[MONSTA X FF FREELANCE] Honestly (Shownu Vers.) [Series]

honestly-s-ver

 

Tittle/judul fanfict : Honestly [S Ver.]

Author : Amanda Quzaera [Amqzr]

Genre : Sad, Regret

Rating : General

Main Cast : Shownu [MonstaX] as Son Hyun Wo, Suzy [Miss A] as Bae Su Ji

Support Cast : Sulho [Boy Friend] as Lee So Jung

Discalimer : www.fanfcitioonbyamqzr.blogspot.co.id

 

 

“Ya! Ya! Letakkan itu disana, bukan disini!” teriak lelaki berpostur tubuh yang sangat kekar itu pada salah seorang lelaki yang tampaknya lebih muda darinya.

Son Hyun Wo namanya. lelaki kelahiran 18 Juni 1992 ini memiliki bentuk badan yang bisa dibilang bagus. Bagaimana tidak? Ia mempunyai lengan yang besar dengan otot nya dan juga 6pack di permukaan perutnya.

Ia cukup menawan karena karisma-nya yang jujur saja dapat menarik lebih dari 30 perempuan yang sedang berada di sekitarnya. Panggil saja dia Hyun Wo. Hyun Wo adalah senior dalam bidang kesenian melukis di kampusnya.

Ia benar-benar sangat familiar karena hasil lukisannya yang tak pernah cacat untuk dipandang mata. banyak sekali perempuan yang mendekatinya. Tapi dia sama sekali tak tertarik, walaupun perempuan yang katanya menjadi visual dari seluruh perempuan yaang ada di kampusnya, juga mendekatinya.

Ia benar-benar muak saat para yeoja itu bertanya tentangnya. Ia hanya selalu mengatakan pada para yeoja itu ‘Buatlah aku yang mengejarmu. Jangan kau yang mengejarku.’.

Untuk beberapa yeoja yang cepat tersadar akan kodenya yang tak ingin didekati, mereka menjauh. Mereka tahu kalau ternyata Hyun Wo bukan orang yang sangat mudah didapatkan hatinya.

Tapi tidak untuk Su Ji. Yeoja cantik ini malah berhasil menarik perhatian Hyun Wo, tanpa melakukan sedikitpun sesuatu. Hanya dengan modal parasnya yang sangat cantik dan juga sopan santunnya, ia bisa menarik hati Hyun Wo.

Dan untungnya saja, Su Ji adalah mahasiswi baru yang juga satu kejuruan dengan Hyun Wo. Karena Hyun Wo adalah seniornya, ia bahkan tak berani mengeluarkan sepatah kata apapun saat dengan Hyun Wo.

Su Ji~ssi.” Panggilnya lembut. Entah kenapa ia selalu menjadi dirinya yang lain saat didepan para yeoja.

Su Ji menoleh padanya. Kepala perempuan cantik itu tertunduk saat berjalan mendekati Hyun Wo. Dengan tangannya yang ia kepal, ia beranikan dirinya untuk mendekati lelaki yang terkenal sangat tidak bersahabat itu.

“Ne?” tanyanya pelan.

“Apakah kamu tidak merasa bersalah setelah membuat lukisan yang sangat jelek itu?” ketus Hyun Wo sambil mendengus.

“Je..jelek?…. dimana letak tak sedap dipandang matanya itu, sunbae?” tanya Su Ji yang mencoba sabar menahan rasa kesalnya karena ucapan Hyun Wo.

“Ya! Berani sekali kau bertanya balik padaku? Kau punya mata dan pemikiran kan? Jadi, lihat dan pikirkanlah apa yang tak sedap dipandang oleh mata.” jawab Hyun Wo dengan ketusnya lalu pergi meninggalkan Su Ji yang masih terdiam kaku berdiri tanpa bergerak sedikitpun.

“Euh! Dia pikir dia sehebat apa? Apakah kalau sudah menjadi senior itu harus selalu bersikap sombong di depan junior-nya? Aissh!” dengus kesal Su Ji sambil mengehentakkan sebelah kakinya, lalu kembali untuk membenarkan lukisan yang kata sunbae-nya tak enak dipandang oleh mata.

Sepersekon kemudian, Hyun Wo kembali memanggil Su Ji. Tapi kali ini berbeda dengan topik selanjutnya. Mungkin bisa dikatakan kalau kali ini Hyun Wo memberikan sesuatu pada Su Ji agar ia terjebak. Entah apa itu.

“Su Ji~ssi..”

“Ne..” jawab Su Ji.

“Kau harus mengerjakan semua skripsi dan proposal ini. harus selesai malam ini.” ucap Hyun Wo yang berhasil membuat Su Ji tersedak kaget.

“Se..se..semua? mm..malam ini?” tanya Su Ji tak percaya.

“Hm.” “Kau bisa bertanya padaku kalau ada sesuatu yang tak kau mengerti.” Ucap Hyun Wo.

“Aniyo. Tidak perlu.” Jawab Su Ji yang sudah jelas-jelas menolak penawaran sunbae-nya itu.

“Geurae, aku tidak akan membantumu.” Ketus Hyun Wo seraya berjalan pergi.

“Hh.. siapa juga yang mau dibantu oleh sunbae sepertimu..” gumam Su Ji dalam hati.

Waktu dengan cepat berguling. Matahari yang sedari tadi bersinar cerah menembus dinding-dinding kaca diseluruh ruangan yang sangat luas itu, kini telah bersembunyi. Gelap, sunyi, dan tak seorangpun disana selain Su Ji.

Ia memutuskan untuk mengerjakan tugas yang diberikan Hyun Wo padanya di ruangan yang sedang digunakannya untuk mengambil nilai ujian praktek. Kini di tengah kegelapan ruangan, hanya ada sinar cahaya yang tak terlalu terang.

Itu adalah sinar yang datang dari laptop Su Ji. Mukanya terlihat kusut karena hari ini adalah hari yang cukup melelahkan baginya. Sudah diberi komentar yang sangat tak enak didengar, malah kini ditambah dengan tugas yang numpuk segunung.

Aih! Apakah ini yang selalu dikerjakan para junior untuk seniornya?

Jemarinya yang sedari tadi mengetik kini berhenti sejenak. Ia kucek matanya perlahan yang sudah mengantuk itu. perlahan ia mengetik kembali tugasnya yang belum sepenuhnya selesai.

Tapi apa daya. Dengan berjalannya waktu, akhirnya perempuan cantik itu tertidur dengan posisi yang sangat tidak nyaman.

 

*Srettt

 

Gorden biru yang memisahkan ruangan bernyanyi dan melukis itu terbuka. Lelaki tampan bertubuh sixpack itu sedang berdiri disana melihat Su Ji yang tertidur pulas di mejanya.

Perlahan tapi pasti ia melangkah mendekati Su Ji. Dan akhirnya ia berhasil duduk tepat disebelah Su Ji. Rasa iba dihatinya mulai muncul. Entah dari mana angin malam yang masuk dan berhasil menusuk tulang rusuk, membuat Hyun Wo merasa sedikit kedinginan.

Ia tolehkan kepalanya dan melihat Su Ji yang hanya menggunakan baju berlengan pendek.

“Aku yang memakai baju setebal ini saja masih tetap merasa dingin. Bagaimana dengan dia?” gumamnya.

Ia lepaskan jaket yang dipakainya, lalu memasangkannya di tubuh Su Ji. Badan Su Ji sedikit bergerak. Mungkin saja ia merasa nyaman dengan itu. entah apa yang membuat lelaki jutek ini penasaran dengan sosok Su Ji.

Yang penting, kini ia ikut berbaring disamping Su Ji. Namun dalam keadaan berbeda. Ia membuka matanya lebar-lebar untuk dapat melihat wajah Su Ji yang tertuunduk dan tertutup rambutnya itu.

Secara perlahan Hyun Wo menyingkirkan poni Su Ji yang menganggu baginya. Sekon kemudian, terdapat senyuman yang sangat tipis di wajah lelaki yang padahal yang pernah tersenyum ini.

Oh, apakah mungkin dia sedang jatuh cinta? Ah! Mungkin saja dia hanya tertarik.

Lama kelamaan akhirnya Hyun Wo juga tertidur disana. Namun keadaannya terbalik. Saat Hyun Wo tertidur, Su Ji tersadar dan segera bangun dari tidurnya. Ia mengucek matanya yang jujur saja masih tak berdaya untuk terbuka.

Ia tolehkan lagi kepalanya untuk melihat sesuatu yang tak ia percaya.

“Hyun Wo? Mengapa dia ada disini? Mm.. apa dia menungguku? Ah! Bicara apa aku ini.” gumamnya dengan penuh pertanyaan.

“Ah.. ia memakaikanku jaket, agar aku tidak kedinginan.” Ucapnya sekilas.

“Huhh.. ternyata dibalik kekerasan yang ia miliki pada tampangnya, ia masih memiliki perasaan pada orang lain..” ucapnya.

“Ya!… Aigoo… ternyata kau tampan juga saat dilihat sekat seperti ini. bahkan lebih dekat dan jelas. Hidungmu yang mancung, bentuk bibirmu yang mungil dan imut ini. matamu.. apakah cuma aku adik kelasmu yang berhasil mendapatkan kebaikan darimu? Dan.. dan berhasil memperhatikanmu dari jarak yang sedekat ini?” ucapnya. Seakan akan rasa kantuk yang ada langsung menghilang begitu saja.

 

Keesokan harinya..

 

“Su Ji~ssi..” panggil Hyun Wo dari tempat duduknya.

Su Ji berlari kecil menemui Hyun Wo. Ia sudah tahu kalau Hyun Wo akan menanyakan soal skripsi dan proposal yang dikerjakannya.

“Mana? Sudah selesai tugas yang ku berikan?” tanya Hyun Wo.

“Sudah. Ini dia sunbae..” jawab Su Ji sambil memberikan map yang dipegangnya.

“Sss..sunbae..” panggil Su Ji takut-takut.

“Hm?”

“Gomawo..” ucap Su Ji.

Dengan beberapa kerutan dikeningnya, Hyun Wo kembali bertanya.

“Terima kasih? Untuk apa?” tanya Hyun Wo.

“Hmm.. kau kan sudah membantu menyelesaikan tugas ini.” jawab Su Ji yang berhasil membuat Hyun Wo sedikit terkejut akan jawaban yang keluar dari mulutnya.

“Mmmwoo? Ah! Kau ke-PD-an sekali. Siapa juga yang membantumu.” Elak Hyun Wo.

“Terserah kau saja sunbae. Yang penting aku sudah mengatakan terima kasih ya..” ucap Su Ji seraya berjalan meninggalkan Hyun Wo diruangannya.

“Bagaimana dia bisa mengetahui kalau aku membantunya?” gumamnya.

Ternyata sebelum ia tertidur disamping Su Ji malam itu, ia sempat menyelesaikan tugas yang dikerjakan Su Ji. Tidak terlalu banyak. Mungkin hanya 15 paragrag yang belum terselesaikan.

Ia tersenyum tipis. Menggelengkan kepalanya lalu kembali memeriksa tugas yang dibuat oleh Su Ji.

***

“Ya! Hyun Wo~ah.. Igi mwoya?” tanya So Jung.

Lee So Jung. So Jung panggilannya. Ia lebih tua 9 hari dari Hyun Wo. Ia juga saah satu sunbae di materi kesenian ini. tetapi badannya tetap kalah kekar dari Hyun Wo. Namun kalau soal wajah dan tampangnya, bisa dikatakan dialah yang lebih tampan dari Hyun Wo.

Cerita punya cerita, ternyata lelaki kelahiran 9 Juni 1993 ini juga menyukai Su Ji. Su Ji yang sangat menawan itu ternyata juga dapat menarik perhatiannya. Namun ia sama sekali tak memberitahu Hyun Wo mengenai ini. karena ia tahu kalau Hyun Wo juga menyukai Su Ji.

Entah apa yang dimiliki oleh Su Ji, intinya ia dapat memikat perhatian dua lelaki yang sangat tampan dan familiar di era kampusnya. Padahal masih banyak perempuan yang lebih cantik, sexy, dan juga pintar dibandingnya.

“Ini proposal yang dibuat sama Su Ji.” Jawab Hyun Wo dengan masih sibuknya.

“Ah~ Su Ji…”

“Hm.” Jawab Hyun Wo.

“Ya! Hyun Wo~ah, jujur sajalah. Kau menyukai Su Ji kan?” tanya So Jung yang berhasil membuat Hyun Wo tersedak.

“Ya! Ya! Museun marya? Mengapa harus dia yang kusukai? Ahah.. seperti tidak ada wanita lain saja..” jawab Hyun Wo sambil berbohong.

“Aih!.. Gojitmal marayo..itu semua sudah terlihat dari ekspresi wajahmu..” ucap So Jung.

“Ah! Terserahmu saja. Aku ingin kembali memantau.” Elak Hyun Wo seraya berjalan keluar dari ruangannya.

“Su Ji~ssi.” Panggil So Jung.

“Ne?”

“Hmm.. lukisanmu bagus sekali.. sangat nyaman dipandang mata.” ucap So Jung yang membuat Su Ji kegirangan.

“Jin..Jinjjayo? ah! Sunbae, gojitmal marya.” Ucap Su Ji yang terlihat down, karena mengingat kata-kata Hyun Wo saat itu.

“Ya! Kenapa kau terlihat down begitu? Aku sedang tidak berbohong.” Kata So Jung.

“Geundae,, kata Hyun Wo sunbae, lukisanku tidak enak dipandang mata.” jawab Su Ji yang masih menundukkan kepalanya.

“Aih! Kau ini. mudah sekali ditipu olehnya. Kau jangan percaya pada setiap kata yang keluar dari mulutnya itu. dia pembohong besar. Hahah..” ucap So Jung sambil memeluk Su Ji      Su Ji yang mendapat perilaku seperti itu, langsung mendorong tubuh So Jung menjauh darinya. Dan tanpa berkata apa-apa, ia langsung berlari pergi keluar dari ruangan yang sangat dipenuhi oleh cat.

Tenyata Hyun Wo melihat itu semua dari kejauhan. Ia langsung menemui So Jung dan bertanya kenapa ia memeluk Su Ji di tempat umum seperti ini. apalagi ini masih dalam area kampus.

“So Jung~ah..” panggil Hyun Wo seraya berjalan mendekati So Jung yang tengah berdiri menatapi Su Ji yang berlari menjauh darinya.

So Jung hanya menoleh tanpa menjawab.

“Ya! Mengapa kau memeluknya seperti itu.” tanya Hyun Wo.

So Jung tetap tak menjawab, ia bahkan juga pergi meninggalkan Hyun Wo.

Dilain sisi, So Jung pergi mencari Su Ji yang sudah menghilang dari tadi. Tanpa memerlukan waktu banyak, akhirnya ia menemui Su Ji yang sedang duduk sendiri dan terdiam di atap kampus.

“Mianhae.. kalau tadi aku memelukmu begitu saja.” Ucap So Jung yang berusaha meminta maaf pada Su Ji atas perilaku tidak sopannya tadi.

“Gwenchana..jangan merasa bersalah seperti itu. aku hanya gugup saja, sunbae.” Jawab Su Ji.

“Huh! Gugup? Apakah ini pertama kalinya bagimu?” tanya So Jung dengan nada sedikit menngejek.

Sebenarnya apa yang dikatakan So Jung itu benar. Sebelumnya ia belum pernah menjalin hubungan dengan seseorang. Apalagi berpelukan dengan seseorang. Ia merasa gugup karena ternyata ia menyimpan perasaa pada So Jung.

Hal itulah yang membuatnya gugup. Kalian tahukan, bagaimana rasanya dipeluk dengan seseorang yang kalian sukai? Apalagi dalam arti kata, seseorang yang kalian sukai itu tidak tahu kalau kalian menyukainya.

“Aniyo… ini bukan pertama kalinya bagiku.” Bohong Su Ji.

“Geuraesso?” tanya So Jung yang semakin mendekat.

“Geunyang… geunyang..” jawab Su Ji terputus-putus.

“Geunyang?” tanya So Jung yang sekarang sedang berada tepat dihadapannya.

Naega chua.” Ucapnya.

“Mm..mwo? katakan lagi. Aku tidak mendengarnya, jinjja.” Kata So Jung.

“Chuayo.. naega chuayo, sunbae.. saranghae..” kata Su Ji sambil memeluk tubuh So Jung.

So Jung tak berkata apa-apa. Mulutnya terkatup seakan-akan ada yang menguncinya. Ia bahkan membalas pelukan perempuan mungil itu.

“Nado..” ucapnya pelan.

Semenjak kejadian itu, mereka berdua semakin dekat. Bahkan So Jung sering sekali berkunjung ke ruangan Su Ji. Mereka sering melukis bersama, makan siang bersama, tertawa bersama, layaknya pasangan kekasih.

Itu sangat membuat Hyun Wo tak merasa nyaman melihatnya. Ia sudah mencoba untuk bersabar dengan perasaan yang ia miliki, namun semakin ia bersabar, rasa sakit yang dirasanya semakin melonjak.

Sampai akhirnya ia memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang ia rasakan pada Su Ji. Hanya saja saat ia ingin menyampaikannya, waktu yang ia pilih sangat tidka tepat.

 

Cheondamdong, Seoul, Korea Selatan, 12 Desember 2015, 08.23 pm.

Hyun Wo duduk dalam gusarnya. Ia menoleh-nolehkan kepalanya untuk melihat sosok Su Ji yang tak kunjung datang. Sesekali ia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Waktu terus berjalan. Malam semakin sunyi dan gelap. Bahkan saat ini ia sedang di usir oleh salah satu pelayan kafe.

Ya. Malam ini adalah malam yang sudah dijanjikan oleh Su Ji untuk bertemu dengannya di sebuah kafe yang tak terletak jauh dari kawasan rumah Su Ji. Hanya saja, sampai pukul 11 malam seperti ini, Su Ji tak kunjung datang.

Apakah dia mengingkari janjinya? Apakah dia sudah membohongi Hyun Wo? Sunbaenya? Berani sekali dia berbuat seperti ini.

Karena tak mau terlalu lama berurusan dengan pelayan kafe, Hyun Wo lantas meninggalkan kafe tersebut, lalu pergi kerumah Su Ji untuk melihat keadaannya. Apakah benar ada sebuah alasan yang sangat penting sampai-sampai ia tak bisa meluangkan sedikit waktunya untuk Hyun Wo.

“Sunbae..” teriak Su Ji dari kejauhan.

Hyun Wo hanya menolehkan kepalanya.

“Huhhh…huh…huh… Mianhae… mian… aku terlambat..” ucap Su Ji sambil berusaha mengatur nafasnya yang ter-engah-engah.

“Hm..” jawab singkat Hyun Wo.

“Apakah, kita tidak jadi untuk membicarakan sesuatu yang ingin kau bicarakan, sunbae?” tanya Su Ji.

“Sudahlah, lupakan. Ini sudah malam, lebih baik kau pulang dan tidur saja sana.” Kata Hyun Wo sambil berjalan meninggalkan Su Ji.

“Sunbae?” panggil Su Ji. Hyun Wo kembali menoleh.

“Jalja.” Ucap Su Ji yang berhasil membuat jantung Hyun Wo berdetak dengan tak normal.

“Hm.. jalja.” Jawab Hyun Wo yang kembali melanjutkan perjalanan pulangnya.

“Sunbae?” panggilnya lagi.

“Benar? Tidak ada yang ingin kau bicarakan?” tanyanya sekali lagi.

“Hm.. sudahlah pulang dan tidur saja sana.” Jawab Hyun Wo.

 

Hyun Wo mengurungkan niatnya untuk membicarakan sesuatu yang sangat ingin ia sampaikan pada Su Ji. Siang ini ia berencana untuk kembali mengajak Su Ji bertemu dia di sebuah restoran yang tak jauh dari keberadaan kampus.

Saat tengah menyebrang jalan, ada satu mobil yang tetap melaju dari arah kanannya. Namun ia sama sekali tak melihat itu. Hyun Wo benar-benar fokus memandangi restoran yang nantinya akan menjadi tempat pernyataan cintanya pada Su Ji.

 

*Braaakkk

 

Su Ji terlempar hampir 2 meter dari keberadaannya hampir ini. kok dia yang tertabrak?

Iya, dia sudah meneriaki Hyun Wo dari kejauhan, hanya saja Hyun Wo tak mendengarnya. Ia berlari secepat mungkin untuk cepat sampai ditempat Hyun Wo. Ia mendorong sunbae-nya begitu saja hingga terjatuh.

Tapi kini dialah yang menjadi korban dan sasaran empuk untuk mobil yang sedang melaju dengan rem blong nya.

“Su Ji…..” teriak Hyun Wo.

Karena benturan yang sangat keras, kini darah yang mengalir di kepalanya benar-benar banyak dan juga kental. Warna merah darah yang sangat segar memnuhi wajah cantiknya itu.

Begitu pula dengan luka yang ada di sekujur tubuhnya. Kini ia hanya bisa terbaring sambil menutup matanya di tengah keramaian yang sedang mengerumuninya. Di sisi lain, Hyun Wo hanya menangis tanpa bersuara dan duduk disampingnya sambil memeluk Su Ji dengan erat.

Kini baju putihnya juga berlumuran oleh darah akibat ia memeluk Su Ji. Tanpa berfikir panjang, ia langsung menggendong Su Ji ke rumah sakit terdekat. Tapi na’as. Tetap saja Su Ji tak bisa diselamatkan.

Ia bahkan sudah meninggal sejak 6 menit yang lalu.

 

Hyun Wo hanya bisa menyesali semuanya. Andai saja ia tak mengajak Su Ji hari itu, mungkin ini semua takkan terjadi. Dan andai saja ia tidak menunda pernyataan cintanya pada Su Ji malam itu, pasti hari ini adalah hari kebahagiaan untuknya.

Jangankan ia bisa melakukan apa yang slalu diingankannya sata bersama Su Ji, bahkan kini Su Ji sudah tak bisa mendengarnya. Mendengar penyataan cinta darinya.

Sangat ingin rasanya mengulang waktu, agar semua ini tak terjadi. Mungkin kata yang tepat untuk Hyun Wo saat ini hanyalah ‘Menyesal’. Ia bahkan tak bisa mengungkapkan perasaannya pada Su Ji sampai ajal menjemput perempuan cantik ini.

Tak ada lagi senyuman cerah yang akan dipandangnya saat ia merasa bosan. Tak ada lagi seseorang yang bisa disuruhnya begitu saja.

 

“Su Ji~ah, semoga kau tenang disana ya. Aku akan tetap mengatakannya walaupun kau tidak berada nyata di hadapanku, tapi aku tahu kalau kau akan selalu mendengar apa yang kukatakan.. Su Ji~ah,, saranghae.. Aku akan coba untuk bahagia tanpamu.. Maaf, sudah membuat hidupmu se-singkat ini..” ucap Hyun Wo sambil duduk di tepi makam Su Ji.

*End*

 

Haha ;’v

Ngegantung ga ching? Semoga engga ya ;’v

Oke, sampai jumpa di ver. Nya abang Hyungwon ya ching ;’v

Ditunggu aja…

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Author: MonstaX-FanfictionIndo

HEY READERS MANIA!!! Kami menyuguhkan Fanfiction dengan main cast 'All Member of MONSTA X' So Let's join with us!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s