[MONSTA X FF FREELANCE] Thank You For Being Born (Oneshot)

cover-ff-mx-3

Author                        : BabyJisoo

Title                 : Thank You For Being Born

Cast                 :

  • Son Hyunwoo
  • Kim Saehee (OC)

Genre              : Romance

Length             : T

Summary        : Mungkin bagi sebagian orang, Hyunwoo adalah pemuda yang dingin dan cuek. Tetapi bagi Saehee, Hyunwoo adalah hadiah terbaik yang telah ditakdirkan Tuhan untuknya…

 

Saehee mengerucutkan bibir mungilnya dengan sebal. Diliriknya kalender yang tergantung di dinding kamarnya yang berornamen serba biru dan putih. Ada sebuah tanggal yang telah Saehee lingkari dengan spidol warna merah. Tanggal 26 Juni —hari ini— hari ulang tahunnya. Namun tak seorangpun yang mengucapkan selamat pada gadis cantik itu. Siapa yang tidak kesal?

Bahkan kekasihnya sendiri lupa mengucapkan selamat padanya. Kekesalan Saehee bertambah dengan tidak adanya kabar dari kekasih tercintanya. Kemana pemuda itu? Bisa-bisanya dia melupakan hari penting orang yang telah menjadi kekasihnya selama 5 tahun. Padahal sudah sejak satu jam yang lalu Saehee berusaha menghubungi kekasihnya.

“Ish, dia kemana sih?” gerutu Saehee sambil melemparkan ponselnya ke bantal. Ia benar-benar kesal pada kekasihnya.

Masih dengan raut kesal, Saehee menyambar handuk dan beranjak ke kamar mandi. Ia harus bersiap ke kampus untuk kuliah walaupun sebenarnya gadis itu malas luar biasa. Namun ia tidak bisa mengorbankan pendidikannya begitu saja hanya karena tidak ada yang memberinya ucapan selamat ulang tahun. Ia bukan anak kecil lagi, umurnya sudah 23 tahun. Gadis itu harus bersikap selayaknya gadis dewasa pada umumnya.

Ugh, semoga saja nanti di kampus ada yang memberinya hadiah, atau minimal ucapan selamat ulang tahun. Begitulah pikir Saehee.

 

oooOooo

 

Seorang pemuda sedang mempersiapkan sesuatu yang spesial di sebuah tempat. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun kekasihnya. Son Hyunwoo –nama pemuda itu- sibuk mengarahkan teman-temannya yang berbaik hati membantunya mendekorasi tempat itu sambil membayangkan betapa manisnya kejutan yang akan ia berikan.

“Apa ini sudah cukup?” tanya salah seorang teman Hyunwoo.

“Eum. Ini sudah sempurna. Kalian sangat membantuku.” Sahut Hyunwoo setelah puas mengamati hasil kerja teman-temannya hari ini.

“Mengapa harus di tempat terbuka seperti ini? Taman ini cukup mencolok.” Komentar teman Hyunwoo. Hyunwoo tersenyum tipis mendengar komentar itu.

“Justru itulah yang menjadi incaranku. Aku akan memberinya hadiah paling spesial tempat seperti ini.” Ujar Hyunwoo.

“Jangan bilang kau mau—”

“Yups! Tepat sekali! Aku akan melakukannya ditempat ini.” sela Hyunwoo. Teman-temannya memandang takjub setelah tahu betapa cemerlangnya ide pemuda tampan itu.

“Aku yakin 100% dia pasti sangat menyukainya. Idemu sangat brilian, Son!” Puji teman Hyunwoo.

“Semoga saja.” Kata Hyunwoo. “Nah, setelah ini temani aku mencari kue ulang tahun. Dia pasti ngambek karena aku tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya.”

“Kau belum mengucapkan selamat ulang tahun padanya?” tanya teman Hyunwoo. Hyunwoo hanya menganggukkan kepalanya.

“Sengaja terlambat mengucapkan karena harus menyiapkan kejutan ini untuknya.” Sahut Hyunwoo.

“Berdo’alah semoga dia tidak memutuskanmu. Kerja keras kami akan sia-sia kalau sampai itu terjadi.” Kata teman Hyunwoo.

“Tidak akan. Percayalah padaku.”

 

oooOooo

 

Saehee tiba di kampus dengan wajah kusut luar biasa dan berjalan gontai ke kelasnya. Namun sebuah tangan menahan langkahnya.

“Kau mengejutkanku, Jihyo! seru Saehee kesal.

“Ikut aku sekarang.” Kata Jihyo —sahabat Saehee, sambil menarik Saehee agar mengikutinya. Saehee sampai kerepotan menyamai langkah Jihyo yang lebar.

“Aish, Kau mau membawaku kemana?”

“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Katanya ini penting, dan aku dimintaorang itu untuk menunggumu datang dan langsung menyeretmu kesana begitu kau tiba di kampus.”

“Siapa?”

“Kau kenal orang ini, mengenalnya dengan sangat baik karena kalian sudah berhubungan lama.”

Saehee mengerutkan keningnya. Siapa orang yang dimaksud oleh temannya ini?

“Laki-laki atau perempuan?” tanya Saehee penasaran.

“Nanti kau akan tahu sendiri.”

Jihyo berbelok ke sebuah ruangan yang memiliki pintu kaca yang terletak di ujung koridor. Ruang seni. Langkahnya terhenti di depan ruangan itu.

“Masuklah kesana. Dia menunggumu disana.” Kata Jihyo.

Saehee ragu. Ia takut kalau temannya itu hanya mengerjainya mengingat kelakuan jahil Jihyo yang sudah tidak diragukan lagi.

“Tunggu apa lagi? Cepat masuk sana.” Kata Jihyo gemas karena Saehee masih saja mematung di depannya.

“Kau… tidak sedang mengerjaiku, kan?” tanya Saehee. Jihyo berdecih sebal pada gadis cantik itu.

“Kau pikir aku tidak memiliki kerjaan lain? Kalau bukan karena temanku sendiri, aku juga tidak sudi menarikmu kemari.” Sungut Jihyo.

“Baiklah, baiklah. Aku akan masuk sekarang.”

Saehee memutar gerendel pintu dan mulai berjalan masuk. Ruangan itu cukup gelap, tak ada sebuah lampu pun yang menyala. Jantung Saehee berdebar cepat, sekarang ia takut kalau Jihyo benar-benar mengerjainya. Tangan Saehee meraba-raba dinding untuk mencari letak saklar lampu.

KLAP!

Tiba-tiba, lampu ruangan menyala dengan terang. Tentu saja Saehee terkejut. Namun yang lebih mengejutkannya adalah adanya sesosok pemuda yang berdiri dihadapannya sambil membawa kue dengan lilin berbentuk angka 23 yang menyala.

“Hyunwoo…”

Ya, pemuda itu adalah Hyunwoo, kekasih Saehee. Oh, jangan lupakan teman-teman Hyunwoo dan juga Jihyo –yang ternyata masuk melalui pintu samping ruang seni- yang berkumpul disana.

Hyunwoo tersenyum penuh arti pada gadis cantik yang ada dihadapannya kini. Sepertinya kejutan pertamanya berhasil karena Saehee tampak sangat kaget dengan keberadaannya.

“Mau sampai kapan kau akan berdiri seperti itu, sayang?” tanya Hyunwoo. Saehee tersadar dari lamunannya. Gadis itu perlahan mendekat dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru.

“Kau…” Saehee bingung harus mengatakan apa. Perasaan kesalnya seketika menguap, menghilang entah kemana.

“Selamat ulang tahun, sayang…” ucap Hyunwoo dengan lembut. Betapa senangnya Saehee, meski awalnya ia sempat kesal karena ia mengira kekasihnya itu melupakan ulang tahunnya.

“Cepat tiup lilinnya. Tanganku pegal membawa kue ini.” gurau Hyunwoo. Saehee menangkupkan kedua tangannya di depan dada, mengucap do’a dalam hati. Ia berharap bisa terus bersama dengan Hyunwoo hingga akhir hayatnya.

Usai mengucap harapan, Saehee meniup lilin. Hyunwoo mengoper kue tadi pada salah seorang temannya dan memeluk Saehee dengan erat dan mesra. Tak lupa, pemuda tampan itu mendaratkan ciuman sekilas di bibir pink kekasihnya. Pemandangan yang pastinya membuat iri teman-temannya yang lain.

“Maafkan aku karena terlambat mengucapkan selamat padamu. Aku sengaja karena aku sedang tadi sedang menyiapkan kejutan spesial untukmu.” Ujar Hyunwoo berbisik ditelinga Saehee. Sementara Saehee menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Hyunwoo, menikmati aroma maskulin perpaduan antara musk dan rempah khas kekasihnya.

“Aku suka kejutannya. Terima kasih, Hyunwoo.” kata Saehee. Hyunwoo tersentum tipis sambil mengusak rambut kekasihnya dengan gemas.

“Tapi bukan ini kejutannya.” Kata Hyunwoo.

“Eh?”

“Nanti sepulang kuliah, aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Aku menyiapkan kejutannya disana.” Kata Hyunwoo. Saehee mengerutkan kening tidak mengerti. Kekasihnya ini memang selalu penuh kejutan dan teka-teki.

“Ehem, kalian tidak melupakan kami, bukan?”

Interupsi dari Jihyo sontak membuyarkan kemesraan Hyunwoo dan Saehee. Sejoli itu lantas menoleh kearah teman-teman mereka yang sudah memasang tampang bosan sekaligus iri, kemudian meringis kaku.

“Maaf, kami nyaris melupakan kalian.” Ucap Saehee.

“Makanya, kalau mau bermesraan, tahu tempat dan situasi. Kau pikir kami patung arca yang akan diam saja melihat kalian bermesraan seperti tadi, huh? Bikin iri saja.” Dengus Jihyo. Kemudian ia memeluk sahabatnya dengan erat.

“Selamat ulang tahun, Saehee. Semoga kau dan Hyunwoo cepat menikah dan kalian langgeng hingga maut memisahkan.”

“Terima kasih Jihyo. Semoga do’a baikmu didengar oleh Tuhan.” Balas Saehee. Kemudian satu per satu teman-teman Hyunwoo menyalami Saehee dan memberinya ucapan selamat ulang tahun. Meski sebenarnya Saehee tidak begitu mengenal teman-teman Hyunwoo, namun gadis cantik itu tetap menghargai mereka.

“Masuklah ke kelasmu. Aku juga harus kembali ke kelas sekarang. Nanti selesai kuliah, aku akan menjemputmu di kelas.” Kata Hyunwoo.

“Yaps, aku ke kelas dulu. Sampai nanti. Terima kasih untuk kejutan hari ini.” Ucap Saehee. Gadis itu mengecup pipi kekasihnya sekilas kemudian segera berlari keluar ruangan dengan hati berbunga-bunga. Seharusnya ia ingat kalau kekasihnya itu tidak pernah melupakannya.

 

oooOooo

 

Hyunwoo dan Saehee dikenal sebagai pasangan kekasih paling romantis dan awet di kampus mereka. Setiap hari selalu saja ada romansa yang membuat orang-orang berdecak kagum sekaligus iri dengan mereka. Hyunwoo adalah representasi dari pemuda idaman para gadis. Ia tampan, cerdas, kaya dan gentleman. Walaupun banyak yang bilang kalau Hyunwoo itu pemuda yang cuek dan dingin pada orang lain, tetapi tetap saja banyak gadis yang jatuh cinta padanya. Namun pilihannya jatuh pada seorang gadis dengan tubuh mungil bernama Kim Saehee. Mereka juga sama-sama tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di sebuah universitas ternama di Korea.

Pertemuan mereka juga atas dasar ketidak sengajaan. Berawal dari Saehee yang tanpa sengaja menumpahkan kopi ke kemeja Hyunwoo ketika di Lotte World 5 tahun lalu, mereka mulai dekat satu sama lain. Hyunwoo dan Saehee baru menyadari kalau mereka sama-sama bersekolah di tempat yang sama saat berpapasan di perpustakaan. Suatu kebetulan yang teramat manis, bukan?

Kata orang, pertemuan pertama adalah sebuah kebetulan. Namun pertemuan kedua dan seterusnya adalah bentuk campur tangan Tuhan untuk menjelaskan bahwa takdir kita ada di depan mata. Seperti itulah Hyunwoo dan Saehee, mereka menganggap pertemuan mereka yang kedua adalah takdir yang telah digariskan oleh Tuhan.

Tidak seperti pasangan lain yang selalu ber-lovey dovey dan mengumbar kalimat cinta yang gombal di depan umum, Hyunwoo dan Saehee berinteraksi seperti biasa. Tak ada yang spesial. Malah terkadang diselingi perdebatan kecil. Namun, Hyunwoo adalah pemuda yang penuh dengan kejutan. Ia memperlakukan Saehee dengan hal-hal sederhana, namun sangat manis dan romantis. Hyunwoo tak pernah lupa untuk berangkat bersama Saehee, mengingatkan kekasihnya untuk makan siang —dengan nada datar, pastinya, dan hal-hal kecil lainnya. Sesekali, Hyunnwoo mengajak Saehee ke mall untuk berbelanja, atau membelikan sesuatu tanpa diketahui oleh Saehee. Hal-hal semacam itulah yang membuat Hyunwoo dan Saehee dikenal sebagai pasangan paling romantis di universitas tempat mereka berkuliah dan awet hingga 5 tahun lamanya.

 

oooOooo

 

Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, Hyunwoo menunggu Saehee di depan kelas gadis itu. Jam kuliah mereka berbeda, itulah yang menyebabkan intens pertemuan mereka tidak terlalu sering bila sedang berada di kampus. Namun itu bukanlah menjadi halangan karena mereka tahu, itulah resiko yang harus mereka tanggung bila mengambil jurusan yang berbeda seperti saat ini.

Nyaris 15 menit Hyunwoo menunggu Saehee. Sembari menunggu, ia kembali mengecek hadiah yang telah ia persiapkan jauh-jauh hari. Sebuah hadiah yang sangat spesial yang pernah ia berikan pada kekasihnya itu.

“Hyunwoo, kau sudah menunggu lama?”

Suara Saehee yang baru keluar dari kelasnya, sontak membuat Hyunwoo buru-buru menyimpan hadiahnya kembali di saku coat berwarna hitam yang ia kenakan saat ini. pemuda itu tersenyum dan menggeleng.

“Tidak. Kita pergi sekarang. Ayo kita pergi sekarang, Saehee.”

Hyunwoo menggandeng tangan Saehee dengan lembut. Sepanjang perjalanan menuju tempat parkir, mereka berdua mengobrol ringan sambil sesekali tersenyum dan membalas sapaan teman-teman seangkatan mereka atau junior-junior yang kebetulan berpapasan dengan mereka.

Hyunwoo membukakan pintu penumpang untuk Saehee. Gadis itu tersenyum dan langsung masuk sambil menggumamkan kata terima kasih. Ahh, andai mereka tahu betapa banyak mahasiswa dan mahasiswi yang tersenyum sambil berdecak iri melihat adegan romantis itu.

Usai memasang seatbelt, Hyunwoo menstarter mobilnya dan melarikannya dengan kecepatan sedang. Sebenarnya Saehee penasaran dengan kejutan seperti apa yang telah dipersiapkan oleh kekasihnya itu.

“Sebenarnya kita mau kemana, Hyunnwoo?” tanya Saehee. Hyunwoo hanya tersenyum sambil tetap fokus menyetir. Tentu saja Saehee sebal.

“Hei! Mengapa malah tersenyum? Kita mau kemana?”

“Bersabarlah sebentar. Tidak akan menjadi kejutan kalau aku betitahukan padamu sekarang.” Kata Hyunwoo. Bibir mungil Saehee mengerucut sambil terus berpikir kemana Hyunwoo akan membawanya pergi. Tak mendapatkan jawaban, Saehee memilih untuk menyandarkan kepalanya pada jok dan mulai memejamkan mata.

Hyunwoo menoleh saat mendengar suara helaan nafas halus kekasihnya. Pemuda itu tersenyum sambil mengusap rambut Saehee dengan lembut. Kekasihnya itu mudah sekali merajuk. Namun itu terlihat lucu dan menggemaskan dimatanya.

Pasangan sejoli itu tiba di tempat tujuan. Bukannya langsung membangunkan, Hyunwoo malah memandangi wajah cantik Saehee yang tertidur terlebih dahulu. Menurutnya, Saehee terlihat semakin menggemaskan kalau sedang tidur seperti saat ini.

Saehee terbangun ketika seseorang mengetuk-ngetuk kaca mobil Hyunwoo pelan. Ia mengucak matanya, lalu turun dari mobil dan mendapati seorang anak laki-laki berdiri di dekatnya.

“Ada apa?”

“Bunga ini untuk noona.”

Anak itu menyerahkan setangkai bunga mawar pada Saehee. Tentu saja Saehee bingung. Tetapi anak itu malah tersenyum.

“Noona ikuti jalan di taman ini. Jangan lupa untuk membaca kertas berwarna pink yang noona temukan di sepanjang perjalanan.”

“Hah?”

Belum sempat Saehee bertanya, anak laki-laki sudah berlari menjauh. Sekarang Saehee benar-benar bingung. Ditambah lagi dengan sosok Hyunwoo yang mendadak lenyap entah pergi kemana. Akhirnya Saehee memutuskan untuk mengikuti ucapan anak laki-laki tadi.

Saehee berjalan mengikuti jalan setapak yang sudah diberi paving. Ia menemukan kertas yang dimaksud anak tadi, menempel di pagar pembatas taman.

Kau tahu, saat kita bertemu, kau sudah membuat beberapa kesalahan padaku

Saehee bingung, kesalahan macam apa yang ia perbuat sampai ada yang merincinya seperti ini. Seingatnya, ia tidak pernah menyakiti siapapun, ia selalu berusaha baik pada semua orang.

Saehee terus mengikuti jalan setapak itu dan kembali menemukan kertas kedua di ayunan kecil.

Kesalahan pertama, karena kau telah memikatku dengan wajah cantikmu.

Saehee tidak mengerti maksud tulisan itu. Namun ia terus saja berjalan menyusuri jalan setapak dan ia menemukan kertas di antara sela-sela bangku taman

Kesalahan kedua, karena kau telah membuat jantungku berdebar kencang dengan senyum indahmu

Oke, sekarang Saehee benar-beanr tidak mengerti maksud tulisan-tulisan itu. kemudian ia menemukan kertas lain di papan titian.

Kesalahan ketiga, karena kau telah membuatku terpana dengan pesonamu.

“Sebenarnya apa maksud tulisan ini?” gumam Saehee. Ia menemukan kertas yang lagi pada pembatas jembatan kecil. Ia segera memungut kertas itu dan membukanya.

Dan kau telah membuat kesalahan yang besar, Datanglah ke pohon besar yang letaknya persis ditengah-tengah taman ini dan kau akan tahu apa kesalahan terbesarmu.

Saehee mengikuti petunjuk itu. Ia bergegas ke pusat taman dan mencari pohon besar seperti yang ada di tulisan itu, dan ia menemukannya. Sebuah pohon besar yang amat rindang dan sejuk. Saehee melihat sebuah tali nylon yang menjutai dengan sebuah sticky note yang menempel di ujungnya.

Tarik talinya.

Saehee menarik tali itu dan secara tiba-tiba, ratusan kelopak mawar merah berjatuhan diatas kepalanya. Saehee terkejut dengan pemandangan indah ini. Belum habis rasa terkejutnya, sebuah gulungan kertas berukuran besar jatuh membentang tepat 3 meter di depan Saehee.

Kesalahanmu yang terakhir dan terbesarmu adalah karena kau telah membuatku jatuh cinta padamu.

Kim Saehee, will you marry me?

“Kau suka dengan kejutannya?” tanya Hyunwoo yang mendadak muncul dari belakang Saehee. Saehee menoleh dan mengangguk, pemuda yang ada dihadapannya ini benar-benar spesial dan penuh dengan hal-hal yang tidak terduga.

Ternyata tak hanya sampai disitu kejutan yang diberikan oleh Hyunwoo. Karena setelahnya, pemuda itu berlutut sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil yang sejak tadi disimpannya dengan rapi di saku coat yang dikenakannya. Sebuah cincin yang terbuat dari emas putih yang sudah ia persiapkan sejak 3 bulan lalu.

“Kim Saehee, maukah kau menikah denganku?” tanya Hyunnwoo sambil setengah berlutut didepan Saehee. Saehee benar-benar tidak sanggup mengatakan sepatah katapun, karena ini kejutan yang paling romantis yang ia terima dari Hyunwoo. Jadi gadis cantik itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Hyunwoo berdiri dan menyematkan cincin itu di jari manis Saehee kemudian memeluk kekasihnya dengan erat. Saehee tidak mampu menyembunyikan kebahagiaannya, ia membalas pelukan Hyunwoo dan memberikannya ciuman di bibir.

“Terima kasih karena telah lahir ke dunia dan menjadi takdirku, Saehee. Aku sangat mencintaimu.” Ucap Hyunwoo dengan lembut.

“Aku juga sangat mencintaimu, Hyunnwoo. Terima kasih untuk semua perhatian dan cintamu untukku selama ini.” balas Saehee.

Mungkin bagi sebagian orang, Hyunnwoo adalah pemuda yang dingin dan cuek. Tetapi bagi Saehee, Hyunwoo adalah hadiah terbaik yang Tuhan takdirkan untuknya, dan ia s.angat bersyukur untuk itu.

.

.

.

.

Fin

Advertisements

Author: MonstaX-FanfictionIndo

HEY READERS MANIA!!! Kami menyuguhkan Fanfiction dengan main cast 'All Member of MONSTA X' So Let's join with us!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s