[Ficlet] Mr. Nostalgia

DSC_0894_1
Cr: Double H

KaaiRaas Present

Mr. Nostalgia

With

Yoo Kihyun and A girl

RomanceXFantasy

Aku, seorang tamu yang akan memberikanmu kenangan

“-setelahnya aku menangis tersedu-sedu karena si bodoh itu hanya meninggalkan bunga mawar yang hampir layu setelah dua hari lamanya aku baru bisa membuka kotak yang ia tinggalkan beserta kenangan lain…”

Sore hari yang cerah walau hujan baru saja meninggalkan jejaknya pada setapak yang kasar. Rentetan kata habis sudah ia luapkan dalam sebuah cerita yang berujung nostalgia pahit antara si gadis dengan si lelaki. Wajah pucat pasinya menuntun cerita dengan begitu indah sehingga kita dibawa bak mendengarkan novel best seller yang berisi kisah cinta melankolis berseting lampau yang begitu menyayat hati. Kisah cinta dengan sebuah ujung yang baru aku dengar dari banyak pendatang baru setiap jamnya. Dia menangis walau kami baru saja menyebut nama masing-masing sebelum aku berhasil mendengar cerita yang benar-benar panjang.

Um…” Kuambil jeda dengan memikirkan kenangan apa yang harus diterimanya setelah aku berhasil bertemu dia dahulu. “Apa yang kau inginkan sebagai kenangan terakhir?” Kutanya dengan senyum secerah mungkin. Kisah cinta yang tragis terkadang membawa siapapun kepada kisah lain yang lebih tragis. Manusia terkadang hanya memikirkan dirinya saja tanpa tahu bagaimana yang lain justru lebih sakit memikirkan mereka hingga rasanya ingin jatuh bersama-sama. “Aku hanya ingin kenangan indah yang dapat membuatku selalu bernostalgia. Apa boleh?”

“Apa?” Tanyaku dengan pelan tanpa memperhatikan wajahnya yang pucat. “Buat aku melupakannya dan buatlah kenangan indah. Sepeti yang kau pikirkan tadi, aku begitu egois sehingga hanya memikirkan diri sendiri yang sebetulnya lebih berharga dibanding kisah cinta tragis  itu.”

Astaga! Aku hampir lupa kalau semua yang hadir padaku lebih dulu, memang ditakdirkan dapat membaca pikiran. Ku terawang jauh kemungkinan apa yang akan aku buat sebagai sebuah kenangan yang nantinya dapat dinostalgiakan.

“Apa kau butuh cinta lagi?” Tanyaku dengan tulus. Kepalanya menoleh kearahku sehingga kedua netra kami menghunus dalam, dengan satu pandang.  “Hmm… Apa kau bisa memberikan aku cinta? Sebesar mereka yang menyayangiku.”

Aku berpikir lagi. Kemudian sekelebat pikiran konyol dalam diriku menjadi kenyataan, “Lakukan sesuatu yang kau inginkan.” Kataku dengan senyum lagi, “Mungkin kepada diriku.” Aku tahu ini begitu konyol, bahkan kemungkinan aku di damprat keluar sempat terpikir. Tapi tak semuanya yang pernah menemuiku menginginkan sebuah kenangan indah apalagi berupa cinta. Diantaranya, hanya dia yang  menginginkan hal itu. Yang lain lebih suka kenangan buruk sehingga mereka bisa lebih memikirkan dosa yang begitu memberikan plejaran. Tapi semua manusia punya cara belajar yang berbeda.

Kepalanya bergerak menunduk. Aku tahu perkataan ini terkesan tabu, rasanya ingin ku kubur saja diri ini.

“Kau yakin?”

Aku mengangguk lagi. Ah, dia hanya berusaha memastikan. “Ya…”

Kepalanya kembali menunduk. Rasa kecewa yang kurasakan setelah melihatnya kembali, membuatku merasa tak enak hati.

“Kalau begitu kau tidak usah dengar apa ka-“

Cup

Diriku dibuatnya kaget dengan apapun yang barusah ia lakukan. Dalam lima detik ia mengecup pipiku hangat sehingga rasanya aku melayang. Baru kali ini sebuah kenangan mengikutsertakan diriku.

“Terima kasih. Walau tak sebesar yang mereka berikan kepadaku, setidaknya dirimulah yang akan menjadi kenangan indahku yang untuk dinostalgiakan  suatu hari nanti.”

Dia berjalan melewatiku yang masih membeku dengan bibir terkatu rapat.

Ia pergi dengan tenang sekarang. Meninggalkan perasaan membuncah yang belum pernah aku rasakan dalam diriku sebelumnya. Astaga aku bisa gila!

“Kepada Yoo Kihyun 143, di mohon menuju ruangan petinggi sekarang!”

Namaku disebut dengan datangannya suara gema besar. Dan inilah akhir dari kenyataan indah yang baru saja aku terima. Aku harus di hukum atas apa yang kuperbuat. Atas apa yang kulakukan dengan tugasku sekarang.

Aku harus bertanggung jawab. Setidaknya inilah takdirku sekarang.

“Yoo Kihyun 143 Mr. Nostalgia. Segera keruangan!”

Dan itulah aku dalam menjalani pekerjaan sulit nan berat ini.

Setidaknya aku telah mendapatkan satu kebahagiaan setelah kepahitan yang aku terima selama satu abad aku bekerja.

Aku, Mr. Nostalgia, seorang tamu yang mendatangi siapapun dengan membawa sejuta nostalgia yang akan di ungkit siapapun yang telah pergi.

Pergi untuk selama-lamanya.

-Fin

Advertisements

Author: KaaiRaas

just a freaky gurl who love writing and singing. Jadilah dirimu, tanpa campur tangan orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s