing. Ia memanggil kakaknya mencoba untuk meminta agar kakaknya saja yang mengantarkan makanan itu untuk tetangga baru mereka.

“Eonni?” panggil Hye Ri dari arah ruang tamu setelah meneriman pesanan.

“Hm?” jawab Hye Ra sambil berjalan ke arah Hye Ri.

“Eonni, bisakah kau tolong antarkan ini semua ke rumah sebelah?” tanya halus Hye Ri.

Naega₁₈? Wae naega₁₉?” tanya ketus Hye Ra sambil mengerutkan keningnya.

“Eonni, kita kedatangan tetangga baru. Kita harus menyambutnya dengan hangat. Kepalaku tiba-tiba saja pusing. Kalau tidak kan, akan ku anatar sendiri.” Ucap Hye Ri.

“Ah, geurae geurae.” Jawab Hye Ra sambil berjalan keluar rumah dengan membawa banyak makanan di tangannya.

Sesampainya di depan pintu rumah tetangganya, ia langsung saja membunyikan bel yang terletak tepat di sebelah kanan ia berdiri sekarang. Dan menunggu seseorang untuk membukakan pintu untuknya.

Tak lama, seorang namja yang terlihat sangat tak asing lagi untuknya, kini sudah berdiri tepat di depannya dengan raut wajah yang datar dan tak sedikitpun mengeluarkan sepatah kata apapun untuk kedatangannya.

Ia mencoba untuk mengingat lagi siapa namja yang kini sedang berada di depannya. Tapi karena tak ingin berfikir terlalu dalam, ia langsung saja memberikan apa yang dibawakan adiknya untuk mereka.

“Ini. Beberapa makanan dari adikku. Katanya kalian baru pindah kemari, jadi ia bawakan ini sebagai tanda sambutan.” Ucap Hye Ra.

Namja itu hanya mengangguk dan menerima apa yang di berikan kepadanya. Lalu menutup pintu tanpa mengatakan terima kasih. Melihat dirinya yang diperlakukan secara dingin begitu, sontak dia berteriak karena kesal.

Ya! Tidak bisakah kau mengatakan kata terima kasih padaku? Hanya terima kasih saja? Tidak bisakah?” teriak Hye Ra.

Mendengar teriakan itu, salah satu namja lainnya membuka pintu lalu bertanya ada apa, dan mengapa berteriak seperti itu malam-malam di rumah orang. Masih dengan rasa kesal yang menggebu-gebu, Hye Ra tak menjawab dan langsung berjalan pulang kerumah nya.

Sesampainya di rumah, ia langsung menemui Hye Ri dan berkata kepadanya kalau ia tidak akan mau lagi bertemu dengan tetangga baru itu.

Ya! Hye Ri~ah. Apapun yang menyangkut tentang tetangga baru itu, jangan sangkut pautkan aku di dalamnya. Tetangga seperti apa yang tidak menghargai kedatangan tetangganya sendiri? Aishh!” ucap Hye Ra sambil berjalan menuju kamarnya.

Setelah merebahkan badannya di atas kasur, Hye Ra kembali mengingat namja yang baru ia temui itu. Kalau tidak salah, chingu₂₀-nya yang bernama Seon Ah  pernah memperkenalkan boyband yang ia suka padanya. Dan kalau juga tidak salah, wajah namja yang ia temui tadi itu, sama dengan salah satu wajah member boyband yang disukai Seon Ah. Ia langsung menelfon Seon Ah dan bertanya apa nama Boyband yang disukainya itu.

Yeobseyeo₂₁? Seon Ah~ah?” ucap Hye Ri.

Ne, Yeobseyeo?” jawab Seon Ah.

“Seon Ah~ah, apa nama Boyband Rookie₂₂ yang kamu sukai itu?” tanya Hye Ra tanpa memperpanjang waktu.

“Monsta X. Wae?” tanya balik Seon Ah.

Aniya. Geurae, Gomawo₂₃.” Jawab Hye Ri sambil menutup telfonnya.

 

PLIP

 

Ia langsung mencari di Google, foto-foto dari member Boyband Rookie yang bernama Monsta X itu. Ibu jarinya terus saja menggeserkan layar handphone-nya. Dan terhenti saat ia mendapatkan foto namja yang sangat mirip dengan namja yang tadi ia temui. Atau bahkan bukan sekedar mirip. Mungkin saja memang benar itu dia.

Soalnya baru saja ia membaca sebuah artikel yang mengabarkan kalau para member Monsta X sedang berlibur. Dan bisa saja kalau kali ini ketepatan mereka memang tinggal sementara di rumah itu.

Niatnya ia ingin memberi tahu Hye Ri soal ini. Tapi ia membatalkan niatnya karena ia beranggapan kalau Hye Ri juga sudah tahu soal ini. Karena sudah larut malam, ia letakkan handphone-nya di bawah bantal, lalu menarik selimut dan tidur dengan lelapnya.

 

Neighborhood

 

Hari ini Hye Ra punya kelas pagi. Jadi ia harus berangkat lebih awal dari biasanya. Tapi Hye Ri lebih memilih untuk membersihkan dan menyirami semua tanama yang ada di taman. Tapi saat tengah menyirami tanaman, tiba-tiba saja seorang namja bertanya padanya.

Annyeong haseyo₂₄.” Ucap namja itu sambil tersenyum padanya.

Ne, Annyeong haseyo.Waeyo₂₅?” tanya Hye Ri sambil mematikan keran air.

Mian, apakah disekitar sini ada toko makanan? Saya baru tinggal disini, jadi tidak banyak tahu tentang daerah sini.” Tanya namja itu.

“Oh. Kamu yang tinggal di sebelah ya?” tanya Hye Ri.

Ne.

“Kalau sekarang sih, ngga ada toko makanan yang buka. Palingan sekitar pukul 10.00 nanti. Tapi kalau kamu mau makan dirumahku juga ngga apa-apa. Kan tetangga baru. Jadi harus saling kenal dong.” Jawab Hye Ri sambil mengajak namja itu untuk masuk ke rumahnya.

“Ah. Aniyo, gwenchana. Gwenchanayo. Saya akan menunggu sampai pukul 10.00 saja.” Ucap namja itu.

Aniyo. Gwenchana, makanlah denganku. Kajja.” Sahut Hye Ri sambil menarik lengan kiri namja itu.

Saat tengah meletakkan semua makanan di atas meja makan, Hye Ri mencoba bertanya siapa nama dari namja yang akan makan berdua dengannya pagi ini.

Mian, ireumi mwoyeyo₂₆?” tanya Hye Ri sambil duduk di kursi.

Jeo.. Jeoneun Wonho imnida₂₇.” Jawab seorang namja yang kini tengah mencoba mengaduk ramyeon miliknya.

“Ah, Wonho.” – “ Wonho~ssi₂₈, umur kamu berapa?” tanya Hye Ri sambil mencoba memasukkan ramyeon ke dalam mulutnya.

“25.” Jawab Wonho.

Geurae. Bogo₂₉.” Ucap Hye Ri.

Setelah selesai makan, Hye Ri bertanya lagi pada Wonho tentang namja yang ia bantu kemarin.

“Wonho Oppa₃₀?” panggil Hye Ri.

Ne?” sahut Wonho.

“Kemarin kan aku lihat namja yang bawa barang banyak turun dari mobil mau masuk ke rumah. Aku bantuin dia. Tapi kami ngga sempat kenalan, karena waktu itu aku buru-buru harus pulang. Oppa? Siapa nama namja itu?”tanya Hye Ri sambil mencuci piring bekas makannya tadi.

“Hm? Nugu₃₁?” tanya balik Wonho yang tak mengerti siapa yang dimaksud Hye Ri.

Mwollayo₃₂. Tapi yang aku tahu, rambutnya itu berwarna kecoklatan, matanya sipit, dan… ah, dia punya lesung pipi yang dalam di pipi kanan dan kirinya.” Ucap Hye Ri mencoba menyebutkan ciri-ciri namja yang ia maksud.

“Ahh.. Igo₃₃, Jooheon~ie₃₄” jawab Wonho.

Jooheon~ie?

Ne. Dia lebih muda dariku. Di rumah itu, Jooheon adalah orang kedua yang termuda. Jadi kami memanggilnya dengan panggilan Jooheon~ie. Tapi nama aslinya Lee Jooheon.” Jelas Wonho.

“Ohh.. Oppa? Bisakah kau sebutkan semua nama-nama mereka untukku? aku sih tidak bermaksud apa-apa. Ya, cuma ingin tahu namanya saja, biar nanti kalau aku bertemu dengannya, siapapun itu, aku ingin menyapanya.” Kata Hye Ri sambil tersenyum manis.

“Shownu, Minhyuk, Kihyun, Hyungwon, Jooheon, dan Changkyun.”jawab Wonho.

“Hmm.. Shownu? Yang mana orangnya?” tanya lagi Hye Ri.

“Ah. Kalau kamu bertemu sama namja yang matanya juga sipit, punya bentuk lengan yang sepertiku, dan dia pendiam. Itulah yang namanya Shownu. Dia lebih tua dariku. Jadi lebih baik kau memanggilnya Oppa juga.” Jelas Wonho.

“Oh, Geurae.”

“Kalau kamu bertemu dengan namja yang rambutnya berwana ke-abu-abu an, tampan, dan juga murah senyum sepertimu, itu namanya Minhyuk. Umurnya 24 tahun. Dia baik dan juga bersahabat.”

“Kalau kamu bertemu dengan namja yang rambutnya berwarna kecoklatan, hidungnya mancung, dan tingginya tidak jauh beda darimu, itu yang namanya Kihyun. Mukanya terlihat imut dan juga tampan. Sebenarnya dia orang yang tempramen. Hanya saja dia tetap akan bersikap baik dan murah senyum juga.” Jelas Wonho memberhentikan perkataannya.

“Terus? Hyungwon? Dan Changkyun itu yang mana?” tanya lagi Hye Ri.

“Changkyun~ah. Dia itu orangnya cuek, pendiam, tapi bertingkah dan bersifat ke kanak-kanakan. Dia masih muda. Changkyun lah yang paling muda di antara kami. Tapi dia akan bertingkah seperti yang paling tua jika bertemu dengan seorang yeoja.” Ucap Wonho.

“Hyungwon……”

Belum lagi Wonho menyelesaikan penjelasannya mengenai Hyungwon, tiba-tiba saja handphone nya berbunyi. Dengan sesegera ia angkat. Dan ternyata yang menelfon itu adalah Shownu. Ia menanyakan kenapa Wonho pagi-pagi seperti ini sudah tidak ada dirumah.

Yeobseyo?” ucap Wonho.

Yeobseyo, eodiyo₃₅?” tanya Shownu lewat telfonnya.

Hyung? Aku ada di rumah sebelah. Tadi niatnya aku ingin cari toko makanan, tapi katanya tidak ada toko yang buka sekarang. Lalu aku diajak makan dirumahnya. Sekarang aku sudah mau pulang kok.” Jelas Wonho.

Ah, ne.”jawab Shownu yang lalu mematikan telfonnya.

 

PLIP   

 

Setelah menerima telfon itu, dengan sesegera Wonho berpamitan pulang pada Hye Ri. Tapi saat Wonho hendak pulang, Hye Ri malah memberinya beberapa bungkus ramyeon.

“Aku sudah boleh pulang kan? Makasih ya untuk makannya tadi.” Ucap Wonho seraya bangkit dari duduknya.

“Ne ne. Jamkkanman₃₆.” Ucap Hye Ri sambil mengambil beberapa bungkus ramyeon yang ada di kulkas, lalu memberinya kepada Wonho.

“Aku tahu ini tidak sehat untuk dimakan kalau pagi-pagi seperti ini. tapi bawalah! Aku memberikannya untukmu dan yang lain.” Jelas Hye Ri.

“Oh oh, Ne. Gamsahabnida.” Jawab Wonho sambil menerima pemberian Hye Ri, lalu berjalan keluar rumah.

Hye Ri hanya membalasnya dengan senyuman. Wonho pulang kerumah dengan membawa banyak ramyeon. Minhyuk yang merasa aneh melihat Wonho membawa banyak sekali bungkus ramyeon, menanyakan pada Wonho bagaimana bisa ia mendapatkannya.

Hyung? Banyak sekali ramyeon yang kau bawa? Dapat dari mana?” tanya Minhyuk sambil mencoba mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

“Dari tetangga sebelah.” Jawab Wonho.

“Dia tahu kalau kau member Monsta X?” tanya lagi Minhyuk sambil duduk di kursi meja makan.

Aniyo. Dia bahkan menanyakan namaku dan nama kalian semua.” Sahut Wonho.

“Geurae.” Jawab Minhyuk.

Semua member sudah terbangun dari tidurnya. Hanya Hyungwon lah yang masih terlelap. Dia juga salah satu member yang paling suka tidur. Jadi tidak aneh kalau hanya dia yang tidak nongol saat pagi-pagi seperti ini.

Masalahnya adalah Shownu dan yang lainnya juga ingin sarapan pagi, tapi hanya Hyungwon yang pandai dan sering memasak saat di dorm. Jadi mereka terpaksa harus membangunkan Hyungwon dan menyuruhnya untuk memasakkan semua ramyeon yang dibawa oleh Wonho.

“Hyungwon~ah, Irreona irreona₃₇.” Ucap Minhyuk sambil mencoba menggoyangkan pelan tubuh Hyungwon.

Hyungwon hanya menggerakkan tubuhnya, lalu dengan perlahan membuka matanya.        “Di dapur ada ramyeon. Bisakah tolong kau masakkan untuk kami? Kau juga harus sarapan pagi ini. cepatlah bangun.” Ucap Minhyuk seraya berjalan keluar dari kamar Hyungwon.

Dengan malasnya ia berjalan keluar kamar lalu menuju ke dapur. Saat ia tengah merebus air untuk masakannya, Kihyun datang dan mengatakan kalau ia akan membantunya memasak kali ini.

Tak lama ramyeon pun siap untuk disantap.   Tapi Wonho mengatakan pada mereka kalau ia sudah makan di rumah tetangganya itu. Saat semuanya tengah menyantap makanan masing-masing, Wonho bertanya pada Jooheon, apakah benar kemarin Jooheon dibantu seorang yeoja yang cantik untuk mengangkat barang bawaannya.

“Jooheon~ah.” Panggil Wonho.

“Hm?” jawab Jooheon sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

“Kemarin? Saat kau bawakan tas ku dan semua barang bawaanmu, kau bertemu sama seorang yeoja cantik ya?” tanya Wonho.

“Ne. bahkan dialah yang membantuku membawa beberapa barang bawaanku masuk ke sini. Dia letakkan semua di sofa depan. Tapi aku tidak sempat berkenalan dengannya karena ia buru-buru pulang. Waeyo?” ucap Jooheon.

“Hm.. Rambutnya berwarna hitam dan panjang?” tanya lagi Wonho.

“Ne.” jawab Jooheon.

“Matanya terlihat indah tidak? Hm? Tingginya hampir sama seperti Kihyun?” tanya Wonho yang ingin memastikan.

“Ne, ne. Hyung? Kenapa kau bertanya tentang dia? Kau juga bertemu dia ya? Aku mengira kalau dia tinggal di sekitar sini juga, tapi tidak tahu pasti dimananya.” Jawab Jooheon.

“Dia tetangga kita. Rumahnya tepat di sebelah kiri rumah ini. Dia juga sangat ramah dan murah senyum. Bahkan dia tidak pelit sama sekali.” Ucap Wonho.

Jinjja₃₈? Rumahnya benar-benar tepat di sebelah?” tanya lagi Jooheon yang masih penasaran.

Ne. tadi pagi aku sudah makan bersamanya di rumahnya. Awalnya aku menolak, tapi dia memaksaku.” Jelas Wonho.

“Ahh..” kata Jooheon sambil mengangguk.

Jamkkanman jamkkanman.. Hyung? Tadi katamu dia murah senyum dan ramah?” potong Minhyuk.

Ne.”

“Tapi sepertinya tadi malam aku juga bertemu dengan yeoja yang sama. Anehnya, sikap yeoja yang kutemui tadi malam sangat berbeda dengan yang kau jelaskan. Dia bahkan tidak menjawab pertanyaanku dan langsung pergi begitu saja. Bahkan aku hanya bertanya mengapa dia berteriak di depan rumah saat malam tadi.” Jelas Minhyuk.

Wonho hanya mengerutkan keningnya.

“Dia berteriak seperti itu karena aku tidak mengatakan terima kasih padanya. Tadi malam yang membawakan pizza, tteokbeokki dan ramyeon adalah dia. Mungkin saja dia kesal karena aku tidak menyapa kedatangannya dengan baik.” Sahut Hyungwon.

Ya! Hyungwon~ah. Bisakah kau bersikap lebih baik pada siapapun?” ucap Wonho.

Hyungwon benar-benar mengabaikan apa yang dikatakan oleh Hyung-nya. Ia langsung berjalan meninggalkan ruang makan dan pergi menuju kamar mandi untuk membernahi dirinya.

Teriknya sinar matahari siang membuat para namja ini malas melakukan apapun. Dan bahkan mereka tidak berani keluar rumah karena takut akan serangan dari para fans.

Sekitar pukul 14.12 Hye Ra baru pulang dari kampus. Ia pulang bersama Seon Ah. Hye Ra juga tak memberitahu pada Seon Ah bahwa Monsta X sementara ini tinggal di sebelah rumahnya. Walaupun dia orang yang dingin, dia juga mengerti perasaan orang lain.

“Dari pada harus mendengar teriakan dari fans-fans nya mereka, lebih baik ku sembunyikan semua yang aku tahu ini.” ucapnya dalam hati.

Naega Wasseo₃₉.” Ucap nya saat berjalan memasuki rumah.

Ne. Eonni? Aku ingin keluar sebentar. Kau jaga rumah ya.” Ucap Hye Ri seraya merapikan tas sandangnya lalu berjalan keluar dari rumahnya.

“Hm.” Jawab Hye Ra.

Hye Ra duduk terdiam menonton siaran di televisi miliknya yang ada di ruang tengah. Namun tiba-tiba saja dia teringat masalah Monsta X. Dia sangat penasaran ingin melihat penampilan Monsta X jika sedang di atas panggung.

Akhirnya ia coba untuk mencari mereka di Youtube. Dan membuka salah satu video penampilan mereka saat sedang perform. Lagu yang dibawakannya saat itu berjudul Honestly.

Namja ini. Dia terlihat sangat baik dan murah senyum saat di depan fans nya. tapi ternyata dia sangatlah berbeda. Dia bahkan tidak bisa mengatakan kata Terima Kasih kepadaku.” Gumamnya dalam hati karena masih kesal akan tingkah laku Hyungwon padanya.

Hye Ra mencoba untuk mencari Music Video mereka yang berjudul Honestly. Kali ini ia bisa menerima sebuah musik dari salah satu Boyband. Karena lagunya enak didengar, dia mencoba untuk download lagu itu.

Sekali ia melihat sebuah jam dinding yang ada tepat di depannya. Dengan sesegera ia bangkit dari duduknya, lalu menuju kamar mandi karena waktu sudah sore. Ia tak ingin mandi terlalu malam hari ini.

Tapi sebelum ia masuk ke kamar mandi, ia putar lagu yang baru di download nya di sebuah speaker yang ada di sebelah televisi. Dengan volume yang lumayan keras, agar ia dapat mendengarnya dari dalam kamar mandi.

Tak lama saat dia baru masuk ke kamar mandi, Hye Ri pulang dengan membawa beberapa makanan untuk makan malam mereka. Tapi tiba-tiba saja bel rumahnya berbunyi. Ia berlari kedepan dan membukakan pintu untuk tamunya yang datang.

Ternyata yang datang menemuinya adalah Wonho, Jooheon dan Minhyuk. Saat melihat mereka bertiga bediri di depan pintu, ia menebak dalam hatinya kalau namja yang kini berdiri di samping kiri Wonho bernama Minhyuk.

“Oppa.. Masuk masuk.” Ucapnya sambil menyuruh mereka bertiga untuk masuk dan duduk sebentar di dalam rumahnya.

Tapi Jooheon malah tersenyum kegirangan saat masuk ke rumah Hye Ri. Mungkin karena dia mendengar lagunya diputar di rumah yeoja cantik itu. Sontak ia langsung memberikan Hye Ri pertanyaan.

“Kamu suka dengan lagu ini?” tanya Jooheon.

“Ah? Aku bahkan tidak tahu lagu apa dan lagu siapa ini? Waeyo?” tanya balik Hye Ri.

“Tadi aku keluar rumah, pas aku sampai lagu ini sudah diputar. Mungkin saja kakak ku yang memutarnya.” Sambungnya.

“Ohh.. kamu kenal dengan kita?” tanya Minhyuk.

“Wonho, Jooheon, Min…Hyuk.?” jawab Hye Ri sambil menunjuk satu persatu dari mereka.

“Geurae.” Jawab Minhyuk.

Oppa? Ada apa kok tiba-tiba kesini?” tanya Hye Ri.

“Ah.. aku hanya ingin memberi ini sebagai tanda terima kasih kami untuk bantuanmu selama kami baru menjadi warga baru disini.” Ucap Wonho sambil memberikan kotak makanan pada Hye Ri.

“Ahh.. Gwenchanayo.. Gamsahabnida.” Jawab Hye Ri seraya menerima lalu memberikan senyuman manis pada mereka bertiga.

“Hyungwon memasak beberapa makanan untuk makan malam kami. Tapi mungkin tidak ada salahnya memberi sedikit untukmu.” Sahut Minhyuk yang juga memaparkan senyumnya pada Hye Ri.

Melihat senyum yang membuat Minhyuk terlihat sangat tampan, Hye Ri tiba-tiba saja langsung berkata dengan jelas apa adanya di depan Minhyuk, dan mengatakan kalau Minhyuk sangat tampan.

Oppa.. Kau terlihat tampan saat tersenyum seperti itu.” Kata Hye Ri.

Ne? hehe.. Gamsahabnida.” Ucap Minhyuk.

Karena Wonho sangat penasaran akan nama dari Hye Ri, dia pun bertanya tanpa ada takutnya.

Neo₄₀? Ireumi mwoyeyo? Kemarin hanya aku yang memperkenalkan diriku. Dan aku belum tahu sama sekali namamu?” tanya Wonho.

“Ah? Naega? Jeoneun Shin Hye Ri yeyo₄₁. Dan umurku 21 tahun.” Jawab Hye Ri yang lagi-lagi memberikan mereka senyuman.

Geurae. Hye Ri.” Ucap Minhyuk.

“Aku masih lebih tua 1 tahun darimu, Hye Ri~ah.” Sahut Jooheon.

Ne Oppa..” jawab Hye Ri sambil terkekeh.

“Gaurae, kami pulang dulu ya.” Kata Wonho seraya berjalan menuju pintu dan diikuti oleh Jooheon serta Minhyuk.

“Ne, gamsahabnida.” Teriak Hye Ri.

Saat Wonho dan keduanya keluar dari rumah, tepat sekali Hye Ra juga baru keluar dari kamar mandi. Ia bertanya pada Hye Ri, dengan siapa tadi ia berbicara.

Nugu?” tanya Hye Ra seraya meraih handphone nya yang ada di samping televisi.

“Tetangga sebelah..dia ngasih ini katanya buat ucapan terima kasih.” Jawab Hye Ri.

“Ohiya, Eonni? Lagu yang tadi di putar itu, judulnya apa?” tanya Hye Ri sambil menghentikan langkah nya setelah tepat berdiri di depan Hye Ra.

“Honestly. Waeyo?” ucap Hye Ra.

“Itu lagu siapa? Kok kayaknya tetangga baru kita itu kenal sekali sama lagu yang tadi kau putar?” tanya lagi Hye Ri yang kini sedang berjalan menuju dapur.

Mendengar pertanyaan itu, Hye Ra hanya langsung mengerutkan keningnya lalu berkata secara pelan.

“Yaiyalah, bagaimana mungkin mereka tidak tahu lagu mereka sendiri?” gumamnya secara pelan.”

Secara perlahan matahari menyembunyikan dirinya. Langit yang tadinya terlihat berwarna kejinggaan, kini sudah berubah menjadi gelap. Angin malam yang masuk ke kamar Hye Ra berhasil membuatnya malas untuk melakukan apapun. Tapi mau tidak mau, dia harus tetap pergi ke luar untuk menemui Seon Ah, karena tadi siang mereka sudah janji untuk bertemu di toko buku yang tak jauh dari letak rumahnya.

Tanpa berpamitan pada Hye Ri, ia langsung pergi dengan tergesa-gesa, karena takut Seon Ah menunggu terlalu lama. Tapi saat tengah berjalan, ia melihat seorang namja yang keluar dari rumah yang ditempati Monsta X.

Dari tinggi badannya, dia menebak kalau namja itu adalah Hyungwon. Terlihat jelas kalau Hyungwon memakai masker dan topi. Mungkin agar tak terlihat jelas kalau ia adalah member dari Boyband Monsta X.

Karena masih merasa kesal dengan sikap Hyungwon yang dingin padanya, ia berjalan lebih cepat untuk mengatakan sesuatu pada Hyungwon.

“Tidak ada gunanya kamu memakai masker dan topi. Fans mu juga akan tahu kalau kau adalah Hyungwon.” Ucap Hye Ra sambil berjalan lebih cepat di depan Hyungwon.

Hyungwon yang mendengar hal itu, ia segera mempercepat langkahnya juga untuk mengejar Hye Ra, dan memberi tahunya agar tak memberi tahu tentang dirinya dan keberadaanya saat ini.

“Ya! Bisakah kau jaga rahasia ini dari siapapun?” ucap nya sambil menundukkan badannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Hye Ra dan membuka maskernya.

Hye Ra yang mendapat tatapan yang tak biasa ia dapatkan, kini jantungnya berdebar kencang. Matanya masih saja tetap fokus menatap tajam mata Hyungwon. Namun hal itu tak terjadi lama, karena dengan sesegera Hye Ra jauh kan wajahnya agar tak di tatap terus menerus oleh Hyungwon. Lalu berjalan lebih dulu di depan Hyungwon. Hyungwon mengikutinya berniat untuk menanyakan dimana letak supermarket di daerah itu.

Hye Ra tak begitu perduli mengapa Hyungwon mengikutinya. Tapi saat tengah berjalan, ada beberapa sekumpulan yeoja yang sedang membicarakan Monsta X.

Ya! Kalian tahu tidak dimana Monsta X berlibur? Katanya mereka berada di sekitar sini?” ucap salah satu yeoja yang ada di sekumpulan itu.

Mwollayo. Yang penting, aku ingin sekali bertemu dengan Hyungwon oppa.. dia itu sangat tampan, dan aku ingin sekali memeluknya.” Jawab salah satu yeoja lainnya.

Mendengar pembicaraan mereka, Hye Ra mencoba untuk berlari ke arah Hyungwon yang tak terlalu jauh berada di belakangnya. Ia langsung memeluk Hyungwon dan mengarahkan wajah Hyungwon ke sebelah kanan nya, agar para yeoja itu tak mengenali Hyungwon.

Hyungwon tak mengatakan satu kata pun. Ia masih berada dalam pelukan Hye Ra dan terdiam karena tak mengerti alasan Hye Ra mengapa memeluknya dengan tiba-tiba seperti itu. Tapi ia mengerti alasannya saat para yeoja itu lewat di sampingnya dan mengatakan sesuatu yang membuatnya mengerti alasan mengapa tingkah Hye Ra yang seperti itu.

Ya! Bukannya namja itu mirip dengan Hyungwon oppa? Atau bahkan mungkin dia adalah Hyungwon Oppa? ” tanya salah satu yeoja yang ada di sekumpulan tadi.

“Tidak mungkinlah. Sudah ah, ini sudah malam sebaiknya kita cepat pulang. Kajja.” Jawab salah satu yeoja lainnya.

Setelah sekumpulan yeoja itu berada lebih jauh dari mereka, Hye Ra melepaskan pelukannya dengan sedikit kasar,dan tidak meminta maaf atas tindakannya. Tanpa mengatakan apapun, ia langsung kembali berjalan lebih cepat di depan Hyungwon.

Karena tak mau disikapi dingin seperti itu, Hyungwon mengejarnya lalu menarik tangannya Hye Ra dan membawa Hye Ra ke sebuah lorong kecil dan gelap yang ada di sebelah salah satu toko kecil di depan mereka.

Ya! Kalau kau ingin aku mengatakan kata Terima Kasih, seharusnya bersikaplah lebih baik dari ini. Tidak bisakah kau memandang seseorang tidak hanya dengan sebelah mata?” kata Hyungwon yang kini menatap Hye Ra dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya.

Hye Ra masih tetap dingin dan tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Ia mencoba untuk berjalan meninggalkan Hyungwon. Tapi tetap saja lagi-lagi Hyungwon menarik tangannya.

Ya! Terima kasih sudah menyelamatkanku tadi. Dan terima kasih juga untuk yang kemarin.” Ucap Hyungwon yang lalu melepaskan genggamannya dan membiarkan Hye Ra pergi menjauhi dirinya.

Dengan langkah yang cepat, Hye Ra berjalan menuju toko buku yang tidak jauh dari keberadaannya sekarang. Sesampainya di toko buku itu, ia hanya terdiam dan bahkan tak menyapa Yoo Ri seperti biasanya.

Tidak terlalu lama berada di toko yang dipenuhi dengan berbagai macam buku, ia berkata pada Yoo Ri kalau ia akan pulang lebih dulu, karena ingin istirahat. Entah kenapa, hal yang terjadi antara dia dan Hyungwon tadi membuat dirinya merasa kalau ia terlalu dingin pada semua orang. Seharusnya ia berubah dari sikapnya yang tidak baik itu.

Setelah sampai di depan rumah, saat hendak ingin membuka pintu ia melihat ada sebuah coklat yang terletak di dekat kakinya, dan juga selembar kertas yang di tulis dengan rapi.

“Terima kasih untuk kemarin dan malam ini. ~Hyungwon”

Kira-kira itulah tulisan yang terdapat di selembar kertas yang ditempelkan di coklat yang kini digenggamnya. Tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja terlihat sepintas senyum manis di wajah Hye Ra.

Karena sudah tak tahan akan angin malam yang dari tadi mencoba menerpanya, ia segera masuk dan mengunci pintu rumah lalu menuju ke kamarnya. Saat di kamar, ia masih saja memandangi coklat pemberian Hyungwon.

Sampai akhirnya ia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11.23 malam, dan teringat kalau besok dia masih punya jadwal kelas pagi, Hye Ra pun memutuskan untuk tidur agar besok tidak terlambat masuk kelas.

 

Started

 

            Saat matahari belum sepenuhnya menampakkan dirinya, Hye Ra sudah bersiap-siap pergi untuk berangkat. Tapi sebelum Seon Ah datang menjemputnya, ia coba mendekati rumah tetangga barunya itu.

Rumah dimana Hyungwon dan yang lainnya tempati. Setelah berdiri tepat di depan pintu rumah, ia menundukkan sedikit badannya untuk meletakkan sebuah kotak yang juga di tempelkan sebuah kertas dan tulisannya dituliskan dengan rapi.

Setelah meletakkan kotak itu, ia jalan kembali menuju depan rumahnya untuk meunggu Seon Ah. Dan tak lama, Seon Ah datang dengan mobil ferrari merahnya. Ia pun segera masuk ke dalam mobil mewah milik Seon Ah, dengan segera pula mobil itu melaju cepat.

Sekitar pukul 10.12 pagi, rumah yang ditempati Monsta X itu kedatangan seorang pengirim paket. Awalnya yang membukakan pintu adalah Kihyun, hanya saja karena paket itu ditujukan pada Hyungwon, akhirnya ia membangunkan Hyungwon untuk menerima paket miliknya.

Setelah menerima dan menandatangani paket miliknya, ia pun segera masuk kembali ke dalam rumah. Tapi saat hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja kakinya menyentuh sebuah kotak yang ada di tepi kanan pintu rumahnya.

Tanpa berfikir panjang, ia langsung mengambil kotak itu dan jalan kembali masuk ke kamarnya. Di kamar, ia membuka terlebih dulu paket yang diterimanya. Setelah memeriksa apakah barang yang di pesannya sesuai dengan keinginannya, ia menyimpan kotak paketnya itu di atas meja rias yang ada di samping tempat tidurnya. Lalu membuka kotak kedua yang ia temukan di depan pintu tadi.

Sebelum membuka kotak itu, ia membaca sebuah surat kecil yang hanya tertulis sebuah tulisan “Cheonmanayo₄₂”. Ia menebak kalau yang memberi ini adalah seorang yeoja yang tadi malam memeluknya karena ingin menyelamatkan dirinya dari fans.

Saat ia buka kotak tersebut, ada sebuah masker dan topi yang warna nya sama, yaitu hitam. Karena ternyata saat dalam perjalanan pulang tadi malam, Hye Ra masuk ke salah satu toko untuk membeli sebuah masker dan topi yang memang ia ingin berikan pada Hyungwon.

Hyungwon tersenyum sekilas. Lalu berjalan menuju cermin, memakai masker dan topi yang baru ia dapatkan dari yeoja itu.

“Mungkin akan banyak kata ‘terima kasih’ yang akan kau dengar dariku.” Gumamnya dalam hati.

***

Aigoo₄₃.. Igi mwoya₄₄? Rumah ini seperti kapal pecah..” ucap Minhyuk yang heran melihat seisi rumah yang berantakan.

“Rapikanlah! Kalau tidak mau merapikannya sendiri, cari orang yang bisa membantu bersih-bersih rumah.” Sahut Kihyun yang sedang berjalan menuju ke kamarnya sambil memakan sebuah roti.

Mendengar hal itu, Minhyuk mempunyai ide. Dia akan coba bicara pada Wonho untuk meminta bantuan pada Hye Ri. Karena ia mengira kalau hanya Wonho lah yang lumayan sudah akrab dengan Hye Ri.

“Hyung? Bagaimana kalau kita mencari seseorang yang bisa bantu kita untuk membersihkan rumah?” ucap Minhyuk.

“Carilah. Lagi pula kalian itu memang tidak bisa rapi. Apa salahnya coba, merapikan barang-barang sendiri. Kan kalau udah ngurus barangnya sendiri, pasti rumah itu rapi.” Jawab Wonho.

“Hyung… ayolah,, hmm.. bagaimana kalau kau minta tolong sama Hye Ri. Katakan saja sama dia, dia boleh datang waktu kapan saja untuk merapikan rumah ini. Asalkan tidak menganggu waktunya.” Bujuk Minhyuk.

Mwo? Aniyo.. Shirreoyo!” ucap Wonho.

“Euh!.. Geurae. Aku saja yang bicara padanya.” Kata Minhyuk setelah mendengar jawaban dari Wonho.

Ia pun segera pergi menemui Hye Ri. Setelah berada di depan pintu, ia membunyikan sebuah bel yang ada di sebelah kirinya.

 

TING TUNG

 

Mendengar suara bel, Hye Ri yang sedang berada di dalam kamarnya, langsung berjalan menuju pintu utama untuk membukakan pintu.

Mian.. boleh aku masuk?” tanya Minhyuk.

“Ne. ne Oppa. Silahkan duduk. Oppa wae geurae?” tanya Hye Ri.

“Hmm.. Hye Ri~ah, kau tahu kan yang tinggal di rumah sebelah itu tidak ada yeoja? Kami semua namja.” Ucap Minhyuk.

Ne arayo, wae?” tanya Hye Ri sambil meletakkan gelas berisi teh hangat di atas meja yang disuduhkan untuk Minhyuk.

Aniyo, geundae…” jawab Minhyuk sambil memotong kata-katanya..

Geundae mwo?”tanya Hye Ri.

“Hm.. tapi terkadang rumah kami benar-benar berantakan.. dan, aku kesini untuk minta bantuanmu. Bisa tidak kamu membantu kami untuk membersihkan rumah? Tapi aku tidak memaksa. Kamu boleh datang kapan saja disaat waktu mu kosong.” Jelas Minhyuk.

“Ahh..             geurae.. jadi, dimana aku bisa dapatkan kunci rumah untuk masuk, saat kalian tidak di rumah. Kapan aku bisa mulai, membantu kalian?” jawab Hye Ri sambil tersenyum.

Jinjja?Jinjjayo?gwenchana?” ucap Minhyuk yang merasa terkejut akan mendapat jawaban seperti itu.

Hye Ri hanya mengangguk menandakan kalau ia benar-benar akan membantu mereka.

“Ehm? Bagaimana kalau besok, aku menjelaskan dulu padamu bagian-bagian ruangan dari seisi rumah itu?” tanya Minhyuk.

“Geurae..” jawab Hye Ri yang kembali tersenyum.

Setelah lama berbincang, Minhyuk pamit pada Hye Ri kalau dia harus pulang. Namun sesampainya di rumah, Wonho sudah menunggu kedatangannya. Dan ia menanyakan beberapa pertanyaan pada Minhyuk.

“Minhyuk~ah, apakah dia mau membantu kita? Apa dia mengiyakan permintaanmu? Kapan dia akan memulainya?” tanya Wonho yang mencoba mengikuti jalannya Minhyuk yang sedang berjalan ke arah dapur.

“ah hah.Wae? Kenapa begitu banyak pertanyaanmu yang harus ku jawab, hyung?” jawab Minhyuk seraya berjalan menuju sofa dan menekan tombol power pada remote tv.

Aniyo..” jawab Wonho.

“Atau mungkin kau sangat menginginkan keberadaannya disini?” ucap Minhyuk.

Ya!”

“Siapa yang menginginkan keberadaan siapa?” sahut Kihyun yang berjalan dari arah dapur bersama Changkyun.

“Ah, Kihyun~ah kamu setuju tidak kalau ada yang membantu kita untuk merapikan rumah?” tanya Minhyuk pada Kihyun.

“Setuju setuju saja.” Jawab Kihyun yang kini sudah duduk tepat di samping Minhyuk.

Geundae hyung. Aku masih penasaran. Siapa sih yang menginginkan keberadaan siapa?” tanya Changkyun.

“Wonho hyung sepertinya menginginkan sekali keberadaan Hye Ri yang akan membantu kita merapikan rumah ini.” jawab Minhyuk

“Ya! Minhyuk~ah..” sahut Wonho sambil terkekeh malu.

Jinjja? Dugu? Siapa nama yeoja yang kau sebutkan tadi hyung?” tanya Changkyun.

“Hye Ri.” Jawab Minhyuk.

“Hye Ri?” tanya Kihyun.

“Iya, Hye Ri. Dia tinggal tepat di sebelah kiri rumah ini. Namanya Shin Hye Ri. Ya, dia sangat murah senyum, baik, tidak pelit, sangat cantik, dan juga pintar. Jika kau masuk kerumahnya, pasti kau akan lihat jejeran piala. Ya seperti museum yang menyimpan banyak piala.” Jelas Minhyuk.

“Ya! Ya!.. Hyung? Kenapa kau tersenyum terus seperti itu?” tanya Changkyun pada Wonho yang dari tadi kelihatan senyum-senyum sendiri saat Minhyuk menceritakan tentang Hye Ri,

“Mungkin saja dia menyukai Hye Ri.” Sahut Kihyun.

“Ya! Aniyo.. aku tidak menyukainya.” Teriak Wonho.

Mendengar suara ribut dari ruang tv, Jooheon dan Shownu segera keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Setelah mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan, Jooheon dan Shownu juga ikut-ikutan untuk mencibir Wonho.

Tapi tak terasa waktu cepat berlalu. Kini jam dinding sudah menunjukkan pukul 4 sore. Hyungwon keluar dari kamarnya dengan penampilan yang rapi. Melihat hal itu, Kihyun sontak menanyakan pada Hyungwon, dia ingin pergi kemana.

“Hyungwon~ah.. kau ingin pergi kemana?” tanya Kihyun.

“Aku ingin membeli beberapa makanan instan untuk makan malam nanti.” Jawab Hyungwon.

“Aku akan menemanimu. Jamkkanman, aku ingin mengambil jaketku dulu.” Ucap Shownu seraya bangkit dari tempat duduknya.

***

“Seon Ah~ah, nanti kau turunkan saja aku di supermarket dekat rumahku. Aku ingin membeli camilan. Ntar aku pulang jalan kaki saja.” Kata Hye Ra pada Seon Ah saat dalam perjalanan pulang dari kampus.

“Geurae.” Jawab Seon Ah.

Setelah tepat berada di depan supermarket yang dimaksudkan Hye Ra, Seon Ah melakukan apa yang diminta Hye Ra. Ia menurunkan Hye Ra, dan berpamitan pulang padanya.

“Hye Ra~ah,dadah..” ucap Seon Ah dari dalam mobil.

Setelah menurunkan Hye Ra, ia segera pulang karena masih ada tugas kuliahnya yang belum selesai.

Hye Ra langsung masuk ke supermarket itu, lalu memilih camilan yang akan dibelinya. Tapi saat dia sedang memilihi makanan yang akan dibeli, tiba-tiba saja ada seorang namja yang menabraknya hingga membuat semua makanan yang di bawanya terjatuh berantakan.

Tanpa melihat siapa seorang namja yang sudah menabraknya, Hye Ra langsung memunguti belanjaannya yang terjatuh di lantai. Namja itu bahkan juga membantunya memunguti belanjaan dari yeoja yang ditabraknya.

Tangan mereka bersentuhan saat sedang mengambil satu makanan yang tersisa. Hanya saja Hye Ra dengan cepat melepaskannya, dan segera pergi menuju ke kasir. Kini ada dua orang namja yang juga berdiri tepat di belakangnya untuk mengantri.

Tapi kedua namja itu berpindah antrian tepat disampin Hye Ra saat antrian tersebut telah kosong. Namun saat Hye Ra ingin membayar, ia masih saja mencari dompetnya yang ternyata tidak ada di dalam tasnya. Sepintas dia mengingat kalau dompetnya tertinggal di mobil Seon Ah.

Namun salah satu dari namja itu malah membayarkan semua belanjaan yang dibeli Hye Ra. Saat Hye Ra melihat wajah namja itu, ternyata kali ini dia bertemu lagi dengan Hyungwon. Tapi dengan keadaan terbalik. Dan Hye Ra lah yang harus mengatakan ‘terima kasih’ pada Hyungwon.

Dengan wajah yang malu, Hye Ra akhirnya mengatakan kata’terima kasih’ untuk yang pertama kalinya pada Hyungwon. Melihat kejadian itu, saat dalam perjalanan pulang Shownu bertanya tentang Hye Ra pada Hyungwon.

“Hyungwon~ah, siapa yeoja yang belanjaannya kau bayarkan itu?” tanya Shownu.

Mwolla. Aku bahkan tidak tahu namanya. Tapi tadi malam dia menolongku sebelum fans mengejarku. Tapi intinya dia tahu tentang kita. Aku tidak tahu pasti dia bisa jaga mulutnya atau tidak.” Jelas Hyungwon.

Sesampainya mereka di rumah, Shownu menceritakan kejadian tersebut pada yang lainnya. Sedangkan Hyungwon sibuk membersihkan dapur untuk persiapan memasaknya nanti.

Mendengar cerita dari Shownu, Wonho menyebutkan ciri-ciri Hye Ri padanya. Dan semua ciri-ciri yang disebutkan Wonho itu sama dengan keadaan fisik dari yeoja yang ditemuinya tadi saat di  supermarket.

“Tadi aku bertemu dengan yeoja cantik saat di supermarket. Tapi Hyungwon lah yang membayarkan semua belanjannya karena dompetnya tidak ada di dalam tas. Trus, pas aku jalan pulang dengan Hyungwon, ternyata yeoja itu juga punya jalur yang sama. Dan dia masuk ke rumah sebelah.” Jelas Shownu.

“Rumah sebelah? Hm.. yeoja itu punya rambut hitam panjang tidak? Tingginya tidak jauh dari Kihyun? Hmm.. wajahnya sangat cantik?” tanya Wonho.

Shownu hanya mengangguk.

“Itulah yang namanya Hye Ri. Cantikkan dia..” sahut Minhyuk sambil tersenyum.

Shownu kembali mengangguk.

“Secantik apa sih? Perfect ya yang namanya Hye Ri itu?” sahut Kihyun yang benar-benar penasaran dengan wajahnya Hye Ri.

Changkyun hanya terdiam dan mendengarkan apapun yang dibicarakan oleh hyung-hyungnya. Ia tidak berani berbicara, karena tidak mengerti dan tidak tahu sama sekali bagaimana dan yang mana yang namanya Hye Ri.

Jam dinding kini sudah menunjukkan pukul 8 malam. Saat masakan sudah bisa disantap, mereka semua segera menuju ruang makan. Setelah selesai makan, Hyungwon meminta Changkyun untuk mengantarkan makanan buatannya ke rumah sebelah. Tapi Changkyun menolak.

Karena juga masih penasaran dengan yang namanya Hye Ri, akhirnya Kihyun lah yang mengantarkan makanan ke rumah sebelah. Ia pun membunyikan bel yang ada di sebelah kirinya.

 

TING TUNG

 

Tapi kali ini dia bertemu orang yang salah. Malam ini Hye Ri sedang tidak ada di rumah. Dia pergi untuk mencari beberapa buku yang akan dibacanya. Hanya Hye Ra yang ada di rumah.

Mendengar suara bel berbunyi, Hye Ra bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke pintu utama. Saat melihat Kihyun berdiri dengan membawa sebuah makanan, dia tidak mengeluarkan sepatah katapun. Hanya berdiri sambil memegang handphone-nya dengan satu headset yang masih dipakainya.

“Hm.. ini aku disuruh mengantarkan ini untukmu.” Kata Kihyun sambil memberikan barang yang dibawanya.

Gomawo.” Jawab Hye Ra yang lalu menutup pintu.

Kihyun terdiam sejenak. Lalu membalikkan badannya dan berjalan pulang ke rumah.

“Apa? Murah senyum? Ramah? Baik? Seperti itu yang dinamakan murah senyum? Ramah? Baik? Bahkan dia tak menyambut tamunya dengan baik. Haishh!” ucapnya secara pelan, karena kesal akan perilaku Hye Ra padanya.

 

Day1

 

Hye Ri pergi ke rumah tetangga barunya itu dengan satu buku yang ada di tangannya. Hanya dengan membunyikan bel sekali, akhirnya Jooheon membukakan pintu untuknya. Karena Jooheon sudah mengerti kedatangannya kerumah itu, ia segera memanggilkan Minhyuk.

“Minhyuk hyung..” panggilnya.

“Ne?” jawab Minhyuk dari dalam kamar.

Hye Ri wasseo.” Kata Jooheon..

“Geurae. Suruh saja dia duduk dulu. Aku lagi pakai baju.” Jawab Minhyuk.

Mendengar hal itu, Jooheon menyuruh Hye Ri untuk duduk di ruang tv.

“Hye Ri~ah, duduk saja dulu disini. Minhyuk hyung lagi pakai baju. Aku ingin ke kamar sebentar ya.” Ucap Jooheon pada Hye Ri. Hye Ri hanya mengangguk dan lagi-lagi tersenyum.

Kihyun yang berjalan dari arah dapur sambil membawa sebotol minuman, tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat yeoja yang sedang duduk di ruang tv. Melihat wajah yeoja itu sangat tak asing untuknya. Dia mencoba mendekati yeoja itu.

Merasa tidak enak dilihat dengan tatapan yang aneh, Hye Ri hanya langsung berdiri sambil tersenyum lalu menundukkan badan.

Annyeong Haseyo.” Ucap Hye Ri sambil menundukkan badannya.

Kihyun merasa ada kejanggalan dengan yeoja yang ia temui tadi malam dan sekarang.

Neo…” ucap Kihyun dengan kening yang dikerutkan.

Hye Ri yeyo.” Kata Hye Ri yang mencoba memperkenalkan dirinya.

“Apakah kamu yang bernama Ki.. Ki..” sambung Hye Ri.

“Kihyun.”  Sahut Kihyun yang menyebutkan namanya, karena Hye Ri mungkin sedikit lupa dengan namanya.

“Ahhh… Kihyun.. Kihyun oppa.” Kata Hye Ri sambil tersenyum.

Oppa?” tanya Kihyun dengan nada yang sedikit tinggi.

Ne, oppa. Sepertinya aku lebih muda setahun darimu.” Jawab Hye Ri.

“Ah, geuraeyo. Mau ngapain disini?” tanya Kihyun.

“Dia yang akan membantu kita membersihkan rumah. Tapi dia bisa datang kalau hanya mempunyai waktu kosong. Hari ini dia akan kutunjukkan semua bagian rumah ini.” sahut Minhyuk.

Mendengar penjelasan itu, Kihyun pergi dengan tanpa tidak berbicara sedikitpun lagi.

“Hye Ri~ah, terima kasih sudah mau membantu kami ya..” ucap Minhyuk.

“Ah, gwenchana.’ Jawab Hye Ri.

“Oke, kita akan mulai dari ruangan depan saja ya.” Kata Minhyuk sambil berjalan menuju ke ruangan paling depan.

Hye Ri meletakkan handphone dan buku yang dibawanya di samping televisi. Lalu berjalan mengikuti Minhyuk. Tapi saat mereka berdua lagi ada di ruangan depan, Hyungwon malah beeniat untuk menonton televisi.

Ia mengambil remote tv yang ada tepat disamping barang-barang Hye Ri. Saat itu juga handphone-nya bergetar karena ada yang menelepon. Karena itu bukan hendphone-nya, dia tidak berani mengangkat panggilan tersebut.

Karena penasaran dengan pemilik handphone itu, ia mencoba membuka dan melihat foto wallpapernya. Bukannya melihat foto si pemilik, tapi yang ia lihat hanya foto Minhyuk. Karena mendengar suara Minhyuk yang semakin mendekati dirinya, ia langsung meletakkan handphone yang dipegangnya lalu berjalan menuju kamarnya.

***

“Hye Ri~ah, ini ruangan jarang kami gunakan. Jadi ruangan ini juga jarang sekali berserakan.”jelas Minhyuk. Lalu ia mengajak Hye Ri ke ruangan selanjutnya.

“Di ruangan ini kami selalu bersantai atau bahkan canda-candaan, jadi mungkin ruangan ini yang sering sekali tidak rapi.” Ucap Minhyuk. Hye Ri hanya mengangguk menandakan ia mengerti dengan apa yang dibicarakan Minhyuk padanya.

“Nah, kalau ini adalah kamarku. Aku tidur dengan Kihyun. Nah, ini kasurku dan itu kasur Kihyun~ie.  Aku paling malas membenahi kasur setelah bangun tidur. Jadi mungkin kau hanya akan merapikan tempat tidurku saja. Kalau Kihyun juga sama denganku, hanya saja karena dia suka sekali dengan barang kosmetik, jadi meja riasnya juga sangat sering sekali berantakan.” Jelas Minhyuk sambil tersenyum. Hye Ri membalasnya dengan senyuman.

“Oke, kita ke kamar sebelah.” Kata Minhyuk sambil memimpin Hye Ri untuk menuju ke kamar Jooheon dan Shownu.

Saat memasuki kamar yang kedua, terlihat jelas di sana ada Jooheon yang sedang bermain iPod nya. Dan Shownu yang sedang mendengarkan musik menggunakan headphones.

Melihat Minhyuk dan Hye Ri yang memasuki kamarnya, Jooheon dan Shownu langsung bangkit dari tidurnya dan menyapa Hye Ri serta memberi tahunya apa saja yang bisa dirapikannya saat kamar ini kotor.

“Ah… Hye Ri~ah..” kata Jooheon seraya bangkit dari tempat tidur.

Hye Ri hanya tersenyum dengan Jooheon.

“Kalau untukku kau bisa merapikan baju-bajuku saja. Kalau yang lain, serahkan padaku. I am is Jooheon.” Kata Jooheon sambil memasang wajah sok-sok an.

Hye Ri dan yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah Jooheon yang seperti itu.

“Ahh.. Gwiyeo..” kata Hye Ri yang melihat tingkah lucu Jooheon saat di depannya.

Ne? Gamsahabnida.” Jawab Jooheon yang mendengar pujian untuknya.

“Shownu hyung? Bagaimana? Apa yang bisa Hye Ri lakukan?” kata Minhyuk.

“Ah.. Naega … Eopseo, eopseoyo.” Jawab Shownu.

Geurae. Kami akan ke kamar selanjutnya.. lanjutkanlah.” Kata Minhyuk.

Sekarang Minhyuk akan membawa Hye Ri ke kamar Changkyun dan Wonho. Di kamar itu, Changkyun masih tertidur dengan pulasnya, sedangkan Wonho lagi mendengarkan musik.

Hyung?.. Hye Ri wasseo..” cibir Minhyuk.

Mwo? Ya!” jawab Wonho seraya bangun dari tidurnya.

“Geurae geurae, katakan saja padanya apa yang bisa ia bantu untukmu?” kata Minhyuk.

“Ah,, Eopseo.. aku tidak suka kotor. Apalagi kalau sampai barang-barangku berantakan. Jadi kau tidak perlu melakukan apa-apa untukku..” jawabnya.

“Geundae,,,, kau bisa mengurusi pakaianku saja. Lemariku yang itu. Letakkan saja baju-bajuku disana. “ sambung Wonho sambil menunjuk lemarinya.

Melihat Changkyun tertidur dengan pulas tanpa selimut, Hye Ri mencoba memakaikannya selimut, karena AC di kamar itu menyala dengan suhu yang dingin.

“Apakah dia tidak kedinginan tidur dengan keadaan seperti ini?” ucap Hye Ri sambil menaikkan selimut ke tubuh Changkyun.

Tapi secara tidak sengaja telapak tangannya meyentuh pipi Changkyun. Merasakan suhu yang tidak normal, Hye Ri meletakkan kembali tangannya di kening Changkyun.

“Eo? Apakah dia sakit? Badannya sedikit lebih panas. Mungkin dia demam. Lebih baik suhu AC nya di naikkan saja agar tidak terlalu dingin. Kalau bisa dimatikan saja.” Kata Hye Ri.

Jinjja? Kenapa dia bisa sakit seperti ini? Aigoo” sahut Minhyuk yang juga meletakkan tangannya di kening Changkyun untuk memeriksa keadannya.

Gwenchana, itu belum terlalu parah. Biar nanti aku saja yang merawatnya. Oke, kita ke kamar mana lagi ini?” jawab Hye Ri.

“Kita akan ke kamar Hyungwon. Kamarnya ada di lantai atas. Kajja.” Kata Minhyuk.

Melihat sikap Hye Ri yang sangat perhatian, jantung Wonho selalu berdegup dengan kencang saat melihat Hye Ri.

Hye Ri dan Minhyuk segera menuju ke kamar Hyungwon yang ada di lantai atas. Sesampainya mereka disana, Hyungwon sedang tidak berada di kamarnya.

“Hyungwon~ah.” Ucap Minhyuk sambil mengetuk pintu kamar Hyungwon.

Karena sudah menunggu lama dan tidak juga mendapatkan jawaban, Minhyuk langsung saja membuka pintu kamarnya. Ternyata Hyungwon tidak ada disana. Minhyuk mencoba untuk menjelaskan karakter Hyungwon pada Hye Ri.

“Hyungwon orangnya sudah rapi dan bersih kok. Ya mungkin kamu bisa bantu dalam masalah pakaian saja. Tapi hati-hati ya kalau bersangkutan dengan semua barangnya. Dia itu sensitif.” Kata Minhyuk sambil mencoba duduk di kasur Hyungwon.

“Sensitif?” tanya Hye Ri yang tidak mengerti perkataan Minhyuk.

“Ne. Hyungwon itu memiliki sifat yang beda dari kami semua. Dia itu bersikap dingin pada semua orang. Tak terkecuali dengan orang yang dicintainya. Kelihatannya saja dia cuek dan tidak perduli, tapi sebenarnya dia itu memperhatikan dalam diamnya. Menurutku kalau dia mempunyai seseorang yang menjadi pujaan hatinya, hanya orang itulah yang bisa merasakan perhatian dan kasih sayang yang diberinya, walaupun dengan cara berbeda.” Jelas Minhyuk.

Ah~geuraeyo.” Jawab Hye Ri sambil melihat seluruh ruangan itu.

“Dia bahkan tidak memajang satu fotopun di kamarnya. Aigoo.”sambungnya.

“Haha. Semua foto miliknya, disimpan dalam album. Dan aku juga tidak tahu album itu disimpannya dimana.” Sahut Minhyuk.

Saat tengah berbincang mengenai Hyungwon, tiba-tiba saja terdengar suara ribut dari lantai bawah. Dengan sesegera mereka langsung turun untuk melihat apa yang terjadi. Baru saja menampakkan batang hidungnya, Kihyun langsung mengatakan hal aneh yang menurutnya itu tidak mungkin akan terjadi padanya.

“Hye Ri~ah, Dia menyukaimu.” Kata Kihyun sambil berlari ke belakang Minhyuk karena takut Wonho akan mengejarnya.

“Ya! Kihyun~ah… Keureonggo aniya.”Sahut Wonho.

Hye Ri hanya tersenyum menanggapi itu. Begitu pulang dengan Shownu dan Minhyuk. Sesekali ia melihat jam yang berada di tangan kirinya. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 11.13. Hye Ri berniat membuatkan mereka semua makan siang.

“Ah~ geuraeyo.. Sekarang aku akan membuatkan kalian makan siang ya. Tunggu disini.” Ucap Hye Ri lalu berjalan menuju dapur.

Setelah menyiapkan semua bahan, kini waktunya untuk memotong bahan-bahan yang perlu untuk dipotong. Tapi Kihyun tiba-tiba menghampirinya lalu mengatakan kalau ia ingin membantu.

“Kau akan masak apa untuk kami? Ada yang bisa aku bantu?” ucap Kihyun yang sekarang sedang berdiri tepat disamping Hye Ri.

“Ah? Bahan-bahan yang ada di kulkas tidak terlalu banyak. Jadi aku hanya akan memasak ayam goreng dan beberapa sayur.” Jawab Hye Ri. Yang tengah memotong-motong ayam.

Tapi ia sempat kesusahan untuk memotong ayam tersebut. Melihat hal itu, Kihyun langsung menggenggam tangannya dari belakang, lalu membantunya untuk memotong bagian ayam yang menurutnya susah itu.

Gomawo.” Ucap Hye Ri.

“Hmm..” jawab Kihyun. “Geurae, biar aku yang menggorengnya.” Sambung Kihyun.

“Oppa? Cepat sekali mood mu berubah. Bahkan dari pertama kali aku bertemu denganmu, kau sudah langsung memberi kesan tidak enak padaku.” Ucap Hye Ri.

“Ne? Mianhae. Kau juga seperti itu. Tadi malam saat aku mengantarkan makanan, kau hanya menyambutku dengan wajah yang menjengkelkan.” Jawab Kihyun.

Hye Ri terdiam sejenak. Ia mengingat kalau dari tadi malam ia belum bertemu dengan Kihyun. Mungkin saja kakaknya lah yang sudah bertemu dengannya.

“Ne? geurae. Nado mianhae.” Kata Hye Ri sambil tersenyum tipis.

“Gwenchana.” Jawab Kihyun.

“Hm.. sisahkan sedikit ayam. Aku ingin membuatkan bubur untuk Changkyun.” Sahut Hye Ri.

“I.M?” tanya Kihyun.

“I.M? aku mengatakan kalau aku ingin membuatkan bubur untuk Changkyun . Bukan untuk I.M.” jawab Hye Ri.

“Ah,, Changkyun punya nama panggilan. Dan terkadang kami sering memanggilnya I.M.Mian.” ucap Kihyun yang baru tersadar, kalau Hye Ri tidak mengetahui mereka sebagai Monsta X.

“Gwenchanayo. Seharusnya aku yang meminta maaf, karena aku tidak tahu hal itu. Tapi nanti, bisa kan kau memberi tahuku tentang kalian?” tanya Hye Ri.

“Ah..” jawab Kihyun.

Tak lama, makanan pun siap untuk disajikan.

“Makan siang sudah siap.” Teriak Kihyun dari dapur.

Mendengar ucapan Kihyun, Minhyuk dan yang lainnya segera menuju ke dapur untuk makan siang. Dan saat itu pula, Hyungwon pulang entah dari mana. Ia meletakkan jaketnya di sofa, lalu berjalan ke dapur untuk makan siang.

Ia sempat terkejut melihat keberadaan yeoja yang sampai saat ini tak ia ketahui namanya. Tapi ia juga mencoba untuk bersikap biasa saja.

“Aku akan mengantarkan ini untuk Changkyun. Kalian makanlah dulu.” Ucap Hye Ri yang lalu berjalan menuju kamar Changkyun.

Ia terkejut saat masuk ke dalam kamar, karena melihat Changkyun yang kini sudah berdiri didepannya.

Omo..”

“Ah.. Mian..” ucap Changkyun.

“Changkyun~ah, kamu mau kemana? Aku sudah bawakan makanan untukmu. Lebih baik kau jangan terlalu banyak gerak. Kau bisa berbaring saja disini sampai sembuh. Nanti aku akan mencarikan obat untukmu. Sekarang makanlah.” Kata Hye Ri sambil meletakkan makanan Changkyun di atas meja.

“Ne. letakkan saja disitu. Nanti akan kumakan.” Jawab Changkyun.

“Aniyo. Kau harus makan sekarang. Kalau ditunda-tunda, bisa saja sakitmu lebih parah. Biar aku saja yang menyuapkanmu. Kau harus habiskan ini semua.” Sahut Hye Ri.

Karena tak ingin mendengar ocehan dari Hye Ri lagi, ia coba paksa untuk masukkan beberapa makanan dalam perutnya. Setelah menghabiskan semangkuk bubur buatan Hye Ri, sekarang ia disuruh untuk tetap berbaring di atas kasur, dan bahkan kalau bisa dia tidur saja.

“Kau tetap disini ya. Aku akan letakkan dulu di dapur. Lalu mengambil air hangat untukmu. Jamkkanmanyo.” Ucap Hye Ri.

Setelah balik dari dapur dengan membawa air hangat dan sapu tangan, Changkyun benar-benar tertidur dengan pulasnya. Hye Ri mencoba untuk meletakkan telapak tanganya di atas kening Changkyun. Karena masih merasakan suhu tubuh yang panas, kini ia basahi sapu tangan itu dengan air hangat yang dibawanya tadi. Lalu meletakkannya di atas kening Changkyun.

Tak sengaja Hyungwon lewat di depan kamar Changkyun dengan pintu kamar yang terbuka. Sekilas ia melihat hal yang berhasil membuatnya sedikit kesal dengan tingkah laku yeoja itu.

“Suka dengan Minhyuk, sekarang ia coba untuk cari perhatian I.M. nanti siapa lagi? Wonho hyung? Shownu hyung? Kihyun~ie hyung? Jooheon~ie? Nan? Kalau dia beralih padaku, aku tetap tidak akan tertarik padanya. Kemarin memelukku, berikan aku topi dan masker. Nanti apa lagi?” gumamnya.

Mwo? Wae geurae?” tanya Kihyun yang sedang melihat Hyungwon berdiri sambil berbicara tidak jelas.

“Eo? Aniyo.” Jawab Hyungwon.

“Dia perhatian ya.. ternyata juga baik. Awalnya aku kira dia orang yang dingin sepertimu.” Ucap Kihyun yang juga melihat kedalam kamar Changkyun.

“Hm.. awalnya dia juga seperti itu padaku. Dingin, dan tidak sering berbicara. Tapi sekarang berubah drastis.” Jawab Hyungwon.

“Hmm.. mungkin karen itu Wonho hyung menyukainya.” Kata Kihyun.

“Mwo? Wonho hyung menyukainya?” sahut Hyungwon yang terkejut akan kata-kata Kihyun.

“Hm.. dia menyukainya.” Jawab Kihyun.

“Ada apa dengannya, kok bisa menyukai seseorang yang seperti itu?” ucap Hyungwon seraya berjalan meninggalkan Kihyun.

Wae? Wae geurae? Ya! Hyungwon~ah, jangan bicara seperti itu. Bisa saja nanti kau juga menyukainya.” Cibir Kihyun.

Naega? Wae naega? Aku tidak akan menyukainya.” Sahut Hyungwon.

“Jinjja?” tanya Kihyun.

“Aishh!”

***

Setelah siap mengurusi masalah Changkyun, Hye Ri segera berpamitan untuk pulang karena siang itu ia ada janji dengan temannya.

“Oppa.. aku bisa pulang sekarang?” tanya Hye Ri sambil mengambil barang-barangnya yang ada di samping televisi.

“Ne.. Gomapta, Hye Ri~ah.” Jawab Minhyuk.

Mendengar jawaban dari Minhyuk, Hye Ri segera pergi karena takut terlambat menemui temannya. Ternyata temannya sudah menunggu sejak 10 menit yang lalu di depan rumahnya. Ia pun segera masuk kedalam mobil.

Melihat sosok namja yang kini sedang duduk berdua di dalam mobil bersama Hye Ri, entah kenapa wajah Hyungwon kembali terlihat seperti sangat kesal.

“Kenapa aku harus pergi keluar tadinya kalau nanti aku akan melihat kejadian seperti ini?” gumamnya.

 

*Hyungwon*

What Happened To Me?

 

Hye Ra pulang ke rumah dengan wajah yang benar-benar menjengkelkan. Ia langsung mencampakkan tas nya di atas kasur begitu saja. Lalu menutup mukanya dengan boneka kesayangannya.

“Kenapa dia bisa bicara seperti itu?” gumamnya.

***

TING TUNG

 

Ne. Jamkkanmanyo.” Teriak Hye Ra dari dalam rumah.

Saat membuka pintu, ia terkejut melihat pengirim paket yang memberikan paket padanya. Karena merasa tidak memesan sebuah paket, ia terima saja paket yang diberikan kepadanya, lalu menandatangi sebagai tanda penerima.

Ia berfikir kalau Hye Ri yang memesannya. Karena ia rasa itu milik adiknya, ia coba buka paket itu untuk melihat apa isinya.

“Lah? Ini kan baju namja? Buat apa Hye Ri memesan baju namja? Setahuku dia tidak punya pacar?” gumamnya.

“Atau jangan-jangan ini punya tetangga sebelah? Hahh…! gimana ini, paketnya udah kubuka? Eh, tapi kan bukan salahku juga, siapa suruh memberikan alamat rumah orang.” Sambungnya.

Karena sedang memiliki mood yang bagus, ia coba antarkan paket itu kerumah tetangganya.

 

TING TUNG

 

“Ne? nuguyo?” teriak Kihyun dari dalam rumah.

Hye Ri? Wae geurae?” Ucap Kihyun setelah melihat Hye Ri berada di depan pintu.

“Ini. Mian, paketnya sudah kubuka. Aku kira itu milik adikku, ternyata bukan. Lagi pula bukan salahku, siapa suruh memberikan alamat rumah orang?” Jawab Hye Ra.

“Paket? Ya! Siapa yang memesan paket? Hmm.. isinya baju kemeja..”  teriak Kihyun.

“Naega.” Jawab Hyungwon sambil berjalan keluar menuju pintu.

Kihyun pun langsung memberikan paketnya pada Hyungwon, lalu berjalan masuk kedalam meninggalkan Hyungwon dan Hye Ra berdua.

“Oke, aku akan pulang.” Ucap Hye Ra sambil berjalan meninggalkan Hyungwon.

“Gomapta.” Kata Hyungwon yang berhasil membuat langkah Hye Ra terhenti.

Setelah menghentikan langkahnya, ia coba membalikkan badannya untuk melihat Hyungwon.

“Hm. Cheonmanayo.” Jawab Hye Ra.

“Hye Ra~ah.” Panggil Hyungwon.

Mwo?” tanya Hye Ra.

“Bisa kita bicara sebentar?” tanya balik Hyungwon padanya.

“Hmmm… Ne.” jawab Hye Ra, yang mencoba berjalan mendekati Hyungwon.

Jamkkanman. Aku akan letakkan ini di dalam.” Ucap Hyungwon.

Setelah meletakkan paketnya, Hyungwon mengajak Hye Ra untuk berbicara sambil berjalan mengelilingi komplek rumah.

“Ya! Aku ingin berterima kasih untuk semua.” Ucap Hyungwon memecah keheningan diantaranya.

“Gwenchana.” Jawab Hye Ra.

“Karena kau sudah bersikap baik padaku, aku mencoba untuk perduli denganmu.” Kata Hyungwon yang berhasil membuat Hye Ra kegirangan malu.

“Hm..” jawab Hye Ra.

“Geundae, kenapa kau tidak bisa menjaga sikapmu?” tanya Hyungwon.

Karena merasa tidak pernah melakukan hal aneh, Hye Ra balik bertanya tentang apa yang sudah dilakukannya.

“Ne? menjaga sikapku? Apa maksudmu? Aku sudah melakukan kesalahan apa?” tanya balik Hye Ra.

“Perlu aku jelaskan?” jawab Hyunwon.

“Ne, jelaskan se-detail-detailnya.” Sahut Hye Ra.

Mendengar jawaban itu dari Hye Ra, Hyungwon tak segan menjelasakan tanpa memikirkan ucapannya.

“Geurae. Kenapa harus memelukku saat kau punya niat menyembunyikanku dari fans? Kenapa harus merawat seseorang yang belum kau kenal dengan dekat? Bahkan kau merawatnya dengan sepenuh hati.. Kenapa tidak satu namja saja yang cukup kau cari perhatiannya? Dan kenapa juga harus mendekati namja lain, disaat kau sudah memiliki pasangan?” ucapnya.

“Se-murahan itukah aku?” sahut Hye Ra yang terkejut mendengar semua penjelasan dari Hyungwon.

“Tidak bisakah kau sadar akan sikapmu itu?” tanya lagi Hyungwon.

“Ya!” sahut Hye Ra.

“Wae? Apakah kau tidak terima kalau aku mengatakan seperti itu. Itukan kenyataannya, kau bahkan…..”

 

PLAK

 

Gemanhae. Kenapa kau mengatakan hal yang sama sekali tak ku lakukan? Dekat sama satu namja saja aku tidak pernah, sekarang kau katakan kalau aku tidak bisa menjaga sikapku? Ya! Sudah berapa lama kau mengenalku? Sudah berapa lama?” teriak Hye Ra sambil menghapuskan air matanya.

Mendengar perkataan dari Hye Ra, dan melihat kalau dia sudah membuat seorang yeoja menangis karena perkataannya. Ia benar-benar merasa sangat menyesal. Saat ingin meminta maaf, Hye Ra malah pergi dengan keadaan yang tidak membaik.

“Hye Ra~ah.. Hye Ra~ah.. Naega..” ucap Hyungwon sambil mencoba meraih tangan Hye Ri yang sedang menutupi wajah cantiknya.

“Gemanhae, gemanhae Hyungwon~ah.. ini sudah terlalu malam. Aku akan pulang. Lebih baik kau juga pulang, daripada nantinya fansmu melihat keadaan ini. akan jadi berita yang tidak-tidak nanti. Geurae, aku pulang.” Ucap Hye Ra sambil berjalan meninggalkan Hyungwon sendiri.

“Hye Ra~ah….”panggilnya pelan sambil melihat Hye Ra berjalan menjauh meninggalkannya.

“Mianhae. Jeongmal mianhae.” Gumamnya.

Mau tidak mau, ia tetap harus pulang dan menunggu kedatangan Hye Ri saat kerumahnya besok. Ia berniat untuk meminta maaf atas kejadian ini padanya. Tapi tidak tahu kenapa, ia seperti merasa ketakutan kalau sampai Hye Ra benar-benar akan menjauhi dirinya.

***

Dengan terpaksa Hyungwon mencoba untuk bangun lebih awal hari ini. ia takut kalau tidak ada waktu untuk meminta maaf atas kejadian tadi malam.

“Hyung? Apakah Hye Ri tidak akan datang hari ini?” tanya Jooheon pada Hyungwon yang sedang berdiri melihat keluar jendela.

“Mwolla. Aku juga sedang menunggunya.” Jawab Hyungwon.

“Geundae, kenapa kalian semua memanggilnya dengan panggilan ‘Hye Ri’?” sambugn Hyungwon.

“Ne?” Jawab Jooheon.

“Hyungwon~ah, apa yang kau tanyakan? Nama yeoja yang kemarin membantu kita itu adalah ‘Hye Ri’..” Sahut Minhyuk.

“Jamkkanmanyo.. Hyung, kau mengatakan kenapa kami memanggilnya dengan sebutan ‘Hye Ri’? apa maksudmu?” tanya Jooheon.

“Ah, sudahlah. Abaikan saja apa yang kukatakan. Kenapa dia tidak datang juga? Sekarang sudah pukul berapa?” kata Hyungwon sambil berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.

“Mungkin dia sedang tidak ada waktu. Lagi pula, kenapa kau bangun lebih awal hari ini? apakah karena Cuma ingin menunggunya saja?” sahut Kihyun yang berjalan keluar dari kamarnya sambil mencoba mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

“Geundae, bukankah yang merawatku kemarin Hye Ri?” tanya Changkyun yang sedang berjalan menuju ruang tv.

“Hmm. Apa kau tidak sadar? Bahkan dia menyuapimu saat matamu terbuka lebar..” jawab Kihyun.

“Aku tidak sepenuhnya sadar. Jadi hanya ingin memastikan.” Ucap Changkyun.

Setiap 2 jam sekali, Hyungwon selalu melihat keluar jendela. Berharap kalau Hye Ri segera datang kerumahnya. Hal itulah yang terus dilakukannya sampai jam menunjukkan pukul 10 malam.

Semua member hanya terdiam melihat tingkah laku Hyungwon yang aneh. Minhyuk mencoba untuk menanyakan apa yang sedang terjadi padanya. Mungkin saja, jika Minhyuk yang bertanya, ia akan menjawabnya dengan baik.

“Hyungwon~ah.. wae geurae?” tanya Minhyuk yang sedang duduk di sofa melihat Hyungwon yang terus menatap keluar jendela.

Hyungwon tetap tak menjawab.

“Hyungwon~ah. Wae geurae? Kenapa kau terus melihat keluar jendela? Apa kau sedang menunggu seseorang? Duduk lah disini, dan jelaskan pada kami apa yang sudah terjadi?” tanya lagi Minhyuk.

Hyungwon akhirnya menuruti perkataan Minhyuk. Ia duduk tepat disamping Minhyuk, lalu secara perlahan ia coba jelaskan apa yang terjadi.

“Mwo? Kau membuatnya menangis tanpa meminta maaf padanya? Ya! Kau kira kau ini siapa? Tak bisakah kau bersikap lebih hangat? Ya! Hyungwon~ah, apa susahnya sih untuk menuruti perkataan seseorang yang lebih dewasa darimu? Hah? Sekarang kau pergi temui dia, lalu minta maaf padanya…” ucap Kihyun yang mencoba menarik tubuh Hyungwon keluar dari rumah.

“Hyung.. hyung..” kata Hyungwon dengan nada yang rendah.

“Kihyun~ah, gemanhae.. biarkan dia sendiri yang menyelesaikan masalahnya.. gemanhae Kihyun~ah.” Ucap Minhyuk yang mencoba berada di belakang Hyungwon untuk membantunya.

“Hyung! Dia tidak bisa didiamkan seperti ini. dia tidak akan berubah jika kita memperlakukannya dengan baik. Buat apa aku menyandang panngilan ‘hyung’(yang lebih tua) darinya, kalau aku tak bisa mengajarinya.” Jawab Kihyun dengan nada yang tinggi.

“Kau tidak boleh pulang sebelum kau dapatkan penerimaan maaf darinya.” Teriak Kihyun yang langsung menutup dan mengunci pintu rumah meninggalkan Hyungwon diluar tanpa sebuah baju hangat yang dipakainya.

Jooheon, Changkyun dan yang lainnya hanya terdiam melihat hal itu terjadi. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

“Hyung! Mianhae.. Mianhae hyung! Jeongmal mianhae.” Teriak Hyungwon dari luar rumah.

“Hyungwon~ah, lebih baik kau pergi saja temui dia , lalu minta maaf padanya. Aku benar-benar tak bisa membantumu kali ini.” jawab Minhyuk pelan dari dalam rumah.

Mendengar hal itu, Hyungwon juga tak bisa melakukan apa-apa kecuali pergi menemui Hye Ra dan meminta maaf padanya. Ia pun segera pergi ke rumah Hye Ra. Sudah membunyikan beberapa kali bel, tetap saja tak ada yang membukakan pintu untuknya.

Ternyata malam itu, Hye Ra pergi menemui Seon Ah lalu mengajaknya jalan-jalan karena tidak mau terlalu memikirkan hal yang terjadi antara dia dan Hyungwon.

Karena terlalu lama menunggu, lagi pula jam tangannya kini sudah menunjukkan pukul 1 malam, Hyungwon tertidur dalam keadaan duduk di depan pintu rumah Hye Ri. Untungnya saja Hye Ri pulang, lalu membangunkannya dari tidurnya.

“Hyungwon~ah.” Ucap Hye Ri sambil menepuk pelan bahu Hyungwon.

Dalam keadaan setengah sadar, Hyungwon langsung memeluk Hye Ri tanpa berfikir kalau akan ada orang lain yang melihat mereka seperti itu pada malam hari.

“Hye Ri? Hye Ri~ah, mianhae. Jeongmal mianhae.” Katanya sambil memeluk erat tubuh Hye Ri.

“Mian?” tanya Hye Ri.

“Aku terlalu egois untuk tidak memikirkan perasaan orang lain saat aku berbicara. Mianhae.” Jawab Hyungwon.

Karena tak terlalu mengerti apa maksud dari pembicaraan Hyungwon, Hye Ri hanya menjawab kalau ia sudah memaafkan Hyungwon.

“Geurae, geurae. Aku memaafkanmu.” Jawab Hye Ri.

Namun tak lama, Hyungwon pingsan karena terlalu lama berada di luar dengan cuaca yang lumayan dingin tanpa memakai baju yang hangat.

“Hyungwon? Hyungwon~ah ireona.. ireona..” ucap Hye Ri yang mencoba memukul pelan pipi Hyungwon.

Karena melihat lampu rumah Hyungwon sudah mati, Hye Ri coba untuk membawa Hyungwon masuk kerumahnya. Setelah berhasil membawa Hyungwon masuk, ia coba baringkan Hyungwon di kamarnya, lalu menyelimuti Hyungwon dengan selimut tebal miliknya.

Karena Hye Ra mengatakan padanya kalau malam ini ia akan menginap di rumah Seon Ah, jadi Hye Ri lebih memilih untuk tidur di kamar Hye Ra.

Saat tengah menyelimuti Hyungwon, tiba-tiba saja matanya terhenti sejenak untuk memandangi wajah tampan Hyungwon yang kini sedang tertidur pulas. Tanpa ia sadari, tangan kirinya mengelus pelan rambut Hyungwon.

“Ah? Igi mwoya? Hye Ri~ah, tidak boleh seperti itu.” Ucapnya saat sadar akan apa yang telah dilakukannya.

***

Malam berganti pagi. Dengan pikiran yang seluruhnya belum pulih, Hyungwon terbangun dan melihat sisi kamar yang tak biasa ia lihat saat bangun dari tidurnya. Lalu melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 1 siang.

Saat sepenuhnya tersadar, akhirnya ia memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur itu, lalu berniat untuk pulang kerumahnya. Namun saat tengah berjalan, tiba-tiba saja Hye Ri berbicara padanya.

“Apakah tidurmu pulas?” tanya Hye Ri yang sedang menonton televisi.

“Hm? Ne.” jawabnya sambil melanjutkan langkahnya.

“Kau sudah mau pulang?” tanya lagi Hye Ri.

“Ne.” jawabnya.

“Kau akan pulang dengan tanpa mengatakan maaf dan terima kasih setelah memelukku tadi malam dan sudah tidur di tempat tidurku? Geurae, lagi pula aku juga tidak memaksa.” Sahut Hye Ri.

Langkahnya terhenti saat mendengar kata-kata’memelukku’. Lalu perlahan ia coba mengingat kejadian tadi malam.

“Aissh..” decaknya malas setelah mengingat semua kejadian yang terjadi tadi malam.

Dengan rasa canggung ia paksakan untuk meminta maaf dan mengucapkan terima kasih karena sudah membiarkannya tidur di rumahnya.

“Geurae. Mianhae, Gomapta.” Ucapnya.

“Geurae, geurae. Kita akan kerumah mu sama-sama ya. Kajja!” jawab Hye Ri.

Setelah sampai di depan rumahnya, Hyungwon hanya langsung masuk tanpa memberikan salam. Ia juga langsung berjalan menuju kamarnya, dan mengurungkan dirinya satu hari ini penuh.

Sesampainya di kamar, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu menatap langit-langit kamarnya. Tapi seketika saja ingatannya memaksa ia untuk tetap memikirkan kejadian tadi malam

“Haisshh! Apa yang sedang kupikirkan ini?   Kenapa selalu dia yang aku pikirkan belakangan ini?” katanya sambil mengacak-acak rambutnya.

Karena tak ingin ada pikiran apapun yang menganggunya, ia memutuskan untuk melanjutkan tidurnya kembali. Setelah hampir 4 jam tidur, Hyungwon akhirnya bangun dan beranjak dari tempat tidurnya menuju dapur karena perutnya benar-benar belum terisi sedikitpun makanan sejak kemarin malam.

Saat ingin memasukkan makanan ke dalam mulutnya, tiba-tiba saja gerakannya terhenti karena ia memikirkan sesuatu.

“Apakah dia juga sudah makan? Bagaimana mungkin dia bisa memaafkan aku dengan cepatnya? Pasti masalah ini juga masih di pikirkan olehnya.” Gumamnya.

“Haisshh! Ya! Hyungwon~ah, kenapa kau terus memikirkan dia? Kau dengannnya itu tidak ada hubungan apa-apa. Kenapa harus juga mengkhawatirkan tentangnya?”  Ucapnya.

***

I Found You

 

Bertemu denganmu bukanlah hal yang kuinginkan

Tapi bertemu denganmu adalah hal yang Tuhan telah janjikan padaku

Bersamamu bukanlah hal yang ingin kulakukan

Tapi bersamamu adalah hal yang akan kulakukan

 

Itulah kira-kira yang Hyungwon tuliskan di selembar kertas. Selesai menulis, ia letakkan kertas itu di dalam sebuah album yang ada di lacinya. Lalu mengambil jaketnya yang tergantung, dan berjalan keluar kamarnya.

***

Saat dimana kau sudah bosan dengan kepergianku

Saat dimana kau sudah bosan untuk sendiri

Saat dimana kau sudah bosan menunggu waktu

Disaat itulah aku akan kembali bersamamu…

 

Entah kenapa kini Hye Ri merubah kebiasaannya. Ia tuliskan semua yang dirasakannya di atas kertas putih. Setelah menulis, ia kaitkan pena yang berwarna hitam itu tepat di samping bukunya. Lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membenahi diri.

Tak lama, Hye Ri keluar dengan penampilan yang sangat rapi. Dengan sebuah koper yang tak terlalu besar, perlahan ia turuni anak tangga satu-persatu.

“Eonni..” teriak ia memanggil Eonni-nya.

“Hm.?” Jawab Hye Ra sambil berjalan menuju ke ruang makan, karena Hye Ri sedang berada disana untuk memakan sebuah roti.

“Aku akan pergi sekarang..” ucap Hye Ri dengan mulut yang dipenuhi roti berselai strawberry itu.

“Eodi?” tanya Hye Ra.

“Amerika. Aku diterima di salah satu kampus yang ada disana. Dan hari ini aku harus pergi.” Jawab Hye Ri sambil berjalan keluar rumah.

“Jigeum? Jinjja?” sahut Hye Ra terkejut mendengar jawaban dari adiknya.

“Hm..” jawab Hye Ri hanya menganggukkan kepalanya.

“Jamkkanman,.. Eonni, bisakah kau menggantikanku untuk membantu tetangga sebelah membersihkan rumahnya? karena dalam 4 bulan ini, aku tidak berada di sini.” Sambungnya.

“Naega? Nae….nae…naega..” jawab Hye Ra terputus-putus.

Naega galkkaeyo..” ujar Hye Ri.

“Ya! Hye Ri~ah.. Ya!” teriak Hye Ra karena kesal mendengar perkataan adiknya.

“Aisshh! Jinjja!”

“Bagaimana bisa aku selalu bertemu dengannya? Dan kenapa tubuhku selalu terpaku saat di depan namja dingin itu.. pasti ada saja hal yang membuat kami selalu bertemu..” decak malasnya terdengar samar, saat ia pelankan suaranya.

Mau tidak mau, ia harus tetap menggantikan posisi Hye Ri untuk sementara. Setelah membenahi dirinya, ia duduk terdiam di ruang tv. Melirik sekali jam tangan yang melingkar di tangannya. 13.12. karena merasa bosan, akhirnya ia paksakan untuk datang ke rumah sebelah.

Tapi hampir lamanya menunggu seseorang yang membukakan pintu untuknya, tak kunjung ada. Ia coba untuk membuka perlahan pintu rumah itu, sambil memanggil nama mereka.

“Hyungwon~ah, Wonho oppa..” ucap nya pelan.

Perlahan ia langkahkan kakinya memasuki rumah kosong itu.

“Ah.. ternyata mereka benar-benar sedang tidak ada dirumah.” Ujarnya.

Setelah meyakinkan dirinya kalau para namja itu sedang tidak dirumah, dengan santainya ia masuk dan mengitari seluruh rumah itu. Sampai akhirnya ia masuki satu ruangan yang ada di lantai atas. Matanya terpelalak melihat suasana ruangan yang benar-benar rapi dan bagus. Semua barang-barangnya terletak dengan sempurna.

“Siapa pemilik kamar ini? bahkan dia sama sekali tidak memajang satupun foto dikamarnya.” Gumamnya.

Kepalanya berhenti memutar saat melihat sebuah laci yang terbuka. Ia dekati laci itu, lalu dengan perlahan ia coba mengambil sesuatu yang ada di dalamnya. Entah apa yang dia ambil di laci itu, tapi saat tengah melihatnya, wajah Hye Ra benar-benar memasang ekspresi yang sangat terkejut. Bahkan air matanya sempat mengalir di pipi nya.

***

“Lah? Kok pintunya terbuka?” tanya Jooheon.

“Ya! Hyungwon~ah, kau tidak menguncinya?” tanya Shownu.

“Aku lupa.” Jawab Hyungwon ketus.

“Eo? Oppa..” ucap Hye Ra saat berjalan keluar rumah, dan terkejut melihat kedatangan para member Monsta X itu.

“Aku akan pulang. Makanan sudah kusiapkan di atas meja makan. Rumah juga sudah selesai kurapikan. Aku permisi.” Lanjut Hye Ra yang langsung berjalan meninggalkan mereka.

“Ada apa dengan dia? Kenapa ekspresinya seperti itu?” tanya Changkyun.

“Matanya juga seperti habis menangis.” Sahut Kihyun.

Hyungwon hanya terdiam dan melihat kepergian Hye Ra.

 

3 bulan kemudian…

 

“Kemana Hye Ri? Kenapa belakangan ini aku tidak melihatnya sama sekali..” ucap Minhyuk memecah keheningan saat di ruang tv.

“Ne. kemana dia pergi? Bahkan sama sekali tidak memberitahu kepergiannya pada kita.” Sahut Wonho.

“Mungkin dia sedang berlibur. Atau…” putus Jooheon.

“Atau mungkin saja dia sedang tak ingin bertemu dengan salah satu dari kita.” Sahut Changkyun.

Saat semua tengah berkumpul, terlihat jelas disana kalau Hyungwon dan Kihyun sedang tak ikut berkumpul. Entah kenapa semenjak Hye Ri tak muncul lagi, Kihyun selalu mengurungkan dirinya di kamar. Kelar hanya sesekali untuk pergi makan. Selebihnya ia hanya berada di kamar.

Dilihat dari kedekatannya dengan Hye Ri beberapa bulan yang lalu, Jooheon dan Changkyun menganggap kalau hyungnya itu menyukai Hye Ri. Hyungwon yang juga melakukan hal yang sama, tapi karena ia tidak terlalu menampakkan rasa khawatirnya,  membuat Jooheon dan Changkyun ragu akan tebakan yang mengatakan kalau Kihyun dan Hyungwon sama-sama menyukai Hye Ri.

 

*Kihyun POV

Mata yang sendu, wajah yang bersedih. Begitulah terakhir kali keadaannya yang kulihat. Aku tak tau hal apa yang telah membuatnya seperti tiu. Belum sempat kukatakan kalau aku menyukainya, dia sudah pergi begitu saja dari hadapanku.

Entah apa yang sudah kulakukan, tapi aku yakin kalau aku sudah membuatnya tak nyaman berada di sisiku. Aku berharap ada sesuatu yang bisa kulakukan agar aku bertemu dengannya. Membuat sebuah kesempatan, dimana aku akan menyatakan perasaanku padanya.

“Baru saja kurasakan apa itu jatuh cinta. Baru saja kurasakan apa itu cinta. Baru saja kurasakan rasa tak ingin kehilangan. Tapi kenapa saat aku baru merasakan semua itu, dia pergi meninggalkanku tanpa ada alasan. Bahkan sebelum aku menyatakan perasaanku padanya. Tak bisakah aku bertemu dengannya sekali lag? Tak bisakah aku bertemu dengannya walau sebentar? Aku hanya ingin katakan kalau aku suka padanya. Kalau aku jatuh cinta padanya.” Ucapku dengan nada pelan.

Entah virus apa yang berhasil membuatku jadi seperti ini. membuatku hampir gila hanya karena cinta. Aku tak tau apa yang akan kulakukan kedepannya jika keadaan ini tak membaik.

“Beginikah cinta? Beginikah rasanya jika cinta itu terpendam. Beginikah rasanya setelah merasakan terbang setinggi mungkin karena jatuh cinta? Aishh! Ini sunggu tak adil untukku.” ucapku kesal.

 

 *Hyugwon POV

“Kenapa disaat dia pergi, aku benar-benar merasa kehilangan?” gumamku.

Iya. Aku merasa kehilangan. Mungkin tak ada seorangpun yang tahu kalau kau merasa hampa tanpa melihat dia satu hari saja. Itu karena aku menyimpan rasa khawatirku dalam diam. Entah apa yang sudah kulakukan hingga membuatnya pergi jauh tanpa balik lagi.

Aku merasa kalau ada sesuatu yang balik menyerang atas apa yang sudah kulakukan. Aku mencoba untuk mengingat, tapi itu sia-sia. Hanya saja terlintas sebuah kejadian yang sudah lama. Kejadian sekitar 4 tahun yang lalu. Kejadian saat dimana aku meninggalkan seseorang tanpa adanya alasan yang kuberikan padanya. Apa mungkin sampai sekarang dia masih menunggu alasan itu? Apa mungkin ini balasan yang diberikan padaku.

“Hye Ri…Hye Ra.”

Kenapa nama mereka sama hampir sama? Bahkan bukan sama. Sikap Hye Ri benar-benar sama dengan Hye Ra. Ya, Hye Ra. Dialah seseorang yang kutinggalkan dulu. Tapi bukannya aku tak ingin memberinya alasan atas kepergianku. Hanya saja waktu yang tak memperbolehkan aku untuk menjelaskan padanya.

Sampai sekarang rasa yang kusimpan sama sekali tak berubah, dan masih sama seperti awal aku bertemu dengannya. Ingin kucari dimana dia sekarang, tapi tetap saja waktu mengahalangiku.

Karena rasa penasaran yang begitu melonjak, aku coba berjalan mendekati sebuah laci yang ada di samping tempat tidurku. Disana aku letakkan sebuah album yang berisikan fotoku dengan Hye Ra. Foto saat dimana kami masih bersama.

Tapi apa yang kudapati setelah ku coba buka laci itu? Album yang menyimpan semua kenanganku benar-benar tak ada disana. Sudah kucoba cari disetiap barang yang ada di kamarku, tetap saja album itu tak kudapatkan.

 

Dertt.. Dertt..

 

Tiba-tiba handphone-ku bergetar. Menandakan adanya pesan yang masuk. Ku raih handphone-ku yang ada di atas laci. Ku baca perlahan pesan yang dikirimkan padaku. Aku tak tahu siapa yang mengirim pesan itu.

 

Menunggumu adalah hal yang biasa untukku

Menunggumu adalah hal yang mungkin akan terus kulakukan,

Saat perasaan ini benar-benar belum hilang..

TAMAN SAKURA, 6 MAY 2016, 16.16.

 

Itulah yang kubaca dari pesan yang dikirimkan padaku. Mungkin saja si pengirim ingin aku menemuinya di taman sakura. Ku lihat kalender yang terpajang di atas laci. 6 may 2016. Tanggal yang sama. Kulirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku. 16.06.

Waktuku hanya tinggal 10 menit lagi untuk sampai di taman yang lumayan jauh dari perumahanku saat ini. dengan cepat ku raih jaketku yang tergantung, lalu bergegas pergi menuju taman itu.

Entah apa yang membuatku jadi seperti ini. pesan yang kubaca itu benar-benar tak kuhiraukan seperti biasanya.

“Sial! Kenapa disaat seperti ini aku terjebak macet.” Ucapku dengan kesal, sambil terus membunyikan klakson mobilku.

Sekali lagi kulirik jam tanganku. Sudah pukul 16.13. waktuku tinggal  3 menit lagi. Bahkan keberadaanku saat ini masih benar-benar jauh dari letak taman yang dijanjikan si pengirim padaku.

Karena tak sabar menunggu macet, dan waktuku yang tak banyak. Aku langsung memutuskan untuk berlari ke taman itu. Ku tinggalkan mobilku di tepi jalan. Aku berlari dengan langkah yang benar-benar cepat.

Sesampainya aku disana, tak kudapati seseorang yang tengah menunggu. Ku coba mengatur nafasku yang sedang ter-engah-engah ini.

 

Huh..huuhh..huh..

 

            Kulirik sekali lagi jam tanganku. 16.45. aku telat 39 menit. Pantas saja tak ada siapapun disini. Perlahan ku kelilingin taman itu, berharap semoga si pengirim masih menungguku.

Namun langkahku terhenti saat melihat sesuatu yang tak asing lagi untukku. ku dekati benda itu. Lalu aku mencoba untuk membukanya. Ternyata itu adalah album yang tadi kucari. Banyak pertanyaan yang ada dibenakku mengenai hal ini.

“Hye Ri? Apa mungkin dia yang mengambil barang ini di kamarku? Atau mungkin? Hye Ra? Tapi bagaimana bisa dia mengambil ini dariku? Bahkan kami sama sekali belum bertemu.. atau… atau mungkin…”..

“Atau mungkin Hye Ri adalah Hye Ra. Ah! Tidak mungkin!” gumamku.

Saat tengah membuka satu persatu halaman, kutemui lembaran kertas yang ku selipkan sebelum pergi ke Seoul. Hanya saja ada sebuah balasan di sana. Balasan dari kata-kata yang kutuliskan.

 

Berpisah darimu bukanlah hal yang ingin ku lakukan

Berpisah darimu adalah hal yang harus dilakukan

Bertemu denganmu bukanlah hal yang akan ku tahu

Bertemu dengan mu adalah hal yang telah ditakdirkan..

 

#5 meter dari keberadaanmu, kanan

 

Itulah balasan darinya. Ia menyuruhku berjalan sejauh 5 meter ke kanan, dari keberadaanku sekarang. Aku berlari menuju tempat yang dijanjikan selanjutnya. Sesampainya aku disana, tak juga ada seseorang pun yang kutemui.

Ku atur kembali nafasku, lalu menoleh ke arah kiri. Tepat dengan tatapanku, ada sebuah benda yang juga tak asing untukku tergeletak di tanah. Aku berjalan mendekati benda itu. Lalu mengambilnya.

Rekaman. Benda yang sama persis dengan yang ku berikan pada Hye Ra saat ulang tahunnya.Di taman ini aku pernah memberikan kejutan yang tak begitu istimewa untuknya. Dan hadiah yang kuberikan adalah rekaman ini. aku tahu dia begitu menyukai musik. Suaranya begitu indah jika sedang menyanyi. Aku memberikan rekaman ini padanya, agar dia merekam semua yang dirasakannya.

***

15 May 2011

“Hyungwon~ah, apakah aku sudah boleh membuka mataku?” tanya Hye Ra.

“Hm.. bukalah..” jawab Hyungwon yang kini tengah berdiri tepat didepan Hye Ra dengan sebuah kue yang tak terlalu besar, dan satu buah lilin yang menyala.

Saengil Chukkae, Hye Ra~ah..” ucap Hyungwon.

“Hyungwon~ah…” lirih Hye Ra pelan, dengan air mata yang perlahan membasahi pipinya.

“Tiup lilinnya dong..” kata Hyungwon sambil menyuduhkan kue yang dipegangnya.

Setelah ia tiupi lilin yang sebagai tanda bahwa umurnya sudah bertambah, Hye Ra langsung memeluk Hyungwon.

“Gomawo, Hyungwon~ah..” ucap Hye Ra yang tak terlalu terdengar dalam dekapan Hyungwon.

“Ne?” tanya Hyungwon karena tak mendengar apa yang Hye Ra katakan padanya.

“Gomawo..” jawab Hye Ra dengan suara yang sedikit tinggi, sambil memper-erat pelukannya, seakan-akan tak ingin kehilangan Hyungwon.

“Ne, Hye Ra~ah..”

Saranghae..” ucap Hye Ra.

“Nado.. nado saranghae..” jawab Hyungwon yang juga memper-erat pelukannya.

***

Setelah kejadian itu, aku benar-benar tak lagi menampakkan diriku. Aku pergi sejauh-jauhnya dari hadapannya. Aku pergi bukannya tanpa alasan. Kucoba tekan tombol play yang ada di rekaman. Kudengarkan jelas-jelas apa yang direkamnya untukku.

Suara yang dulu ku puja, suara yang dulu sering sekali terdengar ditelingaku, kini kembali mengucapkan kata-kata untukku.

 

Hyungwon~ah, annyeong..

Apakah kamu masih mengingatku?

Apakah kamu mengenali suaraku?

Ne, aku Hye Ra.

Mungkin kamu sudah lupa denganku.

Tapi jujur, aku bahkan sama sekali belum bisa melupakanmu.

Sampai sekarang aku juga masih menunggumu

Aku tak peduli lagi dengan alasan mengapa kau meninggaliku begitu saja

Yang penting, sekarang aku menemukanmu

‘Nado Saranghae’ apakah kamu masih ingat kata-kata itu?

Kata-kata itu adalah kata terakhirmu untukku

Perasaanku juga belum berubah sama sekali

Perasaanku masih tetap sama seperti dulu

Sudah bertahun-tahun aku menunggumu

Dan sekarang, kita bertemu lagi. Bagaikan mengulangnya dari nol.

Hyungwon~ah, apa sebenarnya tentang hubungan kita?

Apakah kau masih menganggapku sebagai kekasihmu?

Atau aku ini hanya mantan kekasihmu?

Itu saja yang ingin kutanyakan padamu

Jika aku hanya mantan kekasihmu, aku akan mencoba melupakanmu

Pergilah kamu dari hidupku sejauh mungkin

Tapi… tapi.. tapi kalau aku masih menjadi kekasihmu,

Aku hanya ingin kembali berada dalam dekapanmu

Aku hanya ingin bersamamu lagi

Saranghae.. Hyungwon~ah..

            Begitu sakit hatiku mendengar kata-kata yang diucapkannya. Hanya inikah yang slama ini ingin ia tanyakan padaku? Sejahat itukah aku yang sudah membuatnya menungguku dengan keadaan yang tak pasti?

Aku benar-benar bukan seseorang yang bisa membuatnya tertawa untuk waktu yang lama. Bahkan aku sudah membuatnya menangis dalam diam selama ini.

 

“Hye Ra.. Mianhae, mianhae sudah membuatmu menunggu selama ini.. Mianhae, jeongmal mianhae..” ucapku pelan.

Kini aku hanya bisa menangis dalam diam. Merasakan apa yang dulu dirasakan oleh Hye Ra. Ini pantas untuk kudapatkan..

 

Ex-Girl

 

Tak terasa sudah 4 bulan berada di Busan. Sekarang waktunya untuk balik ke Seoul, menjalani kebiasaan seperti biasa. Dengan keadaan yang belum membaik, mau tak mau Hyungwon harus tetap kembali ke Seoul.

Untuk menyiapkan Comeback mereka. Sebenarnya selama di Busan, mereka juga sudah menyiapkan tentang Comeback mereka. Tapi sekarang adalah waktunya untuk menunjukkan ke Entertainment, apakah topik yang sudah mereka buat, cocok untuk Comeback mereka tahun ini.

Tepat setelah tanggal 6 May, mereka pulang ke Seoul. Rencananya mereka akan Comeback di bulan ini. dengan merilis lagu pertama pada tanggal 18 May, mereka memberi kode pada Monbebe, kalau mereka akan Comeback.  Karena masih punya beberapa hari untuk persiapan Comeback, mereka benar-benar menggunakan waktu itu sebaik mungkin. Karena ingin tampil perfect di depan Monbebe.

Tak terasa, sekarang waktunya untuk tampil perdana dengan membawakan lagu dalam album Comeback mereka tahun ini. baru saja naik ke podium, teriakan dari para fans yang sudah tak sabar untuk melihat penampilan perdana dari Monsta X

Pembukaan dari sang Main Vocalist, membuat fans makin berteriak histeris. Untuk lagi pertama ini, mereka berkolaborasi dengan Wheein dari Mamamoo. Lagu yang berjudul “Ex-Girl” ini benar-benar membuat fans bertanya-tanya, apa konsep dari Comeback mereka tahun ini.

 

Nan neoui Ex-Boy, dorikil sun eobseulkka?

Uriga haengbokhadon ttaero..

Ara nan Ex-Girl, dwidora tteonageoson

Ije waseoya, wae neowaui chueoge himgyeowohalkka…..

 

Indo:

Aku mantan pacarmu, Tak bisakah kita kembali bersama?

Kembali saat kita masih sama-sama bahagia

Aku tahu aku mantanmu, Setelah aku berbalik pergi

Mengapa aku teringat dengan kenangan kita?

 

 

Eng;

I’m your Ex-Boy, can’t we go back?

Back to when we both were happy

I know that i’m the Ex-Girl, who turned away

But now why am I having a hard time getting over our memories?

 

***

            Setelah selesai tampil secara perdana untuk Comeback, kini saatnya untuk Monsta X menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para fans, tentang konsep Comeback mereka. Dengan dua orang MC, mereka duduk dan siap menjawab semua pertanyaan yang ditujukan. Pertama, mereka menyapa para Monbebe yang sudah setia menunggu.

“Huh! Monsta X. Annyeong Haseyo, Monsta X imnida.” Ucap mereka secara serentak.

“Oke,Monsta X. Fans bertanya ‘apa konsep dari Comeback kalian tahun ini?’” ucap salah satu MC yang membacakan pertanyaan fans dari sebuah tab yang si pegangnya.

“Hm. Konsep kita kali ini menyangkut tentang seorang yeoja. Menyukai seorang yeoja, tertarik pada seorang yeoja,dan tergila-gila pada seorang yeoja. Jadi intinya, konsep dalam album ini, menyatakan tentang semua perasaan yang dimiliki seorang namja.” Jawab Shownu sebagai leader dari grup.

“Oohh..” respon dari MC memancing kembali teriakan ricuh dari para Monbebe.

“MonstaX, … Jelaskan maksud dari satu persatu lagu di seluruh album..” tanya lagi seorang MC.

“di jawab satu-persatu. Kasihan Leader-nya kalo ngejelasin semua maksud dari lagu yang ada di album.” Ucap salah satu MC. Para member MonstaX hanya tertawa kecil mendengar hal itu.

“Hm.. lagu utama yang berjudul ‘All In’, menceritakan seorang namja yang menyerahkan seutuhnya pada seorang yeoja. Dan dia benar-benar seutuhnya seperti apa yang dikatakan yeoja itu padanya.” Jelas Shownu.

“Jooheon.” Kata salah seorang MC, yang menyuruh Jooheon untuk menjelaskan lagu selanjutnya.

“Eo? Hm.. ‘Focus One Me’, menceritakan seorang namja yang terlalu terobsesi dengan seorang yeoja. Hingga membuatnya harus memiliki yeoja itu, walaupun ia tak memiliki rasa cinta.” Jelas Jooheon.

“Oooh.. Oke, selanjutnya. Kihyun.”

“Ne. ‘Ex-Girl’. Kalau dari artinya, lagu ini menceritakan tentang seorang namja yang ingin kembali pada mantan kekasihnya. Begitu pula sebaliknya. Karena mereka berdua masih belum bisa melupakan satu sama lain. Hm.. tapi aku tidak tahu jelas maksud lagu ini. karena lagu ini diciptakan oleh Hyungwon. Aku hanya mengerti lewat arti. Kalau maknanya, aku tidak tahu pasti.” Jelas Kihyun.

“Hyungwon? Apa maksud dari lagu ‘Ex-Girl’,, yang kau ciptakan?” tanya MC.

“Ne? Hm.. sebenarnya lagu ini kuambil dari kisah hidupku….”  belum sempat Hyungwon melanjutkan kata-katanya, para Monbebe sudah berteriak kembali. Membuat Hyungwon terdiam sejenak.

“Lanjut!” pinta MC.

“Ne. Dulu aku pernah menjalani hubungan dengan teman SMA-ku. Kami bertemu dan dekat karena sama-sama menyukai musik. Tapi aku meninggalkannya karena ingin debut sebagai Monsta X. Dan aku tidak memberitahu alasan itu padanya.” Jelas Hyungwon yang selalu diiringi dengan teriakan Monbebe.

“Lalu?”

“Sebenarnya lirik lagu ini, dia yang membuatnya. Hanya saja aku mengaransemen kembali, dan mengubah beberapa lirik. Mungkin sekarang, lagu ini aku persembahkan untuknya.” Jelas Hyungwon mengakhiri penjelasannya.

“Ooohh.. sangat romantis.. Oke, kita lanjut saja agar tak membuat beberapa berita yang tidak-tidak, Hehe.. Oke, Minhyuk. White Su,, White Sugar.” Jelas MC.

“White Sugar. Menceritakan tentang seorang namja yang suka pada yeoja yang lembut, baik, dan juga memiliki beberapa penampilan sempurna. Karena mempunyai wajah yang putih dan terlihat manis, ia kami sebutkan ‘White Sugar.’” Jelas Minhyuk.

“That’s Cheating. Wonho.”

“Eo? Ne. That’s Cheating atao Banchigiya, menceritakan tentang seorang namja yang dimainkan dengan yeoja. Yeoja itu bisa mempermainkan perasaannya, tapi dia tidak bisa. Ia hanya mengatakan kalau ia hanya bisa menerima itu semua. Lalu menunggu saat nya untuk yeoja itu merasakan kembali apa yang ia rasakan, tanpa menyakitinya.” Jelas Wonho.

“Geurae.. yang terakhir, Because Of U. Maknae kita, I.M”

“Because Of U. Seorang namja yang menyukai yeoja yang telah memiliki kekasih. Ia mencintainya dengan apapun yang sudah terjadi.  Saat yeoja itu bertanya padanya mengapa?, ia hanya bisa menjawab dalam diamnya. ‘If you ask me why? Because what? Because,, Just Because Of U.’” Jelas I.M sambil berbicara sedikit bahasa Inggris.

***

            Setelah selesai menjawab semua pertanyaan, mereka langsung pamit pada Monbebe. Lalu balik pulang menuju dorm Starship Entertainment. Disana Wonho dan yang lainnya langsung bertanya-tanya tentang masalah mantan kekasihnya itu.

Mereka semua terkejut, mengatahui kalau Hye Ri adalah Hye Ra mantan kekasih dari namja dingin yang tampan ini.

 

Who are you?

 

2 bulan kemudian…

 

“Eonni? Naega wasseo..” panggil Hye Ri dari luar pintu.

“Eonni…” panggilnya sekali lagi.

“Ah~ bagaimana ini? Eonni tidak ada dirumah. Aku tidak bisa masuk dong. Apalagi sudah malam seperti ini. aduh,, disini terlalu dingin..” gumamnya.

“Eo? Apakah rumah para namja itu tidak ditutup? Tidak tahu apa, malam ini sangat dingin.” Ucapnya.

“Ahh, bagaimana kalau aku menumpang untuk bermalam saja disana. Geurae..” ucap Hye Ri sambil mengangkat barang-barangnya, lalu berjalan menuju rumah tetangganya.

Saat tengah berdiri di depan pintu sambil sedikit menundukkan kepalanya untuk melihat tangannya yang sedang menurunkan kopernya, tiba-tiba saja ada yang menabraknya hingga membuat mereka jatuh bersama di atas tanah.

Ternyata namja itu adalah Kihyun. Dia kesini kali ini hanya sendiri, karena ada barangnya yang tertinggal. Saat hendak menutup pintu lalu berbalik kebelakang untuk segera kembali pulang, tiba-tiba saja ia menabrak Hye Ri yang ada di depannya.

Saat ini ia berada di atas tubuh Hye Ri, menimpanya. Hampir lamanya mereka dalam keadaan seperti itu. Saling kontak mata satu sama lain. Begitu pula kedua tangan Hye Ri yang ada di depan bahu Kihyun untuk menahan sedikit tubuh namja itu yang menimpanya.

 

*Hye Ri POV

“Ah! Appo” gumamku dalam hati, saat tubuhku kini terjatuh di atas tanah, dan ditimpa oleh seorang namja.

            Kihyun. Iya dia. Dia yang kini sedang berada tepat di atas tubuhku. Hampir lamanya kami dalam keadaan seperti ini. kontak mata yang terjadi antara kami sama-sama belum putus. Dan juga…

Dan juga kenapa jantung ku benar-benar berdegup sangat kencang. Kutebak ia juga merasakan, kalau kini jantungku sedang berdebar hingga rasanya ingin copot. Oh tuhan, bagaimana ini bisa terjadi. Kenapa aku benar-benar tidak melonjak dan malah tetap memperdalam tatapanku padanya. Begitu pula ia.

Baru kusadari kalau dialah namja pertama yang berhasil membuatku merasakan sesuatu yang belum pernah kurasakan.

 

*Kihyun POV

Setelah berhasil mengambil barangku yang tertinggal dirumah itu, aku dengan cepat keluar rumah dan menguncinya. Niatku aku akan segera pulang ke apartement, karena takut dimarahi oleh ketua entertainment.

Hanya saja saat aku hendak berbalik setelah mengunci pintu, tiba-tiba aku menabrak seseorang.

 

Brukk…

 

Kami sama-sama jatuh ke tanah. Kini tubuhku menimpanya. Kedua tanganku berada di atas tanah untuk menopang badanku agar tak sepenuhnya menimpa tubuhnya. Hampir dalam waktu lama posisi kami tetap seperti ini.

Mataku terus menatap matanya. Mata yang sudah beberapa bulan belakang ini kurindukan. Wajah cantik yang belakangan ini kurindukan. Akutahu kalau jantungku kini berdebar sangat kencang.

Aku tak hiraukan itu. Karena aku pun sudah mengerti perasaan apa yang kumiliki padanya. Oh! Baru kusadari kalau yeoja yang kini ada di depanku, adalah Hye Ri. Bagaimana bisa dia muncul disaat aku sudah tak memiliki waktu untuknya?

Dengan sengaja aku memasang raut wajah yang sedikit terkejut. Entah kenapa, aku hanya tak ingin langsung jujur padanya tentang perasaan ini.

“Ah…. Mi,, mi,, mia,,mi,,mi,,, huh! Mi.. mianhae..” kataku dengan terputus-putus karena belum bisa mengatur detak jantungku.

“Oppa.. appo..” katanya padaku sambil mencoba membersihkan punggungnya.

“Mianhae.” Jawabku.

“Neo? Dari mana saja? Kenapa selama ini tidak datang? Selama tidak ada kau, rumah ini benar-benar terlihat seperti kapal pecah. Untung saja aku berbaik hati untuk merapikannya.” Sambungku sambil memasang raut wajah yang sok-sok an.

“Jinjja?” tanyanya padaku yang membuatku sedikit bingung.

Kenapa dia bisa bertanya seperti itu? Dia bahkan sepertinya sedang bergumam dalam hatinya. Entah apa yang dia katakan.

“Ya!” teriakku membuatnya terkejut.

“kenapa malam-malam seperti ini tidak di dalam rumah? Cuaca sedang tidak bagus. Pulang sana.”  Ucapku sambil mencoba merapikan jaketku yang terlihat berantakan.

“Um.. eonni-ku sedang tidak dirumah. Aku baru pulang, jadi rumah dikunci. Aku tidak bisa masuk. Makanya..”

“Makanya apa?” sahutku.

“Makanya aku kesini. Apakah aku boleh bermalam disini? Hanya satu malam.” Ucapnya dengan menundukkan wajah cantiknya itu. Dengan rambut panjangnya yang diterpa angin, membuat aura nya semakin besar.

“Anio. Shirreoyo.” Ucapku yang membuatnya sedikit terkejut.

“Jinjja? Geuraeyo.. aku akan tidur di luar saja.” Jawabnya sambil mencoba mengangkat kopernya.

Jalja..Kihyun oppa.” Sambungnya yang membuatku sadar dari lamunan karena terus menatap wajahnya.

Kubiarkan dia pulang kerumahnya. Aku sudah tau kalau dia akan tidur diluar malam ini. bahkan dengan cuaca yang seperti ini. hampir setengah jam lamanya aku berdiri disitu untuk merubah keyakinanku yang tidak memperbolehkannya menginap disini.

Tapi apa daya. Aku benar-benar diperbolehkan kesini hanya karena ingin mengambil barangku. Aku bahkan tidak bisa bermalam disini. Akhirnya aku tetap memutuskan untuk pulang ke apartement di seoul.

Tapi sebelum pergi, aku menghampirinya. Terlihat jelas kalau sekarang dia sudah tertidur di depan pintu utama rumahnya.

Aku yang memakai jaket setebal ini saja masih bisa merasakan dinginnya angin malam ini yang menusuk tulang-tulangku. Bagaimana dia?

Tanpa berfikir panjang, ku lepaskan jaket yang kupakai ini lalu memakaikannya padanya. Setelah benar-benar yakin kalau dia tidak akan kedinginan, dengan segera aku masuk ke mobil dan pulang ke seoul.

***

“Kihyun~ah, eodiyo?” tanya Shownu pada Kihyun yang melihatnya sedang bersiap-siap.

“Eo? Aku ingin ke busan. Sebentar saja. Ada yang tertinggal.” Jawab Kihyun sambil memakai sweater panjang.

“Ada yang tertinggal? Bukannya tadi malam sudah kau ambil? Sekarang apa lagi?” sahut Wonho sambil memakan apel.

“Ada. Aku akan segera pulang.” Jawab Kihyun sambil berjalan keluar dorm.

“Ada-ada saja dia.” Kata Shownu.

“Hahah.. wae geurae? Biarkan sajalah dia hyung.” Ucap Wonho sambil terkekeh.

 

Dengan rasa yang sangat senang, karena bisa bertemu dengan Hye Ri,Kihyun hanya selalu tersenyum saat dalam perjalanan ke Busan. Entah apa yang dipirkannya, mungkin saja dia sedang memikirkan Hye Ri.

Akhirnya ia tiba di depan rumah Hye Ri. Dengan sesegera ia turun dari mobil, lalu membunyikan bel yang ada di rumahnya.

 

TING TUNG

 

“Ne, jamkkanman.”

“Eo? Oppa? Wae geurae?” tanya Hye Ri terkejut melihat kedatangan Kihyun dengan penampilan yang sangat rapi.

Karena ia tahunya Kihyun masih tinggal di sebelah rumahnya. jadi buat apa berpenampilan rapi kalau hanya ingin datang kerumahnya. Namun sebelum Kihyun menjawab pertanyaan Hye Ri, tiba-tiba saja Hye Ra memanggil Hye Ri, lalu ia datangi Kihyun dan Hye Ri yang tengah berbincang.

“Hye Ri~ah…” panngil Hye Ra sambil berjalan mendekati Hye Ri dan mengetik beberapa tombol di layar hp nya.

Melihat hal itu, sontak Kihyun benar-benar merasa terkejut. Ia bahkan tidak bisa berbicara dan hanya membungkam mulutnya. Matanya juga tak henti-hentinya memperhatikan dua sosok manusia yang tidak ada bedanya di depannya.

“Neo?” ucap Kihyun sambil menunjuk Hye Ra. Hye Ra hanya menaikkan satu alisnya tanpa berkata apapun.

“Oppa? Kau tidak tahu ya? Dia ini eonni-ku. Dia juga kembaranku.” Ucap Hye Ri yang sedikit berhasil membuat Kihyun sadar dari lamunannya.

“Ja,, ja,, jadi? Yang mana Hye Ri?” tanya Kihyun.

“Naega. Dia eonni-ku. Namanya Hye Ra.” Jawab Hye Ri yang membuat Kihyun terkejut.

“Hye Ra?” sahut Kihyun sambil melihat dalam wajah Hye Ra.

“Ya! Oppa. Tidak usah terkejut seperti itu. Kami tidak terlalu sama kok. Oppa bisa membedakan kami dari sifat. Kalau eonni-ku dia sangat dingin, dan juga tidak akan sering berbicara suatu hal yang dianggapnya tidak penting. Kalau aku, oppa tau sendiri kan, gimana aku.” Jelas Hye Ri sambil tersenyum. Kihyun hanya mengangguk.”

“Ja,, jadi,, kau adalah mantan kekasih Hyungwon?” tanya Kihyun. Hye Ri hanya terkejut mendengar Kihyun berkata seperti itu.

“Oppa? Apa yang terjadi? Kenapa kau bertanya seperti itu? Tidak mungkin Hye Ra eonni mantan kekasihnya Hyungwon..” ucap Hye Ri.

“Hye Ri~ah.. apa kau masih tidak tahu siapa kami sebenarnya..” ucap Kihyun sambil menatap mata Hye Ri.

“Mwo? O..oppa.. wae geurae?”

“Hye Ri~ah.. aku adalah member Monsta X. Boyband rookie yang baru debut. Namaku Kihyun. Aku main vocalist dari Monsta X. Kau tidak mengenaliku? Kalau kau tidak percaya, kau cari saja di youtube.” Jelas Kihyun yang membuat Hye Ri terkejut.

Ia hanya langsung membuka aplikasi youtube, dan segera mencari Monsta X disana. Hye Ri hanya terus memandangi wajah Kihyun dan wajah para namja yang sedang perform di video yang ditontonnya.

“Jinjjayo? Oppa?” tanya Hye Ri.

“Ne. 2 bulan yang lalu kami baru Comeback. Dan lagu comeback pertama kami  berjudul ‘Ex-Girl’. Lagu itu adalah lagu ciptaannya. Ia menjelaskan alasan dan mengapa ia menciptakan lagu itu. Saat kami sudah sampai di dorm, kami semua menanyakan, siapa yeoja yang menjadi mantan kekasihnya itu. Ia mengatakan kalau sebenarnya dia tidak pernah mengatakan ‘putus’ pada yeoja itu. Dia bahkan sangat mencintainya. Tapi mungkin saja yeoja itu sudah menganggap kalau dirinya adalah mantan kekasih. Makanya itu judul lagi yang ia ciptakan berjudul ‘Ex-Girl’. Dan ternyata sosok yeoja itu adalah Hye Ra. Awalnya kami semua mengira kalau Hye Ri adalah Hye Ra. Tapi Hyungwon mengatakan kalau ada suatu kejanggalan di antara orang yang sama. Maka dari itu dia tidak terlalu dekat denganmu, Hye Ri.” Jelas Kihyun.

Hye Ra hanya terdiam mendengar apa yang dijelaskan oleh Kihyun. Matanya berkaca-kaca seakan menahan air matanya. Ia benar-benar tak bisa mengatakan apapun.

“Hye Ra~ah,, lebih baik kau pergi temui dia. Belakangan ini dia bahkan tak memakan sedikitpun makanan. Terkadang sesekali ia makan karena kami menyuruhnya dengan paksa. Keadaannya benar-benar buruk. Para monbebe juga benar-benar mengkhawatirkan dia. Entah apa yang akan kami sampaikan di media. Sampai sekarang kami hanya mengatakan ‘kalau semua keadaan akan baik-baik saja’. Sebenarnya kami juga tak ingin membuat sebuah kebohongan untuk monbebe. Tapi hanya itu yang kami bisa lakukan.”sambung Kihyun.

“Shirreoyo.. aku tak ingin menemuinya. Belakangan ini kucoba untuk melupakan dan menghapus perasaanku padanya. Karena mungkin dia sudah menganggapku sebagai mantan kekasihnya. Dan aku tahu, dia pantas mendapatkan lebih di luar sana. Aku hanya tak ingin mendengar apapun yang akan dikatakannya padaku.” Jawab Hye Ra.

“Aniyo. Kkeureonggo aniyo, Hye Ra~ah. Dia masih mencintaimu. Bahkan keinginan dia hanya satu. ‘Kalau aku bisa mengulang waktu, aku hanya ingin mengulang saat dimana aku harus memberikan alasan kenapa aku harus pergi meninggalkannya.’ Itu yang dia katakan pada kami. Ia benar-benar masih mengharapkan kehadiranmu di hidupnya.” Ucap Kihyun dengan nada yang lebih serius.

***

“Hyungwon~ah, buka pintunya. Hyungwon~ah..” panggil Kihyun sambil mengetuk pintu kamar Hyungwon.

Wonho dan yang lainnya hanya memasang raut wajah yang terkejut sekaligus bingung.

“Hyungwon~ah, ada yang mencarimu… Hyungwon~ah..” panggil lagi Kihyun dengan nada yang sedikit lebih tinggi.

Setelah lama menunggu, akhirnya Hyungwon membuka pintu kamarnya, lalu keluar dengan wajah yang pucat dan rambut yang benar-benar berantakan.

“Ada yang mencarimu..” ucap Kihyun sambil sedikit melangkahkan kakinya ke sebelah kanan.

Hyungwon terdiam, lalu melihat seseorang yang ada di balik Kihyun. Dengan air mata yang kini mengalir di pipinya, ia hanya langsung memeluk Hye Ri dengan erat. Bahkan sampai Hye Ri benar-benar tak diberikannya kesempatan untuk bernafas.

Hyungwon memeluknya dengan mata tertutup, seakan-akan menikmati keadaan yang benar-benar dirindukannya. Hye Ri hanya memukul-mukul bahu Hyungwon, memaksanya untuk melepaskan pelukan yang sangat erat itu.

“Oppa… hkk.. Oppa.. Aku bukan Hye Ra.. Jeo.. jeoneun Hye .. Hye Ri yeyo… Oppa,, lepaskan…” kata Hye Ri dengan nafas yang ter-engah engah.

Mendengar kata-kata yang tepat ditelinganya itu, Hyungwon benar-benar terkejut. Ia langsung melepaskan pelukannya, dan memandang lekat-lekat wajah yeoja yang tadi dipeluknya. Oh God! Ternyata dia salah orang.

 

Hikss.. Hikss..

 

Mendengar suara tangisan dari sebelah kanan-nya, Hyungwon hanya langsung menolehkan kepalanya, dan melihat siapa yang sedang menangis disana. Ternyata yang ia dapatkan hanya yeoja dengan wajah yang mirip dengan yeoja yang tadi dipeluknya.

Raut wajahnya kini seperti sedang mengatakan kalau ia benar-benar tak mengerti dengan semuanya. Ia tidak mengetahui kalau Hye Ra mempunyai kembaran, karena dulu saat mereka dekat, Hye Ri tidak tinggal dengan Hye Ra di Busan. Melainkan tinggal dengan Eomma dan Appa-nya di Cheondamdeong.

Kini yeoja yang sedang menangis itu, berlari ke arahnya lalu memeluk erat tubuhnya. Ia benar-benar tak bisa berkata apa-apa. Tapi entah kenapa, tangannya dengan tak segan membalas pelukan dari yeoja itu.

Tubuhnya juga merasakan hangatnya pelukan yang dulu pernah ia rasakan saat bersama Hye Ra. Mungkin saja inilah cinta yang dulu pernah ditinggalkannya.

“Mianhae..jeongmal mianhae ,, aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu Hye Ra,,, mianhae…” ucap Hyungwon.

Hye Ra hanya mengangguk sambil menangis karena tak bisa berkata apa-apa. Bahkan tangannya kini belum melepaskan pelukannya. Bagaimana tidak? Kini ia bertemu dengan cinta yang dirindukannya. Ia tidak ingin kehilangan cinta itu untuk kedua kalinya. Ia akan merelakan apapun untuk menjaga cinta itu.

 

What is love?

 

“Awal yang indah itu memang menyenangkan. Di tengah cerita terkadang kita harus merasakan sakit yang dalam. Tapi akhir dari cerita yang berhasil membuatmu terluka, itulah yang akan lebih terasa sakit.

Terkadang cinta membutuhkan pengorbanan. Pengorbanan yang sangat besar hingga membuatmu benar-benar tak bisa memilih. Tapi hanya ada satu pilihan yang bisa kau ambil. Membiarkan cinta itu pergi dan bahagia bersama yang lain, atau mempertahankan cinta yang takkan bisa berbahagia jika bersamamu.

Tapi percayalah, Tuhan tidak pernah menciptakan sebuah cerita cinta yang begitu menyakitkan. Jika kamu bisa melakukan sebuah pengorbanan untuk cinta, maka cinta itu akan datang padamu.” Ucap Hyungwon.

“Tuhan kini mempertemukan cinta yang dulu sempat menghilang dariku. Cinta yang awalnya sempurna, namun diakhiri dengan cerita yang lebih sempurna. Walaupun harus merasakan sakit terlebih dahulu. Karena tuhan akan menguji kesetiaan pada sebuah cinta yang sempurna.

Kata ‘Sempurna’ bukanlah suatu andalan untuk mendapatkan cinta yang Sempurna. Tapi kata ‘Kekurangan’ lah yang akan membuatmu mendapatkan cinta yang Sempurna. Cinta yang lebih sempurna dari semua cinta yang sempurna di dunia ini.

Karena apa?” ucap Hye Ra.

“Karena cinta tidak membutuhkan kesempurnaan untuk menuliskan sebuah cinta yang sempurna. Melainkan sebuah kekurangan yang akan saling melengkapi untuk menuliskan kisah cinta yang akan terlihat sempurna.” Ucap Hye Ra dan Hyungwon bersamaan.

 

Cerita cinta mereka akhirnya bocor ke media. Hingga menarik banyak perhatian dari sutradara film maupun produser. Hingga kini, cerita itu telah menjadi sebuah film. Mereka sudah mengkonfirmasi tentang hubungan yang terjadi di antara mereka.

Dan sekarang, Hye Ra juga resmi menjadi penyanyi solo dengan laber yang sama dengan Monsta X. Starship Entertainment. Hyungwon memaksanya untuk mengikuti audisi yang di adakan Starship. Dan akhirnya ia lolos karena memang ia mempunyai kualitas suara yang sangat bagus.

Berbeda dengan Hye Ra. Kini Hye Ri telah menjadi seorang penulis yang juga terkenal. Ia telah memutuskan untuk tidak terlalu mengarah ke pembelajaran. Ia juga memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dulu. Ya walaupun Kihyun sudah menyatakan perasaannya padanya.

Ia malah mengatakan pada Kihyun ‘Tunggu aku hingga aku merasa bosan untuk sendiri.’

Kihyun juga tak terlalu mementingkan hubungannya. Yang penting, sekarang ia merasa nyaman dan sangat nyaman bila ia bersama Hye Ri.

Walaupun begitu, dengan berat hati para Monbebe membiarkan idolanya itu bahagia. Karena mereka tahu kalau idolanya itu juga memiliki kebahagiaan tersendiri. Dan juga mereka yakin, walaupun para member Monsta X itu sudah memiliki pujaan hatinya sendiri, Monbebe tetaplah menjadi nomor 1 .

Karena merekalah yang selalu setia mendukung Monsta X, walau dalam keadaan apapun. Karena mereka tidak mempercayai sebuah berita yang tidak dikonfirmasi langsung oleh Monsta X sendiri.

 

So…

Cinta itu berbeda-beda. Begitu pula dengan cara penyampaiannya. Jadi untuk kalian yang selalu mengatakan kalau cinta itu egois, cinta itu tidak pengertian, cinta itu tidak menyadari sebuah penantian.

Sadarilah, kalau cinta itu mempunyai cara tersendiri untuk menyampaikannya padamu….

 

 

Advertisements

Author: MonstaX-FanfictionIndo

HEY READERS MANIA!!! Kami menyuguhkan Fanfiction dengan main cast 'All Member of MONSTA X' So Let's join with us!!

2 thoughts on “[MONSTA X FF FREELANCE] Ex-Girl”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s