AU, Ficlet, Fluff, MonstaX FF Indonesia, PG-13, Slice Of Life, Teen

Terbentur

Terbentur

 

 

A story by mintulli

Lee Jooheon (MONSTA X), Naline (OC)

AU, Fluff, Slice of life

Ficlet | PG-13

Ada satu kebiasaan Jooheon yang tak bisa dihindari. Ia paling tidak bisa menahan rasa gembiranya ketika bertemu dengan Naline.

 

 

Ketika itu siang hari. Kihyun mengajak semua temannya termasuk Jooheon dan Wonho untuk berkunjung ke rumahnya sebab orang tua Kihyun baru pulang dari Korea kemarin dan ia menginginkan acara penyambutan yang bisa dikatakan cukup besar. Apalagi kedua orang tua Kihyun sangat dekat dengan teman-teman putranya itu . Selainnya itu, Kihyun juga hendak mengajak kawanannya untuk bermain-main ke pantai. Sudah hampir 7 bulan mereka tak menghabiskan waktu bersama.

Berhubung Kihyun juga tak melarang untuk mengajak siapapun, ada inisiatif di benak Jooheon untuk mengajak Naline.

 

Hyung! Aku boleh ya mengajak Naline?” tanyanya pada Wonho. Meminta izin pada sang kakak dulu tak apa kan? Hitung-hitung juga sebagai persiapan jika saja Naline beralasan bahwa Wonho –kakaknya, tak mengizinkan. Toh dia sudah me-lobby duluan

 

“Memangnya dia mau?”

 

“Apa  dia tidak bisa?”

 

“Ya… kau tahu sendiri lah bagaimana sibuknya anak itu.”

 

Jooheon bergeming. Benar juga. Biasanya Naline suka mengganggu Jooheon tiap tengah malam dengan menghubunginya via telepon. Tapi akhir-akhir ini tidak. Alasan Naline karena dia sungguh sibuk dengan event yang hendak diadakan di kampusnya.

 

“Coba kau telepon dulu saja dia.”

 

Mengikuti saran ‘calon’ kakak iparnya, Jooheon pun menghubungi Naline. Berkali-kali Jooheon mencoba, tapi tak ada tanda-tanda Naline akan menjawab. Jadi Jooheon saat itu membuat kesimpulan sendiri bahwa Naline memang sangat sibuk dan tak bisa diganggu.

Lantas hari itu, Jooheon tentulah tetap datang ke rumah Kihyun. Ia santap makanannya dan sedikit berbagi cerita bersama kedua orang tua Kihyun.            Dengan catatan, di tengah-tengah percakapan mereka atau kegiatan Jooheon, ia sempatkan untuk menghubungi Naline lagi dan lagi.   Meski tetap saja tak ada jawaban, tapi jika Jooheon sudah menyukai sesuatu –atau sebut saja itu Naline, dia akan memperjuangkan itu sampai akhir. Selalu ada rasa ingin bertemu dalam batin Jooheon pada gadis berdarah Korea-Jerman itu. Ya, orang bilang seperti itulah kasmaran.

 

Sampai akhirnya mereka hendak berangkat ke pantai yang direncakan beberapa hari sebelumnya. Kihyun sungguh sudah menyiapkan segala sesuatu. Ia akan pergi kesana dengan mobil pribadi yang sudah disiapkan. Jadi mereka bisa berangkat dalam satu mobil, tak perlu berpencar. Tepat saat itu Jooheon menyerah. Ia hanya memandangi ponselnya sembari menunggu keajaiban datang dengan Naline balas menghubungi dirinya. Tapi tak ada yang berubah.

Sebenarnya agak sebal juga sih Jooheon. Jika dipikir ulang, sekarang ini adalah hari Minggu dimana keluarga akan menghabiskan waktu liburan mereka. Oh, atau mari perjelas keadaan bahwa Jooheon memang menginginkan Naline ikut dengannya dan berlibur bersama. Mumpung Kihyun sedang baik hati, kapan lagi ‘kan dia bisa pergi ke pantai bersama Naline dengan biaya yang minim? Mungkin justru tak mengeluarkan uang sepeser pun. Tapi mau bagaimana pun Jooheon sudah menyerah menghubungi Naline.

 

Pernah dengar petuah bahwa ‘terkadang, ketika kau menyerah disitulah sebenarnya kau dekat dengan keberhasilan.’ ? Percaya atau tidak, tapi itu sungguh terjadi pada Jooheon.

Begitu dia memasukkan ponsel ke saku celananya lalu hendak membuka pintu mobil, Naline sungguh datang. Bukan Wonho yang memaksanya untuk datang demi kebahagiaan Jooheon, tapi Naline sendiri yang membatalkan semua jadwal kegiatannya begitu mendengar nama Jooheon ikut pergi berlibur bersama kakaknya dan yang lain.

Sengaja memang Naline tak memberitahu Jooheon jika dia juga ikut. Toh mereka nantinya akan bertemu, pun Naline ingin tahu bagaimana Jooheon jika melihatnya datang saat itu.

 

“Hey Jooheon!”

 

Pemuda Lee itu segera mengalihkan pandangan pada Naline, si gadis cantik dengan pakaian casual nya yang membuatnya terlihat semakin manis saja. Tentunya Jooheon merasa gembira, bahkan  kepalanya membentur pada atap mobil begitu ia hendak masuk ke dalam. Jooheon memekik kesakitan. Lalu Naline dengan cepat berlari kearahnya sembari tertawa melihat tingkah Jooheon.

“Kau tidak apa-apa ‘kan?”

“Ini… disini sakit.”  Jooheon menunjuk puncak kepalanya sembari meringis kesakitan. Melihat itu dengan sigap Naline mengelus-elus kepala Jooheon. Berusaha meredamkan rasa sakit di puncak kepala lelaki bermata sipit itu.

 

“Makanya hati-hati.”

 

“Ini.. yang sebelah sini juga sakit.” Jooheon menunjuk sisi lain dari kepalanya. Ia sedikit menunduk sebab ia ‘beralasan’ bahwa tempurung kepalanya pun ikut sakit. Naline dengan ekspresi wajahnya yang khawatir mengelus tempurung kepala Jooheon. Memijitnya sedikit untuk menghindari kemungkinan bengkak di kepala sebab benturan. Saking seriusnya Naline, ia tak menyadari bahwa Jooheon baru saja menyeringai karena alasannya.

 

“kenapa sampai tempurung juga? Masih sakit ya?”

 

“Aduh… kepala ku pusing.” Bersamaan dengan itu, otak jahil Jooheon membuat skenario dramatis dengan menaruh kepalanya di pundak Naline seakan-akan dia benar-benar merasa bahwa dunia akan berputar sebab rasa pusing yang disandiwarakannya.

 

“Ya Tuhan, pasti sakit sekali.”

 

Naline mengelus seluruh sisi di kepala Jooheon. Oh bahkan dia sempat meletakkan punggung tangannya pada dahi Jooheon, takut-takut jika badannya mendadak panas atau semacamnya.

Semua teman Jooheon tentulah mengumpat melihat tingkahnya yang berpura-pura sakit seperti korban kelahi yang mana dia terlihat seperti baru saja dipukul dengan kayu besar tepat di kepalanya, lalu mengeluh pada seorang gadis.  Jadi jangan salahkan Changkyun –karib Jooheon, yang sebal melihat adegan ‘sandiwara’ itu lantas menendang bokong Jooheon sampai mereka berdua terdorong ke belakang.

Lalu ketika Naline hendak jatuh, sandiwara pun berlanjut dimana Jooheon mengamuk dan hendak memukul Changkyun sebab hampir membuat ‘gadis’nya terluka. Hanya dorongan sedikit saja, tapi Jooheon sungguh sensitive memang.

 

 

-Fin-

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s