[Ficlet] Home

31e05e71-6f0a-4908-92f2-7418ab827586

Home

Noranitas/Monsta X’s Changkyun OMG’s Arin/Friendship/Ficlet

Sudah hampir dua jam sejak lonceng pulang berdentang. Sekolah dasar tersebut nyaris kosong. Paling-paling menyisakan paman penjaga sekolah yang bertugas untuk mengunci seluruh ruangan yang ada pada bangunan sekolah. Masing-masing siswa telah kembali menuju rumah masing-masing. Dalam hitungan seratus dua puluh menit sejak sekolah bubar, setidaknya banyak di antara mereka yang kini tengah menikmati acara hiburan televisi. Bersenda gurau dengan famili. Atau asyik beradu dengan video game maupun buku pelajaran.

Namun lain hal dengan kondisi Arin sekarang.

Tas sekolahnya masih bertengger di punggung kecilnya. Baju yang ia kenakan masih sama layaknya ia berangkat pagi tadi. Kedua tangannya mengepal kuat. Kakinya membeku dalam radius lima langkah di depan pintu rumah. Berusaha mati-matian menahan mulutnya agar isakan keras tak pernah keluar. Netranya banjir oleh air mata.

Changkyun yang di menit kemudian berjalan pulang –ia pulang terlambat karena les. Changkyun adalah anak tahun terakhir- menghentikan kakinya saat melewati rumah Arin. Keduanya memang hidup di dalam lingkungan yang sama. Lantas laki-laki tersebut merasakan tanda tanya besar lahir di kepalanya.

Apa yang Arin lakukan di situ? Kenapa ia tidak masuk ke rumahnya?

Belum sempat pertanyaannya terjawab, Changkyun justru meneriaki nama perempuan berumur sembilan tahun itu. Arin tercengang. Air matanya tersendat dalam jenak waktu.

“Cepat kesini, Arin-ah!”

Arin melongo sedangkan Changkyun berdiri frustasi di tempatnya. Kenapa ia bengong saja?!

Changkyun memilih untuk memutar balik kakinya. Menuruni tangga bata menuju rumah Arin. Sepersekian detik, pergelangan kurus perempuan itu sudah berada dalam genggaman Changkyun, “Apa yang oppa lakukan?”

Changkyun sebenarnya heran atas keputusan yang ia ambil saat ini –mengajak Arin ke rumahnya- namun naluri dalam diri dua-belas-tahun nya mengatakan ada yang tidak beres terjadi di rumah perempuan itu.

“Sudahlah ikut saja ke rumahku hari ini.” Arin tercengang, “ibuku memasak pajeon bawang kesukaanmu.” Perlahan air mata Arin mengering. Mulutnya tersenyum sembari membayangkan perut keroncongannya yang sebentar lagi akan terisi oleh makanan lezat buatan tetangga kesayangannya.

Satu meter setelah langkah keduanya menjauh, terlihat seorang lelaki dewasa –ayah Arin- keluar dari rumah sembari memegang botol kaca pecah penuh darah merah segar.

END

a/n I brought you smth ‘fresh’ from arinxchangkyun hehehe bosen nulis merekaxcherryblossom mulu lol. maafkeun endingnya *heart*

Advertisements

Author: noranitas

Jahenya Jaehyun Itemnya Mingyu est.1997

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s