[Minhyuk’s Birthday] Surprise!

Processed with VSCO with 4 preset

Surprise!

by ayshry & mintulli

[MX’s] Lee Minhyuk

with [SF9] Lee Dawon, [OC’s] Lee Minyeol, Lee Zia, Kim Dayoung, Na Faeya

Ficlet-Mix | G

Karena ini hari spesial untuk Lee Minhyuk.

***

[1]

Minhyuk x Zia

Yang namanya Lee Zia, dia tak akan pernah lupa dengan tanggal kelahiran saudara-saudaranya. Otaknya bahkan sudah merencanakan segala macam kejutan yang akan diberikan untuk kakaknya yang satu ini. Terus terang saja, Zia agak sedikit kebingungan. Akan membuat kejutan seperti apa untuk Minhyuk?

Akhir-akhir ini Zia lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-teman sekolahnya daripada bersenda gurau dengan sang kakak. Jangan tanya bagaimana kedekatan Minhyuk dan Zia. Sebelum Zia mulai menjejakkan kakinya di bangku sekolah menengah atas, gadis periang itu sering sekali menghabiskan waktunya bersama Minhyuk. Alasan pertama, karena Zia paling bungsu dan alasan penguatnya sebab Minhyuk memang suka bercanda dengan Zia.

Zia tahu. Ia sadar keberadaannya di rumah menjadi sedikit terasingkan karena tugas yang menumpuk. Gadis bermata kecil itu juga gerah. Ia sungguh ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama sang kakak. Lalu Zia pikir, momen yang seperti ini lah yang tepat bagi Zia untuk membuat satu kejutan.

Sore ini, Zia baru saja keluar kelas. Sudah menjadi kebiasaannya ketika dia hendak pergi kemanapun, Zia akan menghubungi orang tua nya jika ia pulang terlambat sebab harus melakukan ini, itu, dan yang lainnya. Ah, Zia bahkan mengirim pesan singkat juga pada Minhyuk agar ia tak menunggunya lebih lama. Minhyuk memang selalu suka menunggu Zia jika ia belum pulang di sofa cantik ruang tengahnya.

Dan ya … Zia berbohong pada Minhyuk hendak mengikuti acara di sekolahnya. Ia juga beralasan akan mengerjakan assigment group dengan rekan setim nya. Ia sungguh sengaja. Jika saja dia pulang, maka Minhyuk akan mencegahnya dengan sejuta pertanyaan. Bukan berarti ia melarang, tapi Minhyuk hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk.

Begitu Minhyuk membalas sms Zia dengan jawaban,

Ya, hati-hati. Jangan pulang terlalu larut.

Gadis itu justru meringis. Dia memang berencana pulang sampai larut malam. Tebak, apa yang dia lakukan sepanjang malam?

Zia berunding dengan teman setim nya untuk membuat kejutan yang tak terbayangkan. Tentulah hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Lalu setelah semuanya dirasa sempurna, Zia ditemani dua teman baiknya mencari pizza kesukaan Minhyuk. Saat itu, tepat pukul sepuluh malam.

Minhyuk masih belum menghubungi Zia. Hanya saja dia mengirim pesan

Apa tugasnya sudah selesai? 

Kenapa belum pulang?

Apa perlu kakak yang menjemput?

Zia terkikik melihat pesan masuk dari kakaknya. Dia sudah mulai gelagapan, begitu batin Zia. Dan memang itu yang diinginkan si bungsu. Tepat pukul sebelas lewat lima malam hari, Zia baru mendapatkan pizza yang sesuai harapan. Ia yakin, kakaknya langsung meleleh melihat makanan ini. Tapi lagi-lagi Zia terusik dengan handphone-nya. Kali ini, Minhyuk justru menelponnya berulang kali.

Bayangkan saja bagaimana wajah ceria Zia melihat sang kakak mulai gelisah sebab ia tak pulang juga. Lantas, gadis bersurai hitam ini meminta kedua temannya untuk mengantarnya pulang dan membantunya merias ruang. Sebab Zia sangatlah yakin, lima belas menit lagi, kakaknya pasti sedang tidak di rumah. Ia pasti sudah berkeliaran di jalan dan bingung akan menghubungi siapa untuk mencari dirinya. Sungguh cerdas.

Benar saja. Begitu ia mencoba menghubungi Minyeol—saudara perempuannya—sang kakak sudah tak ada di rumah. Oh! Jangan lupakan suara gelak tawa Minyeol di seberang sana yang terlihat bahagia sebab rencana si bungsu justru membuat mood-nya menjadi baik.

“Cepatlah pulang, di sini sudah aman.” 

“Tunggu ya, kak.”

Tak lama, Zia datang ditemani dua teman baiknya. Mereka mengendap-endap masuk dalam kamar Minhyuk, lantas mulai mencanangkan aksinya. Zia dibantu yang lain membuat dekorasi sederhana yang berkaitan dengan hari ulang tahun. Kertas warna-warni yang ditempel di dinding atas bertuliskan “Selamat ulang tahun”, beberapa lilin kecil yang mengitari ruang kamarnya, ditambah pizza yang dibentuk sedemikian rupa membentuk sebuah birthday cake pizza dengan satu lilin di tengahnya. Zia memang adik yang keren.

Selang beberapa menit, Zia mendengar suara langkah kaki Minhyuk datang. Waktunya tepat sekali; pukul dua belas malam. Dari dalam ia mendengar Minhyuk menggerutu tak jelas sembari ditenangkan suara Minyeol, dan itu membuat Zia beserta kedua temannya cekikikan; merasa berhasil. Lalu dalam hitungan satu … dua … dan tiga ….

Minhyuk membuka pintu kamar, lalu ….

Happy Birthday, Kak Minhyuk!”

Minhyuk melongo. Rencananya untuk mengomel sudah gagal, diganti kan dengan rasa tersentuh yang tiba-tiba menjalar.

“Kau sengaja membuat kejutan?”

“Ya. Karena ini hari spesial untukmu.”

Minhyuk menyunggingkan bibirnya. Sepersekian detik ia mendekati sang adik, untuk mengambil beberapa pizza yang memang untuknya, tapi Zia justru menghindar.

“Katakan sesuatu!”

Pizza-nya terlihat enak, boleh aku mencicipi nya sekarang?” tukas Minhyuk sembari memasang wajah memelas pada Zia.

Menyebalkan, sama seperti adiknya.

[2]

Minhyuk x Faeya

Setelah kejutan semalam, Minhyuk tidur larut sekali. Bahkan hari ini rasanya ingin membuka mata berat sekali. Padahal ia ingin melakukan sesuatu di hari ulang tahunnya, tapi ya sudahlah. Matanya seperti memaksanya untuk menutup. Lagi pula badannya sedikit lelah juga sebab semalaman mencari Zia.

Tapi lihat saja, bagaimana reaksi Minhyuk ketika mendapat pesan masuk dari Faeya –mantan kekasihnya.

Begitu ia meraih ponselnya dan melihat nama si pengirim segera Minhyuk berjingkat. Memaksa matanya untuk membuka dan mendudukkan badannya di kasur.

Hari ini kau ada acara tidak?

Untuk pertama kalinya sejak mereka sudah tak bertemu lagi, Minhyuk mendapat pesan yang tak disangka-sangka oleh sang mantan kekasih. Garis bawahi: man-tan ke-ka-sih.

Lalu ia menanyakan sesuatu yang tentulah membuat Minhyuk tercengang. Bukankah pertanyaan seperti ini ujung-ujungnya pasti akan mengajaknya pergi?

Minhyuk harus tepat menjawab. Ingat, dia mantan kekasih. Jadi perlakuannya haruslah berbeda.

Ya. Aku ingin tidur seharian ini.

Pemuda Lee itu dengan cepat menekan tombol ‘send’.  Tunggu. Minhyuk kembali membaca pesan yang dikirimnya.

Tidur seharian?

Oh, ada apa dengan otak Minhyuk? Kenapa membalasnya sedingin itu?

Bagaimana jika dugaannya benar bahwa dia akan mengajakmu pergi atau apa?

Hei! Minhyuk rupanya masih mengharapkan Faeya.

Ponsel Minhyuk begetar. Pesan masuk lagi dari man-tan ke-ka-sih-nya.

Oh. begitu ya? Sayang sekali.

Minhyuk membuat smirk kecil di bibirnya. Ia yakin seratus persen Faeya hendak mengajaknya pergi.

Kenapa memangnya?

Tak ada salahnya ‘kan bagi Minhyuk untuk berpura-pura bodoh? Pencitraan saja.

Aku ingin mengajakmu bertemu di Coffe Toffe sekarang.

Sekarang? Gerak Faeya cepat sekali. Minhyuk mengernyitikan dahinya. Ia tak menyangka hubungannya dengan Faeya terlihat baik-baik saja sejak terakhir kali mereka bertemu. Lihat saja bagaimana sikap Faeya mengajak Minhyuk seolah-olah mereka tak memiliki masalah apapun. Atau perasaan Minhyuk saja yang seperti itu?

Memangnya ada apa?

Tak ada lima menit, Faeya dengan cepat membalas pesan mantan kekasihnya ini.

Datang saja kesini jika ingin tahu.

Sial. Bagaimana bisa Minhyuk dibuat penasaran oleh sang mantan kekasih. Sungguh dia sedang beradu argumen dengan batinnya sendiri. Di satu sisi, dia sangatlah lelah. Matanya saja terlihat sayu, hanya saja dipaksa membuka sebab ada pesan yang harus dibalas. Tapi batinnya juga tak bisa berbohong. Dia cukup senang Faeya menghubunginya, bahkan memintanya bertemu. Lantas Minhyuk akan melewatkannya?

Tentu tidak mungkin.

Jadi beginilah dia sekarang. Membersihkan diri secepat mungkin, memakai jaket hitam dengan topi di kepalanya, jeans dan sepatu sport kesukaannya. Minhyuk segera saja meluncur ke tempat yang dimaksud. Beruntung, dengan berjalan kaki Minhyuk dengan cepat sampai. Ia menengok sebentar. Faeya memang sudah ada di sana. Duduk manis sembari memainkan ponselnya. Sedikit percaya diri juga penasaran, dilangkahkannya tungkai Minhyuk memasuki cafe.

“Kau datang?”

Minhyuk tersenyum tipis.

“Ada apa?”

Ya, bagus. Minhyuk tetap harus menjaga image-nya sebagai mantan kekasih Faeya. Tidak telalu ramah, tapi juga tidak terlalu dingin. Biasa saja.

“Duduk saja dulu.”

Minhyuk lantas duduk di hadapan Faeya. Semoga ia bisa mengontrol perasaannya. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ia bertatap muka dengan Faeya dengan kondisi sebaik ini. Faeya lalu tersenyum sembari menyodorkan tart kecil. Tidak besar memang, hanya saja itu kue tart.

“Untukku?”

Faeya mengangguk, “Tentu saja, untukmu.”

Minhyuk membeku sejenak. Ini lebih mencengangkan dari kejutan Zia—adik bungsunya. Bagaimana mungkin seorang mantan kekasih memberinya kue tart dengan tulisan ‘happy birthday’ di atasnya? Minhyuk tak mengucapkan sepatah kata pun. Yang bisa dilakukannya hanya memegang ponsel lantas mengirim pesan pada Wonho.

Menurutmu, jika mantan kekasih memberi kue tart di hari ulang tahunmu, apa itu wajar?

Dan jawaban Wonho sunggu membuat Minhyuk ‘sedikit’ berbunga-bunga.

Wajar saja. Itu tandanya dia masih sayang.

“Faeya!”

“Hm?”

“Kau masih sayang padaku?”

Faeya mengerutkan dahinya. Lantas menyunggingkan sedikit bibirnya sambil menggeleng.

“Tapi, kau memberiku tart ini. Bukannya itu berarti kau masih sayang padaku?”

Faeya terkikik sebentar.

“Ini kan hari spesial mu, aku hanya ingin memberi mu hadiah sederhana. Ya … sebagai formalitas saja.”

For-ma-li-tas?

Simbolik?

Hanya itu?

“Ya sudah, ya, aku ada janji dengan seseorang. Sampai bertemu lain waktu.”

Minhyuk sungguh dilema. Bukan karena jawaban Faeya. Itu salah satu faktornya. Hanya saja, dia bimbang .…

Apakah dia harus memakan tart dari mantan kekasihnya yang memberikan itu sebatas ‘formalitas’ atau tidak?

Sebab itulah dia mengirim pesan singkat lagi pada Wonho.

Lalu jawaban pria itu,

Tunggu disana.  Jika kau ragu, aku bisa memakannya untukmu.

Dasar.

[3]

Minhyuk x Dawon

Usai pertemuannya dengan Faeya—sang mantan—beberapa waktu yang lalu, Minhyuk menerima sebuah pesan dari adiknya, Lee Dawon yang memintanya untuk bertemu di suatu tempat dan tentu saja Minhyuk langsung mengiakan.

Anehnya, Minhyuk tak tahu kenapa ia bisa berakhir di tempat pemancingan umum bersama sang adik. Ia juga tak tahu kenapa bujukan si adik lelaki satu-satunya itu mempan sehingga ia menurut dan sekarang tengah bergulat dengan umpan untuk menangkap ikan di dalam kolam.

“Kenapa juga harus susah-susah memancing, sih, kalau kita bisa membeli ikan di swalayan atau—“

“Jangan banyak tanya, pokoknya ini ide kak Minyeol. Dia ingin memasak ikan dan entah kenapa menyuruh kita untuk menangkap ikannya langsung.”

“Kau bercanda? Kenapa juga harus membiarkan Minyeol memasak, huh? Ingin menghancurkan dapur—oh, atau memusnahkan rumah kita satu-satunya Dawon-a?”

Dengusan itu terdengar keras, namun Dawon mengabaikan sang kakak dan mulai sibuk dengan pancingannya.

“Omong-omong, kau tahu bagaimana caranya memasang umpan, ‘kan, Kak?” Menyodorkan sebuah kotak kecil kepada si sulung, Dawon diam-diam mengulum senyum.

Minhyuk meraih kotak kecil itu lantas membukanya. “ASTAGA!” Efek kaget, pemuda itu malah melempar kotak berisikan umpan hingga sisnya berserakan di atas lantai. “Sialan kau, Lee Dawon!”

Tawa keras menguar, sedang Minhyuk mengatur langkah menjauhi cacing-cacing yang menggeliat di tempatnya berpijak.

“Kenapa harus menggunakan cacing, sih?! Seperti tidak ada umpan yang lain saja, lagi pula—KYAAA!”

Teriakan itu menguar bersamaan dengan tangan Dawon yang menarik cepat lengan sang kakak yang hampir saja tercebur ke dalam kolam. Salahkan saja Minhyuk yang masih gencar menghindari cacing yang bergeliat sehingga mundur tanpa melihat.

“Oh, terima kasih, Dawon-a. Kalau saja kau—“

“Kak, kalau aku melepaskan peganganku bagaimana?” Senyum misterius itu tiba-tiba mengembang, membuat Minhyuk melayangkan tatapan melas.

“Hei, kak, jangan macam-macam atau aku akan—LEE DAWON SIALAN!”

Umpatan itu menguar bersamaan dengan pegangan yang terlepas—atau sengaja dilepaskan. Satu dorongan ia hadiahkan untuk sang kakak yang kemudian terjun bebas ke dalam kolam ikan dan tentu saja menjadi tontonan.

Tawa lantang menguar, sedang Minhyuk menggeram di bawah sana. Ia basah kuyup dan sang adik malah menatapnya dengan bahagia. Oh, salah apa dia sampai bisa memiliki seorang adik sejahil Dawon?

Mencoba memanjat ke luar kolam, ia melihat Dawon yang berlari menghindar. Tepat sebelum kakinya menginjak daratan, Lee Dawon berteriak dengan lantang:

HAPPY BIRTHDAY, KAK MINHYUK!”

Oh? Jadi … yang tadi itu sengaja dilakukan untuk merayakan ulang tahunku? Dasar Lee Dawon sialan! 

“MATI KAU, LEE DAWON!”

[2]

Minhyuk x Minyeol

Pulang dengan tubuh basah kuyup, Lee Minhyuk menjadi bahan tertawaan saudara keduanya ketika tiba di rumah. Dengusan tak kunjung terhenti dari bibirnya, sedang Dawon yang sudah menjadi bulan-bulanan, kini berlari menghindar agar terlepas dari siksaan Minhyuk yang murka.

“Astaga, kalian pergi memancing atau berenang, sih? Kenapa sampai basah kuyup seperti itu?”

Minhyuk yang kesal meraih handuk di raknya lantas menyeret tungkai menuju kamar mandi.

“Tanyakan saja pada adikmu itu!” Nada bicaranya sinis namun justru membuat tawa Minyeol semakin keras.

“Kau tak cocok dengan ekspresi seperti itu, Kak. Kau hanya cocok dengan ekspresi bahagia juga cengiranmu yang menyebalkan itu.”

Ck. Sudah, jangan menganggu. Mood-ku sedang sangat buruk hari ini. Apa-apaan, ulang tahun malah dikerjai seperti ini, bukannya diberikan kejutan seperti Zia semalam atau—“

“Oi, Kak.” Memotong cepat perkataan sang kakak, Minyeol kini berlari mendekat. “Kautahu? Pohon jambu di belakang rumah sudah berbuah dan kulihat ada beberapa yang bisa di makan.”

“Terus?”

“Ambilkan beberapa untukku.”

“Suruh Dawon saja sana.”

“Kak Minhyuk, Dawon ‘kan takut ketinggian, mana berani dia memanjat pohon jambu yang sangat tinggi itu. Ayolah, ambilkan untukku, ya? Aku sudah menyiapkan tangga di belakang sana. Ya, ya?”

Desahan pasrah itu menguar dari bibir sang pemuda. Oke, jika Minyeol sudah memelas seperti ini maka ia takkan bisa menolak lagi. Lupakan soal mandi, ia hanya perlu melepas kaosnya yang basah dan mengambilkan beberapa buah jambu untuk sang adik.

“Ya sudah, ayo!”

Sorakan gembira membuat senyuman terukir di wajah Lee Minhyuk. Berjalan mendahului sang adik, ia kini sudah berada di hadapan pohon jambu yang sudah disediakan sebuah tangga untuk mempermudahnya memanjat.

Minhyuk mulai meniti tangga. Well, memanjat pohon bukanlah hal yang sulit baginya, jadi hanya butuh beberapa menit saja untuk ia tiba di sebuah dahan kokoh yang tengah ia pijaki ini.

Woah, ternyata sudah banyak yang bisa dipanen, ya? Jika menunggu sebentar lagi maka bisa dipastikan jambu-jambu ini habis dimakan binatang. Sebentar, aku akan—HEI, APA YANG KALIAN LAKUKAN?!”

Minhyuk berteriak ketika menyadari tangga telah dipindahkan dari tempatnya. Ia tak tahu sejak kapan Dawon bergabung bersama mereka dan membantu Minyeol memindahkan alat untuknya memanjat tersebut.

“Oi, Lee Dawon! Kembalikan lagi tangga itu!” Ia berteriak, namun tetap diabaikan. Baik itu oleh Dawon, maupun Minyeol yang kini menatapnya dengan tatapan bersalah.

“Maafkan aku, Kak, tapi kami harus melakukan ini untuk sementara waktu. Tunggu di sana, ya? Jika sudah waktunya aku akan mengembalikan tangganya dan membiarkanmu turun.”

Dawon sudah beranjak dari sana yang kemudian disusul Minyeol.

“Minyeol-a! Sebentar, ini … ah, sialan. Sebenarnya apa yang sedang kalian rencanakan, sih? Oi, kenbalikan tangganya!”

“Maafkan aku, Kak, sungguh, ini tidak akan lama. Ah, iya, hari ini kau berulang tahun, ‘kan? Happy birthday, Lee Minhyuk!” Dan kemudian Minyeol berlari dari halaman belakang rumahnya, meninggalkan Minhyuk yang masih terus-terusan berteriak dengan amarah memuncak.

Ada apa sebenarnya dengan hari ini?

[3]

Minhyuk x Dayoung

Sudah sekitar satu jam Minhyuk terjebak di atas pohon. Kerongkongannya terasa sakit lantaran berteriak terus-menerus namun tak satu pun manusia di rumahnya yang menghiraukan.

Sial, berapa lama lagi aku harus menunggu, huh?

Baru saja Minhyuk akan berteriak lagi, Dawon datang dari pintu belakang.

“Ya, sialan! Cepat kembalikan tangganya!”

“Iya sebentar, ini juga mau kukembalikan. Jangan cerewet!”

Dawon meletakkan kembali tangga ke tempatnya semula lantas Minhyuk lekas turun dengan mulut yang tak habis-habisnya menggerutu. Oh, jangan lupakan juga ia yang kini tak berbaju dan celananya yang masih basah kuyup. Benar-benar hari yang menyebalkan.

Minhyuk masih bersungut bahkan ketika kakinya berpijak di halaman. Menatap sang adik tajam, ia yang tengah menahan amarah lekas berlalu memasuki rumah.

“Hei!” Dawon berseru, membuat langkah Minhyuk terhenti dan melayangkan tatapan sebal padanya.

“Apa?”

“Kurasa … kau harus memperbaiki ekspresimu itu, Kak.”

Ck. Masa bodoh! Jangan berbicara padaku, kalau tidak aku akan menerkammu, Lee Dawon!”

Detik berikutnya, Minhyuk sudah merajut langkah memasuki rumah, meninggalkan Dawon yang kini terkikik geli lantas mengikuti jejak sang kakak.

Pemuda Lee itu masih terlihat sebal. Berjalan melewati dapur, ia lekas memasuki kamar mandi demi membersihkan diri. Belum sampai sepuluh menit pemuda itu berada di sana, tiba-tiba gebrakan di pintu membuatnya terlonjak kaget.

“Kak! Kak Minhyuk! Cepat keluar dari sana, Kak!”

Adalah Minyeol yang kini menggedor-gedor pintu sembari berteriak panik.

“Ada apa?” Minhyuk yang kaget tak kalah panik di dalam sana. Pikiran buruk tiba-tiba merambati otaknya, sejurus kemudian ia raih handuk yang tergantung lantas melilit tubuh bagian bawahnya dan keluar dari sana.

“Kau harus melihat ini, Kak!” Minyeol semakin heboh ketika presensi sang kakak tertangkap indera penglihatannya. Menarik lengan Minhyuk sedikit memaksa, ia kini menyeret sang pemuda menuju ruang keluarga. “Ini gawat! Sungguh, hanya kau saja yang bisa mengatasinya!”

Kata-kata dari Minyeol barusan membuat rasa cemas kian menjalar. Langkahnya terburu-buru, mengikuti langkah kecil Minyeol yang terus memaksanya. Tepat ketika pemuda Lee itu hampir tiba di ruang keluarga, tiba-tiba—

HAPPY BIRTHDAY, LEE MINHYUK!”

Teriakan riang menguar bersamaan bunyi terompet membuat sosok pemuda itu terlonjak hingga hampir jatuh tersungkur. Wajanya memerah. Well, kejutan seperti ini memang yang ia inginkan, tapi … astaga, apakah ia tak salah lihat? Dayoung, kekasihnya kini berada di antara Dawon dan Zia dengan membawa cake cokelat lengkap dengan lilin di atasnya.

Minhyuk syok. Ia bergeming. Tak mampu berkata-kata maupun mengeluarkan ekspresi gembira. Sekon berikutnya, dengan panik pemuda itu memerhatikan dirinya. Oh, sialan! Kenapa saudaranya iseng sekali, sih? Merayakan ulang tahun di hadapan sang kekasih dengan hanya mengenakan sehelai handuk? Benar-benar sial.

Pemuda Lee itu masih terdiam di tempat, sementara Minyeol ikut berkumpul bersama Dawon dan Zia yang bertepuk tangan riuh. Masih berperang melawan harga diri juga rasa malunya, Minhyuk dapat melihat Dayoung tengah berjalan mendekatinya. Menyodorkan cake dan memberikan kode agar ia memanjatkan doa lantas meniup lilin yang tinggal setengah.

Tetapi, ternyata Minhyuk tak mampu bertahan dengan penampilan yang memalukan kali ini.

Dalam hitungan detik, ketika Dayoung melempar senyum mengejek kepadanya, Minhyuk lekas berlari terburu-buru. Bibirnya mengeluarkan kata-kata umpatan yang ia tujukan kepada Dawon juga Minyeol yang sukses mengerjainya. Mengabaikan eksistensi sang kekasih di sana, Minhyuk sepertinya sudah masa bodoh dengan image-lelaki-baik-baik yang sudah susah payah ia bangun demi memikat hati sang gadis.

Sementara itu, ketiga adiknya malah menertawakan kekonyolannya itu hingga terpingkal-pingkal. Menghilang di sebalik pintu kamarnya, tanpa ia ketahui Dayoung turut menertawai tingkahnya barusan. Oh, apa yang harus ia lakukan? Masih sanggupkah ia keluar dari persembunyian setelah kejadian konyol tadi? Menggeram namun tak tahu harus melampiaskan amarah kepada siapa, Minhyuk hanya mampu meratapi nasib buruk di hari bahagianya.

Jika saja Dawon tak memulai dengan menceburkannya ke dalam kolam juga Minyeol yang ikut-ikutan membuatnya terjebak di atas pohon sekian lama … dan, oh sial, apakah Dayoung adalah otak dari segala tingkah absurd adik-adiknya hari ini?

Katika Minhyuk masih berperang dengan pikiran, suara ketukan di pintu membuatnya kembali ke alam nyata.

“Oi, Lee Minhyuk!” Dayoung berseru dari luar sana, membuat Minhyuk merasa gemas namun tak berani keluar. “Cepat keluar dari sana dan tiup lilinmu. Hei, jangan membuatku menunggu lagi, aku sudah mempersiapkannya sejak pagi tadi, asal kautahu. Dan … oh, tubuhmu bagus juga, ya? Sejak kapan kau memiliki kotak-kotak itu di perutmu? Well, setidaknya aku bahagia bisa melihatmu nista seperti itu. Cepat berpakaian, oke? Aku akan menunggumu. Oh, ya, happy birthday, Babe. I love you so much!

Jadi, akankah Minhyuk segera keluar dari persembunyiannya atau masih akan mendekam di dalam sana sampai rasa malunya lenyap tak bersisa? Entahlah, semoga saja Minhyuk tak trauma setelah kejadian konyol tersebut menimpanya di hari kelahirannya.

.

.

-Fin.

HAPPY SAENGIL BIRTHDAY CHUKKAE  OUR MINHYUKKIEE, MINMOONGIE, MAS PUPPY ((lovelovelovelove))

Hahaha ini fic bermula dari ingatan singkat akan ultah mas minhyuk dan jadilah ficlet mix abal dengan kakyay padahal aku garapnya pun sampai ketiduran WKWKW. Duhh pokoknya suayang mas minhyuk iniiii. Semoga mas sehat selalu. Aku maunya cuma sehat aja cukup kok :”)

Dan mas! Kalo tartnya nggak mau, bisa dikirim ke rumah ku :””))

#MINHYUKDAY  #MINHYUKDAY  #MINHYUKDAY

-mintulli.

HAPPY BIRTHDAY OUR HANDSOME BOY, LEE MINHYUK! ❤

Maaf ya mas, kamu kami nistain bener di sini. Bodo ah ya, bikos nista adalah rasa sayang yang berlimpah /aseq/ thanks buat mintul yang mau diajakin bikin ini ficlet-mix dadakan haha kusayang mintul, kusayang mas minhyuk! Stay healthy yass, we love you! ❤

-ayshry.

Advertisements

Author: megaton-bomb

Call Me Ay | A-Blood Type | Forever Maknae | Purple Addict.

2 thoughts on “[Minhyuk’s Birthday] Surprise!”

  1. IIIHHH UCUL UCUUULLL ANED SUMPAAHH INI SALAH SATU MASTERPIECE AAAWW SYUKAAAAAAAA. SENENG DEH KOLAB SAMA KAKYAAYY TERCINTA💙💙💙💙💙
    iniii yaaa aku paling gemes pas dikasi surprise si ayanq dayoung hemmm talaaa malu dia gak pake baju. EH BENTAR
    BAYANGIN MINHYUK TOPLES NYA INI LHOOO AKU LONCAT2 AAAAHHHHH DUUHH SYUKAA POKOKNYA KAKYAY DA BEST💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s